Anda di halaman 1dari 23

TUTORIAL KLINIK

Lawani Meri 0708015003


Karolind 0808015003




INFEKSI SALURAN KEMIH
ISK adalah gejala infeksi yang disertai
adanya mikroorganisme patogenik
(patogenik : yang menyebabkan penyakit)
pada urine, uretra (uretra : saluran yang
menghubungkan kandung kemih dengan
dunia luar), kandung kemih, atau ginjal.
ISK pada bayi dan anak kecil perlu
dicermati karena 5% dari penderitanya
hanya menunjukkan gejala yang amat
samar dengan risiko kerusakan ginjal
yang lebih besar dibandingkan dengan
anak yang lebih besar.
Insiden : perempuan lebih banyak laki-laki


ISK berulang : berulangnya gejala ISK ,yg
diantaranya ada interval masa bebas
gejala,biasanya akibat reinfeksi bakteri yg sama
tetapi spesies atau serotipe berbeda dan bukan
disebab-kan gagalnya eradikasi bakteri dari
sal.kemih
ISK relaps : disebabkan oleh jenis bakteri yg sama,
walaupun pengobatan antibiotik sudah cukup.
Bisanya berhubungan dengan adanya kelainan
struktur sal. Kemih atau adanya batu.
ISK bag.atas : parenkim ginjal disebut pielonefritis,
ISK bag bawah : infeksi vesika urinaria dan uretra.
INFEKSI DAPAT MELALUI PENYEBARAN :
- Hematogen ( neonatus )
- Asending ( anak-anak)

FAKTOR PREDISPOSISI
kelainan kongenital traktus urinarius terutama
yang bersifat obstruktif dan refluks
batu saluran kemih
stasis urin karena obstipasi, tumor, neurogenic
bladder
pemasangan kateter kandung kemih


Patogenesis ISK tergantung :
Virulensi bakteri
Faktor pejamu ( Host )



Kendati ISK disyaratkan adanya bakteri dalam
urin dalam jumlah bermakna, tidak menutup
kemungkinan tanpa bakteri dalam urin. Hal ini
dapat terjadi pada keadaan :
1. Tempat infeksi tidak dilalui urine sehingga
bakteri tidak ditemukan dalam urine
2. Adanya bendungan pada saluran yang
terinfeksi
3. Pemberian antibiotika, sehingga bakteri
dalam urine tersamarkan.

KUMAN PENYEBAB ISK :

Kuman gram negatif : E.Coli ( 80 % ),
Klebsiela, Entero bakteri, Proteus,
Pseudomonas.

Staphylococcus saprophyticus, kuman
anaerob, TBC, Jamur, Virus dan L bakteri
protoplasma

Gejala Klinis
Tergantung umur penderita:

NEONATUS :
Pertumbuhan yg lambat
Suhu yg tidak stabil
Tidak mau makan
Mudah terangsang
Muntah
Perut kembung
Iketrus

Usia 1 bl 1 th :
- Demam
- Mudah terangsang
- Kelihatan sakit
- Nafsu makan berkurang
- Muntah, diare
- Ikterus dan perut kembung

Usia prasekolah dan sekolah
Anak dengan usia 1-2 tahun datang dengan
gejala sugestif sistitis akut : menangis saat
berkemih, kencing yang berbau busuk, tanpa
adanya demam (suhu <38oc)
nafsu makan; rewel dan nyeri pada perut,
panggul dan punggung
Disfungsi berkemih termasuk urgensi,
frekuensi, hesistensi, disuria dan
inkontinensia urine.
Nyeri suprapubis atau perut dapat ditemukan,
adanya bau busuk pada urine, dan berubah
warna


Kondisi lain yang patut diperhatikan dan
beberapa istilah yang juga digunakan dalam
klinik antara lain:
1. Asymptomatik Significant Bacteriuria, yakni
ISK dengan bakteri dalam urin bermakna
tanpa disertai gejala.
2. Bacterial cystitis, yakni suatu kumpulan
gejala yang terdiri dari: sakit waktu kencing
dan sering kencing.
3. Abacterial cystitis (urethra syndrome), yakni
suatu kumpulan gejala yang terdiri dari: sakit
waktu kencing dan sering kencing tanpa
disertai bakteri dalam kandung kemih.

Diagnosis

Urinalisis
Leukosuria (ditemukannya leukosit dalam
urin) : positif jika terdapat 5 atau lebih
leukosit, per lapangan pandang dalam
sedimen urine
Hematuria (ditemukannya eritrosit dalam
urin) : eritrosit 5-10 per lapangan pandang
sedimen urin
Bakteriologis
- Mikroskopis. Bahan: urin segar (tanpa diputar,
tanpa pewarnaan). Positif jika ditemukan 1
bakteri per lapangan pandang.
- Biakan bakteri. Ditujukan untuk memastikan
diagnosa ISK.

Lanjutan
Penampungan urin untuk pembiakan dapat dilakukan
dengan 3 cara:
Urin pancaran tengah (midstream urin)
Kateterisasi kandung kemih
Pungsi kandung kemih (supra pubic puncture) :
+/bermakna jika 200 kuman/-mililiter urin.
*Dengan cara 1 dan 2,
- biakan urin +/bermakna : jumlah kuman
100.000/mililiter urin
- 10.000-100.000/ml urin : meragukan dan perlu
diulang
- 10.000/ml urin maka hasil ini dianggap sebagai
kontaminasi
sebagai penyaring adanya bakteri dalam urin.
Contoh, tes reduksi griess nitrate, untuk mendeteksi
bakteri gram negatif, Batasan: ditemukan lebih
100.000 bakteri. Tingkat kepekaannya mencapai 90
% dengan spesifisitas 99%.

Pemeriksaan darah
- Leukositosis
- peningkatan laju endap darah,
- sel-sel muda pada sediaan hapusan darah

* infeksi berat perlu diperiksa : faal ginjal, faal hepar,
faal hemostasis, elektrolit darah, analisis gas darah,
serta kultur kuman untuk penanganan ISK secara
intensif.


Pemeriksaan kimia
PEMERIKSAAN PENCITRAAN
Dilakukan bila telah dikonfirmasi dengan kultur
urine kuantitaif.

USG
Pemeriksaan USG dari saluran kemih pada bayi,
anak kecil atau adolesen dengan diagnosis
pertama pyelonefritis akut.
USG mungkin terabaikan untuk anak perempuan
>2 tahun dengan episode sistitis akut pertama
maupun kedua, bila respon terapi cepat dan
memuaskan.
Voiding cystourethrogram (VCUG)

PENATALAKSANAAN

prinsip penatalaksanaan infeksi sal kemih
Memberantas infeksi
Menghilangkan faktor predisposisi
Memberantas penyulit
Pyelonefritis akut :
memerlukan cairan oral atau parenteral (1-1,5 X
kebutuhan rumatan biasa) dan antipiretik
Antibiotik : cephalosporin generasi ketiga, ceftriaxone,
atau cefotaxime. Ampicillin bila terdapat kokus gram
positif dalam sedimen urine atau bila tak ditemukan
kuman.
Gentamicin sebagai pilihan lain pada bayi cukup
bulan yang >7 hari, anak yang lebih dewasa dan
adolesen yang alergi cephalosporin





Monitor fungsi ginjal dan kadar aminoglikosida darah
bila pengobatan ini berlanjut lebih dari 48-72 jam.
Kultur urine dan tes sensitivitas dapat dilakukan
pada 48 jam
Antibiotik oral yang efektif melawan organisme yang
menginfeksi kemudian digantikan dengan antiobiotik
parenteral. Lanjutan terapi antibiotik oral kira-kira
untuk 10 hari.

- Neonatus
Ampisilin : 50 100 mg/kg bb/24 jm,2-4 dos
Gentamisin : 57 mg/kg bb/24 jam IM,2-3 dos
Tobramisin : 5-7 mg/kg bb/24 jam IM,2-3 dos
Lama pemberian antibiotik 10-14 hari
Anak :
Kotrimoksazol: 4-8 mg TMP/kg bb/24 jam, 2 dos
Ampisilin : 50-100 mg/kg bb/24 jam, 3-4 dosis
Amoksilin : 50-100/kg bb/24 jam, 3-4 dosis
Sefaleksin : 50-100/kg bb/24 jam, 3-4 dosis
Nitrofurantoin : 3-5 mg/kg bb/24 jam, 3 dosis

Penanganan anak dengan sistitis akut
Terapi antibiotik yang sesuai
menilai kembali frekuensi urine dan masalah
inkontinensia.
analgesik diperlukan untuk disuria atau spasme
kandung kemih yang berat.
Bila respon klinis tidak baik setelah 2-3 hari,
penggantian terapi mungkin diperlukan.
Diikuti selama 5-7 hari untuk evaluasi gejala klinis
dan prod urinenya.
PENCEGAHAN
Hindari penggunaan antibiotik spektrum luas
(cth. Amoxicillin, cephalexin), yang dapat
melemahkan pertahanan alami melawan
kolonisasi.
Bila disfungsi berkemih menjadi faktor
pencetus, sarankan pasien untuk kencing
secara teratur
Pertimbangkan khitan pada neonatus laki-laki.

KOMPLIKASI
Reaksi alergi : resiko terapi antibiotik.
Anak dengan pielonefritis akut dapat
berkembang menjadi inflamasi lobus
ginjal atau abses ginjal.
Inflamasi parenkim ginjal dapat
mengawali pembentukan jaringan parut.
Komplikasi jangka panjang dari
pielonefritis akut adalah hipertensi,
fungsi ginjal terganggu, urosepsis

PROGNOSIS
Anak dengan resiko komplikasi
biasanya pada USG saluran kemih :
ditemukan hidronefrosis
Anak mungkin mengalami kerusakan
ginjal sebagai hasil dari infeksi, tetapi
ISK bukan faktor utama penyebab
komplikasi renal.
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai