Anda di halaman 1dari 17

Obsessive Compulsive

Disorder
Silvia Aslami
2010730100
Pembimbing
Dr. Ni Wayan Ani P, Sp,KJ
Definisi
Gangguan kecemasan yang ditandai oleh pikiran-pikiran obsesif yang
persisten dan disertai tindakan kompulsif.

Kondisi dimana individu tidak mampu mengontrol dari pikiran-pikirannya
yang menjadi obsesi yang sebenarnya tidak diharapkannya dan
mengulang beberapa kali perbuatan tertentu untuk dapat mengontrol
pikirannya tersebut untuk menurunkan tingkat kecemasannya.
hal yang menggangu, berulang,
ide-ide yang tidak diinginkan,
pikiran, atau impuls yang sulit
untuk diberhentikan meskipun
mengganggu alam sadar
mereka.
obsesif

perilaku yang dilakukan
berulang, baik yang dapat
diamati maupun secara mental,
yang dilakukan untuk
mengurangi kecemasan yang
ditimbulkan oleh obsesi.
kompulsif
Epidemiologi

Prevalensi OCD pada populasi umum diperkirakan 2 sampai 3 persen.
Sejumlah peneliti memperkirakan bahwa gangguan ini ditemukan pada
sebanyak 10 persen pasien rawat jalan di klinik psikiatri.
Faktor
Biologis
Genetik

Faktor
perilaku
Faktor
psikososial
Faktor biologis
Neurotransmiter
Sistem serotonergik. Banyak penelitian yang dilakukan
untuk mendukung hipotesis tentang terlibatnya disregulasi
serotonin terhadap munculnya gejala obsesi dan kompulsif
pada penyakit ini.

Sistem Noradrenergik. Bukti saat ini masih kurang
tentang adanya disfungsi sistem noradrenergik dalam
terjadinya gangguan obsesif kompulsif

Neuroimunologi
Genetik
Penelitian kesesuain pada anak kembar untuk gangguan obsesif
kompulsif menemukan adanya angka kesesuaian yang lebih tinggi secara
bermakna pada kembar monozigot dibandingkan kembar dizigot.

Penelitian keluarga pada pasien gangguan obsesif kompulsif telah
menemukan bahwa 35 persen sanak saudara derajat pertama pasien
gangguan obsesif kompulsif juga menderita gangguan yang sama.

Faktor Perilaku
Gangguan obsesif kompulsif menyetarakan pikiran dengan tindakan atau
aktifitas tertentu yang dipresentasikan oleh pikiran tersebut. Ini disebut
thought action fusion (fusi pikiran dan tindakan).
Diagnosis
Pikiran berulang dan terus-menerus, impuls, atau gambaran yang
dialami di beberapa waktu selama gangguan yang bersifat mengganggu
dan tidak sesuai dan menyebabkan kecemasan dan penderitaan.
Pikiran, impuls, atau gambar tidak hanya kekhawatiran yang berlebihan
tentang masalah kehidupan nyata.
Pasien mencoba untuk menekan atau mengabaikan pikiran seperti itu
atau untuk menetralisirnya dengan beberapa pemikiran lain atau
tindakan.
Orang tersebut mengakui bahwa pikiran obsesional, impuls, atau
gambaran adalah produk dari pikiran sendiri (tidak dipaksakan dari luar,
seperti dalam penyisipan pikiran).

Kriteria obsesif
Kriteria kompulsif
Individu melakukan perilaku berulang (misalnya, mencuci tangan,
pemesanan, memeriksa) atau tindakan mental (misalnya, berdoa,
menghitung, mengulang kata-kata diam-diam
Perilaku atau tindakan mental ditujukan untuk mencegah atau
mengurangi gangguan atau mencegah suatu peristiwa atau situasi yang
dicemaskan.

Pada beberapa poin selama gangguan, pasien mengakui bahwa obsesi
atau kompulsi itu berlebihan atau tidak masuk akal.

Obsesi atau kompulsi itu menimbulkan penderitaan, yang memakan
waktu (berlangsung >1 jam/hari)

Jika gangguan Axis I lainnya muncul, isi dari obsesi atau kompulsi
tersebut tidak terbatas pada itu saja.

Gangguan ini tidak terjadi karena pengaruh langsung zat psikotik atau
kondisi medis tertentu.

Pola Gejala
kontaminasi
Keraguan patologis
Pikiran yang mengganggu
simetri
Obsesi akan kontaminasi biasanya
diikuti oleh pembersihan atau
kompulsi menghindar dari objek
yang dirasa terkontaminasi. Objek
yang ditakuti biasanya sulit untuk
dihindari, misalnya feces, urine,
debu, atau kuman.
Obsesi ini biasanya diikuti oleh
kompulsi pemeriksaan berulang.
Pasien memiliki keraguan obsesif
dan merasa selalu merasa
bersalah tentang melupakan
sesuatu atau melakukan sesuatu.
Obsesi ini biasanya meliputi
pikiran berulang tentang tindakan
agresif atau seksual yang salah
oleh pasien.
Kebutuhan untuk simetri atau
ketepatan akan menimbulkan
kompulsi kelambanan. Pasien
membutuhkan waktu berjam
jam untuk menghabiskan
makanan atau bercukur
Terapi
farmakoterapi
Terapi
Perilaku
Psikoterapi Terapi lain
Farmakoterapi
Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) seperti
fluoxetine (Prozac), sitalopram (celexca),
escitalopram (Lexapro), fluvoksamin (luvox),
paroksetin (paxil), sertraline (Zoloft) telah disetujui
oleh U.S Food and Drug Administration (FDA) untuk
terapi OCD
Clomipramine. Penggunaan dosis clomipramine harus
dititrasi meningkat selama 2 hingga 3 minggu untuk
menghindari efek samping gastrointestinal dan
hipotensi ortostatik. Obat ini juga dapat menimbulkan
sedasi dan efek antikolinergik seperti mulut kering dan
konstipasi
Terapi Perilaku
Terapi perilaku dapat dilakukan di lingkungan
rawat inap dan rawat jalan. Pendekatan perilaku
yang penting di dalam OCD adalah pajanan dan
pencegahan respons
Psikoterapi
Tujuan psikoterapi suportif adalah :
Menguatkan daya tahan mental yang
ada
Mengembangkan mekanisme yang baru
dan lebih baik untuk
mempertahankan control diri
Mengembalikan keseimbangan adaptif.