Anda di halaman 1dari 23

SKENARIO 5

DERITA SI ROMA
Step 1
Terminologi
1. Penlight senter tangan
2. Loupe alat untuk melihat benda lebih besar
dari ukuran sebenarnya
3. Proptosis penonjolan abnormal bola mata
4. Leukokoria keadaan yang ditandai dengan
adanya refleks/massa keputihan di daerah pupil
di belakang lensa (cats eye reflex)
5. Funduskopi ophtalmoscope, alat yang
memiliki suatu cermin berlubang dan lensa
yang digunakan untuk memeriksa bagian dalam
mata
6. Direct ophtalmoscope oftalmoskop yang
menghasilkan bayangan tegak/tak terbalik,
dengan pembesaran mendekati 15x
7. Papil tempat serabut nervus optikus
memasuki mata
Step 2
Merumuskan Masalah
1. Mengapa mata kiri roma terlihat merah dan
agak menonjol sejak terjatuh 3 hari yang lalu?
2. Mengapa sejak 1 bulan yang lalu roma tidak
mau makan dan badan terlihat kurus?
3. Mengapa sejak 10 hari yang lalu mata kanan
roma terlihat seperti mata kucing di malam
hari?
4. Bagaimana interpretasi hasil pemeriksaan
dokter? Mengapa demikian?
5. Bagaimana hubungan umur dan jenis kelamin
dengan hal tersebut?
6. Apakah pemeriksaan penunjang lain?
7. Apa pemeriksaan oftalmoskop lain?
8. Apakah kemungkinan hal yang diderita roma?
9. Bagaimana hubungan tidak mau makan, mata
kanan seperti mata kucing, dan keluhan mata
kiri?
10. Bagaimana jika tidak ditatalaksanana?
11. Apakah roma bisa kembali normal?
12. Mengapa penyakit mata roma mengancam
penglihatan dan jiwanya?
Step 3
Menganalisa Masalah
1. Mata merah
mungkin akibat terjadinya trauma saat terjatuh
pembuluh darah robek darah menumpuk
di bilik mata depan (hifema) mata merah
Mata proptosis/menonjol
-mungkin akibat hifema menyumbat aliran
keluar aqueous humor glaukoma mata
menonjol
-tiroid
-benda asing masuk ke dalam mata
2. Tidak mau makan
tumor memproduksi protein yang menekan nafsu
makan yang disebut cachectin, diantaranya TNF-
dan sitokin inflamasi lain
Lebih kurus
-tidak mau makan
-semua makanan untuk tubuh diambil oleh tumor
ganas sehingga tidak ada untuk tubuh
3. Mata kucing di malam hari
akibat leukokoria yaitu refleksi cahaya dari masa
tumor berwarna putih di retina yang mungkin
terlihat saat anak melirik/ dengan pencahayaan
pada saat pupil semi midriasis
4. Interpretasi hasil pemeriksaan dokter
-mata kanan sedikit menonjol dan kelopak mata
agak kemerahan
-bilik mata depan mata kanan terdapat darah
setebal 3 mm
-pupil mata kanan seperti mata kucing
-mata kiri terdapat tumor intraokuler putih
kekuningan
-tidak ada pembengkakan pada diskus optikus
mata kanan (berarti tidak disebabkan
peningkatan tekanan intrakranial)
5. Retinoblastoma
-tumor unilateral didiagnosis umur 1-3 tahun
-frekuensi 1:14.000-1:20.000 kelahiran hidup
-insiden wanita = pria

Hifema
-insiden wanita = pria
-saat di masa aktif gampang trauma
6. Pemeriksaan penunjang lain
-USG/CT Scan/MRI
-Biopsi pemeriksaan histopatologi
-Pemeriksaan laboratorium analisis gen
retinoblastoma, kadar enzim LDH meningkat
(normalnya rendah)
7. Direct dan Indirect Ophthalmoscope
8. Kemungkinan diagnosis:
-Retinoblastoma + trauma okuli
-Coat disease
-Primary persistent hyperplasia vitreous
9. Tidak mau makan kemungkinan karena tumor
ganas di mata kanan.
mata kanan seperti mata kucing retinoblastoma
mata kiri trauma
10. Bila tidak ditatalaksana:
-tumor bisa bermetastasis ke KGB, paru, otak,
tulang
-meluas ke intrakranial kematian sekunder
-mengancam penglihatan
11. Retinoblastoma bila ditangani cepat bisa
kembali normal. Bila terlambat bisa
bermetastasis dan tidak kembali normal
Hifema bila terlambat, bisa irreversible
12. Karena lama-lama bisa merusak retina dan
bermetastasis ke intrakranial
Step 4
Skema
Step 5
Menetapkan Tujuan
Pembelajaran
1. Klasifikasi trauma dan tumor pada mata
2. Epidemiologi trauma dan tumor pada mata
3. Etiologi dan faktor risiko trauma dan tumor
pada mata
4. Patogenesis dan patofisiologi trauma dan
tumor pada mata
5. Manifestasi klinis trauma dan tumor pada mata
6. Pemeriksaan penunjang trauma dan tumor
pada mata
7. Diagnosis dan diagnosis banding trauma dan
tumor pada mata
8. Tatalaksana trauma dan tumor pada mata
9. Komplikasi trauma dan tumor pada mata
10. Rujukan
Step 6
Mengumpulkan informasi
dan belajar mandiri
Step 7
Berbagi hasil dari
mengumpulkan informasi
dan belajar mandiri