Anda di halaman 1dari 16

FAKTA TENTANG

PENYU

WIDYA SARI
Bagaimana Keberadaan Hewan
Prasejarah ini??
Telah ada sekitar 150 juta tahun yang lalu
Pernah ada 30 jenis
Kini hanya tersisa 7 jenis
6 jenis ditemukan bertelur di kawasan
Indonesia
P. Belimbing, P. Hijau, P.Tempayan., P. Pipih,
P.Sisik & P.Lekang
P. Lekang yang paling banyak tercatat bertelur
di kawasan Aceh Besar & B.Aceh




Multi Habitat & Siklus Hidupnya

Habitat Bertelur, Inter-nesting, Pelagis,
Pakan
Laut Tropical and subtropical
Penyu laut penting?
Memiliki peran di pesisir & laut
Memiliki keunikan tiap jenis peran berbeda
Mangsa atau pemangsa
P. Hijau ---- ekosistem lamun & algae
P. Sisik ---- ekosistem karang
P. Belimbing ---- populasi ubur-ubur
Memindah energi dari laut ke daratan
Menyuburkan vegetasi
Makanan satwa lainnya dan masyarakat pesisir









IDENTIFIKASI

Kepala, leher, lengan dan kakinya tidak
dapat ditarik masuk ke dalam cangkang.
Tangan dan kaki berbentuk sirip
Cangkangnya terdapat sepasang, bagian atas
dikenal karapaks. bagian bawah dikenal
plastron.
Rahangnya termodifikasi sesuai dengan
jenis diet.








MAKANAN

* Penyu Belimbing (Dhermochelys coriace; leatherback
)dewasa melaksanakan travel di lautan mencari ubur-
ubur dan mangsa yang lain.
* Penyu Tempayan (Caretta caretta, Loggerheads) dan
Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea ; Gridleys) bersifat
omnivora, mengkonsumsi molluska, kepiting, ubur-ubur
dan invertebrata lainnya; ikan dan ganggang laut.
* Penyu Hijau (Chelonia mydas, green turtle) bersifat
Herbivora, suka memakan rumput laut dan berbagai
species algae di perairan pesisir tropical .
* Penyu Sisik (Eretmochelis imbricata; Hawksbills)
memakan sponge dan invertebrata lainnya di coral reef.








ANCAMAN

Predator

Permintaan akan daging, telur, kulit
dan cangkangnya menyebabkan
populasinya menurun

Rusaknya habitat makan dan bersarang
dan terpolusinya samudra merupakan
ancaman serius kelestarian penyu
ANCAMAN POPULASI PENYU
& UPAYA KONSERVASI
Gangguan Habitat >< Perlindungan
Habitat Penting
Pemanfaatan Produk penyu berlebihan
untuk perdagangan >< Pengurangan
Eksploitasi Penyu
Penangkapan tidak sengaja ><
Pengurangan tertangkapnya Penyu
STRATEGI KONSERVASI PENYU
Perlindungan habitat penting
Penetapan & pengelolaan Kawasan konservasi
laut
Pengembangan jejaring KKL
Upaya pengelolaan tingkat lokal (masy. adat.
Laut)
Pengurangan eksploitasi
Penyadar-tahuan konsumen pemakai/pemakan
penyu dan produk lainnya
Sistim penegakan hukum terpadu untuk
perdagangan & penangkapan penyu/telur ilegal

STRATEGI KONSERVASI PENYU
Pengurangan laju kematian penyu
karena aktivitas perikanan
Regulasi penggunaan alat tangkap
ramah penyu (mis penggunaan pancing
lingkat untuk rawai)
Penyadar tahuan konsumen/retailer
untuk membeli dan menjual ikan yang
ditangkap dengan alat tangkap ikan yang
ramah penyu



POLA CANGKANG


Terdapat
perbedaan
ukuran, warna,
bentuk dan
susunan sisik
karapaks penyu
antar species







REPRODUKSI

Induk betina harus mencapai daratan/pantai
untuk bertelur di pasir; oleh karena itu,
seluruh penyu memulai hidupnya di pantai

Betina membuat lubang sarang dan mengisi
dengan telur kurang lebih seratus telur (bisa
lebih), menutup lubang dan meratakan pasir
dan kembali ke laut.
Hanya sekitar 1 telur yang dapat mencapai
dewasa
Reproduksi
Butuh sekitar 15 20 tahun untuk dapat
melakukan perkawinan
Terdapat kompetisi memperebutkan betina
Penyu laut jantan menarik perhatian betina
dengan menggosok dan menggigit leher
betina
Jantan mengaitkan tubuhnya ke bagian
belakang cangkang betina
Melipat kloakanya yang panjang ke bagian
kloaka betina
Prihatin, seluruhnya berstatus
Endangered atauThreatened
Loggerhead
Kemps Ridley
Hawksbill
Leatherback
Green
Olive Ridley

Anda mungkin juga menyukai