Anda di halaman 1dari 24

OBAT ANASTESI

GEMY NASTITY HANDAYANY, S.SI,M.SI,APT


SEJARAH ANASTESIA
ISTILAH ANASTESIA
DIKEMUKAKAN PERTAMAKALI
OLEH O.W.HOLMES YG ARTINYA
TIDA ADA RASA SAKIT.
ANASTESIA DIBAGI MENJADI DUA
KELOMPOK : (1) ANASTESIA
LOKAL, YAITU HILANG RASA
SAKIT TANPA DISERTAI HILANG
KESADARAN
(2) ANASTESIA UMUM, YAITU
HILANG RASA SAKIT DISERTAI
HILANG KESADARAN.
TAHUN 1776 DITEMUKAN
ANASTETIK GAS PERTAMA, N2O.
TAHUN 1795 ETER DIGUNAKAN
UTK ANASTETIK INHALASI
PENGERTIAN ANASTETIK
OBAT YG MENGHAMBAT
HANTARAN SARAF BILA
DIKENAKAN SECARA LOKAL
PADA JARINGAN SARAF DG
KADAR YANG CUKUP.
OBAT ANASTESI PERTAMA
ADALAH BERASAL DARI
ALKALOID KOKAIN
SIFAT OBAT ANASTESI
1. TIDAK MENGIRITASI, TIDAK
MERUSAK JARINGAN SARAF
SECARA PERMANEN
2. BATAS KEAMANAN HARUS
LEBAR
3. MULA KERJA HARUS
SESINGKAT MUNGKIN MASA
KERJA HARUS CUKUP LAMA
4. HARUS LARUT DALAM AIR
5. STABIL DLM LARUTAN
6. DPT DISTERILKAN TANPA
MENGALAMI PERUBAHAN
OBAT ANASTESI DIBAGI DALAM
:
1. SENYAWA ESTER : TETRAKAIN,
BENZOKAIN, PROKAIN KOKAIN
2. SENYAWA AMID : DIBUKAIN,
LIDOKAIN, MEPIVAKAIN,
PRILOKAIN.
MEKANISME KERJA :
ANASTETIK LOKAL MENCEGAH
PEMBENTUKAN & KONDUKSI
IMPULS SARAF, POTENSIAL
AKSI SARAF TJD KRN ADANYA
PENINGKATAN SESAAT
PERMEABILITAS MEMBRAN THDP
ION NA* AKIBAT DEPOLARISASI
RINGAN PD MEMBRAN.
ANASTETIK MENGURANGI
PERMEABILITAS MEMBRAN BAGI
K* & NA DLM KEADAAN
ISTIRAHAT, KMD ANASTETIK
MENGHAMBAT HANTARAN
SARAF TANPA MENIMBULKAN
DEPOLARISASI SARAF.
EFEK KERJA ANASTETIK YG
DITIMBULKAN :
1. SSP : MERANGSANG SSP
MENYEBABKAN KEGELISAHAN DAN
TREMOR YG MENGAKIBATKAN
KEJANG.
2. SARAF OTOT & GANGLION OTONOM :
MEMPENGARUHI TRANSMISI
DSAMBUNGAN SARAF OTOT YG
MENYEBABKAN BERKURANGNYA
RESPON OTOT ATAS RANGSANGAN
SARAF

3. SISTEM KARDIOVASKULAR :
MENYEBABKAN PENURUNAN
EKSITABILITAS KECEPATAN
KONDUKSI DAN KEKUATAN
KONTRAKSI
4. OTOT POLOS : BEREFEK
SPASMOLITIK
TEKNIK PEMBERIAN ANASTETIK
1. A. PERMUKAAN
2. A. INFILTRASI
3. A. BLOK
A. PERMUKAAN : DIGUNAKAN
UTK MENGHLANGKAN NYERI
DISELAPUT LENDIR MULUT,
FARING, ESOFAGUS. JG UTK
MENGHILANGKAN NYERI PD
ULKUS DAN LUKA BAKAR.
A. INFILTRASI : UTK
MENIMBULKAN ANASTESIA PD
UJUNG SARAF MELALUI KONTAK
LANGSUNG DG OBAT
DISUNTIKAN SECARA SK DAN
INTRADERMAL.
A. BLOK ; DIGUNAKAN UTK
MEMPENGARUHI KONDUKSI
SARAF OTONOM MAUPUN
SOMATIS.
CARA INI DIGUNAKAN UTK
TINDAKAN PEMBEDAHAN SERTA
TUJUAN DIAGNOSTIK DAN
TERAPI.
BOLAKADE DILAKUKAN PD
SARAF TUNGGAL MIS : SARAF
OKSIPITAL, PLEXUS CELIACUS,
PLEXUS BRACHIALIS.
ANASTETIK UMUM



GAS MENGUAP IV


INDUKSI, ETER HIDROKARBON
OPERASI
DIETILETER HALOTAN
ANASTETIK GAS
ANASTETIK GAS BERPOTENSI
RENDAH JD HANYA DIGUNAKAN
UTK INDUKSI DAN OPERASI
RINGAN.
ANASTETIK INI TDK MUDAH
LARUT DLM DARAH SEHINGGA
TEKANAN PARSIAL DLM DARAH
MENINGGI
BATAS KEAMANAN CUKUP LEBAR
CONTOH ANASTETIK GAS
N2O : O2 UTK MENDAPATKAN
EFEK ANALGESIK
INDUKSI 80 : 20 SEDANGKAN UTK
PARTUS 100% SECARA
BERGANTIAN.
SEBAGAI ANASTETIK TUNGGAL
N20 DPT DIGUNAKAN UTK
PENCABUTAN GI2
SIKLOPROPAN DPT DIGUNAKAN
PADA SETIAPACAM OPERASI YG
BIASA DIGABUNG DG O2.
ABSORPSI DAN EKSRESI
MELALUI PARU. 0,5 %
DIMETABOLISME DALAM BADAN
DAN DIEKSRESI DLM BENTUK
CO2 DAN AIR.
ES : MUAL MUNTAH DAN
DELIRUM
ANASTETIK MENGUAP
ETER (DIETILETER) : CAIRAN TDK
BERWARNA, MENGUAP, BERBAU,
MENGIRITASI SALURAN NAPAS,
MUDAH TERBAKAR DAN
MELEDAK.
ETER DIABSORPSI DAN
DIEKSRESI MELALUI PARU, JUGA
URIN, AIR SUSU, KERINGAT.
ES : MUAL MUNTAH
HALOTAN CAIRAN TDK
BERWARNA, BERBAU ENAK, TDK
MUDH TERBAKAR TDK MDH
MELEDAK.
ABSORPSI DAN EKSRESI
MELALUI PARU, 20 %
DIMETABOLISME DLM BADAN
DAN DIESRESI MELALUI URIN
DLM BENTUK ASAM
TRIFLUOROASETAT DAN
BROMIDA.
ES: KERUSAKAN HATI (SERING),
ANOREKSIA, MUAL, MUNTAH.
ANASTETIK PARENTERAL
PEMAKAIAN SECARA IV UTK :
INDUSKI ANASTESIA, INDUKSI &
PEMELIHARAAN ANASTESIA
BEDAH SINGKAT, ANALGESIA
LOKAL, DAN SEDASI PADA
BEBERAPA TINDAKAN MEDIK.
KRITERIA ANASTETIK
PARENTERAL
1. CEPAT MENGHASILKAN EFEK
HIPNOSIS
2. MEMPUNYAI EFEK ANALGESIA
3. DISERTAI OLEH AMBANG
PASCAANASTESIA
4. CEPAT DILEMINASI OLEH
TUBUH
5. PENGARUG FARMAKOKINETIK
TDK BERGANTUNG PD
DISFUNGSI ORGAN
CONTOH OBAT
BARBITURAT
NATRIUM TIOPENTAL
KETAMIN, OBAT INI BERGUNA
UNTUK TRAUMA, LUKA
BAKAR.OBAT INI DIGABUNG DG
DIAZEPAM PADA KONDISI
TERTENTU.
DLL
STADIUM ANASTESI UMUM :
I : MASIH IKUT PERINTAH, SAKIT
HILANG.
II : GERAKAN TIDAK MENURUT
KEHENDAK, TERTAWA
III : PERNAPASAN TIDAK
TERATUR, PENGKONTROLAN
KEHENDAK HILANG
IV : PERNAPASAN PERUT
MELEMAH
EFEK SAMPING : MUNTAH,
DEPRESI PERNAPASAN,
GANGGUAN HATI JIKA DIBERIKAN
SEARA INHALASI
PARENTERAL : KANTUK, BATUK,
HIPOTENSI, MENGGIGIL, RASA
NYERI SELAMA PEMULIHAN
PEMBERIAN SECARA INHALASI
DPT TERJADI GANGGUAN
FUNGSI HATI.
PEMBERIAN SECARA IV/ IM :
KETAMIN