Anda di halaman 1dari 12
Bunga Syifa Fauzia Yusuf 2009730007 Pembimbing : dr. Rachmat MM, Sp.Rad
Bunga Syifa Fauzia Yusuf 2009730007 Pembimbing : dr. Rachmat MM, Sp.Rad
Bunga Syifa Fauzia Yusuf
2009730007
Pembimbing : dr. Rachmat MM, Sp.Rad

Trakea letak di tengah. Cor CTR <50% , Aorta normal, tidak elongasi

  • Sinus dan Diafragma Sinus costrophrenicus kanan dan kiri lancip. Sinus cardiofrenikus kanan dan kiri lancip. Diafragma kanan lebih tinggi dari kiri.

  • Pulmo

Paru Kanan

: Hilus kanan tertutup perselubungan

(tdk

dapat

dinilai),

corakan

bronkovaskuler

meningkat,

tampak perselubungan homogen berdensitas tinggi pada satu segmen lobus medial, berbatas tegas, Air Bronchogram (+).

Paru Kiri : Hilus kiri normal, corakan bronkovaskuler

normal( tidak bertambah,) tidak tampak adanya infiltrat , tidak tampak kavitas dan kalsifikasi.

  • Mediastinum

Letak di tengah, tidak tampak ada pergeseran.

  • Tulang dan Soft Tissue Tulang costae, clavicula, vertebra intak. Tidak nampak adanya massa yang berlebih pada soft tissue.

Kesan : Pneumonia lobaris dekstra Saran : foto thorax posisi lateral kanan

Identitas

Ny. D/PR/22 tahun Marker : R Tanggal : 17 Juni 2014 Jenis : Foto Thoraks Posisi : PA

Trakea letak di tengah. Cor CTR <50% , Aorta normal, tidak elongasi  Sinus dan Diafragma
D EFINISI Pneumonia merupakan penyakit peradangan parenkim paru yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme dan sebagian kecil

DEFINISI

Pneumonia merupakan penyakit peradangan parenkim paru yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme dan sebagian kecil disebabkan oleh
Pneumonia merupakan
penyakit peradangan
parenkim paru yang
disebabkan oleh infeksi
mikroorganisme dan
sebagian kecil disebabkan
oleh penyebab non-infeksi
yang akan menimbulkan
konsolidasi jaringan paru
dan gangguan pertukaran
gas setempat.

ETIOLOGI

  • Bakteri

    • Gram posifif

: Steptococcus pneumonia, Streptococcus aureus, dan Streptococcus pyogenesis

  • Gram negatif : Haemophilus influenza, Klebsiella pneumonia

  • Virus

    • Virus influenza

    • Cytomegalovirus dalam hal ini dikenal sebagai penyebab utama pneumonia virus.

  • Jamur

    • Histoplasmosis

  • Protozoa

    • Menimbulkan terjadinya Pneumocystis carinii pneumonia

  • E TIOLOGI  Bakteri  Gram posifif : Steptococcus pneumonia, Streptococcus aureus, dan Streptococcus pyogenesis 

    MANIFESTASI KLINIK

    Gejala Infeksi umum Gejala dan Tanda Gangguan Respiratori • Demam • Sakit Kepala • Gelisah •
    Gejala Infeksi umum
    Gejala dan Tanda Gangguan
    Respiratori
    • Demam
    • Sakit Kepala
    • Gelisah
    • Malaise
    • Penurunan Nafsu Makan
    • Keluhan GI
    (mual,muntah/diare)
    • Batuk
    • Sesak Napas
    • Retraksi dada
    • Takipnea
    • Napas Cuping Hidung
    • Sianosis

    PATOMEKANISME

    Paru-paru dilindungi dari infeksi bakteri melalui mekanisme pertahanan anatomis dan mekanis, dan faktor imun lokal dan
    Paru-paru dilindungi dari
    infeksi bakteri melalui
    mekanisme pertahanan
    anatomis dan mekanis,
    dan faktor imun lokal
    dan sistemik
    Mekanisme pertahanan awal berupa filtrasi bulu hidung, refleks batuk dan mukosilier aparatus Mekanisme pertahanan lanjut berupa
    Mekanisme pertahanan
    awal berupa filtrasi bulu
    hidung, refleks batuk
    dan mukosilier aparatus
    Mekanisme pertahanan lanjut
    berupa sekresi Ig A lokal dan
    respon inflamasi yang
    diperantarai leukosit,
    komplemen, sitokin,
    imunoglobulin, makrofag
    alveolar, dan imunitas yang
    diperantarai sel
    Mekanisme Virulensi pertahanan paru organisme terganggu bertambah Infeksi
    Mekanisme
    Virulensi
    pertahanan paru
    organisme
    terganggu
    bertambah
    Infeksi
    Agen infeksius masuk ke saluran nafas bagian bawah melalui inhalasi atau aspirasi flora komensal dari saluran
    Agen infeksius masuk ke saluran nafas bagian
    bawah melalui inhalasi atau aspirasi flora komensal
    dari saluran nafas bagian atas, dan jarang melalui
    hematogen
    Invasi bakteri ke parenkim paru menimbulkan
    konsolidasi eksudatif jaringan ikat paru yang
    bisa lobular (bronkhopneumoni), lobar, atau
    intersisial
    PNEUMONIA

    KLASIFIKASI PNEUMONIA

    Berdasarkan lokasi lesi di paru

    • Pneumonia lobaris

    • Pneumonia interstitialis

    • Bronkopneumonia

    Berdasarkan mikroorganisme penyebab

    • Pneumonia bakteri

    • Pneumonia virus

    • Pneumonia mikoplasma

    • Pneumonia jamur

      • Berdasarkan asal infeksi

        • Pneumonia yang didapat dari masyarakat (community acquired pneumonia = CAP)

        • Pneumonia yang didapat dari Rumah Sakit (hospital-based pneumonia)

    Berdasarkan karakteristik penyakit

    • Pneumonia tipikal

    • Pneumonia atipikal

    Berdasarkan lama penyakit

    • Pneumonia akut

    • Pneumonia persisten

    K LASIFIKASI P NEUMONIA  Berdasarkan lokasi lesi di paru  Pneumonia lobaris  Pneumonia interstitialis
    BERDASARKAN GAMBARAN RADIOLOGIK Pneumonia Pneumonia Interstitial Alveolar
    BERDASARKAN GAMBARAN RADIOLOGIK
    Pneumonia
    Pneumonia
    Interstitial
    Alveolar

    PNEUMONIA ALVEOLAR

    • Karena adanya radang bakteri yg menyebabkan kerusakan pada dinding alveolar

    • Penyebab

    jenis

    Pneumococcus

    pneumonia ini umumnya Klebsiella dan

    • Lumen bronkiolus terisi dengan eksudat, tetapi dinding bronkus dan jaringan tidak meradang

    • Kadang ditemukan limfadenopati

    • Eksudat alveolar menyebabkan gambaran perselubungan

    • Air bronchogram biasanya ditemukan di antara daerah konsolidasi

    • Prosesnya bisa terjadi segmental atau non segmental

    • Terkadang sulit dibedakan dengan efusi pleura/adanya massa paru

    P NEUMONIA A LVEOLAR  Karena adanya radang bakteri yg menyebabkan kerusakan pada dinding alveolar 

    PNEUMONIA INTERSTITIAL

    • Umumnya disebaban oleh virus

    • Infeksi oleh virus berawal dari permukaan dengan terjadinya

    kerusakan silia goblet dan kelenjar mukus bronkiolus, sehingga dinding bronkiolus menjadi edema

    • Juga terjadi edema jaringan interstitial peribronkial

    • Kadang-kadang alveolus terisi cairan edema

    • Gambaran Ro/ :

      • Fase akut : terlihat gambaran bronchial cuffing, yaitu penebalan dan edema dinding bronkus. Corakan bronkovaskuler meningkat, bercak- bercak infiltrat dan efusi pleura juga dapat ditemukan

    P NEUMONIA I NTERSTITIAL  Umumnya disebaban oleh virus  Infeksi oleh virus berawal dari permukaan

    GAMBARAN RADIOLOGI

    R
    R

    Radiologi Sign Pneumonia :

    Tampak gambaran infiltrat sampai bayangan konsolidasi/perselubungan radioopak dengan batas

    tegas

    Dapat disertai air bronchogram

    Tidak mengganggu

    gambaran yang sehat

    (mendorong/menarik

    mediastinum)

    Tidak terjadi perubahan jaringan

    G AMBARAN R ADIOLOGI R Radiologi Sign Pneumonia : • Tampak gambaran infiltrat sampai bayangan konsolidasi/perselubungan