Anda di halaman 1dari 21

JURUSAN SYARIAH FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA


YOGYAKARTA 2006
LPPAI

Tunduk, patuh, penghambaan
Istilah
Bahasa
Ibadah adalah segala yang mencakup perkataan
Maupun perbuatan yang dicintai Allah,
baik dilakukan secara terang-terangan maupun
tersembunyi

"Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya


menyembah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rejeki dari mereka
dan tidak pula agar mereka memberi-Ku makan." (Q.S. al-Dzariyat
[51]: 56-57).

"Dan tidaklah Kami utus rasul sebelummu melainkan Kami wahyukan


kepadanya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah Aku"
(Q.S. al-Anbiya' [21]: 25).

"Dan sungguh telah Kami utus pada setiap umat itu seorang rasul yang
menyeru mereka supaya menyembah Allah dan menjauhi thaghut
(sesembahan selain Allah)." (Q.S. al-Nahl [16]: 36).

MENJUNJUNG TINGGI KEMURNIAN TAUHID.
IKHLAS KARENA ALLAH.
TUNDUK MENGIKUT (ITTIBA) KEPADA
SYARIAT ISLAM.
KESEIMBANGAN JASMANI DAN ROHANI.
KEMUDAHAN DAN PENIADAAN BEBAN.
Ibadah mengarahkan kepada pengabdian
yang lebih baik
Ibadah adalah ungkapan rasa syukur
seorang hamba kepada al-Khaliq
Ibadah adalah upaya manusia memuaskan
dahaga spiritualnya dengan jalan yang
benar.
Ibadah adalah jalan menuju kebebasan
karena tidak terikat dengan yang lain
kecuali Allah.
Ibadah adalah ujian kecintaan dan
kepatuhan.
Ibadah adalah upaya mencari karunia Allah
berupa pahala dan terlepas dari murka-Nya.
Ibadah Mahdhah
Ibadah Mahdhah berarti peribadatan yang sudah ditetapkan tata
cara serta aturan-aturannya yang meliputi syarat, rukun, sunat
dan hal-hal yang dimakruhkan serta membatalkan.

Ibadah Ghairu Mahdhah (Kesalehan sosial)
Ibadah Ghairu Mahdhah adalah ibadah dalam pengertian yang luas karena
tidak ditentukan tata cara atau aturannya secara baku sebagaimana
halnya ibadah mahdhah

CATATAN:
TOLOK UKUR UNTUK MENGUKUR KEISLAMAN SESEORANG YAITU (KEHARUSAN)
MELAKSANAKAN IBADAH-IBADAH TERTENTU YANG DISEBUT SEBAGAI IBADAH
MAHDHAH YAITU: SHALAT, ZAKAT, PUASA, DAN HAJI



Doa
Istilah
Bahasa
Ibadah yang mengandung unsur aqwl (perkataan, bacaan)
dan af'l (perbuatan) tertentu (makhshshah) yang dibuka
dengan takbir (membesarkan) Allah SWT serta diakhiri
dengan al-salm"
(al-Sayyid Sabiq, Fiqh al-Sunnah).

( : 103 )

( : 110 )

( : 14 )

( )

ARTI PENTING SHALAT
TIANG AGAMA
POKOK DITERIMANYA AMAL
JALAN MENUJU KEBAHAGIAN

Dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kalian


beruntung. (Q. S. al-Jumuah: 110).
BAGI DIRI PRIBADI
ORANG YANG SOLAT AKAN TENTERAM
JIWANYA
ORANG YANG SOLAT AKAN SEHAT
PIKIRAN, PERASAAN DAN FISIKNYA
LANGKAHNYA AKAN TERBIMBING
DOA TERKABUL
BAGI MASYARAKAT
PERBUATAN JAHAT TERELIMINASI (AL-
ANKABUT [29]: 56)
MEMUPUK KEBERSAMAAN DAN
LOYALITAS (al-maun 1-5)
Pengembangan atau penyucian
Istilah
Bahasa
Bagian tertentu dari harta benda yang diwajibkan Allah
untuk sejumlah orang yang berhak menerimanya.
(al-Sayyid Sabiq, Fiqh al-Sunnah)

( 103 )
Ambillah dari sebagian harta mereka sebagai
sodaqah yang mampu membersihkan dan
mensucikan mereka. (Q.S. al-Taubah [9]: 103).

( 20 )
Dirikanlah solat dan tunaikan zakat (Q.S. al-
Muzammil [73]: 20).
ZAKAT MERUPAKAN UPAYA MEMBERSIHKAN DIRI
DARI KEKIKIRAN, KEJAHATAN, DAN KERAKUSAN.

KEPEDULIAN TERHADAP KAUM FUQARA DAN KAUM
LEMAH LAINNYA DARI SISTEM POLITIK, SOSIAL
MAUPUN EKONOMI. MENEGAKKAN PRINSIP
KEMASLAHATAN BAGI UMUM YANG DI DALAMNYA
TERDAPAT KEBAIKAN DAN KEBAHAGIAAN HIDUP BAGI
UMAT.

PEMBATASAN KEPEMILIKAN HARTA DI ANTARA
ORANG-ORANG KAYA DAN MONOPOLI KAUM
PEDAGANG SEHINGGA MODAL TIDAK HANYA
BERKUTAT DI ANTARA MEREKA. ISLAM TIDAK
BERIDEOLOGI KAPITALIS, MESKIPUN ISLAM
MELAKUKAN PENGHARGAAN KEPEMILIKAN MODAL.
Menahan diri (al-imsak)
Istilah
Bahasa
Menahan diri dari makan, minum, bercampur
dengan isteri dan segala yang membatalkan
(al-mufthirat) sejak terbit fajar sampai matahari
terbenam dengan niat pengabdian (ibadah) kepada
Allah SWT.
(Abu Bakar Jabir al-Jazairy, Minhaj al-Muslim)

Wahai orang-orang yang beriman telah


diwajibkan kepadamu puasa sebagaimana telah
diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu
agar kamu bertaqwa." (Q.S. al-Baqarah [2]: 183)
.
SEBAGAI BUKTI KEISLAMAN DAN KEIMANAN
MENELADANI ALLAH SWT DAN RASULULLAH
SEBAGAI SARANA PENGENDALIAN DIRI
UNTUK MENCEGAH GANGGUAN JIWA
UNTUK TERAPI KESEHATAN FISIK
UNTUK MENUMBUHKAN SIKAP EMPATI
KEPADA SESAMA
UNTUK MENUMBUHKAN RASA SYUKUR
Menuju, mengunjungi
Istilah
Bahasa
Menuju Baitullah (Kabah) untuk memenuhi panggilan
Allah dengan mengerjakan aktivitas ibadah sesuai
dengan tuntunan ajaran Islam
(al-Sayyid Sabiq, Fiqh al-Sunnah)


Allah mewajibkan haji ke Rumah Suci Kabah
bagi semua manusia yang kuasa pergi ke sana.
(Q.S. Ali Imran [3]: 97)
Hadirnya rasa senang dan tenteram
Merasa diingatkan Allah
Meningkatkan rasa keberagamaan dan
tenggang rasa sosial
Haji sebagai sarana menggalang
persatuan umat
Menghayati ketakwaan hamba-hamba
Allah terdahulu dan
menginternalisasikannya
Dengan haji kita dapat belajar tentang
khazanah peradaban dan budaya bangsa-
bangsa Muslim