Anda di halaman 1dari 39

UKK Gastrohepatologi IDAI

Dr.Wan Nedra Sp.A


FK.Univ.Yarsi
Sumber Materi: UKK Gastroenterologi
UKK Gastrohepatologi IDAI
Modul B :
Diare persisten
ringan
Diare persisten berat
Pasien dengan
malnutrisi berat
Pasien dengan HIV
Pasien dengan
intoleransi laktosa

PELATIHAN NASIONAL
Tatalaksana Terkini Diare dan Kolestasis

Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel
Yogyakarta, 23-24 Mei 2009
UKK Gastrohepatologi IDAI
Diare persisten
diare akut dengan atau tanpa disertai darah
yang berlangsung selama 14 hari

Diare kronik
diare dengan atau tanpa disertai darah yang
berlangsung selama 14 hari atau lebih yang
bukan disebabkan oleh infeksi

UKK Gastrohepatologi IDAI
Sama dengan diare akut
Faktor risiko
Usia bayi kurang dari empat bulan
Tidak mendapat ASI
Malnutrisi
Diare akut dengan etiologi bakteri invasif
Tatalaksana diare akut yang tidak tepat seperti
pemakaian antibiotik yang tidak sesuai
UKK Gastrohepatologi IDAI
Berdasar derajat
dehidrasi
Diare persisten
ringan
Diare persisten
berat
UKK Gastrohepatologi IDAI
pasien mengalami diare akut dengan atau
tanpa disertai darah yang berlangsung selama
14 hari atau lebih dan tidak didapatkan tanda-
tanda dehidrasi.
Pasien ini tidak memerlukan rawat inap,
tetapi membutuhkan cairan dan makanan
khusus untuk di rumah
UKK Gastrohepatologi IDAI

Perlakukan pasien ini seperti pasien rawat
jalan

Beri mikronutrisi dan vitamin seperti pada
keterangan berikut :
UKK Gastrohepatologi IDAI
Suplemen Multivitamin dan Mineral
Beri semua pasien anak dengan diare persisten suplemen vitamin dan
mineral harian selama 2 minggu karena dapat membantu dalam
memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral. Suplemen tersebut
sedikitnya mengandung dua kali dari Recommended Daily Allowances
(RDA). RDA untuk usia 1 tahun :



Pada Anak Normal Pada Anak Dengan Diare Persisten
Folat 50 mikrogram
Folat 100 mikrogram
Zinc 10mg Zinc 20 mg
Vitamin A 400 mikrogram Vitamin A 800 mikrogram
Besi 10 mg Besi 20 mg
Tembaga 1 mg Tembaga 2 mg
Magnesium 80 mg Magnesium 160 mg
UKK Gastrohepatologi IDAI
Beri cairan rehidrasi seperti pada rencana
terapi A

Pada beberapa kasus penyerapan glukosa
terganggu kenaikan volume tinja
tanda-tanda dehidrasi yang memburuk
segera dibawa ke rumah sakit rehidrasi
melalui intravena sampai CRO dapat
dilakukan kembali tanpa memperburuk diare

UKK Gastrohepatologi IDAI
Jangan memberikan antibiotik secara rutin

Infeksi non-pencernaan ada gejala-gejala
seperti pada pneumonia, sepsis, infeksi
saluran kemih, stomatitis dan otitis media
antibiotik yang sesuai

Infeksi pencernaan antibiotik oral pada
diare berdarah yang efektif untuk Shigella

UKK Gastrohepatologi IDAI
Hati-hati
kesulitan dalam mencerna susu yang berasal
dari hewan sarankan orangtua untuk
mengurangi jumlah susu hewani

ASI tetap diberikan
Berikan lebih sering dan lebih lama dari
biasanya

UKK Gastrohepatologi IDAI
Mengkonsumsi susu hewani
carilah cara mengganti susu hewani dengan produk
susu fermentasi (seperti yogurt)
mengandung laktosa lebih sedikit dan lebih dapat
ditoleransi

Tidak memungkinkan mengganti susu hewani
batasi susu hewani sampai 50 ml/kgBB/hari.
Campur susu dengan sereal anak-anak
jangan ditambahkan air

UKK Gastrohepatologi IDAI
Beri makanan pelengkap yang sesuai dengan usia
anak
Masukan kalori tetap adekuat
Bayi lebih dari 4 bulan yang hanya mengkonsumsi susu
hewani mulai diberikan makanan yang lebih padat

Beri makanan kecil dengan frekuensi yang lebih
sering ( 6X / hari)

Kontrol setelah 5 hari penilaian ulang

UKK Gastrohepatologi IDAI
Pasien mengalami diare akut dengan atau
tanpa disertai darah yang berlangsung selama
14 hari atau lebih dan terdapat tanda-tanda
dehidrasi

Perlu rawat inap
UKK Gastrohepatologi IDAI
Periksa pasien tanda-tanda dehidrasi
rehidrasi sesuai kondisi pasien

Rehidrasi oral hati-hati
penyerapan glukosa terganggu kenaikan
volume tinja tanda dehidrasi memburuk
segera dibawa ke rumah sakit rehidrasi
melalui intravena sampai CRO dapat
dilakukan kembali tanpa memperburuk diare

UKK Gastrohepatologi IDAI
Periksa untuk infeksi non-pencernaan seperti
pneumonia, sepsis, infeksi saluran kemih, stomatitis,
otitis media lakukan tatalaksana yang sesuai.

Beri suplemen multivitamin dan mineral

Berikan terapi antibiotik oral pada pasien diare
berdarah yang efektif untuk Shigella

UKK Gastrohepatologi IDAI
Terapi amebiasis (metronidazol oral 7,5 mg/kg, 3 kali sehari
selama 5 hari) jika :
Pada pemeriksaan mikroskop feses ditemukan adanya
tropozoit entamoeba histolitika dengan sel darah merah,
atau
Pasien sudah diberikan dua jenis antibitiotik yang efektif
untuk Shigella namun tidak ada perbaikan kondisi.

Terapi untuk giardiasis (metronidazol 5 mg/KgBB 3 kali
sehari selama 5 hari) jika pada feses ditemukan kista atau
tropozoit dari giardia

UKK Gastrohepatologi IDAI
Beri terapi untuk giardiasis (metronidazol 5
mg/KgBB 3 x/hari5 hari)
Feses kista / tropozoit giardia
UKK Gastrohepatologi IDAI
Hati-hati
ASI tetap diberikan sesering dan selama mungkin
Makanan lain diberikan selama 4-6 jam (hanya pada
kasus anak yang telah direhidrasi dengan rencana
terapi B atau C)
Anak yang dirawat inap diberikan diet khusus sampai
terjadi perbaikan diare dan berat badan sudah naik
Target asupan harian minimal 110 kkal/kgBB/hari

UKK Gastrohepatologi IDAI
Bayi usia dibawah 6 bulan
Anjurkan ASI eksklusif.
Kalau pasien tidak minum ASI beri susu rendah
laktosa (yoghurt) atau susu bebas laktosa.
Jika ibu pasien tidak dapat memberikan ASI karena
ibu positif HIV sarankan ibu untuk
mendapatkan konseling yang tepat.

UKK Gastrohepatologi IDAI
Anak usia 6 bulan ke atas
Segera diberikan makanan begitu anak sudah bisa
kembali makan
diberikan 6X/sehari
asupan minimal 110 kkal/kgBB/hari
Bila sulit makan saat pengobatan Perlu
pemasangan selang nasogastrik agar tetap
mendapatkan asupan makanan
UKK Gastrohepatologi IDAI
1. Diet pertama : sereal (starch) dasar, kurangi susu rendah
laktosa
Diet harus mengandung paling tidak 70kkal/ 100g, mengandung susu
atau yoghurt sebagai sumber dari protein hewani, tetapi tidak lebih
dari 3,7 g laktosa/kgBB, dan mengandung paling tidak 10% protein
kalori. Contoh berikut mengandung 83 kalori/100g,3,7 g
laktosa/kgBB/hari dan 11% protein kalori :

Susu bubuk lemak tinggi (atau susu cair : 85 ml) 11 g
Nasi 15 g
Minyak sayur 3,5 g
Gula tebu 3 g
Air 200 ml
UKK Gastrohepatologi IDAI
2. Diet kedua : susu bebas laktosa dengan sereal (starch)
minim
Diet harus mengandung paling tidak 70kkal/ 100g, mengandung 10%
protein kalori (telur atau ayam). Berikut contoh yang mengandung 75
kalori/100g :
Telur utuh 64 g
Nasi 3 g
Minyak sayur 4 g
Gula 3 g
Air 200 ml

Campur sampai halus, ayam matang 12 g dapat digunakan sebagai
pengganti telur.
UKK Gastrohepatologi IDAI
Asupan makanan adekuat
Kenaikan berat badan 3 hari
Diare berkurang
Tidak adademam

UKK Gastrohepatologi IDAI
Frekuensi diare (> 10 x/hari),
Tanda dehidrasi terjadi singkat setelah
pemberian diet
atau
Kegagalan kenaikan berat badan dalam 7 hari
terapi
UKK Gastrohepatologi IDAI
Berat badan
Suhu badan
Asupan makanan
Jumlah tinja
UKK Gastrohepatologi IDAI
MALNUTRISI BERAT
HIV
INTOLERANSI LAKTOSA
UKK Gastrohepatologi IDAI
Dikatakan malnutrisi berat
Oedema kedua kaki
Pasien tampak kurus sekali
< 70% berat badan menurut tinggi badan, atau
< -3SD (seperti pada marasmus)
UKK Gastrohepatologi IDAI
Tanda klinis dari malnutrisi berat
Tidak terdapat lemak
Tampak kurus sekali
Bahu
Lengan
Pantat
Paha
Tulang rusuk menonjol

Dehidrasi pada anak dengan malnutrisi sulit
ditegakkan diare cair akut dengan dehidrasi tak
berat

UKK Gastrohepatologi IDAI
Jangan rehidrasi intravena kecuali kasus
shock.
WHO beri cairan rehidrasi khusus
ReSoMal
37,5 mmol Na
40 mmol K
3 mmol Mg
UKK Gastrohepatologi IDAI
Melalui oral / selang nasogastrik pelan/lambat
Beri 5 ml/kgBB tiap 30 menit pada 2 jam pertama
Beri 5-10 ml/kgBB/jam pada 4 10 jam berikutnya
Jumlah diberikan tergantung dengan
Keinginan pasien
Jumlah tinja yang keluar saat diare
Apakah pasien muntah?
UKK Gastrohepatologi IDAI
Mencurigai pasien anak terkena HIV jika :
Infeksi berulang
Stomatitis
Parotitis kronis
Limfadenopati general
Hepatomegali tanpa penyebab yang jelas
Adanya demam persisten
Disfungsi neurologis
Herpes zoster
HIV dermatitis

UKK Gastrohepatologi IDAI
Terapi seperti pada pasien diare tanpa HIV
UKK Gastrohepatologi IDAI
Tanda-tanda :
Diare yang sangat sering
Diare berbau asam
Meteorismus
Flatulens
Kolik abdomen
Diaper rash.

UKK Gastrohepatologi IDAI
Pengukuran pH tinja (pH < 6)
Kadar gula dalam tinja tablet clinitest. (Normal tidak
terdapat gula dalam tinja)
Laktosa loading (tolerance) test
Biopsi mukosa usus halus
Test Pernapasan Hidrogen (Hydrogen Breath Test)

UKK Gastrohepatologi IDAI
Beri susu rendah laktosa (Low Lactose Milk,
Almiron) / Susu Free Lactose Milk (susu bebas
laktosa) Selama 2-3 bulan kembali ke susu
biasanya

UKK Gastrohepatologi IDAI
Intoleransi laktosa primer
Susu bebas laktosa
Susu yang telah di fermentasi (yoghurt)
Susu kedelai (soy milk)

UKK Gastrohepatologi IDAI