Anda di halaman 1dari 63

TEGANYA

Nurananda Budi Muliani


405110042
DEFINISI DAN JENIS
TRANSPLANTASI ORGAN
LO 1
Pengertian Transplantasi
Transplantasi adalah pemindahan suatu jaringan atau organ
manusia tertentu dari suatu tempat ke tempat yang lain
pada tubuhnya sendiri atau tubuh orang lain dengan
persyaratan dan kondisi tertentu.
Transplantasi organ adalah transplantasi atau pemindahan
seluruh atau sebagian organ dari satu tubuh ke tubuh yang
lain, atau dari suatu tempat ke tempat yang lain pada tubuh
yang sama (id.wikipedia.org).
Transplantasi organ dan jaringan tubuh manusia
merupakan tindakan medik yang sangat bermanfaat bagi
pasien dengan gangguan fungsi organ tubuh yang berat
(Arifin, 2009).
Menurut UU Nomor 23 Tahun 1992
tentang Kesehatan Pasal 1 ayat (5),
transplantasi mempunyai arti rangkaian
tindakan medis untuk memindahkan organ
dan atau jaringan tubuh manusia yang
berasal dari tubuh orang lain atau tubuh
sendiri dalam rangka pengobatan untuk
menggantikan organ dan atau jaringan
tubuh yang tidak berfungsi dengan baik

Definisi transplantasi
TUMBUHAN
ORGAN TUBUH
MANUSIA
Cara perbanyakan
vegetatif tanaman
dengan
membiarkan suatu
bagian tanaman
menumbuhkan akar
sewaktu bagian
tersebut masih
tersambung dengan
tanaman induk
Upaya medis untuk
memindahkan sel,
jaringan, organ
tubuh dari donor
kepada resipien
Pencangkokan
jaringan di ambil
dari tubuh pasien
itu sendiri / dari
yang lain (dorland)
Dalam melaksanakan transplantasi,
terdapat 3 kondisi yang berbeda dari
donor (pemiliki organ tubuh yang akan
mentransplantasikan) dan penerima
(resipien). Ketiga kondisi itu adalah :
1.kondisi donor sehat
2.kondisi donor sakit (hampir mati)
3.kondisi donor telah meninggal
Jenis Transplantasi
Menurut Arifin (2009), beberapa jenis transplantasi
atau pencangkokan:
1. Transplantasi Autologus, yaitu perpindahan dari
satu tempat ke tempat lain dalam tubuh itu sendiri.
2. Transplantasi Alogenik, yaitu perpindahan dari
satu tubuh ke tubuh lain yang sama spesiesnya, baik
dengan hubungan keluarga atau tanpa hubungan
keluarga.
3. Transplantasi Sinergik, yaitu perpindahan dari
satu tubuh ke tubuh lain yang identik, misalnya pada
kembar identik.
4. Transplantasi Xenograf, yaitu perpindahan dari
satu tubuh lain yang tidak sama spesiesnya.

Ditinjau dari sudut si penerima
1. Autotransplantasi, pemindahan suatu
jaringan atau organ ke tempat lain dalam
tubuh orang itu sendiri.
2. Homotransplantasi, pemindahan suatu
jaringan atau organ dari tubuh seseorang
ke tubuh orang lain.
3. Heterotransplantasi, yaitu pemindahan
suatu jaringan atau organ dari suatu
spesies ke tubuh spesies lainnya.

Organ atau jaringan tubuh yang akan dipindahkan
dapat diambil dari donor yang hidup atau dari jenazah
orang yang baru meninggal dimana meninggal sendiri
didefenisikan kematian batang otak.

1. Organ-organ yang diambil dari donor hidup
kulit, ginjal, sumsung tulang dan darah (transfusi
darah)
2. Organ-organ yang diambil dari jenazah
jantung, hati, ginjal, kornea, pankreas, paru-paru dan
sel otak.

Ada dua komponen penting yang mendasari tindakan transplantasi,
yaitu :
1. Eksplantasi, yaitu usaha mengambil jaringan atau organ manusia hidup
atau yang sudah meninggal.
2. Implantasi, yaitu usaha menempatkan jaringan atau organ tubuh kepada
bagian tubuh sendiri atau tubuh orang lain.
Di samping itu, ada dua komponen penting yang menunjang
keberhasilan tindakan transplantasi, yaitu :
1. Adaptasi donasi, yaitu usaha dan kemampuan menyesuaikan diri orang
hidup yang diambil jaringan atau organ tubuhnya, secara biologis dan
psikis, untuk hidup dengan kekurangan jaringan atau organ.
2. Adaptasi resipien, yaitu usaha dan kemampuan diri penerima jaringan
atau organ tubuh baru sehingga tubuhnya dapat menerima atau menolak
jaringan atau organ tersebut untuk berfungsi baik, mengganti yang sudah
tidak dapat berfungsi lagi

SYARAT, TUJUAN, MANFAAT,
KERUGIAN DARI
TRANSPLANTASI ORGAN
LO 2
Pihak yang Terlibat
Donor hidup
Jenazah dan donor mati
Keluarga dan ahli waris
Resepien
Dokter dan pelaksana lain
Masyarakat
Donor Hidup
Adalah orang yang memberikan jaringan / organnya
kepada orang lain ( resepien )
Contohnya : donor Ginjal , Kulit ,dan Sumsum tulang
Jenazah dan donor mati
Adalah orang yang semasa hidupnya telah
mengizinkan atau berniat dengan sungguh sungguh
untuk memberikan jaringan / organ tubuhnya kepada
yang memerlukan
Contohnya donor jantung, hati, paru-paru, dan
pankreas
Keluarga donor dan ahli waris
Kesepakatan keluarga donor dan resipien sangat
diperlukan untuk menciptakan saling pengertian dan
menghindari konflik semaksimal mungkin atau pun
tekanan psikis dan emosi di kemudian hari
Resipien
Adalah orang yang menerima jaringan / organ orang lain.
Seorang resepien harus benar benar mengerti semua
hal yang dijelaskan oleh tim pelaksana transplantasi
Dokter dan tenaga pelaksana lain
Untuk melakukan suatu transplantasi, tim pelaksana
harus mendapat parsetujuan dari donor, resepien,
maupun keluarga kedua belah pihak.
Masyarakat
Secara tidak sengaja masyarakat turut menentukan
perkembangan transplantasi. Kerjasama tim pelaksana
dengan cara cendekiawan, pemuka masyarakat, atau
pemuka agama diperlukan unutk mendidik masyarakat
agar lebih memahami maksud dan tujuan luhur usaha
transplantasi
SYARAT UNTUK DONOR YANG
HIDUP
Ada 4 syarat wajib :
(1) resiko yang dihadapi donor dalam
transplantasi macam itu harus proporsional
dengan manfaat yang didatangkan atas diri
penerima
(2) pengangkatan organ tubuh tidak boleh
mengganggu secara serius kesehatan donor
atau fungsi tubuhnya
(3) perkiraan penerimaan adalah baik bagi si
penerima
(4) donor wajib membuat keputusan dengan
penuh kesadaran dan bebas dengan
mengetahui resiko yang mungkin terjadi
SYARAT DONOR
a. Donor tidak boleh berumur lebih dari 50 tahun
b. Hemodinamis harus stabil
c. Pada donor yang sering dilakukan transfusi berkali-
kali tidak boleh, karena imunitas yang sudah
berkurang.
d. Tidak boleh ada trauma pada organ lain terutama
organ vital
e. Pada organ yang akan ditransplantasikan, tidak ada
kelainan pada organ vital, misal: Meningitis, gagal
ginjal, hepatitis.
f. Donor tidak boleh menderita penyakit spesifik.
Misalnya hepatitis, sifilis, HIV
g. Ada persetujuan dari keluarga donor maupun orang
yang mendonorkan organnya.

SYARAT DONOR (jenazah)
Tidak setiap jenazah dapat diambil organnya untuk di
transplantasikan.

1. ada batas usia untuk dapat jadi donor. Misalnya,
yang dapat dijadikan donor ginjal tidak boleh jenazah
dari orang yang berusia diatas 60 tahun. Untuk hati
tidak boleh lebih darai 40 tahun, dan untuk jantung
batas maksimal adalah 40-45 tahun

2. jenazah itu tidak boleh meninggal karena penyakit
keganasan ( kanker ) atau penyakit virus yang
menular( hepatitis, AIDS, herpes, dsb).
Juga yang meninggal karena gangguan fungsi hati
yang berat, kecuali hatinya rusak akibat trauma
3. Kecocokan golongan darah bahkan untuk
transplantasi sum-sum tulang, kecocokan antigen
leukosit manusia atau human leucocyte antigens (HLA)
nya juga menjadi syarat

4. Jarak antara saat meninggal dengan saat
pencangkokan sangat penting artinya bagi keberhasilan
operasi ini. Semakin singkat akan semakin baik.

Donor Orang Hidup
Hanya ada tiga jenis transplantasi organ
1. Transplantasi ginjal
2. Transplantasi kulit
3. Transplantasi sumsum tulang.
Donor Jenazah
1. Transplantasi jantung
2. Transplantasi hati
3. Transplantasi paru-paru
4. Transplantasi pankreas
5. Transplantasi kornea


Yang paling baik untuk dapat jadi donor
organ :
mereka yang meninggal karena trauma atau
akibat kekerasan yang mengenai kepala,
misalnya kecelakaan
mereka yang meninggal karena gangguan otak
mendadak lainnya. Kecuali jika sudah terjadi
infeksi yang meluas sebelum donor meninggal.
Mereka yang sudah dinyatakan mati batang
otak, segera dapat diambil organnya untuk
kepentingan ini.

Syarat transplantasi dari donor
(jenazah)
1. Ada batas usia untuk dapat jadi donor.
Misalnya, yang dapat dijadikan donor ginjal
tidak boleh jenazah dari orang yang berusia
diatas 60 tahun. Untuk hati tidak boleh lebih
dari 40 tahun, dan untuk jantung batas
maksimal adalah 40-45 tahun.
2. Jenazah itu tidak boleh meninggal karena
penyakit keganasan (kanker) atau penyakit
virus yang menular (hepatitis, AIDS, herpes,
dsb). Juga yang meninggal karena
gangguan fungsi hati yang berat.
3. Kecocokan golongan darah bahkan untuk
transplantasi sum-sum tulang, kecocokan
antigen leukosit manusia atau human
leucocyte antigens (HLA)nya juga
menjadi syarat.
4. Jarak antara saat meninggal dengan saat
pencangkokan sangat penting bagi
keberhasilan transplantasi. Semakin
singkat akan semakin baik.


SYARAT RESIPIEN
a. Seseorang yang menerima donor
/organ yang akan diganti, belum dalam
keadaan terminal.
b. Mempunyai stabilitas mental yang baik.
c. Harus sudah bersedia untuk dilakukan
pemakaian obat imunosuppresant
seumur hidup
d. Persetujuan keluarga dalam menerima
donor
Syarat transplantasi
Keamanan, Tindakan operasi harus aman bagi
donor maupun penerima organ. Secara umum
keamanan tergantung dari keahlian tenaga
kesehatan, kelengkapan sarana dan alat-alat
kesehatan.

Voluntarisme, Transplantasi dari donor hidup
maupun mati hanya bisa dilakukan jika telah ada
persetujuan dari donor dan ahli waris atau
keluarganya (pasal 34 ayat 2 UU No.23/1992).
Sebelum meminta persetujuan dari donor dan ahli
waris atau keluarganya, dokter wajib memberitahu
resiko tindakan transplantasi tersebut kepada donor
(pasal 15 PP No.18/1981).
Tujuan transplantasi
Kesembuhan dari suatu penyakit, misalnya rusaknya jantung,
ginjal, dll.
Pemulihan kembali fungsi suatu organ, jaringan atau sel yang
telah rusak atau mengalami kelainan, tapi sama sekali tidak
terjadi kesakitan biologis, misalnya bibir sumbing.
Tujuan menurut UU Nomor 23 Tahun 1992 tentang
Kesehatan Pasal 33 ayat (1) Dalam penyembuhan penyakit
dan pemulihan kesehatan dapat dilakukan transplantasi organ
dan atau jaringan tubuh, transfusi darah, implan obat dan atau
alat kesehatan, serta bedah plastik dan rekonstruksi
Transplantasi organ dan atau jaringan tubuh serta transfusi
darah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan hanya
untuk tujuan kemanusiaan dan dilarang untuk tujuan
komersial.
Tujuan transplantasi
Upaya melepaskan manusia dari
penderitaan yang secara biologis
abnormal / menderita penyakit yang
mengakibatkan rusaknya fungsi suatu sel,
organ, jaringan, supaya :
Sembuh dari penyakit (buta, rusaknya
jantung, dll)
Pulih kembali fungsi suatu sel, jaringan,
organ yang telah rusak / mengalami
kelainan yang sama sekali tidak terjadi
rasa sakit (bibir sumbing)

Tujuan berdasar tingkatannya
Tingkat pertama = tingkat kebutuhan
Untuk pengobatan bagi yang sakit /
cacat tidak dilakukan transplantasi
tidak menimbulkan kematian

Tingkat kedua = tingkat darurat
Sebagai jalan terakhir bila tidak
dilakukan transplantasi menimbulkan
kematian
Cara-Cara Transplantasi
Membutuhkan 3-6 jam
Ginjal baru di tempatkan pada rongga perut bagian
bawah
Pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh darah balik
(vena) dari ginjal baru ini dihubungkan ke arteri dan
vena tubuh
Ureter (saluran kemih) dari ginjal baru dihubungkan ke
kandung kemih
Pasca Transplantasi Ginjal :Obat-obat imunosupresan
(efek samping:daya tahan tubuh menurun, berjerawat,
atau tumbuh bulu-bulu halus pada wajah, peningkatan
berat badan) mengurangi risiko terjadinya reaksi
penolakan tubuh terhadap ginjal cangkokan.
Manfaat Transplantasi
Menghilangkan gejala dan banyak
komplikasi kegagalan organ stadium akhir
Memperbaiki kesempatan kelangsungan
hidup jangka lama masing-masing pasien
Resiko dari pendonoran ginjal sama saja
seperti operasi lainnya ada resiko pendarahan,
infeksi dan atau masalah pernafasan, sakit
pada bekas operasi.
Penelitian membuktikan bahwa satu ginjal
cukup untuk membuang kotoran/racun dari
tubuh dan penyerapan kembali zat-zat yang
dibutuhkan tubuh sehingga tubuh tetap sehat.
Setelah salah satu ginjal didonorkan, ginjal
yang tersisa akan mengambil alih pekerjaan
yang sebelumya dilakukan oleh 2 ginjal. Ginjal
yang tersisa juga akan mengalami peningkatan
ukuran.
Risiko transplantasi ginjal yang sama resiko operasi
lainnya . Ada risiko pendarahan, infeksi, atau masalah
pernafasan, kemungkinan juga timbul efek samping
dari obat-obatan, dan tubuh bisa menjadi lebih rentan
terhadap infeksi, karena resipien akan mengkonsumsi
obat setelah transplantasi yang menurunkan sistem
kekebalan tubuh.
Ada juga risiko penolakan. Jika tubuh menganggap
ginjal baru sebagai benda asing, biasanya akan
mencoba untuk membuang atau "menolak". Namun,
untuk mengatasinya akan diberikan obat untuk
mencegah penolakan.
Selain itu, terkadang juga terdapat komplikasi, seperti:
Demam
Nyeri dan pembengkakan di daerah tempat ginjal
dicangkokkan.
Keuntungan & kerugian
KEUNTUNGAN KERUGIAN
Ginjal baru akan bekerja
seperti halnya ginjal
normal
Penderita akan merasa
lebih sehat dan "lebih
nomal"
Penderita tidak perlu
melakukan dialisis
Penderita yang
mempunyai usia
harapan hidup yang
lebih besar
Butuh proses pembedahan
besar
Proses untuk
mendapatkan ginjal lebih
sulit atau lebih lama
Tubuh menolak ginjal yang
dicangkokkan
Penderita harus rutin
minum obat
imunosupresan, yang
mempunyai banyak efek
samping

PANDANGAN AGAMA
TENTANG TRANSPLANTASI
LO 3
Agama Islam
1. haram memanfaatkan organ tubuh manusia yang
sudah meninggal, karena sosok mayat manusia harus
dihormati sebagaimana ia dihormati semasa hidupnya.
Landasannya, sabda Rasullulah saw., Memotong
tulang mayat sama dengan memotong tulang manusia
ketika masih hidup. ( HR. Abu Daud)
2. memanfaatkan organ tubuh manusia sebagai
pengobatan dibolehkan dalam keadaan darurat.
Alasannya, hadits riwayat Abu Daud yang melarang
memotong tulang mayat tersebut berlaku jika
dilakukan semena-mena tanpa manfaat. Apabila
dilakukan untuk pengobatan, pemanfaatan organ
mayat tidak dilarang karena hadits yang
memerintahkan seseorang untuk mengobati
penyakitnya lebih banyak dan lebih meyakinkan
daripada hadits Abu Daud tersebut.
Menjadi pendonor hukumnya mubah (boleh) bahkan
bernilai ibadah kalau dilakukan dengan ikhlas asal
tidak membinasakan pendonor dan menjadi haram
bila membinasakannya. Orang meninggal boleh
dimanfaatkan organnya untuk pengobatan dengan
catatan sebelum wafat orang tersebut
mengizinkannya.
Berdasarkan hukum syariah, transplantasi (penanaman
jaringan/organ) dibagi menjadi 2 bagian:
1. Transplantasi jaringan tubuh diambil dari tubuh pasien sendiri.
co: transplantasi kulit hukumnya boleh
2. Transplantasi jaringan / organ tubuh yang diambil dari individu
lain diperbolehkan
a. Transplantasi organ dari donor yang masih hidup
syara memperbolehkan seorang mendonorkan organ
tubuhnya pada saat dia hidup tanpa ada paksaan akan tetapi
organ yang di donorkan bukanlah organ vital. Hal ini
berdasarkan firma Allah SWT
dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri,
sesungguhnya Allah maha penyayang kepada mu (QS.An-
Nisa 29)
dan janganlah kalian membunuh jiwa yang
diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan
sesuatu (sebab) yang benar. (QS. Al Anaam : 151)
Aspek Agama Islam
b. Transplantasi organ dari donor yang telah
meninggal
ada pendapat yang melarang hal tersebut karena
terdapat hukum:
1. Hukum kepemilikan tubuh mayat
seseorang yang sudah mati tidak boleh menyumbangkan
organ tubuhnya dan tidak pula dibenarkan berwasiat untuk
menyumbangkannya
2. Hukum kehormatan mayat
Allah telah menetapkan bahwa mayat mempunyai
kehormatan yang wajib dipelihara sebagaimana kehormatan
orang hidup. Allah SWT menetapkan pula bahwa
menganiaya orang mati sama saja menganiaya orang hidup
Rasulullah saw bersabda:
Mematahkan tulang orang yang telah mati sama hukumnya
dengan memotong tulangnya ketika ia masih hidup
Pendapat kedua menyatakan, memanfaatkan organ
tubuh manusia sebagai pengobatan dibolehkan dalam
keadaan darurat.
Alasannya, hadits riwayat Abu Daud yang melarang
memotong tulang mayat tersebut berlaku jika dilakukan
semena-mena tanpa manfaat.
Apabila dilakukan untuk pengobatan, pemanfaatan
organ mayat tidak dilarang karena hadits yang
memerintahkan seseorang untuk mengobati penyakitnya
lebih banyak dan lebih meyakinkan daripada hadits Abu
Daud tersebut.
Akan tetapi pemanfaatannya harus mendapat izin dari
orang tersebut (sebelum ia wafat) atau dari ahli warisnya
(setelah ia wafat)


Berdasarkan firman Allah SWT dalam AlQuran
Al-Baqarah ayat 195 dan janganlah kamu menjatuhkan
dirimu sendiri ke dalam kebinasaan

AnNissa ayat 29 dan janganlah kamu membunuh dirimu
sendiri


PANDANGAN HUKUM
TENTANG TRANSPLANTASI
LO 4
Dari segi hukum, transplantasi organ, jaringan dan sel
tubuh dipandang sebagai suatu hal yang mulia dalam
upaya menyehatkan dan mensejahterakan manusia,
walaupun ini adalah suatu perbuatan yang melawan
hukum pidana yaitu tindak pidana penganiayaan,
tetapi mendapat pengecualian hukuman, maka
perbuatan tersebut tidak lagi diancam pidana,dan
dapat dibenarkan.
UU No.23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan
dan Undang-undang Pasal 33.
1. Dalam penyembuhan penyakit dan pemulihan
kesehatan dapat dilakukan transplantasi organ
dan jaringan tubuh,transfuse darah ,imflan obat
dan alat kesehatan,serta bedah plastik dan
rekontruksi.
2. Transplantasi organ dan jaringan serta transfuse
darah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
dilakukan hanya untuk tujuan kemanusiaan
yang dilarang untuk tujuan komersial.

UU No.23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan
dan Undang-undang Pasal 34
1. Transplantasi organ dan atau jaringan tubuh hanya
dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang
mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu
dan dilakukan di sarana kesehatan tertentu
2. Pengambilan organ dan atau jaringan tubuh dari
seorang donor harus memperhatikan kesehatan
donor yang bersangkutan dan ada persetujuan
donor dan ahli waris atau keluarganya
3. Ketentuan mengenai syarat dan tata cara
penyelenggaraan transplantasi sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan
dengan Peraturan Pemerintah

PP No. 18 Tahun 1981 Bab II (bedah mayat klinis) Pasal 2
Bedah mayat klinis hanya boleh dilakukan dalam keadaan
sebagai berikut :
a) Dengan persetujuan tertulis penderita dan atau
keluarganya yang terdekat setelah penderita
meninggal dunia, apabila sebab kematiannya belum
dapat ditentukan dengan pasti
b) Tanpa persetujuan penderita atau keluarganya yang
terdekat, apabila di duga penderita menderita penyakit
yang dapat membahayakan orang atau masyarakat
sekitarnya
c) Tanpa persetujuan penderita atau keluarganya yang
terdekat, apabila dalam jangka waktu 2 x 24 (dua kaii
duapuluh empat) jam tidak ada keluarga terdekat dari
yang meninggal dunia datang ke rumah sakit.
PP No. 18 Tahun 1981 Bab V (transplantasi alat dan atau jaringan tubuh
manusia)
Pasal 10
(1)Transplantasi alat dan atau jaringan tubuh manusia dilakukan dengan
memperhatikan ketentuan-ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2
huruf a dan huruf b.
(2)Tatacara transplantasi alat dan atau jaringan tubuh manusia diatur oleh
Menteri Kesehatan.
Pasal 11
(1)Transplantasi alat dan atau jaringan tubuh manusia hanya boleh dilakukan
oleh dokter yang bekerja pada sebuah rumah sakit yang ditunjuk oleh Menteri
Kesehatan.
(2)Transplantasi alat dan atau jaringan tubuh manusia tidak boleh dilakukan
oleh dokter yang merawat atau mengobati donor yang bersangkutan.
Pasal 12
Dalam rangka transplantasi penentuan saat mati ditentukan oleh 2 (dua) orang
dokter yang tidak ada sangkut-paut medik dengan dokter yang melakukan
transplantasi.
Pasal 13
Persetujuan tertulis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a, Pasal 14,
dan Pasal 15 dibuat di atas kertas bermaterai dengan 2 (dua) orang saksi.
PP No. 18 Tahun 1981 Bab VI (transplantasi alat dan atau jaringan tubuh
manusia korban kecelakaan)
Pasal 14
Pengambilan alat dan atau jaringan tubuh manusia untuk keperluan transplantasi
atau Bank Mata dari korban kecelakaan yang meninggal dunia, dilakukan dengan
persetujuan tertulis keluarga yang terdekat.

PP No. 18 Tahun 1981 Bab VII (donor)
Pasal 15
1) Sebelum persetujuan tentang transplantasi alat dan atau jaringan tubuh
manusia diberikan oleh calon donor hidup, calon donor yang bersangkutan
terlebih dahulu diberitahu oleh dokter yang merawatnya, termasuk dokter
konsultan mengenai sifat operasi, akibat-akibatnya, dan kemungkinan-
kemungkinan yang dapat terjadi.
2) Dokter sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus yakin benar, bahwa
calon donor yang bersangkutan telah menyadari sepenuhnya arti dari
pemberitahuan tersebut.
Pasal 16
Donor atau keluarga donor yang meninggal dunia tidak berhak atas sesuatu
kompensasi material apapun sebagai imbalan transplantasi.
PP No. 18 Tahun 1981 Bab VII (perbuatan yang dilarang)
Pasal 17
Dilarang memperjual belikan alat dan atau jaringan tubuh manusia.
Pasal 18
Dilarang mengirim dan menerima alat dan atau jaringan tubuh manusia
dalam semua bentuk ke dan dari luar negeri.
Pasal 19
Larangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 dan Pasal 18 tidak
berlaku untuk keperluan penelitian ilmiah dan keperluan lain yang
ditetapkan oleh Menteri Kesehatan.

PP No. 18 Tahun 1981 Bab IX (ketentuan pidana)
Pasal 20
1) Pelanggaran atas ketentuan dalam Bab II, Bab III, Bab V, Bab VI,
Bab VII, dan Bab VIII, diancam dengan pidana kurungan selama-
lamanya 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 7.500,-
(tujuh ribu lima ratus rupiah).
2) Disamping ancaman pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
dapat pula diambil tindakan administratif.
PANDANGAN MEDIS
TENTANG TRANSPLANTASI
DAN KODE ETIK
KEDOKTERAN
LO 5
Transplantasi merupakan upaya terakhir untuk
menolong seorang pasien dengan kegagalan
fungsi salah satu organ tubuhnya. Dari segi etik
kedokteran tindakan ini wajib dilakukan jika ada
indikasi,berlandaskan dalam KODEKI,yaitu:
Pasal 2.
Seorang dokter harus senantiasa melakukan
profesinya menurut ukuran tertinggi.
Pasal 10.
Setiap dokter harus senantiasa mengingat dan
kewajibannya melindungi hidup insani.
Pasal 11.
Setiap dokter wajib bersikap tulus ikhlas dan
mempergunakan segala ilmu dan keterampilannya
untuk kepentingan penderita.
Persatuan dokter sedunia (WMA) menegaskan :
Mengutuk penjualan atau pembelian organ tubuh
manusia dan mengusulkan kepada semua pemerintah di
dunia agar mengambil tindakan yang tegas untuk
mencegah penjualan organ tubuh manusia tersebut.

Pemerintah Indonesia melarang jual beli organ tubuh
manusia melalui peraturan pemerintah No. 18/1981
pasal 16 yang berbunyi :
donor atau keluarga donor yang meninggal dunia tidak
berhak atas suatu kompensasi material apapun sebagai
imbalan transplantasi.
Pro dan Kontra terhadap donor organ tubuh manusia
Pro Kontra
Alternatif satu-satunya untuk penyembuhan
penyakit pasien, beri harapan hidup pada pasien
Bisa terjadi jual beli organ
Untuk meningkatkan kualitas hidup pasien atau
resipien
Menurunkan kualitas hidup donor
Meningkatkan kemajuan iptek Melanggar martabat manusia
Memenuhi prinsip beneficence(berbuat baik)
dan maleficience
Antar penelitian dan pengobatan bisa jadi tidak
jelas
Menghargai ciptaan Tuhan Meningkatkan tingkat kriminalitas
menumbuhkan cinta kasih antara sesama
manusia
terjadinya graft rejection
semua agama memperbolehkan dengan syarat-
syarat tertentu
orang yang tidak memberi persetujuan sebagai
donor organ(pemaksaan)
Masalah Etika dan Moral
dalam Transplantasi Organ
1. Donor hidup orang yang memberikan jaringan
atau organnya kepada orang lain (resepien). Sebelum
memutuskan menjadi donor, seseorang harus
mengetahui dan mengerti resiko yang dihadapi, baik
resiko dibidang medis, pembedahan, maupun resiko
untuk kehidupannya lebih lanjut sebagai kekurangan
jaringan atau organ yang telah dipindahkan.
Disamping itu, untuk menjadi donor, seseorang tidak
boleh mengalami tekanan psikologis, Hubungan psikis
dan emosi harus sudah dipikirkan oleh donor hidup
tersebut untuk mencegah timbulnya masalah.

2. Jenazah dan donor mati orang yang semasa
hidupnya telah mengijinkan atau berniat dengan
sungguh-sungguh untuk memberikan jaringan atau
organ tubuhnya kepada orang yang memerlukan
apabila ia telah meninggal kapan seorang donor itu
dapat dikatakan meninggal secara wajar, dan apabila
sebelum meninggal, donor itu sakit, sudah sejauh
mana pertolongan dari dokter yang merawatnya.
Semua itu untuk mencegah adanya tuduhan dari
keluarga donor atau pihak lain bahwa tim pelaksana
transplantasi telah melakukan upaya mempercepat
kematian seseorang hanya untuk mengejar organ
yang akan ditransplantasikan.

3. Keluarga donor dan ahli waris kesepakatan
keluarga donor dan resipien sangat diperlukan untuk
menciptakan saling pengertian dan menghindari
konflik semaksimal mungkin ataupun tekanan psikis
dan emosi di kemudian hari. Dari keluarga resipien
sebenarnya hanya dituntut suatu penghargaan kepada
donor dan keluarganya dengan tulus.
4. Resepien orang yang menerima jaringan atau
organ orang lain. Pada dasarnya, seorang penderita
mempunyai hak untuk mendapatkan perawatan yang
dapat memperpanjang hidup atau meringankan
penderitaanya. Seorang resepien harus berar-benar
mengerti semua hal yang dijelaskan oleh tim
pelaksana transplantasi.

5. Dokter dan tenaga pelaksana lain untuk
melakukan suatu transplantasi, tim pelaksana harus
mendapat persetujuan dari donor, resepien, maupun
keluarga kedua belah pihak. Ia wajib menerangkan ha-
hal yang mungkin akan terjadi setelah dilakukan
transplantasi sehingga gangguan psikologis dan emosi
dikemudian hari dapat dihindari.
6. Masyarakat secara tidak sengaja masyarakat
turut menentukan perkembangan transplantasi.
Kerjasama tim pelaksana dengan para cendikiawan,
pemuka masyarakat, atau pemuka agama diperlukan
untuk mendidik masyarakat agar lebih memahami
maksud dan tujuan luhur usaha transplantasi.

SOLUSI
LO 6
Solusi
Dokter Menjelaskan mengenai kondisi pasien dan
kemungkinan-kemungkinan yang terjadi apabila pasien
menolak atau menerima dilaksanakannya transplantasi
Apabila pasien menerima, dokter sudah melaksanakan
prinsip berbuat baik terhadap sesama,tolong - menolong,
dan untuk mengobati pasien bukan untuk eksperimental
dan tidak untuk diperjualbelikan
Apabila pasien menolak, dokter tidak dapat memaksakan
kehendak dan sebaliknya menghormati hak otonomi
pasien. Hak otonomi pasien adalah hak untuk dapat
menentukan dan menerima tindakan yang dilakukan
dengan sukarela tanpa adanya paksaan dari pihak
manapun
Untuk mengambil keputusan dilakukan Transplantasi perlu
mempertimbangkan segi manfaat dan mudharat
Kesimpulan
Ditinjau dari berbagai aspek (Agama,
Hukum, Medis, HAM, Ekonomi) dianjurkan
melakukan transplantasi dengan alasan
seperti :
1.Menghabiskan biaya banyak untuk cuci
darah
2.Memperpanjang usia dan harapan hidup
3.Meringankan penderitaan pasien
Sehingga tindakan ini diperbolehkan asalkan
tidak dengan tujuan komersil dan memenuhi
syarat serta disetujui pendonor dan resipien

SARAN
Bagi dokter :
Meninjau tindakan transplantasi yang akan
dilakukan dari berbagai aspek
Bagi donor dan resipien:
Menyiapkan kondisinya secara
maksimal,baik secara jasmani dan rohani.
Selalu menjaga kesehatan setelah
menjalani transplantasi organ.

Daftar Pustaka
http://tedjho.wordpress.com/2012/04/15/pa
ndangan-agama-hindu-dengan-
transplantasi-organ/
http://dityanurse.blogspot.com/2012/01/pa
ndangan-agama-tentang-
transplantasi.html