Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN KASUS

FIBROCYST MAMMAE

DOKTER PEMBIMBING
Dr. H. Tarmizi, Sp.B. FINACS





OLEH
Billie Budi Harjo
Laysia Dora
FIBROCYST MAMMAE

Fibrocyst atau fibrokistik juga
dikenal sebagai mamary displasia. Hampir
sama dengan fibroadenoma, fibrokistik ini
merupakan benjolan non kanker pada
payudara yang sering dialami sebagian
besar wanita. Penyakit ini umumnya terjadi
pada wanita berusia 25-50 tahun.
Tanda-Tanda:

Biasanya multipel: bengkak dan nyeri
tekan pada bilateral payudara menjelang
menstruasi
Teraba massa yang bergerak bebas pada
payudara
Biasanya payudara teraba lebih keras
dan benjolan pada payudara membesar
sesaat sebelum menstruasi.
Keluar cairan dari puting

Penyebab

1. Penyebab utama fibrokistik hingga saat
ini diduga karena siklus hormonal pada
wanita. Wanita dengan siklus hormonal
yang tidak stabil diduga rentan
mengalami fibrokistik.
2. Sering konsumsi lemak dan makanan
berminyak.
3. Kafein.
Diagnosa

1. Didasarkan pada keluhan dan pemeriksaan payudara
secara visual dan manual, meliputi kelenjar limfe
didaerah aksila dan leher bagian bawah.
2. Riwayat Medis secara lengkap dan akurat
3. Mammography ,untuk membedakan apakah benjolan
adalah kista atau bukan, untuk usia >30 tahun
4. Ultrasonografi payudara dilakukan bersama dengan
mamografi yang bisa memberikan bayangan payudara
yang jelas dan mebedakan dengan tegas antara kista
dengan masa yang padat. Pemeriksaan USG
dianjurkan pada wanita usia < 30 tahun.
5. Biopsi payudara dilakukan untuk konfirmasi diagnosa.

Lesi payudara diduga fibrocystic changes jika
pada makroskopisnya tampak benjolan yang padat,
kenyal, berkapsul, tidak melekat kulit/dasar, dan
disertai kista-kista kecil.
fibrocystic Changes ciri mikroskopisnya sediaan dengan
3 struktur:
Cysts: tampak struktur kista kecil yang dilapisi selapis
epitel.
Fibrosis: tampak sel2 fibrosit dengan degenerasi
hyaline.
Adenosis: tampak peningkatan jumlah acini di dalam
tubulus.
Gambaran makroskopis lesi payudara yang
diduga fibrocystic change
Pencegahan :

1. Kenakan bra yang longgar
2. Kurangi lemak.
3. menghindari stres
4. berolahraga secara teratur
5. Makan lebih banyak buah dan sayuran.
6. Mengkonsumsi suplemen anti-oksidan.
7. Hindari alkohol.
8. Hindari xeno-estrogens.
Terpenting : SADARI
Penatalaksanaan
1. Medis
Pemberian obat anti nyeri untuk mengurangi nyeri yang
ringan sampai sedang. Pemberian diuretik serta pembatasan
pemberian cairan dan garam. Di Perancis dicoba pemberian
progesteron untuk kelainan fibrokistik karena dianggap
terdapat ketidakmampuan fungsi corpus luteum sebagai
penyebab nyeri dan timbulnya nodul, tetapi hal ini disangkal
dari penelitian double blind yang menggunakan plasebo dimana
tidak didapatkan perbedaan yang bermakna.

Teori hyperprolaktinemia dan estrogen
overstimulasi menyarankan pemberian bromokriptin dan
danazol. Tetapi penelitian tidak memperlihatkan hasil yang
impresif dan fakta yang ada menunjukkan bahwa lama
pengobatan serta mekanisme kerjanya tidak diketahui.

2. Bedah (mammoplasti)
Penatalaksanaan secara pembedahan
dilakukan bila :

Pengobatan medis tidak memberikan
perbaikan.
Ditemukan pada usia pertengahan sampai
tua.
Nyeri hebat dan berulang.
Kecemasan yang berlebihan dari pasien.

Komplikasi
Kanker payudara

LAPORAN KASUS
I. IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. Kristina
Usia : 38 th
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Kuta Cane
Status : Belum Menikah
Pekerjaan : Wiraswasta ( membuat roti )
Suku : Jawa
Agama : Islam
Pendidikan : SMP
Dikirim oleh : Datang sendiri
Masuk rumah sakit : 4 Juni 2014

II. ANAMNESIS
Keluhan Utama
Benjolan di payudara kiri

Riwayat Penyakit Sekarang
Keluhan sudah dirasakan os sejak 1,5 tahun yang lalu. Namun keluhan
dirasakan os semakin memberat sejak 4 bulan ini. Awalnya os merasa berdenyut pada
payudaranya. Lama- kelamaan timbul benjolan kecil. Namun dibiarkan oleh os. Os
sempat berobat kampong, namun os tidak merasakan adanya perubahan.
Os juga merasakn bahwa benjolan nya semakin lama semakin membesar
dan disertai rasa nyeri. Rasa nyeri dirasakan os menjalar sampai ke punggung. Jika os
banyak bergerak dan melalukan kegiatan, rasa nyeri nya semakin memberat. Os
mengatakan gemar mengkonsumsi mi instan, bakso dan ayam potong. Os juga
mengatakan bahwa ia seorang perokok. Os merokok sejak duduk di bangku SMP.
Keluhan os disertai demam dan nyeri pada punggung Nafsu makan os
dirasakan menurun. Os mengalami menarche pada usia 13 tahun. Tiga tahun yang lalu
os pernah menjalani operasi pengangkatan kista. Sejak itu, menstruasi os tidak teratur.
Os juga belum berkeluarga dan belum memiliki anak.
Riwayat penyakit dahulu :
Os pernah menderita kista

Riwayat habituasi :
-
Riwayat operasi :
Os pernah menjalani operasi pengangkatan kista

Riwayat pengobatan :
Os pernah minum obat-obat tradisional

Riwayat penyakit keluarga :
Kakak os memiliki penyakit yang sama dengan os yaitu benjolan pada
payudara

Riwayat alergi :
Tidak ada alergi makanan dan obat.
III. PEMERIKSAAN FISIK
Kesadaran : compos mentis
Vital sign :
TD : 120 /80 mmHg
Rr : 20 x/menit
Hr : 78 x/menit
T : 37 c
Status Generalis
a. Pemeriksaan kepala
Rambut : warna hitam
Mata : SI -/-, CA +/+, pupil isokor, R.cahaya +/+
Hidung : tidak ada secret, tidak ada deviasi.
Bibir : mukosa bibir basah, sianosis -
Gigi : terdapat ada caries

b. Pemeriksaan leher:
Tidak ada pembesaran KGB, thyroid dan tidak ada peningkatan JVP

c. Pemeriksaan thoraks
a. Paru-paru :
Depan:
Inspeksi : simetris +/+, tidak ada
ketertingaalan nafas,
Tampak massa di mammae sinitra
Palpasi : vokal fremitus normal +/+, tidak ada
krepitasi.
Perkusi : Sonor di seluruh lapang paru.
Auskultasi : vesikuler +/+. Rh -, wh -.

Belakang :
Inspeksi : simetris +/+, tidak ada ketertingaalan nafas.
Palpasi : vokal fremitus normal +/+, tidak teraba massa.
Perkusi : sonor di seluruh lapang paru.
Auskultasi : vesikuler +/+, suara tambahan -/-

b. Jantung :
Inspeksi : ictus cordis tidak tampak.
Palpasi : tidak teraba ictus cordis, massa -
Perkusi : batas jantung : normal, tidak ada pembesaran
Batas jantung kanan : ICS IV linea parasternal dextra
Batas jantung kiri : ICS V linea midclavikularis sinistra
Batas jantung atas : ICS II linea parasternal sinistra
Pinggang jantung : ICS III parasternal sinistra
Auskultasi : BJ I dan II murni regular

d. Pemeriksaan abdomen
Inspeksi : datar
Auskultasi : Bising usus normal, tidak ada bunyi tambahan.
Palpasi : Soepel, tidak teraba massa, defans muscular -,
nyeri tekan-
Perkusi : Tympani seluruh lapang abdomen

e. Pemeriksaan ekstrimitas
Kekuatan otot : 5555
5555
Sensibilitas : dextra dan sinistra tidak ada kelainan
Refleks fisiologis : (+/+)
Refleks patologis : (-/-)
Edema : (-/-)

STATUS LOKALIS :
Pemeriksaan mammae sinistra :
Inspeksi : Tampak massa sebesar telur ayam a/r mammae
sinitra. Tidak tampak benjolan a/r axila sinistra
Palpasi : Teraba massa 5x5cm, terfiksir, konsistensi keras,
permukaan tidak rata, batas tegas a/r mammae sinistra.

IV. RESUME
Terdapat benjolan di payudara kiri sejak 1,5 tahun lalu
sebesar telur ayam, semakin membesar.
Terdapat penurunan berat badan.
Pernah operasi pengangkatan kista 3 tahun yang lalu
Kakak os memiliki penyakit yang sama dengan os

V. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Lab darah :
Hb 14,6 gr/dL
Ht 39,8 %
Leukosit 12.300/mm3
Trombosit 314.000/mm3

Foto rongent thoraks PA
Kesan : cor/ pulmo dalam batas normal


VII. PENATALAKSANAAN
Konservatif
Umum
- Diet biasa
- Edukasi penderita mengenai penyakitnya dan hal-hal yang dapat dilakukan penderita
untuk mendeteksi dini kelainan pada payudara
Khusus
Infus RL 30 gtt
Metronidazole
Ketorolac

Operatif
Biopsy incisi mammae sinistra
Simple mastektomi
Kemoterapi
radioterapi.

VIII. LAPORAN OPERASI
Tindakan : Biopsy incisi
Ditemukan massa cystic dan pecah keluar
cairan berwarna coklat, massa diangkat dan
jaringan di PA

IX. PROGNOSIS
Quo ad vitam : dubia
Quo ad funtional : dubia ad bonam
Quo ad sanationam : dubia ad malam