Anda di halaman 1dari 19

Penentuan Umur Waduk

Faktor-faktor yg mempengaruhi umur bendungan :


1. Sedimentasi
2. Pengaruh lingkungan
3. Gagalnya bangunan bendungan
Umur bendungan ditentukan berdasarkan usia guna
waduk yg dinyatakan sebagai umur ekonomis
waduk tsb (50 100 th). Dalam perencanaannya
usia guna waduk ditetapkan berdasarkan volume
bersih waduk dengan menyediakan tampungan
mati (dead storage) untuk sedimen. Sehingga jika
volume tampungan sedimen terlampau, maka umur
ekonomisnya akan menurun

Contoh :
Suatu Bendungan mempunyai kapasitas tampungan
20.000.000 m
3
. Debit inflow tahunan rata-rata yang
masuk ke waduk sebesar 12.500.000 m
3
/th. Apabila rata-
rata volume sedimen yang masuk ke waduk per tahunnya
adalah sebesar 250.000 m
3
, maka :
a. Hitung usia guna bendungan jika usia guna
bendungan terbatas 80% kapasitas tampungan terisi
sedimen.
b. Berapa lama usia guna bendungan di atas dapat
diperpanjang jika 10% dari sedimen yang masuk
dapat diambil dari waduk
c. Berapa lama usia bendungan yang dapat dicapai jika
kapasitas tampungan hanya 1.000.000 m
3

a. Usia guna bendungan jika usia guna bendungan terbatas 80%
kapasitas tampungan terisi sedimen, sehingga vol air tinggal 20% dr
kapasitas awal, yaitu : 20% x 20.000.000 = 4.000.000.
Perhitngan selengkapnya dpt dilihat pd tabel sbb. :
Perbandingan Trap Effisiensi Pertambahan Pertambahan Waktu
Kapasitas Kapasitas Sedimen yg Rata-2 Pertamb. Sedimen Volume
Masuk tertinggal Sedimen
m3 % % m3 m3 th
1 2 3 4 5 6 7
20,000,000 1.60 99.0
16,000,000 1.28 98.5 98.75 246,875 4,000,000 16.20
12,000,000 0.96 97.5 98.00 245,000 4,000,000 16.33
8,000,000 0.64 97.0 97.25 243,125 4,000,000 16.45
4,000,000 0.32 96.0 96.50 241,250 4,000,000 16.58
Jumlah 65.56
Kolom (1) : vol. tampungan awal = 20.000.000 m3
vol. perhitungan brs ke-2 = 20.000.000 (20% x 20.000.000) = 16.000.000 m3, dst.
Kolom (2) : kolom (1) : debit inflow tahunan (12.500.000)
Kolom (3) : dg diketahui kolom (2) dapat ditentukan kolom (3) dg menggunakan grafk median
Kolom (4) : rata-rata kolom 3
Kolom (5) : kolom (4) x sedimen yg masuk (250.000) x 0,01 (kolom (4) dlm %)
Kolom (6) :pertambahan volume air 4.000.000 m3
Kolom (7) : kolom (6)/kolom (5)

b. jika 10% dari sedimen yang masuk dapat diambil dari waduk :
Kolom (1) : vol. tampungan awal = 20.000.000 m3
vol. perhitungan brs ke-2 = 20.000.000 (20% x 20.000.000) = 16.000.000 m3, dst.
Kolom (2) : kolom (1) : debit inflow tahunan (12.500.000)
Kolom (3) : dg diketahui kolom (2) dapat ditentukan kolom (3) dg menggunakan grafk median 10%
Kolom (4) : rata-rata kolom 3
Kolom (5) : kolom (4) x sedimen yg masuk (250.000) x 0,01 (kolom (4) dlm %)
Kolom (6) :pertambahan volume air 4.000.000 m3
Kolom (7) : kolom (6)/kolom (5)
Perbandingan Trap Effisiensi Pertambahan Pertambahan Waktu
Kapasitas Kapasitas Sedimen yg Rata-2 Pertamb. Sedimen Volume
Masuk tertinggal Sedimen
m3 % % m3 m3 th
1 2 3 4 5 6 7

20,000,000 1.60 89.0

16,000,000 1.28 88.5 88.75

221,875

4,000,000 18.03

12,000,000 0.96 87.5 88.00

220,000

4,000,000 18.18

8,000,000 0.64 87.0 87.25

218,125

4,000,000 18.34

4,000,000 0.32 86.0 86.50

216,250

4,000,000 18.50
Jumlah 73.05
c. jika kapasitas tampungan hanya 1.000.000 m
3
:
Kolom (1) : vol. tampungan awal = 1.000.000 m3
vol. perhitungan brs ke-2 = 1.000.000 (20% x 1.000.000) = 200.000 m3, dst.
Kolom (2) : kolom (1) : debit inflow tahunan (12.500.000)
Kolom (3) : dg diketahui kolom (2) dapat ditentukan kolom (3) dg menggunakan grafk median
Kolom (4) : rata-rata kolom 3
Kolom (5) : kolom (4) x sedimen yg masuk (250.000) x 0,01 (kolom (4) dlm %)
Kolom (6) :pertambahan volume air 4.000.000 m3
Kolom (7) : kolom (6)/kolom (5)
Perbandingan Trap Effisiensi Pertambahan Pertambahan Waktu
Kapasitas Kapasitas Sedimen yg Rata-2 Pertamb. Sedimen Volume
Masuk tertinggal Sedimen
m3 % % m3 m3 th
1 2 3 4 5 6 7

1,000,000 0.08 85.0

800,000 0.06 82.0 83.50 208,750 200,000 0.96

600,000 0.05 78.0 80.00 200,000 200,000 1.00

400,000 0.03 69.0 73.50 183,750 200,000 1.09

200,000 0.02 60.0 64.50 161,250 200,000 1.24
Jumlah 4.29
Penyelesaian
Draft/pengeluaran = 730 * 10
6
m
3/
bulan
Volume Waduk = 4795 * 10
6
m
3
Jumlah Kosong = 2
Kegagalan = 5.555556 %
Keandalan = 94.44444 %
Jumlah Data = 36
debit bulanan draft S
t+1
ket
(m3/det) (m3/det) (m3/det)
tamp awal = 4,795
1 1 600 730 4,665
2 650 730 4,585
3 800 730 4,655
4 750 730 4,675
5 550 730 4,495
6 600 730 4,365
7 580 730 4,215
8 400 730 3,885
9 450 730 3,605
10 700 730 3,575
11 1000 730 3,845
12 900 730 4,015
2 1 550 730 3,835
2 700 730 3,805
3 750 730 3,825
4 650 730 3,745
5 500 730 3,515
6 450 730 3,235
7 350 730 2,855
8 330 730 2,455
9 250 730 1,975
10 400 730 1,645
11 500 730 1,415
12 600 730 1,285
3 1 550 730 1,105
2 650 730 1,025
3 800 730 1,095
4 900 730 1,265
5 700 730 1,235
6 600 730 1,105
7 450 730 825
8 300 730 395
9 200 730 - Gagal
10 600 730 - Gagal
11 1000 730 270
12 1200 730 740
610 debit rerata
tahun ke periode
Misal, jika besarnya kebutuhan kurang
dari 730m
3
/det dan/atau keandalan yang
direncanakan kurang dari 95%, maka
dengan sendirinya volume waduk rencana
dapat diturunkan.
Bendungan :

Setiap bangunan penahan air
buatan, jenis urugan atau jenis
lainnya yang menampung air;
termasuk pondasi, bukit
tumpuan, serta bangunan
pelengkapnya.

(Dikutip dari : Permen PU No. 72/PRT/1997 Pasal 1 ayat 6)
Kegagalan Bangunan Bendungan :

Keadaan runtuh dan atau tidak
berfungsinya sebagian atau seluruh
bangunan bendungan dan atau
bangunan pelengkapnya sebagai
kesalahan disain dan atau pelaksanaan
pembangunan dan atau pengelolaan
bendungan yang mengakibatkan
kerugian masyarakat & lingkungan

(Dikutip dari : Permen PU No. 72/PRT/1997 Pasal 22 ayat 1)
10
Maksud & Tujuan Instrumentasi Bendungan
Bendungan direncanakan dan dibangun untuk mendapatkan tampungan
air, yang secara umum dimanfaatkan untuk beberapa kegunaanan antara
lain untuk : irigasi, air baku air minum & industri, pembangkit tenaga
listrik, pengendalian banjir, pariwisata dan manfaat lain.
Disamping manfaat tersebut terkandung suatu bahaya besar jika terjadi
suatu kegagalan bangunan bendungan, sehingga kehandalan dan
keamanan bendungan adalah hal yang sangat penting disamping
pemanfaatannya.
Untuk menghindari potensi korban jiwa, kerusakan bangunan, dan
kerugian lainnya akibat bobolnya bendungan, memerlukan data yang
cukup.
Jaminan keamanan bendungan yang berkesinambungan diperlukan pada
tahap pembangunan, pengisian air waduk pertama kali, dan sepanjang
pengoperasian waduk.
Pemantauan instrumentasi yang efektif dapat membantu pencapaian
keamanan bendungan dan memenuhi jaminan tersebut.
Data pemantauan tersebut melengkapi data pengamatan dan inspeksi
untuk mengetahui tingkah laku suatu bendungan.
2. Kelompok Hal-hal yang Perlu Dipantau

Secara umum hal-hal yang perlu dipantau dapat
dikelompokkan sebagai berikut :

2.1 Air dan ikutannya (air waduk, rembesan, air tanah,
tekanan air pori)

2.2 Gerakan dan pergeseran bendungan

2.3 Getaran (gempa bumi, gelombang, dll.)

2.4 Klimatologi (curah hujan, penguapan, dll.)
3. Jenis Instrumentasi

3.1 Pemantau Air dan Ikutannya
3.1.1 Pemantau Muka Air Waduk
a) Papan Duga Muka Air (Peilschaal)

b) Pencatata Duga Muka Air Otomatik
(AWLR-Automatic Water Level Recorder)

3.1.2 Pemantau Air Rembesan
a) Gelas ukur dan pencatat waktu

b) Bendung V-notch, Thompson, Cipoleti, dll.

3.1.3 Pemantau Tekanan Air Pori
a) Piezometer Pipa Tegak

b) Piezometer Hidrolik

c) Piezometer Elektrik

3.1.4 Pemantau Air Tanah
a) Sumur Pengamatan
3. Jenis Instrumentasi (lanjutan)

3.2 Pemantau Gerakan & Pergeseran Bendungan

3.2.1 Pemantau Gerakan Permukaan

a) Alat Ukur Topografi

b) Patok Geser dan Patok Tetap

3.2.2 Pemantau Gerakan Dalam (Internal)

a) Inklinometer (Gerakan arah Horisontal)

b) Ring Magnet (Penurunan Tubuh Bendungan)

c) Pengukur Penurunan Tipe USBR
3. Jenis Instrumentasi (lanjutan)


3.3 Pemantau Getaran Bendungan

Seismograf - Alat Pencatat Gempa


3. Jenis Instrumentasi (lanjutan)


3.4 Pemantau Klimatologi

3.4.1 Pengukur Curah Hujan

3.4.2 Pengukur Penguapan

a) Panci Pan A

b) Metode Pennman



15
4.1Pemeriksaan Kebenaran Data di Lapangan
Perbandingan dengan data sebelumnya
Bila ditemukan perubahan periksa
parameter lain
Lakukan kembali pembacaan
Periksa fungsi bacaan peralatan
pembacaan
Periksa bacaan kalibrasi pembacaan
Lakukan pemeriksaan visual

4. PENGOLAHAN DATA PEMANTAUAN
KEAMANAN BENDUNGAN
16
4.2Pemeriksaan Kebenaran Data di Kantor
Pada tahap pengolahan :
Mencari kesalahan yang jelas dalam
data
Mengkaji tanggapan dari staf lapangan
Pengeplotan data dengan memakai
analisis statistik
Rekomendasi pengulangan data bila
diperlukan
4. PENGOLAHAN DATA PEMANTAUAN
KEAMANAN BENDUNGAN
17
4.3 Penyajian Data


Pengeplotan parameter terhadap :
Waktu
Muka Air Waduk
Rembesan
Curah Hujan
4. PENGOLAHAN DATA PEMANTAUAN
KEAMANAN BENDUNGAN
18

5.1 Pemeliharaan umum
Mencari Kerusakan
Segera melaporkan kegagalan pemakaian
Mengatur perbaikan
Mencari advis tentang penggantian
5.2 pemeliharaan alat baca
Menjaga alat baca agar tetap bersih dan kering
Meminyaki / memberi pelumas sesuai kebutuhan
Mencuci Pita Ukur
Mengisi Ulang Baterai
Pastikan semua tutup dan steker terpasang
Memindahkan alat Pembacaan seperti Best China -
alat itu mudah rusak !!
19
5.3 pemeliharaan terminal
Mengganti tutup pada semua pipa dan kabel
Membersihkan panel terminal dan rumahnya
Pastikan semua terminal dikunci
(Ganti kunci yang rusak)
5.4 pemeliharaan berkala
Menyiram Standpipes dan Sumur Observasi
Membilas Pipa Piezometer Hidraulik
Menyiram Inklinometer
Mempererat sambungan dan hubungan
Mengganti Aki (Baterai)