Anda di halaman 1dari 37

Status Penderita

Identitas pasien
Nama : An. Maulana
Umur : 16 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Pekerjaan : Pelajar

Anamnesis
Anamnesis secara : Autoanamnesis pada tanggal 4
Juni2014 pada pasien dan alloanamnesis pada
catatan medik.
Keluhan : Mata kiri terasa mengganjal
Keluhan Tambahan : muncul bercak putih pada
bagian hitam mata, nyeri, mata merah, penglihatan
menurun

Riwayat penyakit Sekarang:
Pasien datang ke Poliklinik Mata RSUD Kudus
dengan keluhan mata kiri terasa mengganjal 5 hari smrs.
Mata kiri terasa mengganjal dirasakan terus-menerus
sehingga mengganggu aktifitas.
Awalnya pasien mengaku kelilipan kerikil di mata
sebelah kiri setelah berenang di sungai kemudian matanya
dikucek karena karena terasa mengganjal. Namun setelah
dikucek pasien masih merasa ada yang mengganjal dan
semakin terasa nyeri dan menjadi merah. Pasien
mengeluh pada pagi harinya timbul bercak putih pada
bagian hitam mata dan merasa silau jika melihat sinar
matahari. Pasien segera dibawa ke klinik terdekat dan
diberikan obat tetes mata. Tetapi keluhan tidak membaik,
mata semakin merah, nyeri dan penglihatan pasien
menurun kemudian pasien segera dibawa ke Poliklinik
Mata RSUD Kudus.
Keluhan penglihatan mata kiri terasa mengganjal
tidak disertai dengan gatal, tidak ada pusing maupun mual.

Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat trauma (+)
Riwayat keluhan yang sama (-)
Riwayat infeksi pada mata (-)
Riwayat penggunaan obat tetes mata jangka
panjang (-)
Riwayat kacamata (-)
Riwayat alergi (-)

Riwayat penyakit keluarga
Keluarga pasien tidak ada yang menderita penyakit
serupa
Riwayat alergi (-)

PEMERIKSAAN FISIK

STATUS GENERALIS
Tekanan Darah : 110/ 70 mmHg
Nadi : 84 x / menit
Laju Nafas : 20 x / menit
Suhu : afebris
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Compos mentis
Status Gizi : Baik

STATUS OPTHALMOLOGI

Infiltrat berwarna putih
abu-abu pada kornea
Injeksi Konjungtiva
OCULI DEXTRA(OD) PEMERIKSAAN OCULI SINISTRA(OS)
6/60 Visus 2,5/60
Tidak dikoreksi Koreksi Tidak dikoreksi
Baik Proyeksi sinar Baik
Gerak bola mata normal
Enoftalmus (-)
Eksoftalmus (-)
Strabismus (-)
Bulbus okuli Gerak bola mata normal,
Enoftalmus (-),
Eksoftalmus (-),
Strabismus (-)
Edema (-)
Hiperemis(-)
Nyeri tekan (-)
Blefarospasme (-)
Lagoftalmus (-)
Ektropion (-)
Entropion (-)
Palpebra Edema (-)
Hiperemis(-)
Nyeri tekan (-)
Blefarospasme (-)
Lagoftalmus (-)
Ektropion (-)
Entropion (-)
OCULI DEXTRA(OD) PEMERIKSAAN OCULI SINISTRA(OS)
Edema (-)
Injeksi konjungtiva (-)
Injeksi siliar (-)
Infiltrat (-)
Hiperemis (-)
Konjungtiva Edema (-),
Injeksi konjungtiva
(+)
Injeksi siliar (-)
Infiltrat (-)
Hiperemis (-)
Putih Sklera Putih
Oedem (-), Infiltrat (-)
Sikatriks (-)
Kornea Oedem (-),
Infiltrat (+)
Sikatriks (-)
Jernih
Kedalaman cukup
Hipopion (-)
Hifema (-)
Camera Oculi
Anterior
(COA)
Jernih
Kedalaman cukup
Hipopion (-)
Hifema (-)
OCULI DEXTRA(OD) PEMERIKSAAN OCULI SINISTRA(OS)
Kripta(-), Edema(-),
Synekia (-)
Iris Kripta(-), Edema(-),
Synekia (-)
Bulat, diameter 3mm,
letak sentral, refleks pupil
L/TL (+/+)
Pupil Bulat, diameter 3mm,
letak sentral, refleks pupil
L/TL (+/+)
Jernih Lensa Jernih
Jernih Vitreous Jernih
Pendarahan (-),
Neovaskularisasi (-),
Ablasio (-), Eksudat (-),
Sikatriks (-)
Retina Pendarahan (-),
Neovaskularisasi (-),
Ablasio (-), Eksudat (-),
Sikatriks (-)
Positif (+) Fundus Refleks Positif (+)
Tidak dilakukan TIO Tidak dilakukan
Epifora (-)
Lakrimasi(-)
Sistem Lakrimasi Epifora (-)
Lakrimasi(-)
RESUME

SUBJEKTIF
Pasien datang ke Poliklinik Mata RSUD Kudus
dengan keluhan mata kiri terasa mengganjal 5 hari
smrs. Mata kiri terasa mengganjal dirasakan terus-
menerus sehingga mengganggu aktifitas. Awalnya
pasien mengaku kelilipan kerikil di mata sebelah kiri
setelah berenang di sungai kemudian matanya
dikucek karena karena terasa mengganjal. Pasien
mengeluh pada pagi harinya timbul bercak putih pada
bagian hitam mata dan merasa silau jika melihat sinar
matahari. Pasien segera dibawa ke klinik terdekat dan
diberikan obat tetes mata. Tetapi keluhan tidak
membaik, mata semakin merah, nyeri dan
penglihatan pasien menurun kemudian pasien segera
dibawa ke Poliklinik Mata RSUD Kudus.
Keluhan penglihatan mata kiri terasa mengganjal
tidak disertai dengan gatal, tidak ada pusing maupun
mual.

Objective

OD OS
6/60 Visus 2,5/60
Edema (-)
Injeksi konjungtiva (-)
Injeksi siliar (-)
Infiltrat (-)
Hiperemis (-)
Konjungtiva Edema (-),
Injeksi konjungtiva
(+)
Injeksi siliar (-)
Infiltrat (-)
Hiperemis (-)
Oedem (-), Infiltrat (-)
Sikatriks (-)
Kornea Oedem (-), Infiltrat (+)
Sikatriks (-)
. DIFFERENTIAL DIAGNOSIS
OS Ulkus Kornea ec bakteri
OS Ulkus Kornea ec jamur
OS Ulkus Kornea ec viral

DIAGNOSIS KERJA
OS Ulkus Kornea ec bakteri

DASAR DIAGNOSA

Pada anamnesis
Pasien umur 16 tahun, mengeluh penglihatan mata
kiri terasa mengganjal, timbul bercak putih pada
bagian hitam mata, nyeri, silau jika melihat sinar
matahari disertai penurunan penglihatan. Terdapat
riwayat kelilipan kerikil dan riwayat berenang di
sungai.
Pada pemeriksaan fisik mata,
visus 2,5/60, injeksi konjungtiva (+), Infiltrat (+)
berwarna putih abu-abu
TERAPI

Medikamentosa:
Glaucon (acetazolamid 250 mg)
1 x 1 tablet
Levocin (Levofloxacin 5 mg)
4 x 2 tetes OS

PROGNOSIS
OKULI DEKSTRA
(OD)
OKULI
SINISTRA(OS)
Quo Ad Visam Ad bonam Ad bonam
Quo Ad Sanam Ad bonam Dubia ad bonam
Quo Ad Kosmetikam Ad bonam Dubia ad bonam
Quo Ad functionam

Ad bonam Dubia ad bonam
USUL & SARAN
Usul
Dilakukan pewarnaan fluoresein untuk melihat
defek epitel kornea
Pasien diusulkan melakukan pemeriksaan kultur
untuk mengetahui agen penyebab timbulnya ulkus
agar dapat dilakukan pengobatan yang tepat
Saran
Dianjurkan untuk memakai pelindung mata
Jaga higiene dan sanitasi mata.
Kontrol berobat secara rutin, dan gunakan obat
sesuai dengan anjuran

TERIMAKASIH
TINJAUAN PUSTAKA

DEFINISI

Ulkus kornea merupakan hilangnya sebagian
permukaan kornea akibat kematian jaringan
kornea
Fungsi dari kornea media refrakta dan sebagai
bagian mata dengan pembiasan sinar terkuat. 40
dioptri dari 50 dioptri pembiasan sinar yang
masuk dibiaskan oleh kornea



ANATOMI DAN FISIOLOGI
KORNEA

KLASIFIKASI

Berdasarkan tingkat kedalamannya :
Ulkus kornea nonperforata
Ulkus kornea perforata

Berdasakan letak ulkus :
Ulkus kornea sentral
Ulkus kornea marginal/perifer

FAKTOR RISIKO

Blefaritis
Infeksi pada organ asesoria bulbi (seperti infeksi
pada aparatus lakrimalis)
Perubahan pada barrier epitel kornea (seperti dry
eyes syndrom)
Pemakaian contact lens
Lagoftalmos
Gangguan Neuroparalitik
Trauma
Pemakaian imunosupresan topikal maupun
sistemik

ETIOLOGI

Diplokok pneumonia
Streptokok hemolotikus
Pseudomonas aerogenosa
Moraxella liquefaciens
Klebsiela pneumoniae

Virus
Herpes simpleks
Herpes zoster
Adenovirus

Jamur
Candida,
Aspergilin
nocardia
Alergi
Alergi terhadap stafilokokus
Terhadap tuberkulo protein
Toksinyang tak diketahui penyebab tepanya
Defisiensi Vitamin
Avitaminosis A
Idiopatik
Ulkus Moorens

GEJALA DAN TANDA

Kekeruhan berwarna putih pada kornea dengan defek
epitel yang bila diberi pewarnaan fluoresin akan
berwarna hijau
Dapat disertai gejala dari reaksi uvea seperti asanya
flare, hipopion, hifema dan sinekian posterior
Pada ulkus karena bakteri kokus gram positif, stafilokokus, dan
streptokokus alan memberikan gambran ulkus yang terbatas,
bentuk bulat atau lonjong berwarna putih abu-abu pada ulkus
yang supuratif

Bila ulkus disebabkan pseudomonas, maka ulkus akan
terlihat melebar dengan cepat, bahan purulen berwarna
kuning hijau terlihat melekat di permukaan ulkus.
Bila ulkus disebabkan jamur maka infiltrat akan berwarna
abu-abu dikelilingi infiltrat halus di sekitarnya (fenomena
satelit)
Bila ulkus disebabkan oleh virus herpes simplek, lesi
yang paling khas adalah ulkus dendritik, yang memiliki
pola percabangan linier dengan tepian kabur

DIAGNOSIS
Dari anamnesis biasanya didapatkan gejala
seperti
mata merah yang sakit injeksi perikorneal
fotofobia
Blefarospasme > Karena rasa sakit yg diperhebat
oleh gesekan palpebra superior
penglihatan menurun karena kornea keruh akibat
infiltrasi sel radang dan mengganggu penglihatan
apabila terletak di sentral
Ngganjel/terasa ada benda asing di kornea
banyak saraf sensibel
kadang kotor
Nrocos > rangsang nyeri sehingga reflek air mata
meningkat.

Pemeriksaan Objektif

Pemeriksaan dengan Slit Lamp
Tes Placido
Tes Fluoresin
Tes Fistel / Siedel Test
Pemeriksaan visus
Bakteriologik, dari usapan pada ulkus kornea

PENATALAKSANAAN

Tidak boleh dibebat, karena akan menaikkan
suhu sehingga akan berfungsi sebagai inkubator
kuman
Sekret yang terbentuk dibersihkan 4 kali sehari
Diperhatikan terjadinya glaukoma sekunder
Debridement sangat membantu penyembuhan
Diberi antibiotika sesuai dengan kausa. Biasanya
diberikan lokal, kesuali keadaan berat
Pengobatan dihentikan bila sudah terjadi
epiteliasasi dan mata terlihat tenang kecuali bila
penyebabnya pseudomonas yang memerlukan
pengobatan ditambah 1-2 minggu

KOMPLIKASI

Kebutaan parsial atau komplit dalam waktu sangat
singkat
Kornea perforasi dapat berlanjut menjadi
endoptalmitis dan panopthalmitis
Prolaps iris
Sikatrik kornea
Katarak
Glaukoma sekunder


Komplikasi Ulkus non perforata
jika sembuh dapat menjadi
nebula, makula atau leukoma

Nebula :
Makula :
Leukoma :