Anda di halaman 1dari 81

PRESENTASI REFERAT

TUMOR TIROID
PEMBIMBING: dr. MACHMUD SURJANTO, Sp. B FINACS

Disusun oleh :
Eka Priatna, S. Ked
J500100067

KEPANITERAAN KLINIK STASE ILMU BEDAH
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUAHAMMADIYAH
2014
TUMOR TIROID
Kelenjar tiroid merupakan kelenjar endokrin terbesar
dalam tubuh manusia. Tumor tiroid merupakan
neoplasma sistem endokrin yang terbanyak
dijumpai. Berdasarkan dari Patological Based
Registration di Indonesia kanker tiroid
merupakan kanker dengan insidensi tertinggi
urutan sembilan (PERABOI, 2003).
EMBRIOLOGIS KELENJAR THYROID
Minggu ke 5
Asal : arcus branchialis iv.
Minggu ke 7
Menempati posisi di depan trachea
Mulai berfungsi pada pada akhir bulan ke 3.
Abberant thyroid tissue :
Di mana saja.
Paling sering : pangkal lidah
Terletak di leher bagian depan
2 lobus : kiri dan kanan
Isthmus menghubungi ke 2 lobus
Sebesar ibu jari tangan
Berat : 20 25 gram
Sintesa hormon thyroxin
Fungsi : metabolisme dan pertumbuhan

Merupakan kelenjar endokrin
Kel. Thyroid :
Lobus kiri
Lobus kanan
Lobus pyramidalis
Ukuran : 5 cm
Isthmus
Kapsul thyroid :
True ( kapsula propria )
False ( bagian luar fascia pretra-chealis )
Berbentuk u
Isthmus terfiksir pada
cincin trachea 2, 3 dan 4
Bagian caudal cartilago cricoidea.
( Ligamentum Berry)
Lobus pyramidalis :
Fiksasi : Tepi caudal os hyoid
Levator gland. thyroidea.
Facies :
Anterolateral
Medial
Posterolateral
Superficial :
m. infra hyoid
m. sternohyoid
Medial : larynx, pharynx, trachea dan
oesophagus.
Posterolateral : carotid sheath.
Vaskularisasi :
a. thyroidea superior
Anterior
Posterior
a. thyroidea inferior
a. thyroidea ima ( kadang-kadang )
Truncus brachio cephalica
Arcus aorta
Aliran vena :
v. Thyroidea sup
v. Thyroidea med
v. Thyroidea inferior v. Brachiocephalica.
v. Jugularis interna
Aliran limfe
Bagian cranial :
Ikut a.Thyroidea Sup Nn Ln cervicalis profunda.
Bagian caudal :
Ikut a.Thyroidea Inf Nn Ln Cervicalis Profunda
bagian Inferior
Innervasi
Symphatis :
Ganglion cervicalis superior
n. laryngeus externa
Ganglion cervicalis medius
n. laryngeus recurrent
Kelenjar thyroid berfungsi :
Sintesa hormon thyroid
Menyimpan
Sekresi
Fungsi hormon thyroid :
Pertumbuhan
Metabolisme
Sel follikuler :
Konsentrasi yodida
Sintesa thyro-globulin
Sekresi T
4
dan T
3
Yodida TGI sel follikuler oksidasi
kombinasi MIT dan DIT T
3
dan T
4
simpan
di kolloid lepas ke dalam darah
T
4
Diproduksi secara primer
T
3
Kebanyakan perubahan dari T
4
menjadi T
3
di hati
diikat protein plasma
TBG ( Tiroxin Binding Globulin )
TBPA ( Tiroxin Binding Pre Albumin )
PRODUKSI DAN REGULASI
HORMON TIROID
Hipotalamus


Pituitary ant


Tiroid

T R H
T S H
T
3
dan T
4
Sekresi T
3
dan T
4
Mekanisme umpan balik
Hipotalamus
Hipofise
Hormon tiroid :
Tinggi TSH
Rendah TSH
PRODUKSI DAN REGULASI
HORMON TIROID
Sel parafollikuler :
Sintesa
Simpan
Sekresi
Kalsitonin : hambat resorbsi tulang
PRODUKSI DAN REGULASI
HORMON TIROID
Kalsitonin
T
4
meningkat :
Wanita hamil
KB
T
4
menurun :
Steroid anabolik / androgen
Penyakit hati
Salisilat dan sulfonamid
PRODUKSI DAN REGULASI
HORMON TIROID
Kelainan thyroid dapat disebabkan oleh :
Kelainan bawaan
Kekurangan yodium
Infeksi
Trauma
Neoplasma
Pembesaran kelenjar tiroid
Struma diffusa toxic ( Basedow = Graves Disease )
Struma nodosa toxic ( Plummer Disease )
Struma endemik :
Uninodosa = Soliter
Multinodosa
Tiroiditis
Neoplasma :
Jinak = adenoma
Ganas = karsinoma
Pembesaran kelenjar gondok baik pada 1 maupun ke 2 lobus
akibat berbagai sebab dengan atau tanpa gangguan produksi
hormon
Bisa terjadi pada :
Masa puber / akil baliq
Masa kehamilan
Uninoduler
Multinoduler
Diffusa
Toxic
Non toxic
Produksi hormon : bisa
Normal ( Goiter endemik )
Kurang ( Hypothyroidism )
Berlebihan ( hyperthyroidism )
Multinodosa atau uni nodosa
Disebabkan :
Defisiensi yodium
Defek bawaan
T
3
dan T
4
: normal
Struma nodosa non toxic
Goiter endemik
Produksi hormon : normal
Defisiensi yodium
Lebih sering pada daerah pegunungan
Endemik : 10 % populasi
Struma non
toxic
Graves Disease = Basedow (90 %)
Otoimmun
1,5 2 % Wanita AS
Wanita : Laki-laki = 10 : 1
Struma hashimoto
Tumor thyroid
Struma toxic
Umumnya struma diffusa
Gejala dan tanda hipertiroidi
Gelisah
Palpitasi
Keringat banyak, kulit halus dan hangat
Tremor, kelemahan otot
Makan banyak, BB turun, peristaltik usus cepat
Rambut halus kadang-kadang alopesia
Kadang-kadang exopthalmus
Laboratorium :
T
3
dan T
4
tinggi
Kadang-kadang hanya T
3
tinggi
TSH menurun
Up-Take jodium radioaktif meningkat
Graves Disease = Basedow
TRIAS :
Ke 2 lobus membesar
Mata menonjol
Kulit tungkai bawah dan kaki bengkak
Indikasi operasi struma :
Malignancy
Penekanan trachea
Fungsional
Kosmetik
Jenis operasi struma
Lobektomi
Isthmo lobektomi
Subtotal tiroidektomi
Tiroidektomi total
Near total tiroidektomi
Total tiroidektomi + diseksi leher
HYPERTHYROIDISM
Graves disease
Toxic multinodular goiter
Toxic Adenoma
Thyroiditis
Tanda Tanda Toxic
Kulit : hangat, halus dan tipis
Denyut jantung meningkat
Nafsu makan meningkat tapi berat badan menurun
Buang air besar banyak kali / hari
Gelisah, emosi labil dan tremor
Otot lemah
Menstruasi : sering anovulatory
Penyulit Hipertiroidi
Krisis hipertiroidi
Demam dan tanda-tanda hipertiroidi /tirotoksikosis
sistem kardiovaskuler ; sistem gastro intestinal ; sistem SSP
Bisa koma
Didahului stress fisik, pembedahan, infeksi atau trauma
Krisis Hipertiroidi
Tindakan supportif
1. Infus, O
2
dan sedatif
2. Kortikosteroid ( Hidrokortison 200500 mg / hari
3. Na yodida 1 2 gr iv tiap 8 jam
4. Obat anti tiroid dosis tinggi : PTU 600 1000 mg atau metimasoL 60-
100 mg per oral atau via nasogastric tube
5. Propanolol 1 2 mg iv dengan dosis total 2 10 MG
Terapi Hipertiroidi
A. Obat-obat anti tiroid
B. Yodium radioaktif
C. Tiroidektomi subtotal
HYPERTHYROIDISM
Penanganan :
Obat antithyroid
Carbimazole
Propylthiouracil ( PTU )
Operasi
Radioiodine
Obat Antithyroid :
Diberikan apabila
Ada Kontra indikasi operasi
Pasien menolak operasi
Relapse setelah operasi
Persiapan operasi
HYPERTHYROIDISM
Obat-obat Anti Tiroid
Hipertiroidi ringan
PTU 100 300 mg peroral per 8 jam
Metimasol 10 30 mg peroral per 8 jam eutiroid
blocker / propanolol 5 40 mg per oral 4 x sehari
PTU : bila ada sakit tenggorokan berat atau ada tanda-tanda infeksi
periksa granulosit <4.000 stop
TERAPI RADIASI
Radio Jodida ( I
131
)
Usia > 45 tahun
Struma diffus
Tidak boleh diberikan pada :
Anak-anak
Wanita hamil
TERAPI OPERATIF
Dipertimbangkan :
Bila gagal dengan terapi obat anti thyroid
Goiter yang besar ( menekan )
Pilihan pasien
Ada opthalmopathy
Subtotal tiroidektomi
Goiter sangat besar
Multinoduler
Up-take radioaktif rendah
Anak-anak
Nodul yang mungkin ganas
TERAPI OPERATIF
HYPOTHYROIDISM
Defisiensi hormon thyroid
Penyebab :
Thyroid agenesis
Post thyroidektomi
Post radioiodine therapy
Autoimmune thyroid disease
Gambaran klinik :
Apati dan lesu
Tidak tahan dingin
Bicara lemah
Konstipasi
Depresi
Psikosis
HYPOTHYROIDISM
KRETINISM
Kekurangan hormon thyroid
Kekurangan yodium yang hebat sejak bayi
Terjadi gangguan perkembangan fisik dan mental
Kulit kering dan kasar
Jarak ke 2 mata lebar
Hidung lebar
Lidah besar dan menonjol keluar
Terapi hypothyroidism :
Berikan hormon thyroid
HYPOTHYROIDISM
THYROIDITIS
Peradangan pada thyroid dengan kerusakan jaringan
thyroid
Thyroiditis :
Akut
Sub akut
Kronik
Penyebab Thyroiditis :
Infeksi :
Viral Thyroiditis (De Quervains Thyroiditis)
Radiasi
Idiopathic : Riedels Thyroiditis
Autoimmune :
Hashimotos Thyroiditis
THYROIDITIS
NEOPLASMA THYROID
Neoplasma :
Jinak = adenoma
Ganas = karsinoma
Diagnosis pasti : PA
KANKER THYROID
2 4 kasus / 100.000 ( Belanda )
Indonesia ?
Wanita lebih banyak.
Etiologi pasti ?
80 % jenis papiller.
FAKTOR RISIKO Ca.TIROID
Riwayat radiasi
Riwayat keluarga
Nodul soliter :
Anak-anak
Laki-laki dewasa
Nodul tiroid tumbuh relatif cepat dan tidak sakit
FAKTOR RISIKO
Struma pada anak-anak
Struma pada laki-laki
Struma pada wanita > 45
Pernah radiasi di leher
Umur < 25 th : 50 % ganas
Umur < 15 th : 75 % ganas
KANKER THYROID
Gambaran klinik :
Tumbuh cepat
Konsistensi keras
Permukaan berbenjol-benjol
Melekat dengan jaringan sekitar
Ulkus di atas tumor
Suara parau
GAMBARAN KLINIK
Nodul ganas :
Batas tidak tegas
Konsistensi keras
Permukaan tidak rata
Terletak di isthmus
Ada pembesaran kelenjar regional
Gejala invasi lokal tumor
Suara serak
Gangguan menelan
Sesak
Nodul keras dan terfiksir
Pembesaran kel.Getah bening
KLASIFIKASI Ca. TIROID
Epithelial
Non epithelial
KLASIFIKASI Ca. TIROID
Epithelial :
1. Adenokarsinoma papiller
2. Adenokarsinoma follikuler
3. Undifferentiated karsinoma /anaplastik :
Small cell ca.
Giant cell ca.
Spindle cell ca.
4. Karsinoma meduller
5. Squamous cell ca.
Non epithelial :
1. Limphoma
2. Sarcoma
3. Metastatic tumor
4. Malignant teratoma
5. Unclassified tumor
KLASIFIKASI Ca. TIROID
Well differentiated
Type papillare
Type folliculare
Type medullare
Undifferentiated
Type anaplastik
KLASIFIKASI Ca. TIROID
KARSINOMA TIROID PAPILIFERUM
Tumbuh secara lambat
Differensiasi baik
Uniform
Metastasis secara limfogen
Metastasis : paru-paru dan tulang
Infiltrasi trachea atau oesophagus
KARSINOMA TIROID FOLLIKULER
Bersifat lebih ganas
Differensiasi baik
Metastasis secara hematogen
Jarang ke kelenjar
Invasi pembuluh darah
KARSINOMA TIROID MEDULLER
Sel c / para follikuler
Amiloid
Kalsitonin
Karsinoma solidum (keras)
Bersama gangguan hormonal lain
Familier
Metastasis ke kelenjar regional

KARSINOMA ANAPLASTIK
Tumbuh cepat
Fatal :
Penekanan
Invasi
Obstruksi
Banyak mitosis
Metastasis jauh
MULTIPLE ENDOCRINE NEOPLASIA
( MEN )
Klasifikasi MEN
MEN type I = Wermer syndrome
MEN type II = Sipple syndrome
MEN type III = Mucosal neuroma
syndrome
Klasifikasi lain :
MEN type I
MEN type II a = type II
MEN type II b = type III
MEN type I
Terdiri dari tumor atau hyperplasia pada :
Tiroid
Paratiroid
Pancreatic islet cells
Pituitary
Korteks adrenal
MULTIPLE ENDOCRINE NEOPLASIA
( MEN )
MEN type IIa
Phaeochorocytoma
Medullary thyroid carcinoma ( MTC )
Hyperplasia paratiroid
Glioma
Glioblastoma
Meningioma
MULTIPLE ENDOCRINE NEOPLASIA
( MEN )
MEN type IIb
MTC
Phaeochromocytoma
Neuroma pada :
Conjunctiva
Labial
Mucosa buccal
Lidah
Larynx
Saluran cerna
MULTIPLE ENDOCRINE NEOPLASIA
( MEN )
PENANGANAN MALIGNITAS
Diagnosis
Staging
Status penampilan
Rencana terapi
Pelaksanaan terapi
Evaluasi / follow - up
DIAGNOSIS Ca.TIROID
Anamnesis ( faktor risiko )
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan penunjang
FNAB
Frozen section
USG thyroid
Scanning thyroid
Laboratorium
PEMERIKSAAN PENUNJANG
FNAB :
Core Needle
Jarum halus
Akurasi : tinggi ( 88 95% )
Frozen section = Potong Beku = VC
Untuk tentukan ganas atau jinak
Menentukan jenis tindakan
Sulit bedakan :
Adenoma follikulare
Ca. follikulare
Adenoma follikulare isthmolobektomi
PEMERIKSAAN PENUNJANG
USG tiroid :
Nodul solid / kistik
Nodul jinak / ganas ?
Guiding untuk fnab
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Scanning tiroid :
Up-take I
131
Aktifitas thyroid
Bentuk
Besar
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Scanning tiroid :
Nodul soliter
Multiple nodul
Struma retro sternal
Occult neoplasma
Fungsi tiroid
Ektopik
Metastasis
PEMERIKSAAN PENUNJANG
SCANNING TIROID
Gambaran scanning :
Cold nodule
Hot nodule
Warm nodule
Normal
Tc 99m :
Lebih baik
Lebih teliti
Efek karsinogenik < kecil
LABORATORIUM
Tidak ada yang spesifik kecuali untuk ca. Tiroid jenis
meduller
Kalsitonin :
Diagnosis
Follow-up
Tiroglobulin : follow - up
KANKER THYROID
Penatalaksanaan
Total thyroidektomi
Radical neck dissection
Radiasi interna / externa
KOMPLIKASI OPERASI
Durante operasi
Perdarahan
Krisis tiroid
Cedera nervus, trachea dan oesophagus
Paratiroid terangkat
Pasca operasi :
Hematom
Tracheomalacia
Hipokalsemia
Suara parau / hilang
Tersedak
KOMPLIKASI OPERASI
Prognosis
Paling Baik : Type Papillare
Paling Jelek : Type Anaplastik