Anda di halaman 1dari 16

STUDI SISTEM PENGUATAN DENGAN SIKAT (BRUSH EXCI TATI ON) PADA

GENERATOR SINKRON TIGA FASA PLTA


PT. PJB UP CIRATA BANDUNG JAWA BARAT

SEMINAR KERJA PRAKTIK

PEMAKALAH:
Yoegi Dwivanjaya
H1C007006

PEMBIMBING :
Dr. Eng Suroso, ST.,MT

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

Latar Belakang



Untuk menghasilkan energi listrik dengan arus bolak balik yang stabil, diperlukan
sebuah teknologi berupa sistem eksitasi.

Sistem eksitasi ini adalah sebuah teknik penguatan arus medan magnet yang
dibangkitkan pada generator dengan prinsip elektromagnetis untuk menghasilkan
medan magnet penguat.

Bila rotor berputar akan menimbulkan perpototongan antara kumparan medan dengan
stator winding sehingga menghasilkan Gaya Gerak Listrik (GGL).



Lingkup Pembahasan

Secara umum
Membahas mengenai sejarah umum dan sistem pembangkitan listrik di PT. PJB UP
Cirata, Bandung.

Secara khusus
Membahas mengenai pembangkitan listrik AC melalui proses medan elektromagnetis
pada generator sinkron tiga fasa.

Membahas mengenai sistem penguatan dengan sikat (brush eksitation) pada generator
AC tiga fasa menggunakan sumber DC atau sumber AC yang disearahkan.

Membahas cara pemeliharaan sistem penguatan dengan sikat (brush eksitation) pada
generator sinkron tiga fasa PT. PJB UP Cirata.


Tujuan Kerja Praktik

Mengamati dan mempelajari proses dari sistem penguatan dengan sikat (brush
excitation) pada generator sinkron tiga fasa PLTA PT. PJB UP Cirata Bandung.
Mengetahui sistem dan proses pembangkitan energi listrik di PT. PJB UP Cirata
Bandung.
Mengetahui cara pemeliharaan serta permasalahan (trouble shooting) yang mungkin
terjadi pada sistem penguatan dengan sikat di PT. PJB UP Cirata.

Sistem Pembangkitan



Produksi dan sistem pengoperasian kegiatan usaha inti adalah pembangkit tenaga listrik
dengan total daya terpasang 1008 Mega Watt (MW) dengan dioperasikannya 8 buah turbin
berkapasitas masing-masing 129.000 KW dan dengan putaran 187,5 RPM.

Adapun tinggi air jatuh efektif untuk memutar turbin adalah 112,5 meter dengan debit air
maksimum 135 m
3
/detik.

Tenaga listrik yang dihasilkan PLTA Cirata melalui generator dengan tegangan 16,5 kV yang
dinaikkan menjadi 500 kV melalui trafo utama yang kemudian melalui gardu induk tegangan
ekstra tinggi 500 kV (GITET) Cirata, energi tersebut disalurkan ke sistem interkoneksi 500 kV
Jawa-Madura-Bali (Jamali).
Sistem Penguatan dengan Sikat (Brush Excitation)
Sistem penguatan menggunakan sikat (brush excitation system), dimana
sebuah generator (main generator) sebagai sumber tegangan AC yang
diubah menjadi DC melalui penyearah (thyristor).

Penggunaan baterai sebagai sumber tegangan DC awal, untuk
mengalirkan arus penguatan dari main exciter ke rotor generator
digunakan slip ring dan sikat arang. Medan magnet dihasilkan oleh 32
pole winding rotor yang dipasang satu poros dengan satu unit slip ring
yang masing-masing terdiri dari slip ring positif dan slipring negative.
Melalui 12 buah carbon brush yang dipasang menempel pada sisi luar
permukaan slip ring positif (+) dan 12 buah carbon brush dipasang
menempel pada sisi luar permukaan slipring negative (-), arus DC dari
thryrstor di panel excitation disupply ke pole winding rotor melalui
carbon brush dan slipring untuk menghasilkan medan magnet yang
dibutuhkan generator.



Rangkaian Peralatan Sistem Penguatan dengan Sikat



Bagian-bagian Utama Sistem Penguatan dengan Sikat


Transformator tenaga untuk penguatan (excitator transformer)
Pengatur arus medan (automatic voltage regulator/AVR)
Kutub-kutub magnit dan rotor
Thyristor
Slip ring dan sikat arang
Penahanan medan (Field suppression)


Proses Terjadinya Control Tegangan DC ke Rotor


Keluaran tegangan generator yang tinggi diturunkan melalui transformator penguatan
sehingga outputnya menjadi lebih rendah dan kemudian disearahkan, output penyearah
telah menjadi DC.

Besar kecilnya tegangan pada rangkaian penyearah/thyristor
menentukan hasil output generator yang di induksi, sehingga keluarannya merupakan
komando atau bergantung pada rangkaian control AVR.


Cara Kerja Sistem Penguatan dengan Sikat PLTA Cirata
Turbin generator berputar menggerakan rotor generator sampai dengan putaran
nominal 187,5 rpm.

Pada saat putaran generator menuju 80% dari putaran nominal 187,5 rpm yaitu 150
rpm, kontak/switch tegangan initial baterai 110 V DC dan kontak field discarger circuit
breaker menutup untuk memberikan penguatan arus medan (If) awal ke rotor
generator (pada saat ini trafo eksitasi 16,5 kV/393 V belum kerja) sampai dengan 20%
dari I fn = 1.830 A = 336 A kira-kira tegangan pada terminal generator -+ 3.3 kV).

Pada saat penguatan arus medan If = 20% dari I fn = 366 A, bersama itu kontak switch
tegangan initial baterre 110 V DC membuka dan penguatan arus medan If rotor
generator berpindah, selanjutnya energy eksitasi didapat dari busbar generator melalui
trafo tegangan eksitasi 16,5 kV/393 V.

Thristor dari converter dan untuk pengaturan tegangan serta pengaturan medan
dikontrol oleh gate control thrystor. Selanjutnya secara otomatis tegangan generator
dikontrol oleh AVR hingga tegangan pada terminal generator menujukan 16,5 kV.
Tegangan tersebut dipertahankan kestabilannya secara otomatis oleh sistem kontrol
tegangan AVR (Automatic Voltage Regulator).

Sistem Proteksi dari Sistem Penguatan dengan Sikat
Voltage Balance Relay
Ground Fault Relay
Over Temperature Relay
Over Relay
Untuk mengetahui apakah output generator
normal atau tidak dan apakah fuse sisi
sekunder atau primer dalam kondisi normal.
Untuk mendeteksi temperatur yang bekerja
pada trafo eksitasi.
Untuk mendeteksi apakah pemakaian arus
pada trafo eksitasi melebihi batas yang
ditentukan.
Untuk mengamankan dan mendeteksi apabila
terjadi hubung singkat pada rotor generator
atau sistem supply DC ke kumparan medan.

Pemeliharaan Sistem Penguatan dengan Sikat



Posisi MCB yang terdapat didalam panel penguatan perlu dicek posisinya apakah
normaly open atau normaly off pada saat operasi.

Polarity Reversing Link merupakan kontaktor DC yang harus dipindahkan setiap 6 bulan
sekali. Diharapkan dari perpindahan kontaktor ini akan menjaga keausan salah satu
polarity DB (+/ -) menjadi sama. Sehingga life time system penguatan dengan sikat
menjadi lebih lama.

Menjaga kebersihan pressure-pressure switch di dalam panel dan saringan udara pada
panel.

Membersihkan kotoran atau arang tipis yang timbul dalam field breaker. Arang tipis
yang menempel ini timbul karena bunga api pembukaan field breaker. Pada saat
pembersihan ini kondisi unit harus shunt down dan peralatan yang bertegangan harus
sudah digrounding.

Trouble Shooting Sistem Penguatan dengan Sikat



Tegangan generator tidak
muncul waktu flasing


Flasing contactor tidak berfungsi

Tegangan flasing belum tersedia

Rangkaian flasing terbuka

Rangkaian medan
terbuka/hubungan singkat

Pengaman lebur flasing terputus




Sistem eksitasi tidak setabil


Regulator Gain (AC atau DC)
diset terlalu tinggi

Gangguan catu daya

Gangguan regulator

Beban turbin goyang

Kesimpulan
Konstruksi dari generator sinkron adalah sama dengan konstruksi motor sinkron.
Ada dua struktur kumparan pada mesin sinkron yang merupakan dasar kerja dari
mesin tersebut, yaitu kumparan yang mengalirkan penguatan DC (membangkitkan
medan magnet/sistem penguatan) dan sebuah kumparan (biasa disebut kumparan
jangkar) tempat dibangkitkannya GGL arus bola-balik. Hampir semua mesin sinkron
mempunyai belitan GGL berupa stator yang diam dan struktur medan magnit
berputar sebagai rotor. Kumparan DC pada struktur medan yang berputar
dihubungkan pada sumber DC luar melaui slipring dan sikat arang, tetapi ada juga
yang tidak mempergunakan sikat arang yaitu brushless excitation system.

Sistem penguatan dengan sikat (brush excitation) mempunyai kelemahan dalam
masalah pemeliharaan karena bunga api, diperlukan pemeliharaan dalam pembaruan
sikat-sikat karena pemakaian, penyetelan pegas sikat dan sebagainya.

Nilai arus penguatan harus dijaga agar selalu sesuai dengan arus dasar pada sistem
penguatan sehingga kestabilan sistem secara keseluruhan tetap stabil.


Saran

Sistem penguatan dengan sikat (brush excitation) dapat dialihkan dengan menggunakan
sistem penguatan tanpa sikat (brushless excitation) karena biaya perawatan relatif lebih
rendah.

Untuk menghasilkan tegangan sistem yang stabil, besarnya arus penguatan harus selalu
diperhatikan berkaitan dengan fluktuasi beban yang terjadi.

Terima kasih..