Anda di halaman 1dari 106

Buku Ajar

Psikologi Persepsi



IRA WIRASARI M.Ds.
Pengertian Psikologi
Psikologi berasal dari Bahasa Yunani
Kuno; psyche = jiwa, logos = kata

Ilmu pengetahuan yang mempelajari
tingkah laku dan proses mental
Ilmu mengenai pikiran dan perilaku
Menurut Wundt (Iih. Devidoff, 1981)
Psikologi itu Merupakan Ilmu tentang
kesadaran manusia (the science of
human consciousness).
Menurut Kulpe yang dimaksud psikologi
adalah ilmu mengenai fakta-fakta dari
pengalaman yang bergantung pada
pengalaman pribadi.
Menurut William James psikologi
merupakan ilmu tentang mental life,
mencakup baik fenomenanya maupun
kondisinya.
Metode Dalam Psikologi
Metode Introspeksi
Introspeksi adalah Melihat kedalam (intro = kedalam dan speksi
(spectare) =melihat). Metode ini merupakan suatu metode
penelitian dengan melihat peristiwa-peristiwa kedalam dirinya
sendiri.
Metode Introspeksi eksperimental
Metode ini merupakan metode penggabungan dari introspeksi
dengan eksperimen. Dengan jalan eksperimen, maka sifat
subjektivitas dari metode introspeksi akan dapat diatasi
Metode Ekstropeksi
Artinya Melihat Keluar. Metode ini dimaksudkan untuk
mengatasi kelemahan-kelemahan yang terdapat pada metode
introspeksi. Pada metode ekstropeksi subjek penelitian bukan
dirinya sendiri tetapi orang lain. Dengan demikian diharapkan
adanya sifat yang objektif dalam penelitian itu.
Metode Kuesioner
Kuesioner sering pula disebut angket merupakan metode
penelitian dengan menggunakan daftar pertanyaan atau
pernyataan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh orang yang
menjadi subjek dari penelitian tersebut
Metode Interview
Merupakan metode penelitian dengan menggunakan
pertanyaan-pertanyaan yang diberikan secara lisan.
Metode Biografi
Merupakan metode tulisan tentang kehidupan seseorang yang
merupakan riwayat hidup. Dalam biografi, menguraikan tentang
keadaan, sikap-sikap ataupun sifat-sifat lain mengenai orang
yang bersangkutan.
Metode Analisis Karya
Merupakan suatu metode penelitian yang dengan mengadakan
analisis dari hasil karya.


Metode Klinis
Metode ini mula-mula timbul dalam lapangan klinik untuk
mempelajari keadaan orang orang yang jiwanya terganggu
(abnormal)
Metode Testing
Merupakan metode penelitian yang menggunakan soal-soal,
pertanyaan-pertanyaan, atau tugas lain yang telah
distandarisasikan.
Metode Statistik
Pada umumnya metode ini digunakan untuk mengadakan
penganalisisan terhadap materi atau data yang telah
dikumpulkan dalam suatu penelitian

Spesialisasi Dalam Psikologi
Psikologi terbagi menjadi 2 bagian;
psikologi umum dan psikologi khusus.
Psikologi umum mengkaji perilaku
manusia pada umumnya.
Psikologi khusus mengkaji perilaku
manusia dalam situasi khusus.
Jenis- Jenis Psikologi
Psikologi kepribadian
Psikologi abnormal
Psikologi klinis
Psikologi industri
Psikologi pendidikan
Dan masih akan terus berkembang..
#2
Sejarah Perkembangan Psikologi
Psikologi adalah ilmu yang tergolong muda (sekitar
akhir 1800 an)
Tetapi, manusia di sepanjang sejarah telah
memperhatikan masalah psikologi.
Terutama Filsuf Yunani Plato dan Aristoteles.
Banyak ahli filsafat terkenal lain dalam abad 17 dan
18, yakni; Leibnits, Hobbes, Locke, Kant, dan Hume
memberikan sumbangan dalam bidang psikologi.
Pada waktu itu psikologi masih berbentuk wacana
belum menjadi ilmu pengetahuan.

Strukuralisme
Tokoh : WILHELM WUNDT
Untuk mempelajari gejala-gejala kejiwaaan kita harus
mempelajari isi dan struktur jiwa seseorang.
Metode : Instrospeksi / mawas diri
Obyek : Kesadaran
Elemen mental / elemen-elemen yang lebih kecil
1. Jiwa
2. Kesadaran
3. Penginderaaan

Aliran Strukturalisme Tokoh WILHELM WUNDT berpendapat;
a. Untuk mempelajari gejala kejiwaan kita harus mempelajari isi
dan struktur dari jiwa seseorang
b. Objek utama dalam psikologi adalah kesadaran
c. Pengalaman-pengalaman kesadaran di bagi atas 2 bagian
yaitu penginderaan dan perasaan
Ciri-ciri Psikologi Strukturalisme adalah
penekanannya pada analisis atas proses kesadaran
yang dipandang terdiri atas elemen-elemen dasar;
serta usaha menemukan hukum-hukum yang
membawahi hubungan antar elemen kesadaran
tersebut.
Segala sesuatu atau proses yang terjadi dalam diri
manusia, selalu dianggap bersumber pada
kesadaran.
Pada intinya psikologi strukturalisme
mencoba menelaah struktur mental dari
manusia.

Gestalt
Tokoh : MAX WERTHEIMER (1880-1943)

Bahwa dalam alat kejiwaan tidak terdapat
jumlah unsur-unsurnya melainkan Gestalt
(keseluruhan) dan tiap-tiap bagian tidak
berarti dan bisa mempunyai arti kalau bersatu
dalam hubungan kesatuan.
Prinsip dasar:
Fokus interaksi manusia dengan lingkungan disebut
lapangan perseptual. Karakter utama lapangan
perseptual adalah organisasi, yang memiliki
kecenderungan alami untuk distrukturkan sebagai figur
dan latar.
Isomorfisme: menghubungkan bidang perseptual
dengan bidang otak; aktivitas otak yang mengantarai
proses-proses perseptual
Fungsionalisme
Tokoh : WILLIAM JAMES (1842-1910)
Mempelajari fungsi/ tujuan akhir aktivitas
Semua gejala psikis berpangkal pada pertanyaan
dasar yaitu apakah gunanya aktivitas itu
Jiwa seseorang diperlukan untuk melangsungkan
kehidupan dan berfungsi untuk menyesuaikan diri.
Lebih menekankan apa tujuan atau akhir dari suatu
aktivitas

Intinya:
Meneliti bagaimana pikiran bekerja
sehingga organisme dapat beradaptasi
terhadap lingkungannya. Proses atau
keadaan sadar seperti kehendak bebas,
berpikir, beremosi, persepsi, dan proses
pengindraan adalah aktivitas dari sebuah
organisme dalam hubungannya dengan
lingkungan fisik.
Behaviorisme
Tokoh : JOHN BROADUS WATSON (1878-1958)
Mempelajari tingkah laku, tingkah laku yang nyata,
yang terbuka, yang dapat di ukur secara obyektif.
Ilmu tentang tingkah laku, rangsang, kebiasaan,
belajar.
Tingkah laku tertutup: Tingkah laku, kontraksi otot-
otot sekresu kelenjar (gerakan-gerakan yang lemah),
berpikir (tidak bergerak-gerak secara halus sekali
selama kita berpikir)
Tingkah laku terbuka: gerakan kepala, kaki, cara
melihat, cara berjalan, dsb.
Menentang pandangan bahwa
pengalaman tidak sadar merupakan
bagian psikologi dan juga menentang
introspeksi.
Pendapatnya: hampir semua perilaku
merupakan hasil dari pengkondisian dan
lingkungan membentuk perilaku kita dengan
memperkuat kebiasaan tertentu.
Psikoanalisis
PSIKOANALISA / PSIKOLOGI DALAM
Tokoh : SIGMUND FREUD (1856-1939)
Kehidupan manusia di kuasai oleh alam
ketidaksadaran
Metode : Eksperimen
Psikoanalisa sebagai teori kepribadian
Id = libido (dorongan seksual)
Ego = melaksanakan dorongan-
dorongan
Super ego = penyaring / kontrol (kata
hati)

Freud menggambarkan kepribadian sebagai sistem
energi yang mencari keseimbangan antara berbagai
kekuatan
Freud sangat menekankan perkembangan anak
karena ia yakin bahwa gangguan neurotik yang
dialami pasien dewasa bersumber dari pengalaman
masa anak
Freud bukan seorang metodolog, pengumpulan
datanya tidak sistematik dan tidak memiliki kontrol
Freud hanya memberikan kesimpulan-
kesimpulannya, ia tidak pernah menyampaikan
bagaimana kesimpulan tersebut diperoleh
Freud telah mencapai apa yang hanya dapat dicapai
oleh sedikit teoris lain: ia merevolusi sikap-sikap dan
menciptakan posisi baru untuk mengkaji kepribadian


PROSES
PENGINDERAAN
DAN PERSEPSI
# 3
Proses Penginderaan & Persepsi
Definisi Persepsi
Banyak ahli yang mencoba membuat definisi dari persepsi.
Beberapa di antaranya adalah:
Persepsi merupakan proses yang terjadi di dalam diri individu yang
dimulai dengan diterimanya rangsang, sampai rangsang itu disadari
dan dimengerti oleh individu, sehingga individu dapat mengenali dirinya
sendiri dan keadaan di sekitarnya. (Bimo Walgito).
Persepsi merupakan proses pengorganisasian dan penginterpretasian
terhadap stimulus oleh organisme atau individu sehingga didapat
sesuatu yang berarti dan merupakan aktivitas yang terintegrasi dalam
diri individu. (Davidoff).
Persepsi ialah interpretasi tentang apa yang diinderakan atau
dirasakan individu .(Bower).
Persepsi merupakan suatu proses pengenalan maupun proses
pemberian arti terhadap lingkungan oleh individu. (Gibson).



Marat (1981) mengatakan bahwa persepsi adalah suatu proses
pengamatan seseorang yang berasal dari suatu kognisi secara
terus menerus dan dipengaruhi oleh informasi baru dari
lingkungannya.
Riggio (1990) mendefinisikan persepsi sebagai proses kognitif
baik lewat penginderaan,pandangan, penciuman dan perasaan
yang kemudian ditafsirkan.
Toha (1983) persepsi merupakan pemahaman individu terhadap
informasi lingkungan yang diperoleh melalui proses kognitif.
Rakhmat (1986) juga mengemukakan persepsi adalah
pengalaman terhadap objek,peristiwa atau hubungan yang
diperoleh dengan menafsirkan dan menyimpulkan informasi.





Walgito (1989) menyatakan ada dua faktor yang mempengaruhi
terjadinya persepsi yaitu (a) keadaan individu sebagai
perseptor, yang merupakan faktor dari dalam individu sendiri
seperti pikiran, perasaan, sudut pandang, pengalaman masa
lalu, daya tangkap, taraf kecerdasan serta harapan dan dugaan
perseptor dan (b) keadaan objek yang dipersepsi yaitu
karakteristik-karakteristik yang ditampilkan oleh objek, baik
bersifat psikis, fisik ataupun suasana.

Proses terbentuknya persepsi juga dipengaruhi oleh
pengalaman, sosialisasi, cakrawala dan pengetahuan.
Pengalaman dan sosialisasi memberikan bentuk dan struktur
terhadap objek yang dilihat sedangkan pengetahuan dan
cakrawala memberi arti pada objek psikologis.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan PERSEPSI
adalah proses kognitif aktif yang berupa pengalaman individual
tentang lingkungan yang dipengaruhi dari dalam diri individu
dan dari luar diri individu.

Bagi manusia, persepsi merupakan suatu kegiatan
yang fleksibel, yang dapat menyesuaikan diri secara
baik terhadap masukan yang berubah-ubah. Dalam
kehidupan sehari-hari, tampak bahwa persepsi
manusia mempunyai kemampuan
menyesuaikan diri dengan baik terhadap lingkungan
dan budayanya. Dalam konteks ini, pengalaman-
pengalaman pada berbagai kebudayaan yang
berbeda dapat mempengaruhi bagaimana informasi
penglihatan itu diproses.

Persepsi selalu berkaitan dengan pengalaman dan tujuan seseorang
pada waktu terjadinya proses persepsi. Ia merupakan tingkah laku
selektif, bertujuan, dan merupakan proses pencapaian makna, dimana
pengalaman merupakan faktor penting yang menentukan hasil
persepsi (Sutopo, 1996: 133).

Tingkah laku selalu didasarkan pada makna sebagai hasil persepsi
terhadap
kehidupan para pelakunya. Apa yang dilakukan, dan mengapa
seseorang melakukan berbagai hal, selalu didasarkan pada batasan-
batasan menurut pendapatnya sendiri, dan dipengaruhi oleh latar
belakang budayanya yang khusus (Spradly, 1980: 137).

Budaya yang berbeda, melatih orang secara berbeda pula
dalam menangkap makna suatu persepsi, karena kebudayaan
merupakan cara khusus yang membentuk pikiran dan
pandangan manusia.

Persepsi dikombinasikan oleh dunia luar
(rangsangan visual) dan dunia atau pengetahuan
yang telah ada dan kita ketahui. Hal ini menunjukkan
bahwa ada kombinasi proses antara bottom-up dan
top- down.
Proses perseptual dimulai dengan informasi dasar
pada pengenalan objek secara visual. Kemudian kita
akan memeriksa 2 hal utama pada visual yaitu
proses bottom up/top-down dan persepsi wajah.
Kemudian persepsi yang kita miliki ini dipasangkan
pada persepsi yang umum terjadi dan menjadi
persepsi yang bisa diakui oleh semua orang. Proses
ini juga berlaku pada persepsi suara (auditori).

Persepsi setiap orang terhadap suatu objek akan
berbeda- beda oleh karena itu persepsi mempunyai
sifat subyektif. Proses persepsi seseorang terhadap
suatu objek dipengaruhi oleh pengalaman masa
lalunya yang tersimpan dalam memori. Satu hal yang
perlu diperhatikan adalah bahwa persepsi secara
substansil bisa sangat berbeda dengan realitas.

Stimuli/ stimulus adalah setiap bentuk fisik, visual
atau komunikasi verbal yang dapat mempengaruhi
tanggapan individu.
#4
Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi
Persepsi
Faktor-faktor yang
mempengaruhi Persepsi:
Faktor Fungsional:
Berasal dari kebutuhan, pengalaman
masa lalu dan hal-hal lain yang
termasuk apa yang kita sebut sebagai
faktor-faktor personal.
Faktor Struktural:
Berasal dari sifat stimuli fisik dan efek-
efek saraf yang ditimbulkannya pada
sistem saraf individu.
Pada teori Gestalt, bila kita ingin
menganalisa sebuah peristiwa kita tidak
dapat meneliti faktor-faktor yang
terpisah, tapi harus memandangnya
secara keseluruhan.
Tertarik tidaknya individu untuk
memperhatikan stimulus dipengaruhi
oleh dua faktor yaitu:

Faktor internal (kebiasaan, minat,
emosi dan keadaan biologis)
Faktor eksternal (intensitas, kebaruan,
gerakan, dan pengulangan stimulus)
Faktor Eksternal
Gerakan, seperti organisme lain, bahwa manusia
secara visual tertarik pada obyek-obyek yang
bergerak. Contohnya kita senang melihat huruf
dalam display yang bergerak, menampilkan nama
barang yang diiklankan.


Intensitas stimuli, dimana kita akan memperhatikan
stimuli yang lebih menonjol dari stimuli yang lain.

Kebaruan (novelty),bahwa hal-hal baru, yang
luar biasa, yang berbeda akan lebih menarik
perhatian.

Perulangan, hal-hal yang disajikan berkali-
kali, bila disertai dengansedikit variasi, akan
menarik perhatian.
Disini unsur familiarity(yang sudah kita
kenal) berpadu dengan unsur-
unsur novelty(yang baru kita kenal).
Perulangan juga mengandung unsur sugesti
yang mempengaruhi bawah sadar kita.

Faktor Internal
Kebiasaan, kecenderungan untuk mempertahankan
pola berpikir tertentu atau hanya melihat masalah
dari satu sisi saja atau kepercayaan yang berlebihan
dan tanpa kritis pada pendapat otoritas.

Minat, suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang
melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang
dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau
kebutuhannya sendiri.
Emosi, sebagai manusia yang utuh, kita
dapat mengesampingkan emosi, walaupun
emosi bukan hambatan yang utama. Tapi bila
emosi itu sudah mencapai intensitas yang
begitu tinggi akan mengakibatkan stres, yang
menyebabkan sulit berpikir efisien.

Keadaan biologis, misalnya keadaan lapar,
maka seluruh pikiran didominasi makanan.
Sedangkan bagi orang yang kenyang akan
menaruh perhatian pada hal-hal yang lain.
Kebutuhan biologis menyebabkan persepsi
yang berbeda.

Memori
#5
Pengertian Memori
Memori adalah sistem yang sangat
berstruktur yang menyebabkan
organisme sanggup merekam fakta
tentang dunia dan menggunakannya
untuk membimbing perilakunya.
(Schlessinger & Groves 1976;352)
Memori Melewati 3 Proses:
Perekaman (encoding) ; pencatatan
informasi melalui reseptor indera dan
sirkit saraf internal.
Penyimpanan (storage) ; menentukan
berapa lama informasi itu berada
beserta kita, dalam bentuk apa dan
dimana. Kita bisa menambahkan
informasi tambahan.
Pemanggilan (retrieval) ; dalam bahasa
sehari-hari disebut mengingat lagi,
adalah menggunakan informasi yang
disimpan.
( Mussen & Rosenzweig, 1973; 499)
Teori Memori
Teori Aus (Disuse Theory) ;
Memori hilang atau memudar karena
waktu. Seperti otot, memori kita baru
kuat bila dilatih terus-menerus. Namun
tidak selalu waktu mengauskan memori,
karena sering terjadi kita masih ingat
pada peristiwa puluhan tahun yang lalu,
tetapi lupa kejadian seminggu yang lalu.

Teori Interferensi (Interference Theory)
Memori merupakan meja lilin/ kanvas.
Pengalaman adalah lukisan pada meja lilin/
kanvas itu.
Pada kanvas telah terlukis A, lalu setelah itu
anda merekam B, maka B akan
menyebabkan terhapusnya rekaman A atau
mengaburkannya.
Menghafal halaman pertama dalam kamus
Indonesia-Inggris, anda berhasil. Teruskan ke
halaman kedua, berhasil juga. Tetapi yang
diingat pada halaman pertama berkurang.

Teori Pengolahan Informasi (Information
Processing Theory)
Informasi mula-mula disimpan pada sensory
storage (gudang inderawi), kemudian masuk
short term memory (STM, memori jangka
pendek) lalu dilupakan atau dikoding untuk
dimasukkan ke dalam long term memory
(LTM, memori jangka panjang)
Memori ikonis; materi yang kita peroleh
secara visual
Memori ekosis; materi yang masuk secara
auditif (melalui pendengaran)
Jenis-Jenis Memori
Pengingatan (Recall)
Proses aktif untuk menghasilkan
kembali sejumlah fakta dan informasi
secara verbatim (kata demi kata)
Pengenalan (Recognition)
Agak sukar untuk mengingat kembali
sejumlah fakta, lebih mudah
mengenalnya kembali
Belajar Lagi (Relearning)
Menguasai kembali pelajaran yang
sudah kita peroleh termasuk pekerjaan
memori
Redintegrasi (Redintegration)
Merekontruksi seluruh masa lalu dari
satu petunjuk memori kecil


PROSES PERSEPTUAL
#6
PROSES PERSEPTUAL













Sumber : Diadaptasi dari Michael R. Solomon (1996), Consumer
Behavior, Prentice Hall International. (Sutisna, 2002; 62)

Stimuli :
Penglihatan
Suara
Bau
Rasa
Tekstur

SENSASI
Pemberian Arti
Indera penerima
Perhatian Interpretasi Tanggapan
PERSEPSI
Kecenderungan pengorganisasian universal ada pada prinsip-
prinsip Gestalt tentang pengelompokan (gestalt principles of
grouping) yang berpijak pada kecenderungan manusia untuk
mengorganisasi stimuli yang terpisah menjadi pengelompokan
yang berdasarkan pada proximity (kedekatan), similarity
(kemiripan), closure (ketertutupan), continuity (kesinambungan),
dan symmetry (simetris).
Menurut teori ini, jika stimulus mengandung dua atau lebih
daerah yang berbeda, biasanya akan dilihat sebagiannya
sebagai gambar atau sosok dan sisanya sebagai latar belakang.
Daerah yang terlihat pada gambar berisi obyek yang menjadi
pusat perhatian, mereka tampak lebih padat dibandingkan latar
belakang dan terlihat di depan latar.
Inilah bentuk organisasi perseptual yang paling dasar.Proses
persepsi tersebut yang akan berusaha membedakan objek dari
latar. Dalam keadaan yang sebanding, objek dan latar dapat
dipertukarkan sehingga menghasilkan hubungan ambiguitas
atau mendua.

MANUSIA ITU PEMBOSAN
Persepsi setiap orang terhadap suatu objek akan
berbeda- beda oleh karena itu persepsi mempunyai
sifat subyektif. Proses persepsi seseorang terhadap
suatu objek dipengaruhi oleh pengalaman masa
lalunya yang tersimpan dalam memori. Satu hal yang
perlu diperhatikan adalah bahwa persepsi secara
substansil bisa sangat berbeda dengan realitas.
Stimuli/ stimulus adalah setiap bentuk fisik, visual
atau komunikasi verbal yang dapat mempengaruhi
tanggapan individu.
Seperti gambar yang dibuat oleh Edgar Rubins
(Rubins Face/ Vase) menjelaskan prinsip ini.
Menggambarkan bahwa organisasi sosok-latar
belakang dapat dipertukarkan,antara gambar vas
(vase) dan wajah (face)
Kenyataan bahwa kedua daerah tersebut dapat
dikenali sebagai suatu gambar menyatakan bahwa
organisasi sosok-latar belakang bukan merupakan
bagian dari stimulus fisik, tetapi merupakan
pencapaian dari sistem perseptual.
Dari paparan tentang pengorganisasian tersebut
dapat diketahui bahwa sebuah karya desain
merupakan hasil kumulatif dari beragam elemen dan
efek.

Organisasi persepsi (perceptual organization) terjadi
ketika penglihat mengelompokkan informasi dari
berbagai sumber ke dalam pengertian yang
menyeluruh untuk memahami lebih baik dan
bertindak atas pemahaman itu.
Prinsip dasar dari organisasi persepsi adalah
penyatuan yang bermakna, bahwa berbagai stimulus
akan dirasakan sebagai suatu yang dikelompokkan
secara menyeluruh. Pengorganisasian seperti itu
memudahkan untuk memproses informasi dan
memberikan pengertian yang terintegrasi terhadap
stimulus.
Beberapa contoh prinsip-prinsip dalam integrasi
persepsi seperti penutupan (closure),pengelompokan
(grouping), sosok dan latar (figure/ground) sering
dipakai dalam dunia desain komunikasi visual.
Proses kognitif dalam diri manusia
terdiri dari :
Sensasi persepsi perhatian -
berpikir mengambil keputusan -
memori - motivasi

Proses terbentuknya persepsi

Manusia secara umum menerima informasi dari lingkungan
lewat proses yang sama, oleh karena itu dalam memahami
persepsi harus ada proses dimana ada informasi yang diperoleh
lewat memory organisme yang hidup. Fakta ini memudahkan
peningkatan persepsi individu, adanya stimulus yang
mempengaruhi individu yang mencetus suatu pengalaman dari
organisme, sehingga timbul berpikir yang dalam proses
perceptual merupakan proses yang paling tinggi (Hill. G, 2000).
Menurut Mulyana (2005) persepsi sosial adalah proses
menangkap arti obyek-obyek sosial dan kejadian-kejadian yang
kita alami dalam lingkungan kita. Manusia bersifat emosional,
sehingga penilaian terhadap mereka mengandung resiko.
Setiap orang memiliki gambaran yang berbeda mengenai
realitas di sekelilingnya.

Persepsi berdasarkan pengalaman
Pola-pola perilaku manusia berdasarkan persepsi mereka
mengenai realitas (social) yang telah dipelajari (pengalaman).
Persepsi bersifat selektif
Alat indera kita bersifat lemah dan selektif (selective attention).
Apa yang menjadi perhatian kita lolos dari perhatian orang lain,
atau sebaliknya.
Persepsi bersifat dugaan
Oleh karena data yang kita peroleh mengenai objek lewat
penginderaan tidak pernah lengkap, persepsi merupakan
loncatan langsung pada kesimpulan.
Persepsi bersifat kontekstual
Konteks merupakan salah satu pengaruh paling kuat. Konteks
yang melingkungi kita ketika kita melihat seseorang, suatu objek
atau suatu kejadian sangat mempengaruhi struktur kognitif,
pengharapan dan oleh karenanya juga persepsi kita.


Persepsi Jarak
Stimulus visual mempunyai ciri-ciri yang
berkaitan dengan jarak pengamat yang
disebut isyarat jarak (distance cues) .
Sebagain faktor ini hanya ada bila suatu
penglihatan dipandang dengan kedua mata
(isyarat binokular), sebagian lagi ada dalam
stimulus pada tiap mata (isyarat monokular) .

PERSEPSI GERAK

Gibson (1968) mengemukakan bahwa isyarat
persepsi gerak ada disekitar kita. Kita melihat
sebuah benda bergerak karena ketika benda
itu bergerak sebagian menutupi dan sebagian
tidak menutupi latar belakangnya yang tidak
bergerak.
Gerak yang Tampak
Gerak mungkin dihayati tanpa adanya suatu pola
stimulasi yang bergerak, disebut sebagai gerak
Stoboskopik . Bayangan gerak terjadi bila stimulus
yang terpisah dan yang tidak bergerak disajikan
secara berturut-turut.
Gerak Nyata
Persepsi gerak nyata lebih kompleks, yang
tergantung dari hubungan antara setiap objek dalam
setiap medan penglihatan dengan tafsiran kita
tentang hubungan ini. Bilamana terjadi suatu
gerakan, sistem persepsi haluslah menentukan apa
yang bergerak dan apa yang tidak bergerak.

PERSEPSI TOTAL
#7
Persepsi Total
Organisasi Persepsi
Asumsi Gesalt tentang organisasi persepsi : adalah
hukum kesederhanaan (law of simplicity):
penghayatan yang berkaitan dengan penafsiran
stimulus yang termudah dan termungkin. Diantara
fenomena organisasi persepsi terdapat dampak
gambar dan latar (figure and ground effects) serta
pengelompokan persepsi (perceptual grouping).

Konstansi Persepsi
Konstan kejernihan dan warna. Kain beludru hitam
akan terlihat sama oleh mata ketika dilihat di bawah
sinar matahari, tempat rindang, walaupun kain
tersebut lebih banyak memantulkan sinar dibawah
sinar matahari, fakta ini disebut konstansi kejernihan.

Konstan bentuk dan ukuran. Bila sebuah
pintu bergerak membuka di depan kita
bentuknya mengalami serangkaian
perubahan, bentuk segi empat menjadi trape
zoid,kemudian bentuk itu akan mengecil
sampai diproyeksikan pada selaput jala
adalah garis lurus yang merupakan tebal
pintu.

Konstansi Tempat. Walaupun banyak
terdapat kesan yang berubah mengenai
selaput jala pada waktu kita bergerak,kita
menghayati benda dalam suatu konteks yang
pada dasarnya tepat yaitu, konstansi tempat
yang tergantung pada pengalaman lampau.

Ilusi Persepsi
Ilusi adalah penghayatan yang salah sehingga
keadaannya berbeda dengan keadaan yang
digambarkan oleh ilmu pengetahuan dengan bantuan
instrumen pengukurannya. Ilusi seperti patahnya
batang yang kita lihat di dalam air dapat dihayati
secara fisik (physical): semua bayangan ini
disebabkan adanya penyimpangan stimulus yang
menyampai reseptor kita.

Ilusi Geomotrik (geometrical illusions)
merupakan kelompok besar ilusi yang
telah mendapatkan sangat banyak
perhatian. Ilusi ini merupakan
pengambaran garis-garis yang
aspeknya berubah menurut persepsi.

PROSES
KOGNITIF
DALAM
PERSEPSI
#8
Kognitif adalah..
Kognitif adalah kepercayaan seseorang
tentang sesuatu yang didapatkan dari proses
berpikir tentang seseorang atau sesuatu.

Proses yang dilakukan kognitif adalah
memperoleh pengetahuan dan memanipulasi
pengetahuan melalui aktivitas mengingat,
menganalisis, memahami, menilai,
menalar, membayangkan dan berbahasa.
Kubus Necker.
Bila kita pelajari bentuk itu persepsi akan
berubah. Bahwa bidang yang berwarna
kadang-kadang tampak seperti bagian depan
dan belakang,begitu kita tahu kubus berubah
secara perspektif kita akan sulit menentukan
mana bagian depan dan belakang.

Sifat Aktif Persepsi


Hipotesis persepsi.

Bentuk yang dapat dibolak-balik seperti kubus
Necker menunjukan bahwa persepsi kita bukan
merupakan kaca stimulus penglihatan statis.

Konteks dan Pengalaman.

Setiap hipotesis yang diuji dan penghayatannya
terbentuk tidak hanya tergantung pada ciri objek,
tetapi juga pada konteks dimana benda itu dilihat.

Sama halnya dengan pengalaman lampau yang
mempengaruhi setiap hipotesis persepsi yang kita
bentuk bila kita melihat sesuatu untuk pertama kali.


Analisis Dengan Sintesis

Analisis dengan sintesis adalah teori ulang
memandang persepsi sebagai proses aktif
yang menguji hipotesis yang dipengaruhi
konteks dan pengalaman lampau. (Neisser,
1976).
Menurut teori ini penghayatan mengunakan
ciri benda ,konteks dan pengalaman lampau
untuk mendapatkan terkaan yang jitu
tentang apa yang dilihat.

Teori analisis dengan sintesis ini memandang
persepsi sebagai proses kognitif yang aktif
mengecek suatu suatu hipotesis lainnya
sampai ditemukan yang sesuai dengan
kenyataan.
Berbeda dengan pendekatan statik yang
mengemukakan bahwa ciri fisik ditimbulkan
secara mekanik dari masukan stimulus
terlepas dari korteks (salah satu bagian di
otak) dan kemudian hanya diolah untuk
pengenalan.

PERHATIAN
#9
Perhatian adalah proses mental ketika
stimuli atau rangkaian stimuli menjadi
menonjol dalam kesadaran pada saat
stimuli lainnya melemah.

Kenneth E. Andersen (1971:46)
Perhatian
Apa yang kita hayati tidak hanya tergantung pada
stimulus tetapi juga pada proses kognitif yang
merefleksikan minat,tujuan,dan harapan kita pada
saat itu,pemusatan persepsi ini disebut perhatian.

Contoh: saat kita melihat seorang penyanyi di televisi,
terkadang kita ingin menjadi seperti penyanyi
tersebut; ingin pintar menyanyi, ingin tampil cantik,
ingin terkenal, dan kemudian berharap hal tersebut
menjadi kenyataan.

Perhatian selektif.
Walaupun tidak memperhatikan stimulus tertentu
secara aktif, stimulus tersebut tetap terdaftar paling
tidak sementara dalam persepsi kita, meskipun
mungkin kita tidak mengenalinya.


Perhatian terjadi bila kita mengkonsentrasikan diri
pada salah satu alat indera kita dan
mengesampingkan masukan-masukan melalui alat
indera yang lain.
Faktor yang menentukan stimulus mana yang akan
terpilih sebagai perhatian beberapa ciri fisik stimulus
yang penting adalah:
Intensitas, kita akan memperhatikan stimuli yang
lebih menonjol dari stimuli yang lain. Contoh: suara
keras pada malam hari yang sepi.
Ukuran, contoh: tubuh yang tinggi di tengah-tengah
orang pendek.
Kontras, contoh: warna merah pada latar belakang
yang putih,
Gerakan, contoh: pada tempat yang dipenuhi benda-
benda mati kita akan tertarik hanya kepada tikus kecil
yang bergerak.

Variabel internal tertentu juga menentukan
stimulus yang menarik perhatian seperti;

Motif, contoh; pencuri akan lebih
memperhatikan mangsanya, dibandingkan
hal lain yang ada di sekitarnya.
Harapan,contoh; kita akan lebih fokus belajar
karena ingin nilai ujian bagus.
Minat, contoh; pencinta komik ketika datang
ke toko buku akan lebih memperhatikan
komik dibandingkan buku-buku yang lainnya.
Hubungan Fisiologis Perhatian. Reaksi fisiologis
yang terjadi sebagai respon pada perubahan
stimulus disekitarnya membentuk suatu pola yang
disebut refleks. Terjadi pada manusia maupun hewan
sebagai respon pada setiap perubahan yang paling
kecil sekalipun disekitar stimulus.

Contoh: udara dingin kita akan mencari selimut,
udara panas kita akan menggunakan kaos
oblong,dsb.
Beberapa hal penting dalam perhatian:
Perhatian itu merupakan proses yang aktif dan
dinamis, bukan pasif dan statis.
Kita cenderung memperhatikan hal-hal tertentu yang
penting, menonjol atau melibatkan diri kita.
Kita menaruh perhatian kepada hal-hal tertentu
sesuai dengan kepercayaan, sikap, nilai, kebiasaan,
dan kepentingan kita.
Kebiasaan sangat penting dalam menentukan apa
yang menarik perhatian kita.
Intensitas perhatian tidak konstan

PERSEPSI
INTERPERSONAL
#10
Konsep Diri

Proses Pengelolaan Pesan

Kepribadian Dalam Komunikasi Interpersonal


Terangkan mengenai
diri anda dalam 5
kata!
Konsep Diri
Dengan mengamati diri kita, sampailah kita
pada gambaran dan penilaian diri kita.

Pandangan dan perasaan kita
tentang diri kita.
those physical, social, and phychological
perceptions of ourselves that we
derived from experiences and our
interaction with other
(william d. brooks 1974;40)
Kita menjadi subjek dan objek persepsi
sekaligus. Kita melakukannya dengan
membayangkan diri kita sebagai orang lain;
dalam benak kita.
Gejala ini disebut looking glass self (diri
cermin), seakan akan kita menaruh cermin di
depan kita.
Charles Horton Cooley
Persepsi tentang diri ini boleh bersifat
psikologi, sosial, dan fisis.
Dengan demikian, ada dua komponen
konsep diri yaitu; komponen kognitif dan
komponen afektif.
Komponen Kognitif = Citra diri (self
image)
Komponen Afektif = Harga diri (self
esteem)
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Konsep Diri:
Orang Lain
Tidak semua orang lain mempunyai pengaruh yang sama
terhadap diri kita. Ada yang paling berpengaruh, yaitu orang-
orang yang paling dekat dengan diri kita (Significant Others).
Di saat kecil; orang tua, saudara-saudara kita, dan orang yang
tinggal satu rumah dengan kita.
Di saat dewasa; guru, teman, sahabat, pasangan, tokoh idola.




Mempengaruhi perilaku, pikiran dan perasaan kita.

Kelompok Rujukan (Reference Group)

Dalam pergaulan masyarakat, kita pasti
menjadi anggota berbagai kelompok; RT,
Persatuan Bulutangkis, Futsal, dsb..
Dengan melihat kelompok ini, orang
mengarahkan perilakunya dan menyesuaikan
diri dengan ciri-ciri kelompoknya.
Another examples please

Proses Pengelolaan Kesan
(Impression Management)
(Erving Goffman)
Kita sudah mengetahui orang lain menilai kita
berdasarkan petunjuk-petunjuk yang kita berikan,
dan dari penilaian itu mereka memperlakukan kita.
Sehingga, kita secara sengaja menampilkan diri
kita seperti yang kita hendaki.




Pengelolaan Kesan/ Impression Management
Bila orang lain menilai kita berstatus rendah,
kita tidak akan mendapatkan pelayanan
istimewa, bila kita dianggap bodoh orang lain
akan mengatur kita.
Untuk itu, kita secara sengaja menampilkan
diri seperti yang kita kehendaki agar orang
lain mendapatkan kesan yang baik mengenai
kita.

Contoh: Pejabat baru yang ingin menumbuhkan
kharisma berusaha mengurangi humornya, berbicara
secara teratur dengan tempo yang agak lambat,
berjalan tegap dan memandang orang dengan tajam.
PENGARUH KONSEP
DIRI PADA KOMUNIKASI
INTERPERSONAL
#11
Perilaku kita dalam komunikasi interpersonal
amat tergantung pada persepsi interpersonal.

Bila anda diberitahu bahwa dosen anda yang
baru itu galak dan tidak senang dikritik, maka
anda akan berhati-hati dalam mengajukan
pertanyaan.

Bila anda menganggap tetangga anda
sombong dan feodal, maka anda akan
menghindari bercakap-cakap dengan dia.
Persepsi kita mengenai orang lain
cenderung stabil, sedangkan persona
stimuli adalah manusia yang selalu
berubah.
Adanya kesenjangan antara persepsi
dengan realitas sebenarnya
mengakibatkan bukan saja perhatian
selektif, tetapi juga penafsiran pesan
yang keliru.
Pesan (message) adalah apa yang dikomunikasikan
oleh sumber kepada penerima.

Pesan merupakan seperangkat simbol
verbal/nonverbal yang mewakili perasaan, nilai
gagasan atau maksud dari sumber.

Komponen pesan:
Makna
Simbol, yang digunakan untuk menyampaikan
pesan.
Bentuk atau organisasi pesan




THANK YOU