Anda di halaman 1dari 6

KEPAILITAN DAN PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG

(PKPU)

KEPAILITAN SEBAGAI SALAH SATU CARA UNTUK PENYELESAIAN UTANG
PIUTANG, DAN SUDAH DIKENAL SEJAK LAMA, SEBAGAI ALASAN UNTUK
MENGAJUKAN PERMOHONAN PAILIT KARENA ADANYA
INGKARJANJI(WANPRESTASI)

DASAR PENGATURAN :
SEBELUMNYADALAM FAILLISEMENT VERORDENING (FV)S.1905JO 1906,
KEMUDIAN PERPU KEPAILITAN MENJADI UU NO.4/98 TENTANG
PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG KEPAILITAN (FAILLISEMENT
VERORDENING (FV)S.1905), SEKARANG DIBERLAKUKAN UU No.37/2004
TTG KEPAILITAN DAN PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG
(UUK)

KEDUDUKAN UUK SAAT INI, MENURUT PASAL 307 UU 37/2004:
MENCABUT DAN MENYATAKAN TDK BERLAKU FV 1905/1906, PERPU 1/1998
DAN UU No.4/1998 JO.PASAL 305 UU 37/2004
PENGERTIAN KEPAILITAN : ADALAH EKSEKUSI MASAL YANG
DITETAPKAN DENGAN KEPUTUSAN PENGADILAN, BERLAKU SERTA
MERTA, DENGAN MELAKUKAN PENYITAAN UMUM ATAS SEMUA HARTA
ORANG ATAU BADAN YANG DINYATAKAN PAILIT, BAIK YANG ADA PADA
WAKTU PERNYATAAN PAILIT MAUPUN YANG DIPEROLEH SELAMA
KEPAILITAN BERLANGSUNG UNTUK KEPENTINGAN SEMUA KREDITOR
YANG DILAKUKAN DENGAN PENGAWASAN PIHAK YANG BERWAJIB

bimbingan usm MKN'2005 1
KEKHUSUSAN DALAM PENGAJUAN PERMOHONAN PAILIT :
HARUS DIAJUKAN PENGACARA YANG MEMILIKI IJIN PRAKTIK;
DENGAN SUATU PERMOHONAN OLEH :
ORANG PERORANGAN(DEBITOR/KREDITOR);
BADAN ATAU BADAN HUKUM;
KEJAKSAAN;
BANK INDONESIA;
BAPEPAM
MENTERI KEUANGAN
PADA PENGADILAN NIAGA

HAKIM BILA ADA PERMOHONAN PAILIT HARUS SEGERA MEMUTUS DALAM
TENGGANG WAKTU 60 HARI(UU 4/98: 30 HARI) SEJAK PERMOHONAN DI
DAFTRAKAN (SIFAT PUTUSAN SERTA MERTA)

HAK DAN MACAM-MACAM KREDITOR DALAM KEPAILITAN

SEORANG YANG TELAH DINYATAKAN PAILIT ATAU TELAH DIPUTUS DALAM
KEADAAN BERHENTI MEMBAYAR BERHADAPAN DENGANMACAM-MACAM
KREDITOR

MACAM-MACAM KREDITOR ;
KREDITOR SPARATIS;
KREDITOR PREFEREN;
KREDITOR KONKUREN
bimbingan usm MKN'2005 2
KREDITOR SPARATIS : ADALAH KREDITOR PEMEGANG HAK TANGGUNGAN I, HIPOTIK
I, CREDIETVERBAND, FIDUCIA, HAK GADAI BRG BERGERAK
KREDITOR PREFEREN : SEBAGAI PEMEGANG HAK ISTIMEWA, SEPERTI: BIAYA
PERKARA, PAJAK HAK TANGGUNGAN II, HIPOTIK II, DLL. KREDITOR
KONKUREN : KREDITOR YANG MEMILIKI PIUTANG TANPA JAMINAN KHUSUS
SEPERTI DIATAS
DISEBUT JUGA SEBAGAI KREDITOR BERSAING DAN AKAN MENDAPAT BAGIAN
PIUTANG SECARA BERIMBANG SESUAI JUMLAH PIUTANG (PARITAS CREDITORIUM)

FASE-FASE DALAM KEPAILITAN

KEPAILITAN SEBAGAI PENYITAAN UMUM DIMAKSUDKAN MENGHINDARI TINDAKAN
EIGENRICHTING,OLEH KARENA SEJAK ADANYA PERNYATAAN PAILIT KEKAYAAN
DEBITOR DALAM PENGURUSAN DAN PENGUASAAN KURATOR
PENYEBAB KEPAILITAN KARENA DEBITOR BERHENTI MEMBAYAR UTANGNYA BAIK
KARENA TIDAK MAMPU MEMBAYAR ATAUPUN TIDAK MAU MEMBAYAR UTANG-
UTANGNYA
SEBETULNYA UTANG YG MACET DPT DISELESAIKAN MELALUI: PERDAMAIAN(DILUAR
PN),GUGHTAN KE PENGADILAN, PERDAMAIAN DI DLM PENGADILAN,DITAGIH SECARA
INDIVIDU, PENUNDAAN PEMBAYARAN, PERDAMAIAN DL PENUNDAAN PEMBAYARAN,
KEPAILITAN, DAN PERDAMAIAN DLM KEPAILITAN
UU 37/2004 MENGATUR PENYELESAIAN UTANG MELALUI PENUNDAAN
PEMBAYARAN,, PERDAMAIAN DALAM PENUNDAAN PEMBAYARAN, KEPAILITAN, DAN
PERDAMAIAN DALAM KEPAILITAN

MENURUT PASAL 1131,1132 BW , BAHWA HARTA DEBITOR DIJADIKAN JAMINAN
BAGI PEMBAYARAN UTANG-UTANGNYA

BESLAG UMUM AKAN MEMASUKI FASE-FASE :
CONSERVATOIR (SEKESTRASI);
EXECUTOIR (INSOLVENSI)


bimbingan usm MKN'2005 3
YANG TERJADI DALAM FASE CONSERVATOIR:
DEBITOR KEHILANGAN HAK UNTUK MELAKUKAN PENGURUSAN DAN
PENGUASAAN TERHADAP HARTANYA, TETAPI DAPAT PULA
TERJADIPERDAMAIAN (ACCORD) YANG DIIKUTI PENGESAHAN
(HOMOLOGASI)
PADA FASE INI DEBITOR DINYATAKA PAILIT BERHADAPAN DENGAN
KREDITOR KONKUREN :
DAPAT BERDAMAI UNTUK MEMBAYAR SEBAGIAN SAJA; ATAU
DAPAT MINTA DIBEBASKAN SAMA SEKALI
DENGAN AKIBAT SEMULA PAILIT MENJADI BEBAS DAN DAPAT
MENJALANKAN USAHANYA KEMBALI

FASE EXECUTOIR :
BILA TAK TERJADI PERDAMAIAN, MAKA HARTA DEBITOR DALAM KEADAAN
INSOLVENSI(DEBITOR DALAM KEADAAN BENAR-BENAR JATUH PAILIT)
BALAI HARTA PENINGGALAN(BHP) AKAN MENJUAL HARA DEBITOR MELALUI
LELANG

BILA DEBITOR BERHADAPAN DENGAN KREDITOR PREFEREN, MAKA SISA
PIUTANG DARI KREDITOR BERUBAH MENJADI PIUTANG KONKUREN DAN
SISA PIUTANG DAPAT DITAGIH DALAM TEMPO 30 TAHUN

BERAKHIRNYA KEPAILITAN: DEBITOR MENJADI BEBAS MELAKUKAN
PENGURUSAN DAN PENGUASAAN HARTA SEPENUHNYA
UPAYA HUKUM TERHADAP PUTUSAN PAILIT KASASI KPD MAHKAMAH AGUNG


bimbingan usm MKN'2005 4
PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG (PKPU)

DALAM PASAL 222 UU37/2004 PKPU DIAJUKAN BILA DEBITOR MEMILIKI 2 ATAU LEBIH
KREDITOR
PKPU DIDASARKAN PADA DEBITOR DAN KREDITOR, BAHWA DEBITOR TIDAK DAPAT
ATAU MEMPERKIRAKAN TIDAK AKAN DPT MELANJUTKAN PEMBAYARAN UTANG-
UTANGNYA YG SDH JATUH TEMPO DAN DAPAT DITAGIH DENGAN DISERTAI DGN
RENCANA PERDAMAIAN MELIPUTI TAWARAN PEMBAYARAN SEBAGIAN ATAU SELURUH
UTANG KEPADA KREDITOR
PKPU DPT DIAJUKAN BAIK OLEH DEBITOR ATAUPUN KREDITOR(BERBEDA DG UU 4/98
HANYA OLEH DEBITOR SAJA)
PERLU DITEGASKAN DEBITOR MASIH PUNYA HARAPAN UNTUK MELUNASI UTANG-
UTANGNYA

TUJUAN PKPU, MENGHINDARI AGAR DEBITOR DALAM KEADAAN ILIKUID DAN SULIT
MEMBAYAR

MAKSUD PKPU : UNTUK KEPENTINGAN DEBITOR DAN KREDITOR KONKUREN
MELALUI REORGANISASI DAN RESTRUKTURISASI, AGAR USAHA DAPAT DILANJUTKAN

PERSYARATAN PKPU
PERNYATAAN DIAJUKAN DEBITOR ATAU KREDITOR
ATAS PRAKARSA SENDIRI ATAU ATAS REAKSI ADANYA PERMOHONAN PAILIT DARI
PIHAK KREDITOR
PENGAJUAN PKPU HARUS DENGAN BUKTI-BUKTI YANG LAYAK
DITANDATANGANI PENASEHAT HUKUMNYA
DAPAT DILAMPIRKAN RENCANA DAMAI

bimbingan usm MKN'2005 5
AKIBAT DARI DIKABULKANNYA PKPU:
PENGADILAN NIAGA TAK BERWENAG MENOLAK PERMOHONAN TSB.
TAK BOLEH MENILAI KELAYAKAN PERMOHONAN
NAMUN DEMIKIAN PENGADILAN NIAGA DAPAT MELAKUKAN:
PERMOHONAN TIDAK DAPAT DITERIMA, BILA SURAT PERMOHONAN
TIDAK DITANDA TANGANI DENGAN SEMESTINYA ATAU MENURUT UUK
ADANYA HAKIM PENGAWAS DAN PENGURURUS
DENGAN DIANGKAT PENGURUS : MAKA DEBITOR DALAM KEADAAN
PKPU(SEMENTARA), SELANJUTNYA DEBITOR TAK BOLEH MENGURUS,
MENGALIHKAN ATAU TAK BOLEH BERTINDAK SENDIRI TANPA
PERSETUJUAN PENGURUS
PKPU TETAP, DENGAN JANGKA WAKTU 270 HARI SEJAK PKPU
SEMENTARA.
DEBITOR PADA WAKTU MENGAJUKAN PKPU ATAU SETELAH ITU
BERHAK MENGAJUKAN PERDAMAIAN PD KREDITOR
RENCANA PERDAMAIAN DPT DITERIMA BILA MEMENUHI PERSYARATAN
YG DITENTUKAN OLEH PASAL 281(1) UU 37/2004, SDGKAN PENOLAKAN
RENCANA PERDAMAIAN DALAM HAL SEBAGAIMANA DITENTUKAN
PASAL 285(2) UU 37/2004
PUTUSAN PKPU AKAN BERAKHIR SAAT PUTUSAN PENGESAHAN
PERDAMAIAN BERKEKUATAN HUKUM TETAP. NAMUN BILA RENCANA
PERDAMAIAN DITOLAK MAKA PENGADILAN HARUS MENYATKAN
DEBITOR PAILIT
TERHADAP PUTUSAN YG TELAH BERKEKUATAN HUKUM TETAP DAPAT
DIAJUKAN PENINJAUAN KEMBALI
bimbingan usm MKN'2005 6