Anda di halaman 1dari 75

PENYUSUNAN

RENCANA TATA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN (RTBL)


KAWASAN KORIDOR JL. MULAWARMAN
LAPORAN AKHIR
Here comes your footer
Page 2
LATAR BELAKANG
Petumbuhan kota yang sangat pesat

Tingginya aktivitas pembangunan yang mengakibatkan:
- terganggunya fungsi-fungsi pelayanan publik,
- penurunan kualitas lingkungan, dan
- Penurunan produktivitas perekonomian

Tumbuhnya pusat-pusat pertumbuhan baru yang membutuhkan:
- Pengaturan pemberian ijin mendirikan bangunan dan pemanfaatan bangunan;
- Penertiban letak, ukuran bangunan gedung dan bukan gedung serta bukan
bangunan;
- Penyusunan rancang bangun bangunan gedung dan bukan gedung;
- Jaminan kepastian hukum dalam pelaksanaan pembangunan, termasuk
kepastian untuk mendapatkan pelayanan, kondisi yang selaras dan serasi
dalam melakukan kegiatannya
Here comes your footer
MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN
untuk memberikan ruang bagi pengembangan koridor Jalan
Mulawarman sebagai kawasan campuran antara fungsi hunian, fungsi
usaha, dan fungsi sosial budaya serta menyelaraskan dan
mengendalikan ruang kawasan terhadap proses perkembangan yang
akan terjadi guna terwujudnya lingkungan/ kawasan kota yang
berkualitas, yang dituangkan dalam dokumen dan dijadikan panduan
serta memiliki kepastian hukum dalam bentuk Rencana Tata
Bangunan dan Lingkungan (RTBL) yang melengkapi peraturan
tentang bangunan yang telah ada
Page 3
Maksud:
Here comes your footer
dokumen arahan pengendalian pembangunan dalam
penyelenggaraan penataan bangunan dan lingkungan di Koridor
Jalan Mulawarman yang memiliki sifat campuran dari beberapa fungsi
penggunaan lahan;
mewujudkan suatu kawasan yang memenuhi syarat tata bangunan
dan lingkungan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan
Page 4
MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN
Tujuan:
Here comes your footer
Memberikan pedoman pelaksanaan pembangunan yang operasional
dan implementatif khususnya daerah Jalan Mulawarman sebagai
kawasan dengan fungsi campuran.
Menciptakan sarana pengendalian dalam bentuk tata bangunan dan
lingkungan sesuai dengan fungsi yang ditetapkan dan memenuhi
persyaratan teknis yang sekaligus memberi identitas pada kawasan.
Menciptakan alat bagi penataan kawasan untuk mengarahkan
program-program pembangunan yang akan dan telah ditetapkan pada
kawasan ini.
Terlaksananya upaya pengaturan tata bangunan dan lingkungan
sehingga tercipta bagian-bagian kawasan yang tertib, produktif, serasi,
layak huni dan berjati diri.
Terciptanya keselarasan elemen-elemen kawasan dengan
mengarahkan perwujudan arsitektur lingkungan / perkotaan.
Page 5
Sasaran:
MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN
Here comes your footer
PENGERTIAN RTBL
Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) adalah:
panduan rancang bangun suatu lingkungan/kawasan yang
dimaksudkan untuk :
- mengendalikan pemanfaatan ruang,
- Penataan bangunan dan lingkungan,

serta memuat materi pokok ketentuan:
- program bangunan dan lingkungan,
- rencana umum dan panduan rancangan,
- rencana investasi,
- ketentuan pengendalian rencana, dan
- pedoman pengendalian pelaksanaan pengembangan lingkungan/kawasan.
Page 6
Here comes your footer
Page 7
RUANG LINGKUP MATERI RTBL
KETENTUAN UMUM

PROGRAM BANGUNAN DAN LINGKUNGAN
1. Umum
2. Analisis Kawasan Dan Wilayah Perencanaan
3. Analisis Pengembangan Pembangunan Berbasis Peran Masyarakat
4. Konsep Dasar Perancangan Tata Bangunan Dan Lingkungan

RENCANA UMUM
1. Struktur Peruntukan Lahan
2. Intensitas Pemanfaatan Lahan
3. Tata Bangunan
4. Sistem Sirkulasi dan Jalur Penghubung
5. Sistem Ruang Terbuka dan Tata Hijau
6. Tata Kualitas Lingkungan
7. Sistem Prasarana dan Utilitas Lingkungan
8. Pelestarian Bangunan dan Lingkungan

RENCANA INVESTASI

KETENTUAN PENGENDALIAN
Here comes your footer
FAKTA DAN ANALISA
Page 8
1.Perkembangan Sosial-Kependudukan
2.Prospek Pertumbuhan Ekonomi
3.Daya Dukung Fisik dan Lingkungan
4.Aspek Legal Konsolidasi Lahan Perencanaan
5.Daya Dukung Prasarana dan Fasilitas Lingkungan
6.Kajian Aspek Signifikansi Historis Kawasan
Here comes your footer
TINJAUAN KEBIJAKAN
Page 9
PRODUK TATA
RUANG
KEBIJAKAN TATA
RUANG
FUNGSI KAWASAN PERENCANAAN

KONDISI EKSISTING
RTRW Kota
Tarakan Tahun
2003-2013
Pengembangan Kota
Tarakan sebagai PKN
(Pusat Kegiatan
Nasional) yang berfungsi
sebagai pusat pelayanan
tersier.
Pemekaran kawasan
pusat kota lama sebagai
pusat kota yang berfungsi
sebagai pusat pelayanan
hierarki I.
Fungsi dan peran kawasan perencanaan :
Fungsi utama: Bandar udara, Kawasan
perdagangan dan jasa, Perkantoran
skala kota, Pelabuhan laut,
Fungsi penunjang: Wisata, Permukiman,
Pemerintahan, Pendidikan, Terminal,
Kawasan pertambangan , Industri,
Pertanian kebun, Hutan kota, Fasum
Fasos penunjang, Pelabuhan industri,
Dermaga rakyat
Kawasan perencanaan termasuk
dalam PPK Kota Lama yang
merupakan pusat pelayanan kota lama
dengan fungsi sebagai pusat
pelayanan tersier.
RDTRK
Tarakan Barat
Tahun 2005-
2010
Kawasan perencanaan
merupakan pusat Kota
Lama yang terletak di
pusat kawasan
perdagangan dan jasa,
perkantoran yang tumbuh
secara linier di sepanjang
jalan utama kota dengan
pemanfaatan potensi
Bandar udara sebagai
pintu gerbang dan area
transisi penumpang dan
barang yang keluar-
masuk Kota Tarakan
Kawasan perencanaan mempunyai fungsi
sebagai kawasan komersial, meliputi
Pertokoan
Hotel
Rumah makan
Perkantoran
Dan perdagangan dan jasa lainnya
Peruntukan penggunaan lahan di
kawasan perencanaan yang ada saat
ini digunakan sebagai:
Permukiman
Perdagangan dan jasa
Perkantoran
Mix Use (rumah, toko serta ruko)
Keempat poin diatas telah sesuai
dengan fungsi kawasan perencanaan.
Oleh karena itu dalam
pengembangannya, kawasan
perencanaan lebih sesuai diarahkan
sebagai kawasan perdagangan dan
jasa mengingat lokasi yang strategis
dan didukung oleh potensi yang ada.
Here comes your footer
KONDISI UMUM KOTA TARAKAN
Kota Tarakan memiliki luas wilayah, yaitu: 657,33 km2 dengan
perbandingan luas daratan dan lautan adalah
- Luas daratan : 250,80 km2 atau 38,2 %
- Luas laut : 406,53 km2 atau 61,8 %

Kecamatan Tarakan Barat dengan Luas terdiri dari:
- Luas Wilayah Perairan : 18,35 km
- Luas Daratan : 27,89 km
- Jarak Kecamatan ke Pusat Kota Tarakan : 1,5 km

Topografi dan kelerengan
- 0-7 meter DPL : 15.697,5 Ha (65%).
- 7-25 meter DPL : 4.830,0 Ha (20%).
- 25-100 meter DPL : 3.501,75 Ha (14,5%)
- 100-110 meter DPL : 120,75 Ha (0,5%)
.

Page 10
Here comes your footer
Hidrologi:
- air permukaan di kota Tarakan dipengaruhi oleh 7 sistem Das
(Daerah Aliran Sungai), yaitu Sungai Pamusian, Sungai Malundung,
Sungai Sebengkok, Sungai Selumit, Sungai Kampung Bugis Sungai
Sesanip dan Sungai Mangendala

Tata Guna Lahan
- Wilayah daratan Kota Tarakan dengan luas 25.080 Ha :
- hutan belukar (34 %).
- campuran antara semak dengan usaha budi-daya pertanian berupa
ladang dan tegalan (32 %).
- wilayah terbangun perkotaan tersebar di seluruh 4 kecamatan,
dengan total luas 1.376 Ha atau sekitar 5,5 % saja dari total luas
wilayah daratan Kota Tarakan.

Page 11
KONDISI UMUM KOTA TARAKAN
Here comes your footer
Daftar Kegiatan:
Page 12
Segmen
Fungsi Guna
Lahan
Jumlah
Bangunan
Prosentase
Guna Lahan
Segmen I
Perumahan 18 18,95%
Perdagangan dan
Jasa
Warung 7 7,37%
Toko 6 6,32%
Bengkel 3 3,16%
Rumah
makan 2 2,11%
Hotel 0 0,00%
Jasa 4 4,21%
Supermarket 0 0,00%
Showroom 1 1,05%
Mix-used
Rumah dan
toko 2 2,11%
Ruko 13 13,68%
Perkantoran 8 8,42%
Kesehatan 1 1,05%
Peribadatan 0 0,00%
Pendidikan 0 0,00%
Industri dan
Pergudangan 4 4,21%
PEMANFAATAN RUANG
Segmen
Fungsi Guna
Lahan
Jumlah
Bangunan
Prosentase
Guna Lahan











Segmen II
Perdagangan dan
Jasa
Warung 0 0,00%
Toko 5 6,25%
Bengkel 3 3,75%
Rumah
makan 2 2,50%
Hotel 0 0,00%
Jasa 9 11,25%
Supermarket 2 2,50%
Showroom 2 2,50%
Mix-used
Rumah dan
toko 6 7,50%
Ruko 11 13,75%
Perkantoran 7 8,75%
Kesehatan 0 0,00%
Peribadatan 2 2,50%
Pendidikan 0 0,00%
Industri dan
Pergudangan 2 2,50%
Sumber: data primer, 2011
Here comes your footer
Page 13
PEMANFAATAN RUANG
Segmen Fungsi Guna Lahan
Jumlah
Bangunan
Prosentase
Guna Lahan









Segmen III


Perdagangan dan
Jasa
Warung 3 3,80%
Toko 6 7,59%
Bengkel 4 5,06%
Rumah makan 6 7,59%
Hotel 3 3,80%
Jasa 6 7,59%
Supermarket 0 0,00%
Showroom 1 1,27%
Mix-used
Rumah dan toko 14 17,72%
Ruko 9 11,39%
Perkantoran 4 5,06%
Kesehatan 1 1,27%
Peribadatan 1 1,27%
Pendidikan 0 0,00%
Industri dan
Pergudangan 0 0,00%
Daftar Kegiatan:
Sumber: data primer, 2011
Here comes your footer
PERKEMBANGAN SOSIAL-KEPENDUDUKAN
Kegiatan sosial kependudukan terkait dengan pemanfaatan jalan
Mulawarman:
1. Aktivitas pagi hari: sirkulasi (kendaraan bermotor, tak bermotor dan pejalan
kaki), menunggu taksi, jalan kaki (OR) dan kerja
2. Siang hari: sirkulasi (kendaraan bermotor, tak bermotor dan pejalan kaki),
menunggu taksi, parkir
3. Malam hari: sirkulasi (kendaraan bermotor, tak bermotor dan pejalan kaki),
kongkow/nongkrong di pinggir jalan atau di deket kedai kopi, jalan-jalan
(jalan kaki)
4. Minggu/hari libur: sirkulasi (kendaraan bermotor, tak bermotor dan pejalan
kaki), menunggu taksi, jalan pagi/jogging, sepeda santai,
kongkow/nongkrong

Page 14
Here comes your footer
Page 15
PERKEMBANGAN SOSIAL-KEPENDUDUKAN
Aktivitas pagi hari:
1. Bersepeda dan jalan sehat
2. Menunggu taxy
3. Belanja
4. Pembersihan
Sumber: Data Primer, 2011
Here comes your footer
Page 16
PERKEMBANGAN SOSIAL-KEPENDUDUKAN
Aktivitas sore hingga malam hari:
1. Bersepeda dan jalan sehat
2. Pembersihan
3. Nongkrong di kedai kopi atau di sudut jalan
Sumber: Data Primer, 2011
Here comes your footer
Prospek Pertumbuhan Ekonomi
1. Sektor pendorong:
- Sekmen I (1) Pelayanan Publik dan Perkantoran
- Sekmen II (2-3) Perdagangan dan Jasa
2. Perkembangan ekonomi, kegiatan usaha, prospek investasi:
- Sekmen I (1) Pelayanan Publik dan Perkantoran
- Sekmen II (2-3) Perdagangan dan Jasa
3. pembangunan dan perkembangan penggunaan tanah, produktivitas
kawasan:
- Sekmen I (1) Pelayanan Publik dan Perkantoran: perkembangan lebih
lambat (masih banyak lahan tidur)
- Sekmen II (2-3) Perdagangan dan Jasa : perkembangan lebih cepat
4. kemampuan pendanaan pemerintah daerah: ??? (belum dianalisis)
Page 17
PEREKONOMIAN KAWASAN
Here comes your footer
Kecenderungan Pertumbuhan
Page 18
Mix
Use
Bandar
Udara
Kota
Tarakan
Pusat
Kota
Bagian
Utara
Kota
Tarakan
Jl.
Mulawarman
PEREKONOMIAN KAWASAN
Sumber: Analisis data primer, 2011
Here comes your footer
DAYA DUKUNG FISIK DAN LINGKUNGAN
Kondisi bentang alam kawasan:
wilayah kepulauan yang berdiri sebagai satu kabupaten, dengan karakter dataran landai
dengan perbukutan dibagian tengah
Lokasi geografis:
- 3.19' LU - 3.20' LS
-117.34' BB - 117.38' BT
Sumber daya air:
air permukaan di kota Tarakan dipengaruhi oleh 7 sistem Das (Daerah Aliran Sungai),
yaitu Sungai Pamusian, Sungai Malundung, Sungai Sebengkok, Sungai Selumit, Sungai
Kampung Bugis Sungai Sesanip dan Sungai Mangendala
Status-nilai tanah:
milik pemerintah daerah (u/ruang publik jalan, taman dan saluran)
Izin lokasi:????
Kerawanan kawasan terhadap bencana alam:
- kemungkinan banjir dan rawan genangan
Page 19
Here comes your footer
Analisis Struktur Kawasan
Page 20
DAYA DUKUNG FISIK DAN LINGKUNGAN
Sumber: diolah dari lampiran Perda No 3/2006
Here comes your footer
Permukiman/Hunian




Perdagangan dan jasa




Perkantoran

Kondisi Tata Guna Lahan
Permukiman/hunian
Perdagangan dan jasa
Pelayanan sosial
Perkantoran
Sektor Informal



Page 21
DAYA DUKUNG FISIK DAN LINGKUNGAN
Sumber: Data Primer, 2011
Here comes your footer
Page 22
Sebaran dan kondisi RTH
DAYA DUKUNG FISIK DAN LINGKUNGAN
Sumber: Data Primer, 2011
Here comes your footer
Tata Hijau
Pemilihan jenis tanaman belum mempertimbangkan:
- Jenis dan sifat fisiologis tanaman
- Fungsi tanaman
- Kegunaan tanaman (nilai positif tanaman)

Page 23
DAYA DUKUNG FISIK DAN LINGKUNGAN
Sumber: Data Primer, 2011
Here comes your footer
Page 24
DAYA DUKUNG FISIK DAN LINGKUNGAN
Sumber: Data Primer, 2011
Tata Hijau
Here comes your footer
Page 25
2,4 km dengan fungsi jalan sebagai jalan
arteri sekunde
DAYA DUKUNG FISIK DAN LINGKUNGAN
Sumber: Diolah Dari Peta PBB, 2011
Here comes your footer
Daya Dukung Prasarana & Fasilitas Lingkungan
Jaringan jalan dan sirkulasi:
- kolektor dengan spesifikasi:
- lebar: + 7 m x 2 median 0.9m
- dua dua jalur dua lajur

Page 26
Sumber: Data Primer, 2011
Here comes your footer

2 arah

+ 7 m (lir jln)

2 lajur

Kanan-kiri

Pejalan kaki (1,5-3 m)

Sepeda

Sepeda motor

Mobil pribadi

Angkutan umum

Truk
Gerobak dorong
Page 27
Daya Dukung Prasarana & Fasilitas Lingkungan
Sumber: data primer, 2011
Sumber: Data Primer, 2011
Here comes your footer
Sistem Parkir:
Off street dan On street
Parkir sejajar
Page 28
Daya Dukung Prasarana & Fasilitas Lingkungan
Sumber: Data Primer, 2011
Here comes your footer
Jaringan drainase:
- jaringan air hujan dengan sitem terbuka
- dimensi:

Page 29
Daya Dukung Prasarana & Fasilitas Lingkungan
Sumber: Data Primer, 2011
Here comes your footer
Jalur Pejalan Kaki
- Lebar efektif kurang dari 1 meter
- Kondisi mulai baik-rusak
- Penataan ram cenderung mengikuti keinginan pemilik kapling didekatnya
menyababkan jalan jadi naik turun
- Fungsi majemuk (tempat peletakan pelengkap jalan, tempat parkir dan halte)
Page 30
Daya Dukung Prasarana & Fasilitas Lingkungan
Sumber: Data Primer, 2011
Here comes your footer
Pelengkap Jalan:
- Desain belum bisa memperkuat karakter kota tarakan
- Peletakan mengganggu fungsi jalur pejalan kaki
- Kinerja belum sesuai dengan kebutuhan
- Belum sesuai dengan standart minimum
Page 31
Daya Dukung Prasarana & Fasilitas Lingkungan
Sumber: Data Primer, 2011
Here comes your footer
Tanda dan Petunjuk:
- Tata peletakan belum sesuai standart
- Bentuk dan disain terutama papan iklan belum mampu memperkuat
citra kota tarakan

Page 32
Daya Dukung Prasarana & Fasilitas Lingkungan
Sumber: Data Primer, 2011
Here comes your footer
ASPEK LEGAL KONSOLIDASI LAHAN
Kesiapan administrasi dari lahan yang direncanakan
dari segi legalitas hukumnya:
1. koridor ruang jalan: tidak ada masalah dan masih ada peluang
untuk redesain, mengingat ruang dalam status milik
pemerintah daerah
2. Ruang samping kanan-kiri jalan: status hak milik


Page 33
Here comes your footer
KONSEP DASAR PERANCANGAN
TATA BANGUNAN DAN
LINGKUNGAN :

Page 34
Here comes your footer
KONSEP PERANCANGAN STRUKTUR TBL
Page 35
URBAN ZONE CAKUPAN WILAYAH
PENGEMBANGAN FUNGSI
KAWASAN
Sub Urban
(Pinggiran Kota)
Daerah diluar wilayah Kota Daerah cadangan
pengembangan wilayah kota
General Urban
(wilayah kota)
Wilayah yang meliputi
Kecamatan Tarakan Barat dan
sebagian Tarakan Tengah
permukiman dan pelayanan
fasilitas dan utilitas umum
Urban Center (pusat
kota)
Sepanjang Koridor Jalan
Mulawarman
pusat kota, perkantoran,
perdagangan dan jasa
Urban Core (inti
kota)
Kawasan Simpang Tiga Pusat aktivitas kota
Konsep Struktur Kota
gagasan perancangan dasar pada
skala makro
Sumber: Analisis Standart, 2011
Here comes your footer
DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG
Page 36
1.Konsep Bentuk dan Pola Kota

Bandara
Juata
JalanMulawarman Jalan Aki Balak
Pusat
Kota
ZonaKeselamatan
Penerbangan
Growth Jumping Kota Tarakan
Skyline Kota Tarakan
Sumber: Analisis Standart, 2011
Here comes your footer
STRUKTUR RUANG KOTA
Page 37
Konsep Struktur Koridor Mulawarman: Street and Node
Nodes bisa dimanfaatkan untuk
memperkuat citra kawasan dan
pembagiarus
Sumber: Analisis, 2011
Here comes your footer
Page 38
STRUKTUR PERUNTUKAN LAHAN
Konsep Penggunaan Ruang: Pembagian Zona Dasar
Zona Perkantoran dan
Pelayanan Publik
Zona Perdagangan
dan Jasa
Sumber: Analisis Standart, 2011
Here comes your footer
Konsep Penggunaan Ruang
Adaptasi dari: New urbanism : slowness, inclusiveness dan legibility
- Slowness: pertumbuhan tidak cepat. Kawasan merupakan bagian dari compact city (harus didesain
pusat-pusat yang mewadahi aktivitas bekerja dan perumahan dalam kawasan guna campuran)
- Inclusiveness: semua orang harusmempunyai kesempatan yang sama. Orang bisa berjalan dengan
tenang tanpa terganggu oleh polusi dan kendaraan bermotor yang lalu lalang. Kota harus terdiri dari
beberapa pusat yang di antara pusat tersebut dihubungkan dengan sistem transportasi yang baik
- Legibility menuntut bahwa kota harus dapat memberikan kejelasan bagi masyarakat. Struktur yang
jelas, struktur yang mampu membedakan pusat dan subpusat

Page 39
Konsep Penggunaan Lahan (Zona Dasar)
STRUKTUR PERUNTUKAN LAHAN
Here comes your footer
INTENSITAS PEMANFAATAN LAHAN
Page 40
No Fungsi bangunan KDB KLB
Jumlah
Lantai
Tinggi
Bangunan
(m)
GSB
1 Rumah 50 - 70% 0,5-2,1 1-3 4-10
Minimal
15 m dan
18 m
2 Perdagangan dan
Jasa
60 - 80% 1,2-6,4
2-8 10-25
3 Mix Use 60 - 80% 1,2-6,4 2-8 10-25
4 Fasilitas Umum 40 - 65% 0,4-2,9 1-4 5-15
5 Industri dan
Pergudangan
30 - 60% 0,3-2,4
1-4 6-15
Sumber : Hasil Analisis
Konsep Pengaturan Bangunan di Koridor Jl. Mulawarman
Radius dalam: 4000m,
TB max: 45
Transisi: 2000m
Radius luar: 15.000m,
TB max 150m
Here comes your footer
Page 41
RTH halaman perkantoran, pertokoan, dan tempat usaha umumnya berupa jalur
trotoar dan area parkir terbuka. Penyediaan RTH pada kawasan ini adalah
sebagai berikut:
Untuk tingkat KDB 70%-90% perlu menambahkan tanaman dalam pot;
Perkantoran, pertokoan dan tempat usaha dengan KDB diatas 70%,
memiliki minimal 2 (dua) pohon kecil atau sedang yang ditanam pada
lahan atau pada pot berdiameter diatas 60 cm;
Persyaratan penanaman pohon pada perkantoran, pertokoan dan tempat
usaha dengan KDB dibawah 70%, berlaku seperti persyaratan pada RTH
pekarangan rumah, dan ditanam pada area diluar KDB yang telah
ditentukan.
RTH halaman rumah:
jumlah pohon pelindung yang harus disediakan minimal 2-3 (tiga) pohon
pelindung ditambah dengan perdu dan semak serta penutup tanah dan
atau rumput.
INTENSITAS PEMANFAATAN LAHAN
Konsep Penggunaan Ruang: RTH
Sumber: Analisis Standart, 2011
Here comes your footer
RENCANA UMUM DAN PANDUAN
RANCANG BANGUN

Page 42
Here comes your footer
Page 43
RENCANA SEKMENTASI
Rencana Tematik Penggunaan Ruang: Pembagian Zona
Dasar
Sekmen 1:
Perkantoran dan
Pelayanan Publik
Sekmen 2:
Perdagangan dan
Jasa
Sumber: Analisis Standart, 2011
Here comes your footer
RENCANA PERUNTUKKAN
LAHAN MAKRO
1.Sub Urban (Pinggiran Kota)
Adalah bagian dari wilayah Kota Tarakan
yang berupa hutan lindung atau hutan mangrove
yang tidak dikembangkan penggunaan lahannya
dikarenakan untuk kepentingan perlindungan dan kelestarian alam.
2.General Urban (wilayah Kota)
Pada wilayah ini penggunaan lahannya memiliki fungsi perkotaan yang digunakan untuk
permukiman dan pelayanan fasilitas dan utilitas umum.
3.Urban Center (Pusat Kota)
Wilayah yang mempunyai fungsi sebagai pusat kota adalah sepanjang koridor jalan
yang langsung mengakses Simpang Tiga
4.Urban Core (Inti Kota)
Inti Kota Tarakan yang menjadi pusat perkembangan yaitu kawasan Simpang Tiga

Here comes your footer
Rencana Peruntukkan Lahan Mikro
- Segmen I. Fungsi guna lahan yang mempunyai potensi untuk berkembang adalah kawasan
perkantoran skala perkotaan. Segmen I terletak di bagian utara koridor perencanaan,
dibatasi oleh Jembatan Sungai Beluo, Jl. Celebes, Jl. Hasanudin I, Jl. Hasanudin II, Jl.
Bhayangkara, Jl. Rukun, Jl. Pemuda Pancasila, Jl. WR Supratman dan Jl. Nipah Indah.
- Segmen II. Fungsi guna lahan yang mempunyai potensi untuk berkembang adalah
perdagangan dan jasa. Perdagangan dan jasa pada segmen ini cenderung pada fungsi mix-
used, yaitu toko atau warung yang menjadi satu dengan rumah, baik ruko maupun fungsi
mix-used tradisional. Segmen II ini adalah berbatasan dengan pusat kota yaitu simpang tiga
(THM-GTM-Swiss Bell Hotell-Pos Polisi) terletak pada bagian selatan koridor perencanaan
yang dibatasi oleh Gg. Raja, Jl. Nusa Indah, Gg Rahat, Gg. Nipah, Gg. Rahat, Jl. Damai, Gg.
Amal, Gg. Tambak, Jl. Elang dan Jl. Kamboja.

Here comes your footer
KDB
Prospek Perubahan Fungsi KDB Awal Arahan KDB
Rumah 60 - 100% 50 - 70%
Perdagangan dan Jasa 80 - 100% 60 - 80%
Mix Use 70 - 100% 60 - 80%
Fasilitas Umum 60 - 90% 40 - 65%
Industri dan Pergudangan 30 - 60% 30 - 60%
Sumber : Hasil Rencana


KLB
Prospek Perubahan Fungsi
Tinggi
Bangunan
Awal
KLB Awal
Arahan Tinggi
Bangunan
Arahan KLB
Rumah 1-3 0,5-2,7 1-3 0,5-2,1
Perdagangan dan Jasa 2-4 1,6-4 2-8 1,2-6,4
Mix Use 2-3 1,4-3 2-8 1,2-6,4
Fasilitas Umum 1-2 0,6-1,8 1-4 0,4-2,6
Industri dan Pergudangan 1-2 0,3-1,2 1-4 0,3-2,4
Sumber : Hasil Rencana


GSB
Untuk daerah terbangun yang kurang atau tidak teratur dan berkondisi bangunan sedang atau buruk,
maka penerapannya dilaksanakan pada saat diselenggarakan program peremajaan atau rehabilitasi
lingkungan.
Untuk daerah terbangun yang sudah teratur dan berkondisi permanen, namun tidak memenuhi syarat
garis sempadan bangunannya, maka penerapan garis sempadan tersebut dilakukan pada saat
bangunan-bangunan tersebut melakukan perombakan, peremajaan, rehabilitasi atau renovasi, atau
pada keadaan khusus (misalnya dilakukan proyek pelebaran jalan)
Untuk daerah yang masih kosong, penerapannya ditetapkan sedini mungkin dengan cara persyaratan
tersebut dicantumkan dalam IMB
KDB, KLB dan GSB
Here comes your footer
KDH
Mengarahkan bangunan perumahan menyediakan area hijau sebesar 10-30%
dari luas lahan.
Pada kawasan perdagangan dan jasa serta kawasan mix use, diarahkan
menyediakan daerah hijau bangunan berupa taman pada atap atau sisi-sisi
bangunan berupa pot, dsb. Adapun pengaturan KDH pada bangunan yang
memiliki KDB tinggi harus memiliki KDH minimal 30 % dari sisa lahan dan untuk
bangunan dengan kepadatan sedang diarahkan memiliki KDH minimal 10 %.
Bangunan fasilitas umum berupa perkantoran, pendidikan, kesehatan, dan
peribadatan diarahkan menyediakan area hijau minimal 10% dari luas bangunan.
RENCANA KETINGGIAN BANGUNAN
Kawasan perumahan ditetapkan tinggi bangunan maksimal 3 lantai.
Kawasan perdagangan dan jasa serta mix use dengan tinggi bangunan maksimal 8
lantai (sekmen 2)
Kawasan perkantoran dan fasilitas umum ditetapkan tinggi bangunan maksimal 4
lantai.
Kawasan industri ditetapkan tinggi bangunan maksimal 4 lantai

Here comes your footer
RENCANA TATA BANGUNAN
1. Koefisien dasar bangunan perumahan maksimal 70%, koefisien dasar bangunan
perdagangan dan jasa serta mix-use maksimal 80%, koefisien dasar bangunan fasilitas
umum maksimal 65%.
2. Kawasan perencanaan dibagi menjadi 2 segmen perencanaan dengan fungsi yang
berbeda. Segmen I dengan kegiatan perkantoran skala kota baik itu perkantoran
pemerintah maupun perkantoran swasta, sementara segmen II lebih kearah komersial
perdagangan dan jasa.
3. Orientasi bangunan adalah menghadap jalan.
4. Dalam ketentuan KKOP Bandar Udara Juwata Tarakan, kawasan koridor Jl. Mulawarman
termasuk dalam zona batas ketinggian bangunan yang diizinkan adalah 45 meter. Oleh
karena itu ketinggian elevasi lantai yang ditetapkan untuk bangunan perumahan maksimal
12 meter, bangunan fasilitas umum maksimal 16 meter, bangunan perdagangan dan jasa
serta mix-use maksimal 40 meter.
5. Ekpresi bangunan harus mempertimbangkan dan mengadopsi karakter lokal, sehingga
kawasan akan memiliki karakter yang jelas.

Here comes your footer
RENCANA SISTEM JARINGAN JALAN DAN PERGERAKAN
Arteri Primer
Kolektor Sekunder
Lingkungan
Here comes your footer
RENCANA PEMANFAATAN RUANG JALAN
Here comes your footer
RENCANA PEMANFAATAN RUANG JALAN
Page 51
Here comes your footer
Page 52
RENCANA PEMANFAATAN RUANG JALAN
Here comes your footer
Page 53
RENCANA PEMANFAATAN RUANG JALAN
sesudah
sebelum
Here comes your footer
SISTEM SIRKULASI PEJALAN KAKI DAN SEPEDA
sesudah
sebelum
Here comes your footer
SISTEM SIRKULASI PEJALAN KAKI DAN SEPEDA
Pejalan kaki harus mencapai tujuan dengan jarak sedekat mungkin, aman dari lalu
lintas yang lain dan lancar serta terhubung daerah yang satu dengan yang lain.
Apabila jalur pejalan kaki memotong arus lalu lintas yang lain harus dilakukan
pengaturan lalu lintas, baik dengan lampu pengatur ataupun, dengan marka
penyeberangan, atau tempat penyeberangan yang tidak sebidang.
Jalur pejalan kaki yang memotong jalur lalu lintas berupa penyeberangan (Zebra
Cross), marka jalan dengan lampu pengatur lalu lintas (Pelican Cross), jembatan
penyeberangan dan terowongan.
Jalur pejalan kaki sebaiknya ditempatkan sedemikian rupa, sehingga keamanan pejalan
kaki lebih terjamin.
Dilengkapi dengan rambu atau pelengkap jalan lainnya, sehingga pejalan kaki leluasa
untuk berjalan, terutama bagi pejalan kaki yang tuna daksa.
Jalur pejalan kaki harus dibuat sedemikian rupa sehingga apabila hujan permukaannya
tidak licin, tidak terjadi genangan air serta disarankan untuk dilengkapi dengan pohon-
pohon peneduh.
Untuk menjaga keamanan dan keleluasaan pejalan kaki, harus dipasang kerb jalan
sehingga fasilitas pejalan kaki lebih tinggi dari permukan jalan.

Here comes your footer
DRAINASE
Pada kawasan perencanaan terdapat dua jenis drainase, yaitu selebar 5
meter dan selebar 1 meter. Pada drainase selebar 5 meter dibawahnya
dipasang 3 jenis jaringan prasarana, yaitu: PDAM, telepon dan gas.
Pada drainase itulah kemudian direncanakan untuk ditutup dan diatasnya
dijadikan jalur pejalan kaki. Penutupan drainase tersebut disertai dengan
adanya man hole sebagai sarana untuk pemeliharan dan perawatan drainase.
Sesudah
Sebelum
Here comes your footer
RENCANA SISTEM PARKIR
Mengingat kondisi di lapangan yang penggunaan ruangnya sudah padat
sehingga penyediaan ruang parkir secara on street sudah tidak
memungkinkan, maka sistem parkir direncanakan tetap menggunakan
sistem off street satu lapis sejajar jalur pejalan kaki dan juga ditambahkan
adanya peraturan yang mengharuskan tiap fasilitas perdagangan/ jasa dan
perkantoran menyediakan lahan parkir sendiri sehingga tidak memberikan
beban tambahan dalam penggunaan parkir on street.
Here comes your footer
JALUR HIJAU
sebelum
sesudah
sesudah
Here comes your footer
Page 59
RUANG TERBUKA HIJAU
sebelum
sesudah
sesudah
sesudah
sesudah
Here comes your footer
Page 60
RUANG TERBUKA HIJAU
sesudah
sebelum sesudah
Here comes your footer
JALUR HIJAU
Jalur Tanaman Tepi Peneduh
Jalur Tanaman Tepi Penyerap
Polusi Udara
Jalur Tanaman Tepi
Penyerap Kebisingan
Jalur Tanaman pada Median Penahan Silau
Lampu Kendaraan
Here comes your footer
LAMPU PENERANGAN PEJALAN KAKI
Here comes your footer
LAMPU PENERANGAN TAMAN/PEDESTRIAN
Here comes your footer
H A L T E
sesudah
sebelum
Here comes your footer
GAPURA
Here comes your footer
SCULPTURE
Here comes your footer
IKLAN, BAK SAMPAH, BIS SURAT
Page 67
sesudah
sesudah
sebelum
Here comes your footer
Page 68
RENCANA INVESTASI

Here comes your footer
Page 69
PENGENDALIAN

Here comes your footer
PEDOMAN PENGELOLAAN
Page 70
PERATURAN UMUM:
Peraturan Oprasional Penggunaan dan Pemanfaatan Penjaminan
Penjaminan hak atas tanah
dan hak pakai
Kejelasan status lahan
Hak dan kewajiban pelaku Hak
a. mengetahui rencana tata ruang;
b. menikmati pertambahan nilai ruang
c. memperoleh penggantian yang layak atas kerugian;
d. mengajukan keberatan kepada pejabat berwenang terhadap
pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang
e. mengajukan tuntutan pembatalan izin dan penghentian pembangunan
yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang; dan
f. mengajukan gugatan ganti kerugian kepada pemerintah dan/atau
pemegang izin apabila kegiatan pembangunan yang tidak sesuai
dengan rencana tata ruang menimbulkan kerugian.
Kuwajiban
a. menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan;
b. memanfaatkan ruang sesuai dengan izin pemanfaatan ruang;
c. mematuhi ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin
pemanfaatan ruang;
d. memberikan akses terhadap kawasan yang oleh ketentuan peraturan
perundangundangan dinyatakan sebagai milik umum.
Here comes your footer
Page 71
Pengelolaan dan penataan
lasekap, RTH, Fasum-fasos
Tanggung jawab pelaku pembangunan (pemerintah, masyarakat dan
pengusaha)
Pemeliharaan RTH, fasum-
fasos
Tanggung jawab pelaku pembangunan (pemerintah, masyarakat dan
pengusaha)

Pembiayaan pemeliharaan
dan perbaikan
Tanggung jawab pelaku pembangunan (pemerintah, masyarakat dan
pengusaha)

PEDOMAN PENGELOLAAN
Penggunaan yang di izinkan
dan terlarang
Diijinkan = sesuai dengan tema sekmen
Terlarang = yang tidak sesuai dengan peruntuhan zona dasar
Pemeliharaan kondisi
properti
Masyarakat dan pemerintah
Here comes your footer
PENGENDALIAN RENCANA
Arahan Pengendalian Rencana:
Arahan Pengendalian Tata Guna Lahan
Arahan Pengendalian Bangunan Gedung
Arahan Pengendalian Bangunan Bukan Gedung
Arahan Pengendalian Pola Pergerakan, Jaringan Jalan dan Moda
Transportasi
Arahan Pengendalian Pola Jaringan Utilitas



Page 72
Here comes your footer
PENGENDALIAN PELAKSANAAN
Panduan Pengaturan Keselamatan Bangunan:
Persyaratan struktur
Persyaratan utilitas bangunan

Kebijakan Insentif Pengaturan Bangunan
- Bidang ekonomi, melalui pemberian kompensasi pembebasan pajak (tax
holiday), imbalan, sewa ruang, dan atau urun saham;
- Bidang fisik, melalui pembangunan serta pengadaan sarana dan prasarana
sosial ekonomi misalnya pembangunan arcade yang lebih lebar;
- Bidang perijinan, yaitu dengan mempermudah prosedur administrasi
pemberian ijin pemanfaatan ruang;
- Bidang manajemen lahan, melalui program kawasan siap bangunan (kasiba)
dan lingkungan siap bangun (lisiba);
- Bidang pelayanan informasi, yaitu dengan mempermudah pemberian
data/informasi.
Page 73
Here comes your footer
Bentuk disinsentif yang dapat diberikan antara lain dalam bentuk:
Bidang ekonomi, melalui pengenaan pajak yang tinggi di kawasan komersial;
Bidang fisik, dengan membatasi atau tidak menyediakan sarana dan prasarana,
yang dapat merangsang (menstimulir) perkembangan kawasan. Namun
bangunan tersebut harus menyediakan sendiri fasilitas lingkungannya seperti
listrik, air bersih, jaringan drainase, tempat pembuangan sampah, termasuk
penyediaan sarana PKL, serta area parkir yang memadai;
Bidang teknis bangunan, melalui persyaratan bangunan (KDB dan KLB) tata
bangunan dan ketinggian bangunan;
Bidang perijinan, tidak menutup pemberian ijin pembangunan atau pembatalan
perijinan lokasi bagi kegiatan pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan RTR
(pasal 26 UU No. 24/1992);
Bidang lingkungan, dengan mengadakan prasyarat kelaikan lingkungan melalui
Amdal.

Page 74
PENGENDALIAN PELAKSANAAN
Here comes your footer
Page 75