Anda di halaman 1dari 33

Focus case : Odontektomi gigi 38

TUTORIAL KLINIK
BLOK MANAGEMENT ORAL AND MAXILOFACIAL
SURGERY
Presented by :
Welly Anggarani

Preceptor:
drg. Yayun Siti Rochmah, Sp.BM
Identitas Pasien
Nama : Ny. DL
Umur : 22 tahun
Alamat : semarang
Problem
Pasien mengeluh sakit pada gigi belakang bawah kiri
dan gusinya sering bengkak. Rasa sakit terkadang
timbul disertai sakit pada kepala. Rasa sakit
dirasakan kambuhan sehingga mengganggu aktifitas
pasien terutama saat makan dan bekerja.
Anamnesa
Pasien mengeluh sakit pada gigi belakang bawah kiri
dan gusinya sering bengkak. Rasa sakit yang dirasakan
4 bulan yang lalu. Sakit berdenyut hilang timbul,
terkadang sakitnya dirasakan sampai kepala, sehingga
mengganggu aktifitas pasien saat makan dan bekerja.
Pasien biasanya mengkonsumsi obat pereda nyeri untuk
Mengatasi keluhannya. Pada saat datang, pasien
mengaku keluhan tersebut sudah tidak sehebat 4 bulan
yang lalu.
Riwayat Penyakit Sistemik
Pasien mengaku tdk memiliki riwayat alergi
makanan dan obat
Riwayat penyakit sistemik
Diabetes melitus : d.t.a.k
Darah tinggi : d.t.a.k
Gastrointestinal : memiliki riw. gastritis
Paru-paru : d.t.a.k
dll : d.t.a.k
Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum pasien : Baik
TD : 120/80 mm/hg
BB : 40 kg
TB: 153 cm
Nadi : 80 x/menit
Respiration Rate : 24 x/menit
Pemeriksaan Obyektif
1. Pemeriksaan Ekstra Oral
Inspeksi : d.t.a.k
Palpasi: d.t.a.k
2. Pemeriksaan Intra Oral
gigi 37 terdapat kavitas dengan kedalaman
enamel di oklusal
sondasi (-)
perkusi (-)
palpasi (-)
CE (+)





Gigi 38 impaksi sebagian dengan bucoversi
Sondasi : (-)
Perkusi : (-)
Palpasi : (-)
CE : (+)

Status Kebersihan Mulut
OHI-S : 1,1 (baik)
Gambaran Klinis
Gambaran Radiografis
Hypothesis DD
Gigi 37 : Dx/ karies superfisial kavitas klas I
Gigi 38 : Dx/ impaksi sebagian klas II B
(vertikal) dengan bucoversi


Dont Know

Prosedur odontektomi
Terapi pasca odontektomi

Pre Operatif
1. Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pasien sebelum
melakukan operasi pencabutan wisdom tooth rahang bawah:
(John E Griffin,Jr. DMD, 2004)
2. Pasien perlu menentukan jadwal operasi dengan dokter gigi
terlebihdahulu sebelum melakukan operasi.
3. Pasien dan dokter gigi membahas tentang resiko-resiko yang
dapattimbul akibat operasi sebelum pelaksanaan operasi
dilakukan dan pasien perlu menandatangani informed consent
4. Pasien tidak dianjurkan untuk mengemudi setelah
selesaimenjalankan operasi karena efek samping (rasa sakit) yang
dirasakan post operasi dapat mengganggu konsentrasi pasien
saatmengemudi.
5. Pasien dianjurkan untuk tidur yang cukup pada malam hari
sebelumoperasi.


Komplikasi post odontektomi yang paling sering terjadi adalah
1. Edema sebagai akibat trauma setempat seperti odontektomi
terjadi sebagai tanda proses radang dengan disertai kemerahan
dan rasa sakit. Edema dapat melibatkan jaringan di dalam rongga
mulut dan melibatkan otot-otot pipi dan sekitarnya yang
mengakibatkan pembengkakan pipi. Edema merupakan reaksi
normal jaringan dari cedera pada setiap pencabutan dan
pembedahan gigi.
2. Trismus dapat disebabkan oleh edema pasca bedah. edema
sekitar bekas pembedahan molar ketiga akan meyebabkan
perubahan jaringan sekitarnya dan muskulus pengunyahan
mengalami kontraksi sehingga akan menimbulkan trismus.
3. Paraesthesi sendiri terjadi karena adanya kerusakan nervus.
Nervus yang paling sering cedera selama pencabutan dan
pembedahan gigi adalah n. alveolaris inferior dan n. lingualis
Odontektomi adalah pengambilan gigi dengan
prosedur bedah dengan pengangkatan
mukoperiosteal flap dan membuang tulang
yang ada diatas gigi dan juga tulang disekitar
akar bukal dengan chisel, bur, atau rongeurs.
Klasifikasi gigi Impaksi M3 Mandibular
Pell and Gregory






Klasifikasi Archer, Kruger
a. Mesioangular
b. Distoangular
c. Vertical
d. Horizontal
e. Buccoangular
f. Linguoangular
g. Inverted
Indikasi Pencabutan Gigi Impaksi
1. Pencegahan perkembangan penyakit periodontal
2. Pencegahan karies
3. Pencegahan pericoronitis
4. Pencegahan resorbsi akar gigi yang berdekatan
5. Pencegahan kista odontogenik dan tumor
6. Pencegahan terjadinya nyeri dan ulserasi di bawah
gigi tiruan
7. Untuk merawat nyeri yang tidak diketahui berasal
dari mana
8. Untuk pencehagan fraktur mandibula
9. Untuk perawatan orthodonsia


10.Karies yang telah meluas dan sudah tidak
dapat direstorasi
11.Pengambilan gigi M3 untuk perawatan
pendahulu dari bedah orthognatik
12.Tindakan propilaksis untuk pasien menderita
endokarditis, transplatasi organ

Kontraindikasi
1. Tidak Ada Keluhan
2. Kemungkinan Menyebabkan Gigi Terdekat
Rusak Atau Struktur Penting Lainnya
3. Kondisi Fisik Atau Mental Terganggu
4. Penderita Usia Lanjut.


Armamentarium
Set for surgical tooth extraction:

Local anesthesia Scalpel and blade.
Periosteal elevators. Elevators.
Rongeur forceps. Bone file.
Periapical curette. Bone burs.
Hemostat. Retractors.
Surgical forceps Anatomic forceps.
Scissors. Towel clamps.
Needle holder. Disposable plastic syringe.
Suction tip. Straight handpiece.
Bowl for saline solution. Sutures.
Sterile gauze.
Rencana Odontektomi gigi 38
1. Persiapan armamentarium (alat steril)
2. Asepsis (operator, asisten, dan pasien)
Operator
cuci tangan dengan cairan desinfektan, menggunakan
perlengkapan bedah dengan tepat (gaun, handscon,
masker, topi menutupi rambut, sandal yang bersih)
pasien
memasang duk steril pada pasien
Intra oral menggunakan povidone iodine 2% dengan
gerakkan sentrifugal
Extra oral menggunakan alkohol 70%.
3. Anestesi lokal : Mandibular blok + infiltrasi N. Bucalis dengan
menggunakan Lidocain 2% dengan 1:80.000 epineprin
4. Membuat insisi trapesium untuk pembukaan flap
5. Insisi dimulai dari mesial gigi 38 ke arah mesiobukal
gigi 37, dilanjutkan menelusuri margin gigi 38 ke
arah distobukal. Membuka flap dengan
resparatorium (bagian cekung menghadap tulang)
5. Retraksi gingiva dengan resparatorium
6. Mengurangi tulang bagian bukal dan distal
gigi 38 dengan round bur (low speed) + irigasi
larutan salin, sampai dengan CEJ gigi 38
terlihat
7. Pengambilan dengan Forcep

8. Apabila ternyata tidak dapat dilakukan
menggunakan forceps maka dilakukan
metode split pada gigi 38 dengan cara
membelah mahkota bagian mesial , dan
mengambil mahkota bagian mesial
9. Dengan menggunakan elevator sisi distal
diputar dan diungkit ke arah mesial
11. Kuretase soket
12. Menghaluskan tulang yang tajam dengan bone file
13. Irigasi dengan campuran larutan salin dan povidone
iodine
14. Suturing bagian tengah regio 38 terlebih dahulu
kemudian yang lain mengikuti

Instruksi post-op
1. Minum obat yang telah diresepkan
2. Perdarahan ringan biasa terjadi 24 jam pertama
paling baik dikontrol dengan penekanan dengan kasa
3. Pembengkakan 3-4 hari merupakan reaksi normal dari
tubuh untuk penyembuhan
4. Hindari makan makanan keras dan makan satu sisi
dahulu
5. Jangan menghisap-isap daerah luka
6. Hindari bekas pencabutan dari rangsang panas
7. Istirahat cukup 48 jam pertama
Pemberian obat
R/ Amoxicillin tab 500 mg No. XV
S.3.d.d. Tab. 1
R/ Kalium diklofenak tab 50 mg No. X
S.3.d.d. Tab 1
Apabila prosedur odontektomi lama, dapat
Diberikan :
R/ Amoxicillin tab 500 mg No. XV
S.3.d.d. Tab. 1
R/ Metilprednisolone tab 4 mg No. VI
S.2.d.d. Tab 1
R/ Asam mefenamat tab. 500 mg No.X
S 3.d.d tab I.p.r.n

T e r i m
a
K
a
s
i H