Anda di halaman 1dari 30

1

Pemakaian Zat Berbahaya


Oleh Pekerja Sektor Pertanian
dr. Dian Isti Angraini, MPH
FK UNILA
2012
2
Penggunaan pestisida setelah masa
perang dunia ke dua semakin meningkat.

Tahun 1945 100 ton
Tahun 1985 3 juta ton
5% dari total produksi di gunakan
di Indonesia (WHO, 1990)
Tahun 2007, pemakaian pestisida 20 kali lipat
3
Penggunaan pestisida :
bukan untuk pengendalian indikatif,
tetapi cover blanket system;
pemberian pestisida walaupun tdk ada
hama
+ 50% biaya produksi/tahun terserap
untuk pestisida.
Petani mempunyai risiko tinggi
terhadap keracunan pestisida.
4
Hasil pemeriksaan cholinesterase
(1987),
35,73% keracunan tingkat ringan.
23,64% keracunan tingkat sedang
Hasil pemeriksaan cholinesterase
(1992/1993),
4,53% keracunan sedang.
40,22% keracunan ringan

5
Sebanyak 658 petani penyemprot
diperiksa darahnya, diperoleh hasil
167 orang (25,4%) keracunan tingkat
sedang
192 orang (29,2%) keracunan tingkat
ringan. (laporan DKK Brebes 1995)
Hasil studi pendahuluan
37,50% keracunan sedang dan berat.
Produk pertanian yang mengandung
pertisida
Bawang merah/putih
Kol, sawi, caesim, kacang panjang, cabe,
bayam
Semangka, melon
Wortel

7
peranan kelompok tani belum
nampak, dan cenderung kompetitif
dalam menggunakan pestisida
Biaya produksi terlalu tinggi, dan 50%
dari total produksi digunakan untuk
pestisida
penggunaan pestisida tidak sesuai
aturan, ditemukan fakta penyemprot
bekerja tanpa APD, dan sambil
merokok
8
Menentukan tingkat keracunan
dan keluhan subyektif
Merck (1970):
Dalam menentukan tingkat
keracunan digunakan metode tes
kinetik.
Dikatakan keracunan apabila kadar
cholinesterase darah 3 dan 8
U/ml
9
leher seperti tercekik, pusing-pusing,
badan terasa lemah, sempoyongan,
pupil atau celah iris mata menyempit,
pandangan kabur, tremor, kejang pada
otot, gelisah, mual, muntah,
Keluhan subyektif menurut
Siswanto (1991)
kejang pada perut, mencret,
mengeluarkan keringat
berlebihan, sesak dan rasa penuh
di dada, pilek, batuk yang
disertai dahak, mengeluarkan air
liur berlebihan, denyut nadi
melemah.
11
Kaitan Penggunaan
Pestisida dengan Kesehatan
Pengaruh pestisida terhadap manusia.
Pestisida meracuni manusia melalui
pernafasan, kulit dan pencernaan
(Goodman, 1981).
Hasil pengukuran kadar
cholinesterase darah sebagai indikator
keracunan pestisida.
Pengaruh Pestisida Dalam Tubuh
Acethylcholine Choline Asam Acetat
Cholinesterase
Pesticide :
- Organofasfat
- Carbamat
-Organochlorine
Hasil Pemeriksaan Laboratorium
Keracunan
Normal
25,3%
74,7%
Gambar 1: proporsi pekerja yang
menderita keracunan pestisida
Pengetahuan Pekerja
Rendah
Sedang
Tinggi
36,5%
23,9%
39,6%
Gambar 2: proporsi pengetahuan pekerja dalam
menggunakan pestisida
Sikap Pekerja
Rendah
Sedang
Tinggi
35,8%
30,3%
33,9%
Gambar 3: proporsi sikap pekerja dalam
menggunakan pestisida
Praktek Pekerja
Rendah
Tinggi
54,7%
45,3%
Gambar 4: proporsi praktek pekerja dalam
mengunakan pestisida
17
Status gizi
Dari hasil antropometri diketahui
233 (55,6%) berstatus gizi normal,
dan 85 orang (20,3%) berstatus gizi
buruk
hasil uji statistik antara status gizi
buruk dan keracunan pestisida
signifikan (p<0,05 dan odd ratio
16,4977)
18
Temuan pada Petani
Penggunaan pestisida tanpa aturan
tidak membahayakan petani
Pestisida tidak pernah terpisah dari
kehidupan sehari-hari dan faktor
penentu hasil panen bawang merah
dan cabe
Bila penggunaan pestisida sesuai
aturan maka tidak panen bawang
merah dan cabe
19
Tidak sreg memakai alat pelindung
dan tidak praktis, bahkan cenderung
mengganggu gerakan.
. Petani tidak boleh manja seperti
Bapak-bapak, kalau sakit sedikit
langsung berobat
Sebenarnya petani sering merasa
pusing-pusing, mual dan gemetar,
tetapi tidak pernah diperhatikan
Petani akan mengatakan itu
keracunan, bila pingsan di galengan
20
Temuan langsung
1. Tidak memakai
sarung tangan
2. Tidak memakai
masker
3. Tidak memakai
kaca mata
4. Tidak memakai
alat pengaduk
PEMAKAIAN APD YANG SEHARUSNYA????
22
saat yang rawan terjadinya
serangan hama pada masa
pertumbuhan tunas
pengisian umbi
pada tanaman cabe pada saat
mulai berbunga
bila dijalankan
cover blanket system tidak perlu
dilakukan
Hasil Konferensi WHO 2004
Tentang Penggunaan Pestisida
Penggunaan Pestisida disemua sektor segera
dihentikan
Terjadi peningkatan penyakit kanker secara
signifikan
Mempengaruhi kejadian aborsi pada ibu
yang bekerja di sektor pertanian
Mempengaruhi penyerapan mineral tertentu
di dalam tubuh. Misalnya iodium
Masalah
Kasus di negara maju (Amerika)
Setiap tahun jumlah penderita sakit yang
disebabkan mikroorganisma adalah 6.5 33
juta orang
Terjadi kematian sebesar
9.000 orang
Kerugian produktifitas dari
makanan yang membawa penyakit
diperkirakan US $ 7 US $ 23
trilyun/tahun
1. Hasil penelitian di Norwegia, konsumen lebih
memperhatikan kandungan gizi dari pada
keamanan makanannya.
2. Hasil penelitian di Jerman, konsumen lebih
peduli thd kontaminasi bakterial & kimiawi dari
pada kandungan gizinya
Menurut Beck, 1992. bergantung pada
sistem politik dan refleksi modernisasi
Margareta Wandel, 1995, British Food Journal.
Vol. 96; No.
Hasil penelitian di USA, 88 % masyarakat
sangat peduli dengan keamanan pangan.
Pada saat memilih makanan, ternyata
keamanan pangan menempati urutan
keenam setelah harga, kandungan lemak &
kolesterol, kandungan zat gizi, rasa
masakan.
DI INDONESIA
Antrak
Bagaimana dengan :
Susu
tercemar
Katering
terkontaminasi
Kandungan
zat gizi
CEMARAN LINGKUNGAN
Persyaratan Penggunaan Sisa Air Buangan Mengacu Pada
Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS:
1. Bahan buangan tidak boleh lebih dari
- 20 ppm kadmium
- 100 ppm timah hitam
- 10 ppm PCB (Polychlorinated Biphenyl)
2. Sayuran yang dikonsumsi mentah tidak boleh ditanam pada
tanah yang dipupuk sisa buangan sebelum 3 tahun dihitung
sejak pemupukan
3. Sayuran tidak dianjurkan ditanam pada tanah yang
mengandung mikroba patogen
4. Sisa buangan tidak
boleh langsung
disiramkan pada
tanaman sayuran
5. Kompos & pupuk yang
diperdagangkan dari
hasil sisa buangan harus
diberi tanda
Terima kasih