Anda di halaman 1dari 48

DND-2006

Informasi yang diterima dari benda-benda langit berupa


gelombang elektromagnet (cahaya)
untuk mempelajarinya diperlukan pengetahuan
mengenai gelombang elektromagnet tersebut
DND-2006
Apakah astrofisika itu ?
Penerapan ilmu fisika pada alam semesta/benda-
benda langit
Informasi yang diterima Cahaya (gelombang
elektromagnet)
Pancaran gelombang elektromagnet dapat dibagi dalam
beberapa jenis, bergantung pada panjang gelombangnya
()
1. Pancaran gelombang radio, dengan antara
beberapa milimeter sampai 20 meter
2. Pancaran gelombang inframerah, dengan 7500
hingga sekitar 1 mm (1 = 1 Angstrom = 10
-8
cm)
DND-2006
3. Pancaran gelombang optik atau pancaran kasatmata
dengan sekitar 3 800 sampai 7 500
merah oranye : 6 000 6 300
oranye : 5 900 6 000
kuning : 5 700 5 900
kuning hijau : 5 500 5 700
hijau : 5 100 5 500
hijau biru : 4 800 5 100
biru : 4 500 4 800
biru ungu : 4 200 4 500
ungu : 3 800 4 200
Panjang gelombang optik terbagi dlm beraneka warna:
merah : 6 300 7 500
DND-2006
4. Pancaran gelombang ultraviolet, sinar X dan sinar
mempunyai < 3 500
http://www.astro.uiuc.edu/~kaler/sow/spectra.html
Pancaran gelombang elektromagnet mulai dari sinar
Gamma sampai dengan pancaran radio
DND-2006
K
e
t
i
n
g
g
i
a
n

Sinar-X Sinar Gamma UV
K
a
s
a
t

M
a
t
a

Infra-merah Gel.Mikro Radio
Permukaan Laut
ozon (O
3
)
molekul (H
2
O, CO
2
)
molekul ,atom, inti atom
teleskop optik
satelit balon, satelit
balon, satelit
teleskop radio
http://imagine.gsfc.nasa.gov/docs/introduction/emsurface.html
Jendela Optik
Jendela Radio
Pancaran gelombang yang dapat menembus atmosfer Bumi adalah
panjang gelombang kasatmata dan panjang gelombang radio
DND-2006
Dengan mengamati pancaran gelombang elektromagnet
kita dapat mempelajari beberapa hal yaitu,
Arah pancaran. Dari pengamatan kita dapat menga-
mati letak dan gerak benda yang memancarkannya
Kuantitas pancaran. Kita bisa mengukur kuat atau ke-
cerahan pancaran
Kualitas pancaran. Dalam hal ini kita bisa mempe-
lajari warna, spektrum maupun polarisasinya
DND-2006
Jika suatu benda disinari dengan radiasi elektromag-
netik, benda itu akan menyerap setidaknya sebagian
energi radiasi tersebut.
temperatur benda akan naik
Teori Pancaran Benda Hitam
Jika benda tersebut menyerap semua energi yang
datang tanpa memancarkannya kembali, temperatur
benda akan terus naik
Kenyataannya tidak pernah terjadi, mengapa?
Karena sebagian energi yang diserap benda akan
dipancarkan kembali.
DND-2006
Apabila laju penyerapan energi lebih besar dari laju
pancarannya,
temperatur akan terus naik
akhirnya benda mencapai temperatur keseimbangan
dimana laju penyerapan sama dengan laju
pancarannya.
Keadaan ini disebut setimbang termal (setimbang
termodinamik).
DND-2006
Untuk memahami sifat pancaran suatu benda kita
hipotesakan suatu pemancar sempurna yang disebut
benda hitam (black body)
Benda hitam adalah suatu benda yang menyerap
seluruh pancaran elektromagnetik (energi) yang
datang padanya
Tidak ada pancaran yang dilalukan atau yang
dipantulkan
Pada keadaan kesetimbangan termal, temperatur
benda hanya ditentukan oleh jumlah energi yang
diserapnya per detik
Pada keadaan ini, sifat pancaran dapat ditentukan
dengan tepat
DND-2006
a
r r
s
a = s/r (sudut bidang)
r r
e
A = luas penampang
e = A/r
2
(sudut ruang)
radian
steradian
Untuk mempelajari benda hitam, terlebih dahulu kita
mengenal beberapa besaran yang berkaitan dengan
benda hitam
DND-2006
u
u + du
de
r du
dA
r sinu
d|
r sinu d|
Luas penampang :
Sudut ruang
Unsur kecil sudut ruang
dA = r
2
sin u du d|
de = dA/r
2

. (2-1)
. . (2-2)
r
r
= sin u du d|
DND-2006
Tinjau unsur permukaan dA yang arah normalnya
adalah garis n
d
dA
n
Apabila berkas pancaran melewati permu-
kaan dA berarah tegak lurus permukaan,
dalam sudut ruang d, maka jumlah
energi yang lewat dalam selang waktu dt
adalah,
dE = I dA d dt
intensitas spesifik
jumlah energi yang mengalir pada arah tegak lurus
permukaan, per cm
2
, per detik, per steradian
. . . . . . . . (2-3a)
dE = I dA sin d d| dt
. . (2-3b) atau
DND-2006
Tinjau berkas pancaran yang membentuk sudut
terhadap garis normal
Pancaran bisa kita bayangkan
melewati permukaan dA dengan
arah tegak lurus.
dA = dA cos
Dari pers (2-3b) :
dE = I dA sin d d| dt
diperoleh
dA
n
dA
n

Dalam hal ini,
dE = I dA sin d d| dt
DND-2006
. (2-4) atau
besarnya energi yang dipancarkan oleh
satuan luas permukaan, per detik, pada
arah dan dalam sudut ruang d
dE()
= I cos sin d d|
dA dt
dA
n
dA
n

DND-2006
Jumlah energi yang dipancarkan keluar melalui permu-
kaan seluas 1 cm
2
, per detik, ke semua arah dapat
ditentukan dengan mengintegrasikan pers. (2-4) ke
semua arah (luar) yaitu dari = 0 sampai t /2 dan | = 0
sampai 2t
Fluks Pancaran
. . . . . . . . . (2-5)
F = I cos sin d d|
0
2t
0
t/2
Pers. (2-4) :
= I cos sin d d|
dE()
dA dt
0
2t
0
t/2
0
2t
0
t/2
DND-2006
Jumlah energi yang dipancarkan keluar melalui permu-
kaan seluas 1 cm
2
, per detik, ke semua arah dapat
ditentukan dengan mengintegrasikan pers. (2-4) ke
semua arah (luar) yaitu dari = 0 sampai t /2 dan | = 0
sampai 2t
Pers. (2-4) :
= I cos sin d d|
dE()
dA dt
Fluks Pancaran
. . . . . . . . . (2-5)
F = I cos sin d d|
0
2t
0
t/2
= I cos sin d d|
dE()
dA dt
0
2t
0
t/2
0
2t
0
t/2
DND-2006
Apabila pancaran bersifat isotrop (sama ke semua
arah), atau dengan kata lain bukan fungsi dari dan |,
maka
F = t I
. . . . . . . . . . . . . . . . (2-6)
Buktikan !
Pers. (2-5) :
menjadi,
F = I cos sin d d|
0
2t
0
t/2
Pancaran keluar ini (F) sering ditulis sebagai F
+
untuk
membedakan dengan pancaran ke dalam F

.
DND-2006
F
+
= I cos sin d d|
0
2t
0
t/2
Pancaran ke luar (F
+
) 0 s u s t/2
F

= I cos sin d d|
0
2t
/
2
t
Pancaran ke dalam (F

) t/2 s u s t
Pancaran Total : F = F
+
+ F


. . . . . . . . . . . . (2-7)
. . . . . . . . . . . . (2-8)
. . . . . . . . . . . . (2-9)
Untuk pancaran isotropik :
F
+
= t I
+

F

= t I


Pancaran totalnya adalah,
F = I
+
+ t I


DND-2006
Besaran lain yang sering digunakan dalam pembicaraan
pancaran adalah,
. . . . . (2-10)
Untuk pancaran isotropik : J = I (Buktikan !)
Intensitas Rata-rata (J), yaitu harga rata-rata I (inten-
sitas spesifik) untuk seluruh ruang
J = = I d =
d
I d
4
1
I sin d d|
4
1
0
2t
0
t
DND-2006
Besaran pancaran yang telah kita bicarakan adalah
besaran energi untuk semua panjang gelombang atau
frekuensi, karena itu tidak bergantung pada atau u.
Jika ingin mengetahui pancaran pada suatu panjang
gelombang () tertentu, maka besaran-besaran
pancaran di atas harus bergantung pada atau u.
Walaupun demikian, kita tidak dapat mengamati hanya
pada suatu panjang gelombang saja, karena sangat
sukar untuk mengisolasinya. Yang paling mungkin
adalah pada suatu daerah panjang gelombang, yaitu
antara dengan + d.
DND-2006
I =

I

d
o

Dengan demikian, intensitas pada suatu , yaitu I

,
didefinisikan sebagai intensitas yang disebabkan oleh
panjang gelombang antara dan + d.
Intensitas untuk semua panjang gelombang dapat
dituliskan sebagai :
. . . . . . . . . . . . . . . (2-11)
Karena = c/, maka
d

d

c

2

= d = c
-2
d
. . . . . . . . . . (2-12)
Tanda negatif berarti panjang gelombang naik
pada saat frekuensi turun
DND-2006
Dengan demikian,
I

du = I

d
c

2

d
d

I

= I

= I

= I

2

c
Fluks pancaran dapat dituliskan sebagai :
I = I

d = I

d

o


o

F = F

d = F

d

o


o

. . . . . . . . . . (2-13)
. . . . . . . . . . (2-14)
DND-2006
Suatu benda hitam tidak memancarkan seluruh
gelombang elektromagnet secara merata. Benda
hitam bisa memancarkan cahaya biru lebih banyak
dibandingkan dengan cahaya merah, atau sebalik-
nya, bergantung pada temperaturnya.
Sifat pancaran benda hitam telah
dipelajari secara eksperimen pada
akhir abad ke-19, tetapi baru pada
awal abad ke-20, Max Planck berhasil
memperoleh penafsiran secara fisis.
Max Planck
(1858 1947)
DND-2006
Menurut Planck, suatu benda hitam yang temperaturnya
T akan memancarkan energi dalam panjang gelom-
bang antara dan + d dengan intensi-tas spesifik
B

(T) d sebesar
Fungsi Planck
. . . . . . . (2-15)
Intensitas spesifik (I) = Jumlah energi yang
mengalir pada arah tegak lurus permukaan
per cm
2
per detik, per steradian

5

2 h c
2
1
e
hc/kT
- 1
B

(T) =
DND-2006
h = Tetapan Planck = 6,625 x 10
-27
erg det
k = Tetapan Boltzmann = 1,380 x 10
-16
erg/
o
K
c = Kecepatan cahaya = 2,998 x 10
10
cm/det
T = Temperatur dalam derajat Kelvin (
o
K)
Apabila dinyatakan dalam frekuensi fungsi Planck
menjadi :
. . . . . . . . . (2-16)
2 h u
3

c
2

1
e
hu/kT
- 1
B
u
(T) =
Buktikan !!!
. . . . . . . (2-15)

5

2 h c
2
1
e
hc/kT
- 1
B

(T) =
DND-2006
Distribusi energi menurut panjang gelombang untuk pancaran
benda hitam dengan berbagai temperatur (Spektrum Benda
Hitam)
Makin tinggi temperatur benda hitam, makin tinggi pula intensitas
spesifiknya dan jumlah energi terbesar dipancarkan pada pendek
Intensitas spesifik benda
hitam sebagai fungsi
panjang gelombang
Kasatmata
(m)
I
n
t
e
n
s
i
t
a
s

S
p
e
s
i
f
i
k

[
B

(
T
)
]

0,00 0,25 0,50 0,75 1,00 1,25 1,50 1,75 2,00
UV Inframerah
8 000 K
7 000 K
6 000 K
5 000 K
4 000 K
DND-2006
Panjang gelombang maksimum bagi pancaran benda
hitam, yaitu pada harga yang maksimum (
maks
) dapat
diperoleh dari syarat maksimum, yaitu,
= 0
d B

(T)
d
. . . . . . . . . . . . . . . (2-17)
0,00
(m)
I
n
t
e
n
s
i
t
a
s

S
p
e
s
i
f
i
k

[
B

(
T
)
]

0,50 1,00 1,50
1,75
2,00
Garis Singgung

maks

DND-2006
Dari pers. (2-15) :

5

2 h c
2
1
e
hc/kT
- 1
B

(T) =
dan pers. (2-17) :
= 0
d B

(T)
d
diperoleh, = 4,965
h c
k T
. . . . . . . . . . . (2-18)
Buktikan !
Apabila kita masukan harga h, k dan c, maka pers. (2-
18) menjadi
DND-2006
. . . . . . . . . . . . (2-19)

maks
=
0,2898
T
Hukum Wien

maks
dinyatakan dalam cm dan T
dalam derajat Kelvin
hu
maks
= 2,821 kT
Apabila
maks
dinyatakan dalam frekuensi, hukum Wien
menjadi
. . . . . . . . . . . . . . (2-20)
Wilhelm Wien
(1864 1928)
DND-2006
Hukum Wien ini menyatakan bahwa makin tinggi
temperatur suatu benda hitam, makin pendek
panjang gelombangnya
Hal ini dapat digunakan untuk menerangkan gejala
bahwa bintang yang temperaturnya tinggi akan
tampak berwarna biru, sedangkan yang temperatur-
nya rendah tampak berwarna merah.

maks
=
0,2898
T
Hukum Wien
DND-2006
Panjang Gelombang
0 0.25 0.50 0.75 1.00 1.25 1.50 1.75 2.00
I
n
t
e
n
s
i
t
a
s

maks
= 0,36 m = 3,62 x 10
-5
cm
Contoh penentuan
maks

maks
=
0,2898
T
0,2898
3,62 x 10
-5

=
= 8 000 K
Apabila
maks
dapat
ditentukan, maka
temperatur benda
dapat dicari, yaitu
Distribusi energi
benda hitam

maks

0,2898
T =
DND-2006
Contoh :
Dari hasil pengamatan diperoleh bahwa puncak
spektrum bintang A dan bintang B masing-masing
berada pada panjang gelombang 0,35 m dan 0,56 m.
Tentukanlah bintang mana yang lebih panas, dan
seberapa besar perbedaan temperaturnya
Jawab :
Jadi bintang A mempunyai
maks
lebih pendek daripada
bintang B. Menurut hukum Wien, bintang A lebih panas
daripada bintang B

maks A
= 0,35 m ,
maks B
= 0,56 m

maks
=
0,2898
T
T =
0,2898

maks

DND-2006
Untuk bintang A :
Untuk bintang B :
Jadi temperatur bintang A lebih panas 1,6 kali daripada
temperatur bintang B
T
A
=
0,2898
l
maks A

=
0,2898
0,35
T
B
=
l
maks B

0,2898
=
0,2898
0,56
0,2898
0,35
0,56
0,2898
T
A

T
B

= = 1,6
DND-2006
Bintang B :
maks
= 0,56 m = 0,56 x 10
-4
cm
Bintang A :
maks
= 0,35 m = 0,35 x 10
-4
cm
Cara lain :
Jadi bintang A 1,6 kali lebih panas daripada bintang B

maks
=
0,2898
T
0,2898
T =

maks

0,2898
0,35 x 10
-4

T
A
= = 8 280 K
0,2898
0,56 x 10
-4

T
A
= = 5 175 K
5175
8280 T
A

T
B

=
= 1,6
DND-2006
1. Distribusi Wien
Untuk kecil (u besar), atau T yang rendah, maka :
h u
k T
h c
k T
atau sangat besar >> 1
Sehingga, e
hu/kT
1 e
hu/kT
atau e
hc/kT
1 e
hc/kT

Jadi fungsi Planck menjadi,
B
u
(T) = e
hu/kT

2hu
3
c
2

. . . . . . . . (2-21)
Dari Fungsi Planck, dapat diturunkan juga Aproksimasi
Wien (Distribusi Wien) dan Aproksimasi Rayleigh - Jean
(Distribusi Rayleigh - Jean), yaitu :
DND-2006
2. Distribusi Rayleigh - Jean
Untuk besar (u kecil), atau T yang tinggi, maka :
h u
k T
h c
k T
atau sangat kecil << 1
Akibatnya fungsi Planck menjadi,
B
u
(T) =
2u
2
kT
c
2

B

(T) =
2c k T

4

atau
. . . . . . . . . . . . . (2-23)
h u
k T
h c
k T
Sehingga, e
hu/kT
1 + atau e
hc/kT
1 +
. . . . . . . . . . . . . (2-24)
B

(T) = e
hc/kT

2hc
2

5

atau
. . . . . . . . (2-22)
DND-2006
Energi total yang dipancarkan benda hitam dapat
ditentukan dengan mengintegrasikan persamaan (2-15)
. . . . . (2-25)
Buktikan !
B(T) = B

(T) d = dx
0

2 k
4
T
4

h
3
c
2

0

x
3

e
x
- 1
dimana
h
x =
k T
Pers. (2-15) :
2 h c
2

5

1
e
hc/kT
- 1
B

(T) =

4
/15
B(T) = =
2 k
4
T
4

h
3
c
2

4

15
2 k
4
t
5

15 h
3
c
2

T
4


= T
4



konstanta Stefan-Boltzmann
o = 5,67 x 10
-5
erg cm
-2
K
-4
s
-1
. . (2-26)
. . (2-27)
DND-2006
Dengan mensubtitusikan
F = t B(T) = o T
4
. . . . . . . . . . . . (2-28)
Fluks energi benda hitam
F = t I Pers. (2-6) :
ke pers. 2-26 :
B(T) =
T
4



dapat ditentukan jumlah energi yang dipancarkan oleh
setiap cm
2
permukaan benda hitam per detik ke semua
arah, yaitu
DND-2006
Apabila suatu benda berbentuk bola beradius R dan
bertemperatur T memancarkan radiasi dengan sifat-sifat
benda hitam, maka energi yang dipancarkan seluruh
benda itu ke semua arah perdetik adalah,
L = 4tR
2
F = 4t R
2
oT
ef

4
. . . . . . . (2-29)
Luminositas benda Temperatur efektif
DND-2006
Fluks
Pancaran

Luminositas :
L = 4 tR
2
F = 4 t R
2
oT
4

R
d
Fluks

Luas
permukaan bola

F =
L
4 t R
2

E =
L
4 t d
2

. (2-30)
DND-2006
1 cm
1 cm
Intensitas spesifik B(T) = I
Fluks F = o T
4

Luminositas L = 4 t R
2
o T
4

d
Fluks pada jarak d :
Energi yang melewati
sebuah permukaan bola
yang beradius d per detik
per cm
2

Resume
E =
L
4 t d
2

1 cm 1 cm
R
DND-2006
Bintang sebagai Benda Hitam
Bintang dapat dianggap sebagai benda hitam. Hal ini
bisa dilihat dalam gambar berikut, yaitu distribusi energi
bintang kelas O5 (T
ef
= 54 000 K) sama dengan distri-
busi energi benda hitam dg temperatur T = 54 000 K.
Bintang Kelas O5
T
ef
= 54 000 K
Black Body
T = 54 000 K
DND-2006
Intensitas spesifik (I) :
Jumlah energi yg dipancarkan bintang pd arah tegak
lurus permukaan per cm
2
per detik per steradian
Fluks Pancaran :
Jumlah energi yang dipancarkan oleh setiap cm
2

permukaan bintang per detik ke semua arah
F = t B(T) (F = t I)
F = o T
4

Oleh karena itu semua hukum-hukum yang berlaku
pada benda hitam, berlaku juga untuk bintang.
2 h c
2

5

B

(T) =
1
e
hc/kT
- 1
F =
L
4 t R
2

DND-2006
Luminositas (L) : L = 4 t R
2
oT
ef

4
Energi yang dipancarkan oleh seluruh permukaan
bintang yang beradius R dan bertemperatur T
ef
per
detik ke semua arah
Temperatur Efektif (T
ef
) adalah temperatur lapisan
paling luar sebuah bintang (lapisan fotosfere).
Fluks pada jarak d : E =
L
4 t d
2

Energi bintang yg diterima/melewati permukaan pada
jarak d per cm
2
per detik (E)
Makin jauh sebuah bintang, makin redup cahayanya
hukum kuadrat kebalikan
(invers square law)
DND-2006
Contoh :
Berapakah kecerlangan sebuah bintang dibandingkan
dengan kecerlangan semula apabila jaraknya dijauhkan
3 kali dari jarak semula.
Jawab :
Misalkan d
A
jarak semula dan kecerlangannya adalah
E
A
. Jarak sekarang adalah d
B
= 3d
A
dan kecerlangannya
adalah E
B
. Jadi,
Bintang lebih redup sebesar 1/9 kali dari kecerlangan
semula.
E
A
=
L
4 t d
A
2

E
B
=
L
4 t d
B
2

d
B

E
B
=
d
A

E
A

2
d
A

3d
A

= E
A

2
= E
A

1
9
DND-2006
Contoh :
Bumi menerima energi dari matahari sebesar 1380
W/m
2
. Berapakah energi dari matahari yang diterima
oleh planet Saturnus, jika jarak Matahari-Saturnus
adalah 9,5 AU ?.
Jawab :
Misalkan energi matahari yang diterima di Bumi adalah
E
B
= 1380 W/m
2
dan jarak Bumi-Matahari d
B
= 1 AU.
Misalkan energi matahari yang diterima di Saturnus
adalah E
S
dan jarak Saturnus-Matahari d
S
= 9,5 AU. Jadi
1
9,5
= 1380
2
= 15,29 W/m
2

E
S
=
d
B

d
S

E
B

2
DND-2006
1. Andaikan sebuah bintang A yang mirip dengan
Matahari (temperatur dan ukurannya sama) berada
pada jarak 250 000 AU dari kita. Berapa kali lebih
lemahkah penampakan bintang tersebut dibanding-
kan dengan Matahari?
2. Andaikan bintang B 1000 kali lebih terang daripada
bintang A (pada soal no.1 di atas) dan berada pada
jarak 25 kali lebih jauh dari bintang A. Bintang
manakah yang akan tampak lebih terang jika dilihat
dari Bumi? Berapa kali lebih terangkah bintang yang
lebih terang tersebut?
Soal-soal Latihan
DND-2006
Lanjut ke Bab III
Kembali ke Daftar Materi