Anda di halaman 1dari 90

BIMBINGAN KESEHATAN BAGI JEMAAH HAJI

TAHUN 1435H/2014M
DINAS KESEHATAN KOTA DEPOK
TAHUN 2014
Penyelenggaraan Ibadah Haji, sebagaimana diamanahkan dalam Undang-
Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji, bertujuan untuk memberikan
pembinaan, pelayanan, dan perlindungan yang sebaik-baiknya bagi Jemaah Haji sehingga Jemaah
Haji dapat menunaikan ibadahnya sesuai dengan ketentuan ajaran agama Islam, dan untuk maksud
tersebut, Pemerintah berkewajiban melakukan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan dengan
menyediakan layanan administrasi, bimbingan Ibadah Haji, Akomodasi, Transportasi, Pelayanan
Kesehatan, keamanan, dan hal-hal lain yang diperlukan oleh Jemaah Haji.
RENCANA PERJALANAN HAJI 1435H/2014M


3
NO
TANGGAL
KEGIATAN
MASEHI HIJRIAH
1 31 Agustus 2014 5 Dzulqa'dah 1435 Jemaah Haji masuk asrama haji
2 1 September 2014 6 Dzulqa'dah 1435
Awal pemberangkatan jemaah haji Gelombang I dari
Tanah Air ke Madinah/Jeddah
3 14 September 2014 19 Dzulqa'dah 1435
Akhir pemberangkatan jemaah haji Gelombang I dari
Tanah Air ke Madinah/Jeddah pukul 24.00 WAS
4 15 September 2014 20 Dzulqa'dah 1435
Awal pemberangkatan jemaah haji Gelombang II dari
Tanah Air ke Jeddah
5 28 September 2014 4 Dzulhijjah 1435
Akhir pemberangkatan jemaah haji Gelombang II dari
Tanah Air ke Jeddah
6 28 September 2014 4 Dzulhijjah 1435 Closing date KAIA Jeddah (pukul 24.00 WAS)
7 2 Oktober 2014 8 Dzulhijjah 1435 Hari Tarwiyah
8 3 Oktober 2014 9 Dzulhijjah 1435
WUKUF DI ARAFAH (HARI JUM'AT)
9 4 Oktober 2014 10 Dzulhijjah 1435
Idhul Adha 1435 Hijriyah
10 5 Oktober 2014 11 Dzulhijjah 1435
Hari Tasyrik I
11 6 Oktober 2014 12 Dzulhijjah 1435
Hari Tasyrik II (Nafar Awal)
12 7 Oktober 2014 13 Dzulhijjah 1435
Hari Tasyrik III (Nafar Tsani)
13 9 Oktober 2014 15 Dzulhijjah 1435
Awal pemulangan jemaah haji Gelombang I dari tanah
Makkah mealui Bandara KAIA Jeddah Ke Tanah Air
14 5 November 2014 12 Muharam 1435
Akhir pemulangan jemaah Haji gelombang II dari
Jeddah/Madinah ke Tanah Air
15 6 November 2014 13 Muharam 1435
Akhir kedatangan jemaah haji Gelombang II dari
Jeddah/Madinah ke Tanah Air
PROFIL
JAMAAH HAJI
2013
PROFIL JEMAAH HAJI
TAHUN 2013
EVALUASI KESEHATAN HAJ I
2013
* SUMBER DATA : SISKOHATKES
2013
TRAINING OF TRAINERS, 2014
JEMAAH HAJI RISTI
TAHUN 2013
EVALUASI KESEHATAN HAJ I
2013
* SUMBER DATA : SISKOHATKES
2013

TOTAL JEMAAH RISTI
87.203

RISTI
PENYAKIT
RISTI USIA
60 TAHUN +
RISTI
PENYAKIT
RISTI USIA
60 TAHUN
12,98% 54,45% 32,58%
RISTI PENYAKIT
Essential (primary) hypertension 40,36%
Non-insulin-dependent diabetes mellitus 14,22%
Disorders of lipoprotein metabolism and other
lipidaemias 13,23%
Cardiomegaly 6,48%
Other rheumatoid arthritis 4,10%
General examination and investigation of persons
without complaint or 3,76%
Gastritis and duodenitis 2,89%
Dyspepsia 2,57%
Asthma 2,05%
Atherosclerotic heart disease 1,69%
10 PENYAKIT RISTI TERBANYAK
TRAINING OF TRAINERS, 2014
PERBANDINGAN WAFAT DI ARAB SAUDI
TAHUN 2011, 2012 DAN 2013
A
R
M
I
N
A
PASCA
PRA
0
100
200
300
400
500
600
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31 33 35 37 39 41 43 45 47 49 51 53 55 57 59 61 63 65 67 69 71
4.184 BDJ 6
4.259 BPN 4
7.866 BTH 13
3.072 BTJ 12
17.902 JKG 27
30.208 JKS 41
3.573 LOP 6
6.554 MES 11
5.928 PDG 11
5.999 PLM 16
26.414 SOC 55
28.441 SUB 33
11.930 UPG 16
13.554 PIHK 12

MIN 39
MAX 87
Mod 68
Med 66
Rata 66
497
428
266
2013
2012
2011
TRAINING OF TRAINERS, 2014
* SUMBER DATA : SISKOHATKES
2013
ANALISIS JEMAAH WAFAT DI ARAB SAUDI
TAHUN 2013 (1)
* SUMBER DATA : SISKOHATKES
2013
TRAINING OF TRAINERS, 2014
ANALISIS JEMAAH WAFAT DI ARAB SAUDI
TAHUN 2013 (2)
* SUMBER DATA : SISKOHATKES
2013
TRAINING OF TRAINERS, 2014
ANALISIS JEMAAH WAFAT DI ARAB SAUDI
TAHUN 2013 (3)
* SUMBER DATA : SISKOHATKES
2013
TRAINING OF TRAINERS, 2014
ANALISIS JEMAAH WAFAT DI ARAB SAUDI
TAHUN 2013 (4)
EVALUASI KESEHATAN HAJ I
2013
* SUMBER DATA : SISKOHATKES
2013
TRAINING OF TRAINERS, 2014
LATAR BELAKANG (1)
UU NO. 13 TAHUN 2008
Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji
JEMAAH HAJI
SEHAT,BUGAR,MANDIRI
& MABRUR
MANAJEMEN RESIKO
KESEHATAN HAJI
KEPMENKES RI NO:
442/MENKES/SK/VI/2009
Tentang Pedoman
Penyelenggaraan Kesehatan Haji
Latar Belakang (2)
Ibadah haji merupakan ibadah yg
lebih banyak menggunakan
kemampuan jasmani/fisik
(Olah fisik).
8 hari
Madinah
22 hari Makkah
+ 5 hari ArMina
B
u
s

6

j
a
m

Perjalanan
Gelombang 1b
1 hari
(pulang)
Jarak ke Masjidil Haram
Terdekat
1000 meter
Terjauh
3980 meter
Jarak
diatas 2 km 64%
dibawah 2 km 36%

REKAPITULASI HASIL PENYEWAAN AKOMODASI PER WILAYAH

NO WILAYAH
JUMLAH
GEDUNG
KAPASITAS JARAK
KETERANGAN
(%)
1 Aziziah 13 21,615 2200 - 3880 13.34
2 Bakhutmah 6 7,277 1970 - 2350 4.49
3 Jarwal 14 31,544 1040 - 2720 19.46
4 Jumaizah 4 5,837 1304 - 1524 3.60
5 Ma'abdah 7 5,631 2200 3150 3.47
6 Mahbas Jin 19 36,252 1560 2720 22.37
7 Misfalah 20 25,683 730 2310 15.85
8 Raudhah 16 13,708 1903 3400 8.46
9 Rei Zakhir 4 2571 1800 - 2325 1.59
10 Syari' Mansur 4 3,723 1840 3100 2.30
12 Syisyah 7 7,571 2855 - 3930 4.67
13 cadangan 2 1,552 0.96
JUMLAH 116 160,836 99.23
TUJUAN BIMBINGAN KESEHATAN
JAMAAH HAJI
Meningkatkan kondisi kesehatan
jemaah haji sebelum
keberangkatan
Menjaga agar jemaah haji dalam
kondisi sehat selama menunaikan
ibadah, sampai tiba kembali di
tanah air
Mencegah terjadinya transmisi
penyakit menular yang mungkin
terbawa keluar / masuk oleh
jemaah haji
PEMBINAAN KESEHATAN JEMAAH HAJI
KEGIATAN :

1. Peningkatan kesehatan

2. Pemeliharaan kesehatan

3. Pencegahan penyakit

4. Pengobatan penyakit

5. Pemulihan kesehatan
Profil jemaah haji kita
Di tanah air sebelum sebelum berangkat haji
Di Embarkasi menjelang pemberangkatan
Pelayanan kesehatan penerbangan (saat berada di dalam pesawat)
Di tanah suci selama menjalankan ibadah
Debarkasi (saat) kepulangan jamaah
Lingkup Pelayanan
Kesehatan Haji
Pemeliharaan
kesehatan jamaah haji
di tanah air
Pemeriksaan Kesehatan Dasar di puskesmas Identifikasi
Masalah Kesehatan
Pemeliharaan Kesehatan PHBS
(Perilaku Hidup Bersih&Sehat)
Olah raga teratur
Konsumsi makanan yang bergizi
Melakukan aklimatisasi (penyesuaian) dengan kondisi cuaca yang mungkin
VAKSINASI WAJIB (Meningitis) dan ANJURAN (Influenza,
Pneumoinia)
Konsultasi & Pengobatan masalah kesehatan bagi yang Risti
dengan dokter Spesialis
PEMERIKSAAN
KESEHATAN DASAR
Pemeriksaan Khusus
berdasarkan indikasi medis
Pemeriksaan Lanjut
WUS tes kehamilan
JH 40 thn pem. Radiologis
toraks PA, GDS, Chol. LDL,
EKG, Urine Lengkap
JH Lansia (usia 60 thn)
Barthel Indeks
JH Pendamping tes kebugaran
Pemeriksaan Pokok
identitas, anamnesis, pemeriksaan fisik & kesehatan jiwa, pemeriksaan laboratorium
TUMPENG GIZI SEIMBANG
Aklimatisasi (Penyesuaian)
cuaca di Arab Saudi
Dengan cara olah raga Aerobik
dan/atau Jalan Kaki ( 3 5 km)
secara periodik 2 3 kali seminggu.
Selanjutnya latihan dilakukan tiap
hari menjelang keberangkatan.
Dianjurkan setelah sholat subuh
(05.00-06.00) dan sore (16.30-
17.30)
Lakukan Aklimitasi untuk menyesuaikan dengan iklim dan suhu di Arab
Saudi
Contoh jalan ke masjid untuk sholat dhuhur dan ashar +/- 30menit
Efikasi Vaksin, Daya Lindung
dan Imunisasi Ulang
Efikasi vaksin : 95 %
Daya lindung/ proteksi kekebalan : 2
tahun, antibody terbentuk 10 hari setelah
imunisasi.
Imunisasi ulang dilakukan setelah 2 tahun.




KATEGORI JAMAAH
JAMAAH HAJI
Mandiri
Observasi
Pengawasan
Tunda
Risiko Tinggi
BUKU KESEHATAN JAMAAH HAJI (BKJH)

SERTIFIKAT
VAKSINASI
MENINGITIS

TANDA PENGENAL JAMAAH
Pemeliharaan
kesehatan jamaah haji
selama
di Embarkasi
Siapkan BKJH, letakkan ditempat yang mudah dijangkau
Pemeriksaan Kelengkapan BKJH & Keabsahan Sertifikat Vaksinasi
Meningitis oleh TimKes Embarkasi
Pemeriksaan Kesehatan ulang bila diperlukan ( Tes Kehamilan,
Pemeriksaan Dahak bagi Penderita TBC)
Bagi Jamaah dengan penyakit Kronis agar menyiapkan obat-
obatan yg rutin ditempat yang mudah dijangkau
Melaporkan obat-obatan yang dibawa agar tercatat di BKJH oleh
Petugas TimKes Embarkasi
Tersedia Balai Pengobatan di Embarkasi bagi Jamaah yg
membutuhkan
Minum obat anti mabuk perjalanan 2 jam sebelum keberangkatan
PHBS di Asrama Haji
Cuci tangan
pakai sabun
sebelum &
sesudah
makan
Menggunakan
jamban (WC)
bila buang air
Menjaga
kebersihan &
kerapihan
kamar tidur &
kebersihan
kamar mandi
Membuang
sampah pd
tempat yg
disediakan
Tidak
merokok
dalam kamar
Pemeliharaan
kesehatan jamaah haji
selama
di Pesawat
FAKTOR RISIKO


LINGKUNGAN
NEUROPSIKOLOGIS
DISBARISM
SUHU, BISING, VIBRASI
AKSELERASI, DESELERASI,
KETINGGIAN
PRESSURE CABIN
Motion Sickness
Jet lag, Humidity/Ggn Met
Rythme circadian
Pengembangan gas
Gas larut
Fisiologis,
Mental
KESELAMATAN PENERBANGAN
Lama terbang sekitar 8-10 jam.
Hipoksia,
Hipotermi
Motion sickness (mabuk udara)
Nyeri sinus, telinga & gigi
Sindroma takut terbang
Dehidrasi
Jetlag
Kelelahan
Aerotitis & barotitis
Lingkungan dlm kabin pesawat
mengakibatkan perubahan fisiologis manusia
Lakukan Senam di pesawat
Berdiri & berjalan di dlm pesawat (jika
memungkinkan) selama 5-10 menit.
PHBS di Pesawat
Memakai
sendok,
garpu, pisau
yg telah
disediakan
bila makan
Penggunaan
toilet : Lantai
basah akan
mengganggu
keselamatan
pesawat
Tidak
membuang
sampah di
sembarang
tempat
Tidak boleh
merokok :
Semua
pesawat
bebas asap
rokok
TOILET PESAWAT
Pemeliharaan
kesehatan jamaah haji
selama
di Arab Saudi
1.Rajin Membersihkan diri
sendiri
Cukur Rambut
AWAS PENYAKIT MENULAR,, HEPATITIS, HIV !!!
Membawa Peralatan Cukur Pribadi Atau menggunakan jasa
Potong rambut resmi...
2. Rajin Membersihkan
Lingkungan
Tenda di Arofah
Tenda di Mina
Kamar Mandi di Arofah
Antri dengan sabar.......jangan memaksakan masuk wc sama2
Kamar Mandi dan Toilet di Arofah
SemiPermanen!!!
Selalu bersihkan alat-alat makan dan gunakan alat makan dan minum
masing-masing
3. Pola Makan Sehat
Makanan khas Indonesia
banyak tersedia
Hindari Makanan yang tidak
tertutup
Makan makanan catering sesuai dengan waktunya
(tertera di box makanan)


Kebutuhan cairan di Tanah Suci
bervariasi 4-6 lt/hari
Tanda kekurangan cairan
(dehidrasi)

1. Rasa haus berlebih

5. Jarang buang air kecil
(urin berubah menjadi orange
/kuning pekat /hitam)

2. Kulit tidak elastis
(tidak berlaku pada lansia)
3. Kepala terasa pusing (mengambang)
dan berkunang-kunang

4.Penyakit sembelit dan tidak berkeringat
Penderita Gagal Jantung
Perlu perhatian khusus !!!
Istirahat
yg Cukup
JANGAN MELAKUKAN ZIARAH/WISATA MENDEKATI
HARI ARMUNA
4. Pola Hidup Sehat
Hindari merokok /Terhisap asap
rokok
Gunakan Masker
Waspada virus Corona!!
Gunakan Masker tebal Yang diberi air sebagai
pelembab udara
Gunakan masker biasa saat di dalam ruangan untuk mencegah
menularnya influensa
Gunakan Pelembab Kulit dan
Bibir
INGAT JANGAN MEMAKAI WANGI2AN SAAT IHRAM
Gunakan Payung dan kacamata
saat matahari terik
Awas pantangan ihrom bagi pria
Lakukan selama di perjalanan
Tetap minum walaupun tidak haus
Perbanyak makan buah
Makan dgn porsi kecil & sering
Makan dahulu sebelum melakukan aktivitas
Saat arbain & melontar jumrah, jgn lupa membawa
bekal minuman & makanan seperti : korma, buah,
permen, roti
Bila mengalami tanda2 : berkeringat dingin,
menguap terus, pusing, mata berkunang-kunang
segera makan atau minum yg manis
Lakukan selama di perjalanan
Hindari makanan pedas & asam, krn dpt
menyebabkan terjadinya gangguan
pencernaan
Bagi jemaah lansia, pilih makanan yg lebih
lunak & jumlahnya sesuai kebutuhan
Bagi jemaah risti, pilih makanan sesuai
dgn diet yg dianjurkan oleh dokter & ahli
gizi
MASALAH KESEHATAN JIWA
Jemaah perlu mempersiapkan diri agar
terhindar dari stres pd pelaksanaan
ibadah haji.
Kiat mengelola stres :
Meluruskan niat ibadah hanya krn mendapat
ridho Allah
Pertahankan & tingkatkan sikap tawakkal
kepada Allah SWT (husnudzon)
Senantiasa sabar disertai ikhtiar yg optimal
UPAYA/PERSIAPAN BAGI LANSIA
(>60 TH)
Bagi penderita katarak, operasi sebaiknya dilakukan
selambatnya 2 bln sblm keberangkatan proses
penyembuhan sempurna setelah 2 bln paska
operasi.
Persiapkan alat bantu dengar bagi jemaah yg
mengalami gangguan pendengaran (presbikusis)
terutama pd lansia.
Gangguan mengunyah & pencernaan pd lansia
mengakibatkan lansia menderita kekurangan gizi
seimbangkan dgn asupan vitamin
UPAYA/PERSIAPAN BAGI LANSIA
(>60 TH)
Kapasitas vital paru lansia sdh berkurang, akibatnya
lansia sering sesak napas & rentan thd infeksi
saluran napas lansia disarankan jangan
melakukan aktivitas fisik yg berlebihan, banyak
minum air putih, hindari polusi udara, olahraga
teratur.
Proses penuaan mengakibatkan tjd osteporosis.
Untuk mencegah lakukan olahraga teratur &
cukup mengkonsumsi kalsium. Untuk penderita
osteoporosis kurangi aktivitas fisik utk
menghindari kemungkinan terjatuh atau kecelakaan
GANGGUAN MENTAL
EMOSIONAL PADA LANSIA
Sering mengalami susah tidur/tidur
berlebihan
Sering merasa gelisah tanpa sebab yg
jelas
Sering murung atau menangis sendiri
Sering merasa was-was & khawatir
Sering mengurung diri di kamar
Hilangnya minat utk merawat diri (mandi,
makan, berpakaian)
Dementia (pikun)
WUS dan penundaan Haid
Haid atau menstruasi dalah peristiwa
keluarnya darah dan lepasnya selaput
lendir rahim, berwarna merah kehitaman
Diusahakan agar haidnya tidak bertepatan
dengan waktu tawaf, waktu salat/ziarah
disalam masjid nabawi)
Terikat dengan rombongan sehingga tidak
dapat mengubah jadwal perjalanan
Yang dapat diubah adalah waktu haid
dengan menunda atau memajukan
Bagaimana caranya??
Rencanakan 2-3 bulan sebelum berangkatan
Catat tanggal haid 3 bulan terakhir
Pengaturan haid dengan obat diperlukan jika haid
bertepatan dengan ibadah misalnya lutenyl,
primolut, PKK
Jika tidak bertepatan dengan ibadah, tidak perlu
menggunakan obat
Segera Konsultasi Ke Dokter/ spesialis kandungan
Efek samping?? Aman, kadang spooting
Kontraindikasi untuk ibu hamil

Apabila sakit??
Segera hubungi karu atau karom
Segera periksakan ke petugas kesehatan
di arab saudi (TKHI/TKHD dokter kloter,
sektor,BPHI)
Istirahat dan konsumsi obat yang
diberikan
Makan yang bergizi sesuai dengan
anjuran dokter
Mengenal Middle East Respiratory Syndroma Corona Virus
(MERS CoV)
penyakit saluran pernafasan

Disebabkan oleh virus corona
Dapat menular antar manusia
Belum Ada Obat maupun Vaksin Mers
Gejala mirip influensa + gangguan ginjal (tidak ada air
kencing)
INGAT PHBS
Kasus dengan Ko-morbid

Dari laporan 47 kasus pertama infeksi MERS
CoV di Saudi arabia, 60% kasus memiliki
penyakit komorbid
Penyakit penyakit komorbid tersering adalah :
No Ko-Morbid Jumlah Kasus %
1. Diabetes 32 68%
2. Penyakit ginjal kronis 23 49%
3. Penyakit jantung kronis 13 28%
4. Hipertensi 16 34%
5. Penyakit paru kronis 12 26%
NEJM 2013
Update Situasi MERS-CoV
MERS-CoV pertama kali dilaporkan Sept.
2012 di Saudi Arabia.
CDC ( 2 Mei ) 401 Kasus, 93 + ( 30 % )
Pada bulan Maret - April 2014 terjadi
peningkatan kasus signifikan.
15 negara terinfeksi :
Timur Tengah : Jordan, Kuwait, Oman, Qatar, Kingdom
of Saudi Arabia (KSA) and the United Arab Emirates
(UAE), Mesir.
Eropa: France, Germany, Greece, Italy and the United
Kingdom (UK);
Afrika: Tunisia.
Asia: Malaysia and the Philippines. (Sumber
WWW.who.int)
Kurva Epidemi MERS CoV

The cause of the rapid increase in cases in April is unknown
495 kasus of MERS-CoV dilaporkan secara
global termasuk 141 kematian. Semua kasus
berhubungan dengan negara timur tengah.(CFR
28,48%), Release WHO 7 Mei 2014 jumlah
kasus 496.
Petugas Kesehatan pada bulan April 2014
dilaporkan lebih banyak yang terinfeksi
dibandingkan sebelumnya. Sejak April 2012,
terdapat 96 kasus di Petugas kesehatan, dan 63
(65%) dilaporkan terjadi pada bulan April 2014
dibandingkan sebelumnya 35%. 70 orang (74%)
merupakan petugas kesehatan di arab saudi
ECDC 6 May 2014
Data Mei 2014
63,4% menderita ISPA berat, 29.8%
dilaporkan tidak menderita gejala yang
berat.
76% memiliki kondisi komorbid, yaitu
gagal ginjal kronik (13.3%), diabetes
(10%), penyakit jantung (7.5%).
90.2% kasus index dan kasus sporadic
mempunyai gejala yang berat ataupun
fatal.

Cara penularan MERS-CoV
Virus ini dapat menular antar manusia secara
terbatas, dan tidak terdapat transmisi
penularan antar manusia di komunitas yang
berkelanjutan.
Kemungkinan penularannya dapat melalui :
Langsung : melalui percikan dahak (droplet)
pada saat pasien batuk atau bersin.
Tidak Langsung : melalui kontak dengan
benda yang terkontaminasi virus.
Situasi di Indonesia
Sampel yang diperiksa sampai dengan 30 April 2014
13 Provinsi telah melaporkan pemeriksaan kasus suspek :
Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bengkulu, JawaTimur, Jawa
Tengah, Jawa Barat, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Banten, Bali,
NTB, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat
Semua kasus suspek ternyata negatif MERS CoV
Sumber : PBTDK, Balitbangkes 2 Mei 2014
Unta
Penelitian baru pada unta menunjukkan bahwa
unta dewasa sudah punya antibodi terhadap
MERS CoV, angkanya bisa mencapai lebih dari
70%.
Unta anak2 punya virus yang aktif, penelitian
menunjukkan sampai 35% pada swab hidung
unta muda.
Belum dapat membuktikan bahwa ada
penularan dari unta ke manusia secara jelas,
karena hubungan langsung kausal belum
ditemukan.
Data ini bisa membuat kita lebih ber-hati2 dan
waspada dalam kaitannya dengan unta.

Virus di Unta dan Manusia, tapi tidak ada
kasus yang berhubungan
Unta : Muda, Virus hidup.
Hanya sekitar 49 kasus yang mempunyai
informasi kontak dengan hewan, termasuk
mempunyai atau mengunjungi peternakan
unta, ayam, bebek, kambing, domba, dan
barang lainnya.

Pengobatan
Belum ada vaksin yang tersedia.
General supportive care
Intensive care
Pencegahan sepsis
Pengobatan yang bersifat spesifik
belum ada.
Universal Precaution
Pencegahan
1. PHBS
2. CTPS
3. Masker
4. Penyakit Kronik
5. Unta
6. Keluhan di Arab
7. 14 hari sesudah kembali
8. Ikuti perkembangan WHO, dll.

SEMOGA MENJADI HAJI YANG
MABRUR AAMIIN