Anda di halaman 1dari 13

ESTER SIBARANI

090100091
HIPERTROFI ADENOID
SMF ILMU PENYAKIT THT-KL RSUP HAJI ADAM MALIK
MEDAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA
UTARA
Anatomi
Adenoid: massa yang terdiri dari jaringan limfoid yang
terletak pada dinding posterior nasofaring, termasuk dalam
rangkaian cincin Waldeyer.

Jaringan adenoid di nasofaring terutama ditemukan pada
dinding atas posterior, walaupun dapat meluas ke fossa
Rosenmuller dan orifisium tuba eustachius.
Tanda dan Gejala
Akibat Sumbatan koana adenoid face,
faringitis, bronkitis,sinusitis kronik.
Akibat sumbatan Eusthacius otitis media akut
berulang, otitis media kronik dan akhirnya terjadi otitis
media supuratif kronik

Tanda lain dari pembesaran:
Kebanyakan bernafas melalui mulut daripada hidung
Suara sengau
Pernafasan ribut selama siang
Mengorok pada malam hari
Berhenti tiba-tiba untuk beberapa detik pada malam hari
selama mengorok (sleep apnea)
Halitosis
Diagnosis
Gejala klinik
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan penunjang: kultur, radiologi, tes
laboratorium.
Terapi
Adenoidektomi dengan cara kuretase

Indikasi adenoikdektomi
Obstruksi jalan nafas bagian atas kronis dengan akibat gangguan
tidur, kor pulmonale, atau sindrom apneu waktu tidur.
Nasofaringitis purulen kronis walaupun penatalaksanaan medik
adekuat.
Adenoiditis kronis atau hipertropi adenoid berhubungan dengan
produksi dan persistensi cairan telinga tengah.
Otitis media suputatif akut rekuren yang tidak mempunyai respon
terhadap penatalaksaan medik dengan antibiotik profilaksis.
Kasus-kasus otitis media suputatif kronis tertentu pada anak-anak
dengan hipertropi adenoid penyerta.
Gangguan menelan
Kelainan bentuk muka dan gigi(adenoid face)
Curiga keganasan nasofaring.
Kontraindikasi
Bila penderita kelihatan menderita sakit berat dan tindakan
tonsilektomi tidak meyakinkan akan membawa perbaikan dari
penyakitnya.
Bila tonsilektomi dilakukan pada stadium akut dari suatu
penyakit. Juga pada stadium akut dari angina sebaiknya tidak
dilakukan tonsilektomi. Biasanya ditunggu 1 6 minggu setelah
radang mereda.
Kontraindikasi
Pada waktu ada epidemi poliomylitis. Tonsil diperkirakan
merupakan benteng terdepan untuk menanggulangi
poliomielitis. Adalah suatu kenyataan bahwa poliomielitis tipe
bulbar lebih banyak terjadi pada penderita-penderita yang baru
menjalani tonsilektomi atau adeno-tonsilektomi bila
dibandingkan dengan mereka yang tidak menjalaninya.
Bila penderita menderita hemophilia dan dyscrasia darah
lainnya.
Bila penderita menderita hemorrhagic diathesis

Komplikasi
Perdarahan
Kerusakan dinding belakang faring
Rusaknya torus tubarius
Oklusi tuba eustachius sehingga dapat
menyebabkan tuli konduktif.
Kesimpulan
Adenoid : massa yang terdiri dari jaringan limfoid yang terletak pada
dinding posterior nasofaring, termasuk dalam rangkaian cincin
Waldeyer.
Akibat dari hipertrofi ini akan timbul sumbatan koana dan sumbatan
Eusthasius
Diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan tanda klinis, pemeriksaan
rinoskopi, pemeriksaan digital, radiologi.
Dapat dilakukan dengan pembedahan adenoidektomi dengan cara
kuretase memakai adenotom.
Komplikasi dapat berupa perdarahan, kerusakan dinding belakang
faring, rusaknya torus tubarius, oklusi tuba eustachius sehingga
dapat menyebabkan tuli konduktif.
THANK YOU