Anda di halaman 1dari 45

Malocclusion indices

Orthodontics Indices

Drg. Ari anca
Indeks

secara umum indeks diartikan sebagai
nilai yang menggambarkan status relatif
suatu populasi pada suatu skala
bertingkat dengan batas atas dan batas
bawah yang jelas dan dirancang agar
dapat dibandingkan dengan populasi lain
yang telah dikelompokkan dengan kriteria
dan metode yang sama
Indeks Maloklusi indeks
Orthodontik
nilai kuantitatif yang menggambarkan
derajat maloklusi yang didapat dari hasil
pengukuran secara obyektif beberapa
kriteria klinik
Indeks Maloklusi

secara epidemiologis dapat
menggambarkan tingkat keparahan
dari suatu populasi
Kegunaan Indeks Maloklusi
Klasifikasi/diagnosa : Klasifikasi Angle
Survei epidemiologi :
Epidemiological Registration of Malocclusion
(Bjork et al. 1963), Indeks WHO (1977)
Mengukur tingkat kesukaran perawatan :
Foster & Walpole Day, Crabb & Rock dan Haynes
Indeks Estetik Dento-fasial :
Photographic indeks dari Banack,
Dental Aesthetic Index-DAI dan SCAN index
Mengukur Keberhasilan Perawatan :
- Occlusal Index /OI dan Peer Assessment Rating/ PAR
- Handicapping Labio-lingual deviation HLD
Mengukur kebutuhan perawatan :
Handicapping Labio-lingual deviation HLD
Treatment Priority Index TPI (Grainger)
Handicapping Malocclusion Assessment Record -
HMAR
Occlusal Index OI
Swedish National Board for Health and Welfare Index
Index of Orthodontic Treatment Need - IOTN
PENELITI TAHUN JENIS PENILAIAN
Angle 1899 Kualitatif
Stallard 1932 Kualitatif
McCall 1944 Kualitatif
Sclare 1945 Kualitatif
Massler dan Frankel 1951 Kuantitatif
Van Kirk dan Pennell /
MI
1959 Kuantitatif
Draker / HLD 1960 Kuantitatif
Fisk 1960 Kualitatif

Beberapa contoh metode untuk penilaian
dan pencatatan maloklusi

PENELITI TAHUN JENIS
PENILAIAN
Bjrk, Krebs dan Solow 1964 Kualitatif
Jamison dan McMillan 1966 Kuantitatif
Summers / OI 1966 Kuantitatif
Grainger / TPI 1967 Kuantitatif
Salzmann / HMAR 1968 Kuantitatif
Proffit dan Ackerman 1973 Kualitatif
Linder-Aaronson 1974 Grade Index Scale
Ingervall dan
Ronnerman / INOT
1975 Kuantitatif
PENELITI TAHUN JENIS PENILAIAN
WHO Index 1977 Kuantitatif
Bezroukov et al. 1979 Kualitatif
Kinaan dan Burke 1981 Kualitatif
Djokosalamoen Index 1983 Kuantitatif
Cons et al. / DAI 1986 Kuantitatif
Brook dan Shaw /
IOTN
1989 Grade Index Scale
Richmond et al./ PAR 1992 Kuantitatif
Kriteria indeks maloklusi yang baik

Dapat dipertanggung jawabkan secara klinik
Sederhana, akurat, dan dapat dipercaya.
Memberikan hasil pengukuran yang sama meskipun
digunakan oleh individu yang berbeda (clinically
reliable and valid )
Dapat diterima baik oleh seorang tenaga profesional
maupun non-profesional dan indeks harus mudah
dipelajari
Indeks harus dpt membedakan beberapa tingkatan
dgn jelas dan dpt dipertanggung jawabkan scr
statistik serta tidak menimbulkan banyak
kontroversi/perdebatan
Indeks harus dapat membedakan maloklusi yang
merugikan dan tidak merugikan
Dapat mengukur keparahan maloklusi
Klasifikasi Angle
Paling populer keadaan maloklusi dpt
dilihat secara langsung tanpa melihat
model studi yang digunakan

Dibuat berdasarkan hubungan anterior-
posterior segmen bukal rahang atas &
rahang bawah
Fungsi :
membantu menegakkan diagnosa
klinis dan rencana perawatan
Kekurangan :
Tidak dapat menunjukkan derajat
keparahan maloklusi & kebutuhan
perawatan
Tidak dapat mencerminkan berapa
besar tumpang gigit & gigitan dalam
Treatment Priority Index / TPI

Dibuat untuk menilai :
overjet, crossbite, tumpang gigit, open bite
anterior, gigi insisvus agenesis, distoklusi,
mesioklusi, crossbite posterior dg segmen
gigi atas bukoversi, crossbite posterior dg
dg segmen gigi atas linguoversi, celah-
celah langit.
Digunakan bobot skor yg sesuai
ditentukan, yaitu antara skor 1-10; yang
dapat mencerminkan keparahan
maloklusi dan kebutuhan perawatan

penggunaan indeks ini memerlukan
penggaris
Treatment Priority Index / TPI

Handicapping Malocclusion Assessment
Record / HMAR - Salzmann
Pengukuran keparahan maloklusi untuk
melengkapi cara menentukan prioritas
perawatan, dilakukan dgn mengisi lembar
isian

Penilaian keparahan maloklusi yang ber-
akibat pada kesehatan gigi, fungsi dan
estetik ini dapat disimpulkan pada besarnya
skor yang tercatat pada lembar isian tersebut
- Kelainan gigi dalam satu rahang (missing,
crowded, rotation, spacing)
- Kelainan hubungan gigi kedua rahang
dalam keadaan oklusi (anterior: over bite,
overjet, cross bite, open bite dan
posterior: kelainan antero-posterior).
- Kelainan dentofasial (celah bibir dan atau
langit-langit, gangguan fungsi bicara,
gangguan fungsi rahang, asimetri wajah
dan lain lain).
Keadaan tersebut adalah:
Menggabungkan beberapa sindroma dari
indeks Grainger yang berdasar pada 9 ciri,
yaitu umur gigi, relasi molar, tumpang gigit,
jarak gigit, gigitan silang posterior, gigitan
terbuka posterior, penyimpangan letak gigi,
midline relation, tidak adanya gigi-gigi insisif
permanen rahang atas

Setiap ciri maloklusi yang diperiksa diberi
nomor dan diberi skor pada lembar pengisian
Occlusal Index of Summers / OI
skor OI of summer:
0 - 2.5 : Good occlusions - tidak ada gangguan /
penyimpangan oklusi
2.6 - 4.5 : No treatment - ada sedikit sekali gangguan atau
penyimpangan oklusi sehingga perawatan tidak dianjurkan
pada saat ini
4.6 7 : Minor treatment - ada sedikit gangguan atau
penyimpangan oklusi dimana dibutuhkan perawatan
sederhana (misalnya space regainer, perawatan dengan
alat lepasan)
7.1 11 : Definite treatment - ada gangguan atau
penyimpangan oklusi yang berat
11.1- 16 : Worst occlusions - ada gangguan atau
penyimpangan oklusi yang berat dan merupakan kelainan
yang harus mendapatkan prioritas untuk perawatan
Indeks ini dikatakan mempunyai
tingkat kesahihan yang tinggi,
demikian pula dengan
kesesuaian antar pemeriksa.

Namun bentuk penilainnya rumit
sehingga kurang praktis
Occlusal Index of Summers / OI
Indeks WHO
World Health Organisation (1977) menganjurkan
tiga tingkatan derajat maloklusi, tetapi dua
kelainan di antaranya seperti gigi rotasi, miring
atau berdesakan yang ringan dianggap sebagai
kelainan yang tidak memerlukan perawatan.

Kelainan yang dianggap fatal adalah kelainan
yang menyebabkan terganggunya estetik muka,
fungsi mengunyah atau fungsi bicara.
Kelainan yang sangat parah seperti celah bibir
dan langit-langit, kelainan patologis yang berat
atau kecelakaan dicatat terpisah sebagai kondisi
tersendiri karena prevalensi dari kelainan ini relatif
masih jarang

Belum dapat diterima sepenuhnya dan diharapkan
masih bisa dikembangkan lebih lanjut untuk
mencegah penilaian secara subjektif, dan
dianggap kurang dapat mencerminkan keadaan
maloklusi dengan jelas. Walaupun demikian,
indeks ini tetap merupakan indeks yang terbaik
untuk survei epidemiologi yang sederhana


Dental Aesthetic Index /
DAI
diperkenalkan oleh Naham Cons, Joana
Jenny dan Frank Kohout dari University
of IOWA, USA (1986)

Seleksi prioritas utama untuk
mendapatkan perawatan
Terdiri dari 2 komponen :
Klinik
Estetik

Digunakan terutama untuk mengukur penampilan
estetik geligi berdasarkan norma sosial.

Penilaian kedua komponen ini digabungkan
secara matematik sedemikian rupa yang
menghasilkan satu skor maloklusi

Kesahihan yang tinggi dari DAI telah
dibuktikan dibeberapa negara seperti
Australia, Thailand, Jerman, Canada dan di
USA sendiri
Banyak kesamaan DAI dan IOTN bila
dibandingkan, seperti aspek estetik, ciri
maloklusi, prioritas perawatan ataupun kedua
komponennya
Keunggulan dari DAI adalah persepsi estetik
dan pengukuran ciri maloklusi dapat dihitung
dengan analisis regresi untuk menghasilkan
satu skor tunggal, sedangkan pada IOTN
kedua komponen itu dipisahkan
The Standardized Continuum of
Aesthetic Need / SCAN Index
digunakan untuk menilai penampilan
keindahan geligi. Indeks ini terdiri dari 10
foto dari kasus-kasus yang menunjukkan
tingkatan derajat yang berbeda dari
penampilan estetik susunan geligi; yang
setelah disempurnakan
SCAN indeks digunakan sebagai Aesthetic
Component dari Index of Orthodontic Treatment
Need
untuk survey epidemiologi dan penentuan
prioritas perawatan

Penggunaan secara umum (Otuyemi & Noar ) :
SCAN Index & DAI tidak menunjukkan adanya
perbedaan yang besar, walaupun lebih lanjut
mereka mengatakan bahwa DAI sedikit lebih
reliable, sedangkan SCAN Index karena mudah
dan sederhana membutuhkan waktu pencatatan
yg lebih sedikit.
Peer Assessment Rating /
PAR
Indeks ini diperkenalkan oleh Richmond, digunakan
untuk membandingkan maloklusi sebelum dan
sesudah perawatan

Hal ini bermanfaat untuk melihat efektifitas dan
efisiensi perawatan untuk penilaian pribadi (self-
assessment) ataupun membandingkan sistem
pelayanan perawatan ortodonti secara nasional
maupun internasional
Perubahan skor PAR sebanyak 70%
menunjukkan suatu hasil perawatan yang
baik.

PAR indeks ini menunjukkan kesesuaian
yang baik sekali dengan Occlusal Index dari
Summers dalam hal mengukur kualitas hasil
perawatan
Peer Assessment Rating / PAR
Index of Orthodontic Treatment Need /
IOTN
Terdiri dari 2 komponen (Brook & Shaw) :
1. Dental Health Component (DHC)
2. Aesthetic Component (AC)

Dalam penggunaannya, Dental Health
Component (DHC) digunakan terlebih
dahulu, baru kemudian Aesthetic
Component (AC)
Dental Health Component diajukan untuk
mengatasi subyektifitas pengukuran dengan
batas ambang yang jelas; yang terdiri dari 5
tingkat keparahan maloklusi

Tingkat 1 menunjukkan kelompok yang tidak
memerlukan perawatan ortodonti, sedangkan
tingkat 5 merupakan keadaan maloklusi yang
terparah, yang diindikasikan sebagai sangat
membutuhkan perawatan
DHC menggunakan aturan yang simpel yaitu
MOCDO :
-missing
-overbite
-crossbite
-displacement of contact point (perpindahan
titik kontak)
-overjet
Pasien gigi insisvus impakasi---grade 5
Overjet 6-9mm ----- grade 4
Untuk membantu pengukuran ini,
dipergunakan penggaris plastik yang
transparan dimana pada penggaris
tersebut berisi semua informasi yang
diperlukan untuk mengukur Dental Health
Component (DHC)
Skor derajat keparahan dari Dental
Health Component adalah sbb.
Skor 1 - 2 : Tidak perlu perawatan/
perawatan ringan
Skor 3 : Perawatan borderline /
sedang
Skor 4 5 : Sangat memerlukan
perawatan
Indeks ini mudah, sederhana dan
waktu pemeriksaannya singkat;
menunjukkan derajat kesesuaian yg
baik sekali antar pemeriksa sehingga
baik dipakai untuk survei epidemiologi
Aesthetic Component (AC) dikembangkan
oleh Evans dan Shaw (1987) terdiri dari 10
foto berwarna yang menunjukkan tingkatan
derajat penampilan estetik susunan geligi

Dengan mengacu pada gambar ini, derajat
penampilan estetik gigi pasien dapat dinilai
dalam salah satu tingkatan derajat tertentu
Aesthetic
Component
Photograph


untuk
pemeriksaan
pasien
(direct examination)
Aesthetic
Component
Photograph



untuk model
studi
Skor derajat keparahan Aesthetic
component
Grade 1- 4 = tidak memerlukan perawatan
Grade 5 -7 memerlukan perawatan
Grade 8- 10 = sangat memerlukan
perawatan
Tingkatan derajat keparahan dari
Aesthetic Component adalah sbb.
Skor 1 - 4 : Tidak perlu perawatan
atau perawatan ringan
Skor 5 - 7 : Perawatan borderline
atau sedang
Skor 8 - 10 : Sangat memerlukan
perawatan
IOTN masih mempunyai keunggulan dalam
hal waktu pakai karena dapat diterapkan
dlm 30 detik sampai satu menit untuk
memeriksa satu penderita sedangkan OI
memerlukan waktu antara 2-3 menit.

Karena itu IOTN dapat digunakan pula
untuk survei dgn sampel yg lebih besar
I C O N

The Index of Complexity, Outcome and Need

Gabungan dari IOTN dan PAR Indeks
dari sekian banyak indeks, belum ada satupun
yg dpt memenuhi kriteria di atas ini.
Misalnya, indeks untuk diagnostik belum
mempunyai detail yang diperlukan secara
lengkap sedangkan indeks epidemiologi yg
lengkap, terlalu kompleks pengisiannya,
sehingga membutuhkan waktu yang kurang
singkat.
Walaupun indeks maloklusi ini tidak ada yang
sempurna, tidak berarti bahwa indeks
tersebut tdk dapat dipergunakan;
tetap ada beberapa indeks yg baik untuk
dipakai ataupun dikombinasikan sesuai dgn
tujuan maksimum apa yang akan dpt dicapai