Anda di halaman 1dari 37

Trematoda Darah

Oktaviana Putri A.102.09.037


Wulan Nur R A.102.09.065
Zerlinda Anita A.102.09.070

Ciri Umum Trematoda darah
Cacing dewasa memiliki kelamin
terpisah (non hemafrodit).
Saluran pencernaan caecum bersatu
bagian posterior.
Cacing jantan dewasanya memiliki
saluran genitalia memanjang berlekuk-
lekuk, yang merupakan tempat kontak
dengan cacing betina pada saat
kopulasi.
Telur tidak beroperkulum, menetas
saat kontak dengan air.
Bentuk infektifnya cercaria.

Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Platyhelminthes
Kelas : Trematoda
Subkelas : Digenea
Ordo : Strigeidida
Family : Schistosomatidae
Genus : Schistosoma
Species : Schistosoma haematobium
Schistosoma japonicum
Schistosoma mansoni
Schistosoma intercalatum
Schistosoma mekongi


Distribusi Geografis

Hospes Definitif
Manusia, kucing, anjing
Hospes Reservoir
tikus sawah, sapi, babi.
Hospes Perantara
Keong (Oncomelania sp.)
Habitat
vena mesenterica superior.
Schistosoma japonicum

Hospes Perantara Schistosoma japonicum
Oncomelania sp

ovarium
testis
Alat hisap
ventral
Canalis gynecophorus

Ukuran: 70-100 x 50-65 m.
Isi : Embrio
Bentuk bulat dan lateral besar
Terdapat duri rudimeter

Morfologi Telur dan Cercaria
Bercabang ekornya
Siklus Hidup
Patologi dan Gejala klinis
Penyakit :
Oriental schistosomiasis.
Skistosomiasis japonika.
Penyakit Katayama atau penyakit demam keong.
Organ yang paling serius diserang
saluran pencernaan makanan dan hati.
Penyakit ini memperlihatkan tiga stadium,
yaitu:
Stadium inkubasi
Stadium peletakkan telur dan ekstrusi
Stadium proliferasi jaringan dan perbaikan
Patologi dan Gejala Klinis
Stadium inkubasi (4 - 7minggu)
Penyebab : serkaria penetrasi dikulit
Gejala
Gatal-gatal (urtikaria)
Gejala intoksikasi : demam hepatomegali dan
eosinofilia tinggi
Stadium II :
Katayama Sindrom



Penyebab : Cacing mengeluarkan telur yang
migrasi ke vena mesentarica dan tertimbun
(1-8 bulan)
Stadium II
Pseudo abses



Stadium III :
disekitar telur terbentuk pseudo abses dan
pseudo tubercle
Kemudian terjadi fibrosis
Pada hepar fibrosis menyebabkan sirosis
hepatis
Disekitar telur
Patologi dan Gejala Klinis
Penyebab : Telur porta dan masuk ke jaringan
hepar
Swimmer Itch
Schistosomiasis
Diagnosis
Menemukan telur dalam tinja.
Reaksi serologi

a
Schistosoma mansoni
Hospes Definitif
Manusia dan kera
Hospes Perantara
Keong air (Genus Biomphalaria).
Habitat
vena mesentrica inferior.
Hospes Perantara Schistosoma mansoni
Biomphalaria sp
ovarium
testis
Alat hisap
ventral
Canalis gynecophorus
Morfologi Telur dan Cercaria
Ukuran : 140 180 x 45 70 mikron
Bentuk oval dan lateral lebar
Terdapat duri lateral
Ekore bercabang

Patologi

Penyakit :
- Skistomiasis usus.
- Skistomiasis mansoni
Organ yang lebih serius
diserang kolon dan rectum,
akan tetapi pada hati juga
akan terjadi proses
patologis terutama fibriosis
hati.
Diagnosis

Menemukan Telur dalam
Tinja.
Test serologis

Schistosoma haematobium
Hospes Definitif
Manusia dan kera
Hospes Perantara
Keong air (Genus Bulinus atau
Biomphalaria).
Habitat
vena vesikalis dan pelvis.
Hospes Perantara Schistosoma haematobium
Bulinus sp
Morfologi Telur dan Cercaria

Ukuran 112 170 x 40 70 mikron
Bentuk anterior tumpul dan lateral sempit
Terdapat duri terminal
Bercabang Ekornya

testis
Alat hisap
oral

ovarium
Daur S. haematobium
Patologi dan gejala klinis
Penyakit : Skistosmiasis vesika urinaria, hematuri
skistosoma, bilharziasis urinarius.
Efek S.haematobium terdiri atas:
Reaksi lokal terhadap metabolit cacing yang sedang
tumbuh dan matang,
Trauma dengan perdarahan akibat telur keluar dari
venule,
Pembentukkan pseudoabses dan psudotuberkel
mengelilingi telur terbatas pada jaringan perivaskular
Obstruktif uropati.
Diagnosis spesifik hanya dapat dibuat :
Setelah telur dilepaskan ke dalam lumen
vesica urinaria dan muncul dalam urine.
Dari bahan aspirasi atau biopsi yang diperoleh
melalui cytoscope dan diperiksa secara
mikroskopik terhadap adanya telur.
Bagaimana sih cara pencegahannya ??

Persediaan air minum, air untuk mandi dan mencuci
pakaian hendaknya diambil dari sumber yang bebas
serkaria atau air yang sudah diberi obat untuk
membunuh serkariannya.
Memperbaiki cara-cara irigasi dan pertanian,
Memberantas tempat perindukan keong dengan
moluskisida
Obati penderita di daerah endemis dengan
praziquantel untuk mencegah penyakit berlanjut dan
mengurangi penularan dengan mengurangi pelepasan
telur oleh cacing.
Perbedaan Cacing dewasa
Cacing Jantan S. haematobium S. mansoni S. japonicum
Ukuran 10-15 x 1 mm 10 x 1 mm 12-20 x 0.5 mm
Kutikula Tuberkula halus Tuberkula kasar Tidak bertuberkel
Testis 4-5, berkelompok 8-9, deret zig-zag 6-7, berderet
Cacing Betina S. haematobium S. mansoni S. japonicum
Ukuran 20 X 0.25 mm 14 x 0.25 mm 26 x 0.3 mm.
Ovarium
Posterior
pertengahan
badan
Anterior
pertengahan
badan
Pertengahan
badan
Telur dalam uterus 20-30 butir 1-3 butir 50 butir atau lebih
Sekum yang menyatu
Pendek
(menyatu di
posterior perte-
ngahan badan)
Terpanjang
(menyatu di
anterior perte-
ngahan badan)
Panjang
(menyatu di
pertengahan badan)
Perbedaan Telur Schistosoma sp.
Schistosoma mansoni
Schistosoma
haematobium
Schistosoma japonicum
Daftar Pustaka
Gandausaha,dkk. 1998. Parasitologi Kedokteran.
Jakarta. FKUI
Natdisastra,dkk.2009. Parasitologi Kedokteran ditinjau
dari organ tubuh yang diserang. Jakarta : EGC
http://www.who.int/ith/en/
http://www.4shared.com/all-
images/0og6_N2Z/_online.html?locale=pl
http://www.intechopen.com/books/parasitic-diseases-
schistosomiasis/tegument-of-schistosoma-mansoni-as-
a-therapeutic-target
Soejoto,dkk. 1996.Parasitologi Medik.