Anda di halaman 1dari 47

Pemeriksaan Fisik

Anak
Dr. Lilia Dewiyanti, SpA, MSi.Med.
PEMERIKSAAN FISIK PADA ANAK
Cara memeriksa sesuai umur anak :
1-3 thn : diperiksa dalam pelukan ibu
< 6 bulan : diperiksa diatas meja pemeriksaan
Suara tenang, sikap sabar, penuh perhatian
Perlu memberitahu penderita, bila pemeriksaan
sedikit nyeri, tapi akan dikerjakan secepatnya
Sistematis
PENGUKURAN BERAT BADAN
Anak ditimbang secara teratur :
0 - 6 bulan tiap bulan
6 12 bulan tiap 2-3 bulan
1 4 tahun tiap 6 bulan, selanjutnya setahun sekali
Penurunan berat badan kronik :
Diare, pemberian makanan tidak cukup, kelainan
pencernaan, retardasi mental, kelainan ginjal
kelainan jantung dll
Kenaikan berat badan yang cepat :
Hidrasi berlebih atau badan bengkak, makan terlalu
banyak
PENGUKURAN TINGGI BADAN
Bayi: tidur telentang
Anak besar: berdiri
Badan pendek luar biasa (dwarfism) penyakit menahun
yang mempengaruhi absorbsi / penggunaan makanan:
malnutrisi energi protein (MEP) penyakit jantung
kelainan mental penyakit hati
alergi makanan fibrosis pankreas
penyakit ginjal kelainan
pencernaan
- Badan yang tinggi luar biasa (gigantism) jarang ditemukan
PENGUKURAN SUHU TUBUH

Umumnya pengkuran suhu tubuh anak: rektal
>6 thn: oral
Bila perlu: aksiler selama 3 menit
Suhu aksiler 0,5C lebih rendah daripada suhu rektal
Panas timbul akibat hasil metabolisme yang tinggi: olah
raga, banyak bermain, takut, sesudah makan
Umumnya panas disebabkan oleh infeksi, dehidrasi,
kerusakan otak (perdarahan otak, tumor otak)
Hipotermia umumnya disebabkan oleh kedinginan dan
renjatan
TEKANAN DARAH
Anak harus tenang dan tidak menangis
Besar manset - 2/3 panjang lengan atas :
Manset terlalu besar angka terlalu rendah
Manset terlalu kecil angka terlalu tinggi
TD waktu lahir sistolik : 60-90 mmHg
diastolik : 20-60 mmHg
Keduanya naik 2-3 mmHg tiap tahun dan sesudah
pubertas mencapai TD orang dewasa

PEMERIKSAAN KEADAAN UMUM
Anak harus telanjang periksa seluruh tubuh
KU? anak tampak sakit, kesadaran, keadaan gizi ??
Tangis keras : kesakitan / ketakutan ?? menunjukkan anak
tidak lemah
Tangis lemah : anak lemah, debil atau sakit keras
Tangis menjerit dengan nada tinggi : adanya tekanan
intrakranial meninggi atau kelainan susunan saraf pusat
Anak diam saja, tidak banyak bergerak dan melihat saja
kesatu jurusan : mungkin sakit keras
Anak sakit keras : kulit dan lidah kering, mata cekung,
tangis lemah atau anak diam saja
Sesak/dispnea : napas cuping hidung dan cara tidurnya
Perhatikan keadaan gizi : malnutrisi atau obesitas
KULIT
Perhatikan warna (sianosis, ikterus, pucat, eritema),
edema, tanda-tanda perdarahan, luka parut (sikatriks),
hemangioma, nevus (andeng-andeng), pigmentasi,
pertumbuhan rambut
1. Turgor berkurang pada kulit perut dan betis: dehidrasi
2. Telapak tangan dan kaki sering agak biru dan dingin
3. Pitting edema dilakukan penekanan agak lama diatas
tulang kering
4. Mongolian spots (daerah biru hitam di punggung
bawah/pantat)
5. Ikterus mudah terlihat pada mata, kulit dan selaput
lendir mulut di bawah sinar matahari (kadar bilirubin
neonatus >5 mg % dan pada anak >2 mg %)
6. Karotenemia warna kulit kuning-oranye: telapak tangan
dan kaki
KEPALA
Perhatikan: besar, bentuk, lingkar kepala,
asimetri, pembuluh darah yang melebar, rambut
(warna, distribusi)
1. Kepala di ukur pada lingkaran paling besar,
yaitu melalui dahi dan daerah paling menonjol
dari oksipitalis posterior
2. Sedikit denyutan pada UUB mungkin
ditemukan pada anak normal
3. Tanda Mac Ewen (cracked pot sound) dapat
ditemukan selama UUB terbuka

MUKA
Perhatikan: simetri, paralisis, jarak antara
hidung dan mulut, besarnya mandibula,
pembengkakan, hipertelorisme, tanda
Chovstek, perasaan nyeri didaerah sinus



MATA
Perhatikan : fotofobia, ketajaman melihat, nistagmus,
strabismus, eksoftalmus, endoftalmus, kelenjar lakrimalis,
konjungtiva, kornea (kekeruhan, besarnya pupil dan
reaksinya), katarak,
1. Strabismus ringan sampai bayi umur 6 bulan
2. Pemeriksaan fundus okuli sebaiknya merupakan
bagian pemeriksaan fisis yang lengkap pada setiap
anak. Mungkin perlu melakukan dilatasi pupil untuk
mendapatkan pemeriksaan yang baik
3. Kadang-kadang satu pupil lebih besar daripada yang
lain. Hal ini hanya terlihat pada sinar yang terang
sekali atau sinar yang redup


HIDUNG
- Bentuk luar
- Napas cuping
- Mukosa(radang/pucat/bengkak)
- Sekresi (purulen, berdarah atau cair)
- keadaan septum
- Perkusi atas sinus
MULUT
Bibir (warna, simetri)
Asimetri mulut paralisis syaraf
Sianosis kelainan jantung bawaan, anoksia,
keracunan, methemoglobinemia.
Sukar membuka mulut: tetanus (trismus), tetani, infeksi
jaringan sekitar mulut.
Gigi: jumlah, letak, maloklusi, tumbuh terlambat
Mukosa mulut: warna, radang, bengkak
Hipertrofi mukosa: bernapas dengan mulut, pemakaian
dilantin lama, kekurangan vitamin.
Bercak koplik: permulaan morbili
Lidah
Kering: dehidrasi
Kotor: tertutup selaput putih kotor pada anak bernafas
melalui mulut.
Tidak banyak bergerak: sakit berat
Tremor halus dan tidak bergerak: anak sakit berat
Tremor kasar: cerebral palsy
LIdah merah dan nyeri: defisiensi niasin, anemia
berat.
Lingual geografika: suhu tinggi, atau alergi
Lidah besar: gejala dini hipotiroidisme, limfangioma,
hemangioma
Palatum:
Warna
Terbelah atau tidak
Perforasi atau tidak
Perforasi palatum: lues kongenital (>2 tahun)
TENGGOROK
Pada akhir pemeriksaan fisik anak
Nyeri: laringitis, abses, difteria
Epiglotis radang/bengkak (laringo-trakeobronkitis), pucat dan
bengkak (virus, alergi)
Uvula panjang: kongenital muntah
Tonsil: besar, warna, peradangan, eksudat, kripta
Tonsil: anak > dewasa
Abses peritonsiler: tonsil terdorong ke depan atau belakang, uvula
ke sisi sehat.
Suara serak/stridor:penyempitan jln napas.
Neonatus: hipokalsemia, kelainan kongenital laring, kerusakan
saraf.
Bayi: hipotiroidisme, laringitis
Anak besar: banyak teriak, poliomielitis, tetanus, abses, benda
asing
LEHER
Bayi: leher tampak pendek, tampak panjang: umur 3-4
tahun. Leher pendek: kretinisme
Webbing leher: kelainan gonad
Pembengkakan bagian bawah: hematoma otot leher
tortikolis
Letak trachea normal: agak kekanan dari garis tengah
Tiroid: menelan bergerak keatas
Pembesaran tiroid --> hipertrofi, disertai nyeri : tiroiditis
Pembesaran vena atau pulsasi abnormal karena
tekanan vena yang meninggi pada kelainan jantung
Kaku kuduk: gejala meningitis, tetanus, keracunan timah
hitam
Opistotonus terdapat pada penyakit diatas dengan lebih
berat, cerebral palsy, kern ikterus
KELENJAR LIMFE
Lokalisasi, besarnya, dapat digerakkan atau tidak
Kelenjar yang perlu diraba : didaerah submaksila,
belakang telinga, dileher, diketiak, ari-ari, dibawah
lidah dan sub-oksipital
Diameter kelenjar sampai 3 mm masih normal
Didaerah leher dan ari-ari diameter kelenjar sampai 1
cm masih normal sampai umur 12 tahun
Tidak adanya kelenjar limfe agamaglobulinemia
Pembesaran limfe terdapat lebih banyak pada anak
daripada dewasa
TELINGA
Daun telinga terdorong ke depan bila ada
pembengkakan di belakang: mastoiditis, selulitis,
parotitis, abses lain.
Warna dan bau sekresi telinga.
Sekret hijau bau busuk: Bacillus pyocyaneus.
Seket purulen: Pneumococcus, M. TBC, jamur.
Sekret berdarah: garukan, terluka liang telinga, fraktur basis
kranii
Radang telinga luar: Liang telinga bengkak
Radang telinga tengah: merah, pendengaran kurang
Mastoiditis: ketok tulang belakang daun telinga nyeri
dan fluktuasi
Uji pendengaran: suara keras di telinga anak: perhatikan
gerak mata (bayi), anak besar: suara berbisik jarak 2-3m
PEMERIKSAAN THORAKS
Inspeksi
Umur < 2 tahun: lingkaran dada < lingkaran kepala
Umur > 2 tahun: lingkaran dada > lingkaran kepala
Jika terdapat disproporsi pertumb kepala abnormal.
Bayi: bentuk dada hampir bulat, dada membesar dalam diameter
transversal.
Prematuritas: iga- iga masih tipis. Inspirasi mungkin sela iga ikut
tertarik ke dalam
Macam bentuk thoraks
Funnel chest : sternum bagian bawah masuk ke dalam
Pigeon chest : sternum menonjol keluar
Barrel chest : dada bulat (emfisematus)

Perhatikan selanjutnya adanya:
Pembengkakan pada pertemuan tulang rawan dan
tulang iga yang dinamai tasbeh (rosary)
Gerakan berkurang pada dada: pneumonia, hidro/
pneumo thoraks, atelektasis, sumbatan bd asing
Retraksi suprasternal, intercostal, infrasternal: stridor
kongenital, difteria, bronkiolitis, peritonitis, paralisis
diafragma
Buah dada: Neonatus membesar dlm 1-2 bln; anak :
10-14 tahun; tidak tumbuh (kelainan hormon, KEP)
Asimetri, precordial bulging kelainan jantung

Pernapasan
Perhatikan: frekuensi, kedalaman, simetri
Neonatus: pernapasan abdominal; anak kostoabdominal
Frekuensi napas dapat dipercaya: saat tidur.
Jenis pernapasan:
Cheyne stokes: napas dalam, cepat, diselingi lambat dan
dangkal kadang sama sekali tak napas. Normal pada neonatus,
prematur menghilang sesudah umur 4 minggu. Patologis: TIK
meningkat, tumor serebrum, meningitis, penyakit ginjal, penyakit
jantung lanjut, intoksikasi
Kusmaul: napas dalam, cepat. Pada asidosis, penyakit SSP
Biot: napas tidak teratur, kadang lambat, kadang cepat, kadang
dalam dan dangkal diselingi apneu. (Penyakit SSP: ensefalitis,
poliomielitis bulbaris)


Palpasi
Telapak tangan diletakkan datar pada dada dan
meraba dengan telapak tangan dan ujung-ujung jari.
Cara ini menentukan:
Simetri/asimetri toraks atau kelainan tasbeh
(rosary) pada rakitis, bagian yang nyeri atau
benjolan, kelenjar limfe (aksila, fosa
supraklavikula, fosa infraklavikula)
Fremitus suara meninggi: obstruksi jalan napas,
atelektasis, pleuritis, tumor
Sela iga: ada retraksi atau tidak.
Jika getaran pernapasan bertambah.
Jika getaran paralisis otot dada
Perkusi
Perkusi langsung (satu jari) dan tak langsung (dua jari)
Paru depan: batas jantung-paru dengan hati:sela iga VI
Paru belakang: batas diafragma setinggi iga VIII-IX.
Perkusi normal: sonor
Redup: diatas skapula, diafragma, hepar, jantung.
Perkusi abnormal:
Hipersonor/timpani:jika udara paru/pleura bertambah:
emfisema paru, pneumotoraks
Redup/pekak: konsolidasi jaringan paru (pneumonia
lobaris, atelektasis, tumor) cairan dalam rongga
pleura.
Auskultasi
Perhatikan bunyi pernapasan dan bunyi tambahan
Bunyi pernapasan:
Vesikuler (bunyi normal): suara inspirasi lebih keras dan panjang
daripada ekspirasi
Vesikuler melemah
Vesikuler mengeras
Bronkial : inspirasi keras disusul oleh ekspirasi yang lebih keras
dan lebih panjang.
Amforik:menyerupai bunyi tiupan diatas leher botol kosong
Bunyi Tambahan
Ronki basah: cairan dalam jalan napas dilalui udara getaran.
Dibagi: ronki basah halus/sedang/kasar, nyaring/tidak nyaring.
Ronki kering: penyempitan jalan napas karena lendir kering dan
kental atau spasme otot
Friksi pleura: karena kedua pleura saling bergerak dgn fibrin
ditengahnya
Bronkofoni:hantaran suara dan perkataan jelas sekali

Ekstremitas
Kelainan bawaan: amelia, webbing, polidaktili,
panjang+bentuk
Pendek (kelainan kongenital, kelainan epifisis,
poliomielitis, cebral palsy); panjang (kongenital,
hemangioma, limfangioma, neurofibromatosis); besar
(limfedema, kelainan ovarium, sindrom Turner)
Clubbing jari penyakit paru, jantung bawaan, hati
Bengkak: Infeksi: kemerahan, perdarahan periosteum,
penebalan kortikal, kalsifikas, tulang patah
Genu varum:anggota bawah bentuk huruf O
Genu valgum: anggota bawah bentuk huruf X
Perhatikan jalan dan berdiri anak (keseimbangan
dipengaruhi otak kecil, syaraf keseimbangan, otot-otot,
tulang, persendian
Ataksia: tumor, dilantin, fenobarbital, antihistamin,
streptomisin
Tulang punggung
Bayi diperiksa berbaring/elungkup; anak besar:
duduk/berdiri
Rambut di garis tengah mungkin spina bifida
Benjolan yang nyeri dan tidak berhubungan dengan
saluran medula spinalis: infeksi (spondilitis TB)
Kaku: infeksi SSP, tetanus, osteomilelitis, peritonitis
Lordosis berlebihan: hipovitaminosis D, distrofi
muskulorum, kelemahan dinding perut pada poliomielitis
Kifosis: spondilitis TB
Skoliosis:
<5 tahun kongenital atau kelainan paru/toraks
Anak besar: hipovitaminosis D, poliomielitis, distrofia
muskulorum, neurofibromatosis
Persendian
Periksa suhu, nyeri tekan, bengkak, cairan, kemerahan, nyeri gerak.
Sendi bengkak dan panas: artritis, alergi, hemartrosis, osteokondritis
Gerakan sendi berlebihan: mongolisme, debilitas,
Panggul: dislokasi, subluksasi


Perhatikan spasme, paralisis, nyeri
Tonus otot meninggi: luka/infeksi otot, tulang atau pada sendi,
penyakit metabolisme, kerusakan UMN, tumor kauda ekuina.
Spasme umum (tetanus) ; karpopedal
Paralisis flaksid atau spastik (kerusakan otak, SS Perifer
Rigiditas: tidak mampu bengkokkan sendi
Kaku tulang punggung pada meningitis, reflek tendo (-)
Kontraktur: karena spasme otot terus-menerus kelainan bentuk
otot dengan gerak terbatas pada sendi, atrofi otot
Otot
ABDOMEN
1. INSPEKSI
a. Otot perut biasanya lebih tipis dari orang
dewasa
b. Jika anak tidur terlentang, perut datar
c. Jika anak berdiri, terjadi lordosis shg perut
kelihatan menonjol.

Keadaan ini dianggap normal sampai pubertas
2. Bentuk
1. Udara ( dlm usus dan dlm kavum peritonium)
2. Cairan (asites)
3. Penimbunan lemak di dinding perut
4. Pembesaran organ2 dlm perut
5. Tumor
6. Otot2 dinding perut yg atonik, paralitik
7. Penyebab lain seperti : fibrosis pankreas,
rakitis, hipotiroidisme, ileus, obstruksi usus
3. Respirasi
Pernafasan abdominal umumnya
ditemukan pd bayi dan anak kecil
Dinding perut tidak bergerak saat respirasi
mungkin o.k : peritonitis, apendisitis, ileus
paralitikus, paralisis diafragma, cairan /
udara yg byk dlm rongga abdomen
Pernafasan abdominal pd anak besar
mungkin : emfisema atau pneumonia
4. Umbilikus
Umumnya tertutup dan mengkerut
Diameter < 1 cm 6 cm
Umumnya menutup sendiri pd umur 1 thn,
pd yg besar menutup setelah 5-6 thn
Ditemukan pd : hipotiroidisme, Sindrom
down, kondrodistrofia, perut yg membesar
kronik
5. Gambaran Vena
Tdk tampak Normal Pelebaran pd
Bila gizi bayi baik dan
jar. Lemak dibwh kulit
tebal
Pd bayi dg jar lemak yg
tipis / malnutrisi
Obstruksi vena porta
Sirosis hepatis
Gagal jantung
Peritonitis
6. Peristaltik
Mudah terlihat
Normal
Stenosis
pilorik
Bila mata
setinggi dan
langsung di
atas abdomen
Terlihat pada
bayi kurus dan
prematuritas
Pada bayi
sampai umur 2
bulan
7. Auskultasi
Peristaltik tiap 10-30 detik dan bertambah pd
Gastroenteritis
Nyaring pada Obstruksi usus
Tidak terdengar pd ileus paralitikus / peritonitis
Akan terdengar bunyi timpani kecuali : di daerah
hati, limpa, perkusi unt menentukan udara dlm
usus/abdomen, cairan bebas dlm abdomen
8. Asites
Penyebab Tanda tanda
1. Gagal jantung kongesti
2. Sindrom nefrotik
3. Edema anasarka pd malnutrisi
energi protein
4. Peritonitis tuberkulosa
5. Sirosis hepatis
1. Bunyi pekak di perut bgn bwh dgn
batas cekung ke atas, bunyi
timpani di atasnya
2. Shifting dullness
3. Undulasi : kombinasi dr palpasi dan
perkusi
9. Palpasi
Perhatian anak dialihkan dr abdomen. Anak disuruh
bernafas dlm, kaki dibengkokkan pd sendi lutut. Palpasi
dikerjakan dr kiri bwh ke kiri atas, kmd dr kanan atas ke
kanan bwh. Bgn yg nyeri dipalpasi terakhir
Perasaan Nyer : Menunjuk pusat
Lokalisasi Nyeri :
1. Bgn bwh : gastroenteritis, obstruksi usus, tumor,
divertikulum Meckeli dan ulserasi, torsio ovarium/testis
2. Kanan bawah : Apendisitis, abses
3. Kanan Atas : hati membesar cepat, hepatitis,
intususepsi
4. Perut atas bgn tengah : Gastroenteritis, batuk, muntah,
ulkus ventrikuli/duodenum
5. Perut bawah bgn tengah : sistitis
HATI
1. Palpasi secara mono/bimanual
2. Mengukur besarnya hati :
a. Ttk persilangan linea medialis klavikula dan
arkus kosta dihubungkan dg umbilikus
b. Prosesus xifoideus disambung dg umbilikus
3. Normal : nilainya 1/3-1/3 sampai umur 5-6 thn
4. Penentuan : konsistensi, tepi, permukaan,
pulsasi, nyeri tekan
5. Pembesaran o.k.:infeksi, kelainan sirkulasi,
kelainan darah
LIMPA (1)
1. Palpasi scr mono/bimanual
2. Teraba sprt ujung lidah yg tergantung di
kiri atas
3. Dp ditekan ke medial. Lateral, dan atas
unt membedakan dg hepar lobus sinistra
4. Pd keadaan normal dp diraba 1-2 cm di
bwh arkus kosta pd neonatus ok
hemopoesis ekstramedula
LIMPA (2)
Cara mengukur pembesaran limpa (Schuffner)
1. Ditarik garis singgung a dg bgn bwh arkus
kosta kiri
2. Dr umbilikus ditarik garis b tegak lurus ke
garis a dan dibg 4 bgn
3. b diteruskan ke bwh smp lipatan paha dan
dibg sama shg terdp pembagian SI smp SVIII
LIMPA (3)
Pembesaran limpa disebabkan :
1. Infeksi : septikemia, demam tifoid,
malaria. Lues
2. Leukemia
3. Anemia hemolitik
4. Mononukleus infeksiosa
5. Hipersplenisme
6. Retikulo-endoteliosis
7. Penyakit Hodgkin
Ginjal
2 cara palpasi :
1. Jari tangan diletakkan pd angulus kosto vertebralis
dan menekan keras ke atas, akan teraba ujung
bawah ginjal kanan
2. Tangan kanan mengangkat abdomen yg terlentang,
jari2 tangan kiri diletakkan pd bgn blkg sedemikian
hgg jari telunjuk di angulus kosto vertebralis. Kmd
tangan kanan dilepaskan. Wkt abdomen jatuh
kembali ke tempat tidur, ginjal teraba oleh jari kiri.
Pembesaran ditemukan pd infeksi, anomali
kongenital, tumor, trombosis vena renalis.
Refleks otot perut diperiksa dg
menggoreskan kulit perut dg 4 goresan,
dr bwh prosesus xifoideus ke kanan dan
ke kiri umbilikus
Tiap goresan menyebabkan umbilikus
bergerak. Refleks ini negatif pd :
1. Dibawah 1 thn
2. Poliomielitis
3. Multipelsklerosis
Deteksi dehidrasi dg memeriksa turgor
lipatan kulit dg cara dijepit antara 2 jari
ALAT KELAMIN (GENITALIA)
Laki-laki Perempuan
1. Secret Uretra
2. Orifisium uretra
3. Hipospadia
4. Epispadia
5. Hernia
6. Hedrokel
7. Reflek Kremaster
1. Sekret mukus,darah
2. Labia Mayor
3. Atresia Himenalis
a. Hidrokolpos
b. Hematokolpos
ANUS DAN REKTUM
Anus diperiksa scr rutin pd bayi dan anak
Perhatikan adanya :
a. Tumor
b. Abses perianal oleh Fistel rektum
c. Fisura ani : menyebabkan obstipasi
d. Prolapsus Ani : ok obstipasi, diare, pertusis
Cara pemeriksaan, anak tidur terlentang dan
kaki dibengkokkan. Biasanya dg jari kelingking
pemeriksa. Perhatian ditujukan pd :
1. Atresia ani
2. Tonus sfingter ani
3. Fistula rektovaginal
4. Teraba polip
Pemeriksaan rektal
a. Dp digunakan unt meraba uterus
b. Pd anak dlm usia pubertas uterus juga dp
diraba
c. Uterus dp diraba sebagai benjolan lonjong
sebesar 1-2 cm di depan rektum lbh kurang
3-4 cm di atas simfisis, sedangkan ovarium
sebesar -1 cm, 2-3 cm lateral dari uterus
d. Perasaan nyeri dlm abdomen dp juga
ditemukan