Anda di halaman 1dari 28

dr. Ramses Indriawan, Sp.

B
GIGITAN ULAR
Definisi

Gigitan binatang berbisa adalah gigitan atau
serangan yang di akibatkan oleh gigitan hewan
berbisa seperti ular, laba-laba, kalajengking,
dll.
Korban gigitan ular adalah pasien yang digigit
ular atau diduga digigit Ular.

Bisa ular mengandung toksin dan enzim yang berasal dari air
liur. Sifat bisa tersebut
Neurotoksin
Contoh : ular dari keluarga Elapidae
Haemotoksin
Contoh : ular dari keluarga Viperidae
Myotoksin
Contoh : ular dari keluarga Hydropidae
Kardiotoksin
Cytotoksin
Cytolitik
Enzim-enzim : termasuk hyaluronidase sebagai zat aktif pada
penyebaran bisa.

Patofisiologi
Perbedaan ular berbisa dan tidak berbisa
Tampakan Ular Berbisa Ular tidak Berbisa
Bentuk kepala Kepala seperti segi empat Kepala segi tiga
Morfologi gigi Gigi taring kecil Dua gigi taring besar di
rahang atas
Bekas gigitan Luka halus berbentuk
lengkungan
Dua luka gigitan utama
akibat gigi taring.
Bekas gigitan ular :
(A) Ular tidak berbisa tanpa bekas taring,
(B) Ular berbisa dengan bekas taring
MANIFESTASI KLINIK
Gejala lokal :
edema
Kemerahan
nyeri tekan pada luka
gigitan
kadang-kadang bulae
atau vasikular
Tanda-tanda bekas
taring, laserasi
Gejala sistemik :
hipotensi,
kelemahan otot,
Berkeringat dingin,
mengigil, demam
mual,
hipersalivasi,
muntah,
nyeri kepala
pandangan kabur.

Bisa Neuro Toksik :
Kelumpuhan otot pernafasan
Kardiovaskuler terganggu
Kesadaran menurun sampai koma
Bisa Haemolytik :
Luka bekas patukan yang terus berdarah
Haematoma pada tiap suntikan IM
Haematuria
Haemoptisis/haematemesis
Kegagalan ginjal

Prinsip Penatalaksanaan :
Menghalangi penyerapan dan penyebaran bisa
imobilisasi bagian tubuh yang tergigit
Menetralkan bisa
Mengatasi efek lokal dan sistemik
Mengobati komplikasi


PENATALAKSANAAN
Cara penanganan awal di tempat kejadian adalah :
Bersihkan bagian yang terluka dengan cairan faal
atau air steril.
Imobilisasi bagian tubuh yang tergigit
Apabila gejala timbul secara cepat sebelum tersedia
anti bisa dan waktu kejadian <30, ikat daerah
proksimal dan distal dari gigitan untuk menahan
aliran limfe
Imobilisasi Bagian Tubuh Dengan Menggunakan Perban
Korban harus segera dibawa ke rumah
sakit. Hindari pergerakan atau kontraksi
otot untuk mencegah peningkatan
penyerapan bisa. (Bila ular telah
dimatikan, sebaiknya dibawa serta).

Primary survey

Nilai tingkat kesadaran
Lakukan penilaian primer
PENATALAKSANAAN
GAWAT DARURAT
Secondary survey dan Penanganan Lanjutan :
Penting menentukan diagnosa patokan ular berbisa
Bila ragu, observasi 24 jam. Kalau gejala keracunan
bisa nyata, perlu pemberian anti bisa
Beri SABU
Anti bisa diulang pemberiannya bila gejala-gejala tak
menghilang atau berkurang. Jangan terlambat dalam
pemberian ABU, karena manfaat akan berkurang.

Supportif :
Awasi kardiovaskuler, pernafasan dan status neurulogis
dengan ketat. Apabila terjadi penurunan, anti bisa diberikan
lagi atau sesuai dengan symptom.
Laboratorium :
Darah : HB, HT, Faktor pembekuan, Elektrolit
Urine : volume dari haemoglobin, myoglobine

Cairan untuk koreksi dehidrasi atau hypovolemik, Plasma
expander, digitalis kalau perlu
Diuretika untuk mempertahankan diuresis, kalau perlu dialisa
Antibiotik dan ATS
Pemberian sedasi atau analgesik untuk menghilangkan rasa
takut cepat mati/panik.
1
2
3
4
6
5
7
RABIES
Definisi

Rabies adalah penyakit menular yang
mematikan yang disebabkan oleh virus
Cara penularan
Melalui gigitan dari berbagai hewan
reservoir, misalnya : anjing, kucing, srigala,
kelelawar dll.
Dapat juga melaui aerosol terutama berbagai
jenis kelelawar di Amerika. Anjing sebagai
reservoir utama dalam penularan rabies di
Asia.

Rabies ?
Anjing atau kucing yang menggigit tanpa
adanya stimulus/ tidak diganggu menggigit

Tanyakan kepada pemilik anjing riwayat
vaksin

Apabila hewan tidak dapat dikarantina dalam
10 hari korban harus di beri profilaksis
rabies dalam 48 jam

Gejala Klinis

1. Periode / fase Inkubasi : Umumnya 30 90 hari, tergantung
lokasi gigitan, gigitan di wajah lebih singkat drp di tungkai.

2. Periode / fase prodromal / awal : 2 10 hari, timbul rasa gatal,
nyeri, rasa baal di daerah luka / bekas luka gigitan, demam, menggigil,
kelemahan, cepat lelah, nyeri kepala, myalgia, cemas, depresi, gelisah,
gangguan pernafasan atau pencernaan.

3. Periode /fase gangguan saraf dengan gejalan neurology akut
: 2 7 hari,

4. Periode / fase koma diikuti kematian : 0 14 hari, tanpa
therapy suportif 1/3 pasien akan meninggal pada hari I hidrofobia, 2/3
jatuh menjadi koma dengan atau tanpa kelumpuhan dan jarang ada yang
bertahan lebih dari 1 minggu tanpa perawatan intensif.




Gejala neurology akut dibedakan atas 2
jenis :

Encephalitis rabies / rabies galak / furious
rabies ----> bila organ dominant terinfeksi
adalah Otak.

Paralitik rabies / dumb rabies
----> bila organ dominant terinfeksi adalah Medula
spinalis.

Encephalitis rabies,
Hyperexcitabilitas ( kepekaan yg tinggi )
Hidrofobia dengan trias : spasme otot inspirasi,
laringspasme dan ketakutan menelan, ----> diprovokasi
oleh air ( minum air, kulit kena air, melihat air, mendengar
kata air ).

Paralitik rabies
gejala kelumpuhan yang menonjol serta gangguan spincter ani.
Beberapa kasus disertai dengan hidrofobia dan spasme otot larynx
pada fase terminal.

TATALAKSANA
Cuci luka gigitan dengan sabun, detergent lain
di air mengalir selama 10 15 menit dan beri
anti septik (betadine, alkohol 70 %, obat
merah dll)
Segera ke Puskesmas/ Rabies Center/ Rumah
Sakit untuk mencari pertolongan selanjutnya.
Di Puskesmas/ Rabies Center/ Rumah Sakit:
Ulangi cuci luka gigitan
Primary survey
Ax:
apakah didahului tindakan provokatif,
hewan yang menggigit menunjukkan gejala rabies,
Riw vaksinasi rabies pasien
Riw vaksinasi hewan penggigit.
Identifikasi luka gigitan
Luka resiko tinggi ?
Pemberian Vaksin dan serum anti rabies

Pencegahan
Hindari gigitan binatang
Pemberian immunisasi / vaksin anti rabies,