Anda di halaman 1dari 12

Oleh : dr.

Alfun Dhiya An
1. Inisiasi yang terjadi pada
kehamilan Aterm

2. Inisiasi yang terjadi pada
kehamilan Preterm
Dalam kehamilan aterm,plasenta telah
menjadi tua dan semakin terdesak
oleh besarnya janin,hal ini
mengakibatkan:
Penurunan produksi hormon
progesteron oleh plasenta.
Berkurangnya aliran darah ibu ke
janin (karena terhimpitnya a.spiralis
pada plasenta)





Kedua hal ini akan meningkatkan
Corticotropin Releasing Hormon (CRH) dan
merangsang Hipotalamus untuk memacu
kelenjar Adrenal memproduksi Cortisol
merubah as.arakhidonat PG E2(
Prostaglandin E2) & PG F2 (Prostaglandin
F2).

PG E2 akan membentuk GAP Junction(sbg reseptor
oksitosin)di otot uterus dan menimbulkan reaksi
inflamasi pada serviks sehigga terjadi pematangan
serviks.

PG F2 peranannya lebih besar pada pematangan
serviks dan kontraksi otot uterus sehingga
menimbulkan robekan pada membran plasenta.

Proses Pematangan Serviks
Proses InflamasiMMP(Metalo Matriks
Protein)Serabut2 Kolagen
rusak(Lisis)Serviks LunakTimbul
Peregangan di OUELendir Darah(+)









Oksitosin didalam tubuh sudah ada namun
dgn adanya Gap Junction yang berfungsi sbg
reseptor oksitosin maka penyerapannya akan
semakin besar pada otot uterus sehingga
menimbulkan kontraksi yg adekuat.

Pada kehamilan preterm sebetulnya tidak
diharapkan terjadi suatu persalinan.
Hal-hal yang dapat menimbulkan persalinan
preterm,yaitu:
1. Ketuban Pecah Dini
2. Stres
3. Trauma
4. Infeksi




Dasar terjadinya proses persalinan preterm
adalah terjadinya proses inflamasi di daerah
serviks,sehingga terbentuk prostaglandin
yang merangsang uterus juga membentuk
Gap Junction dan terjadi pematangan serviks
yang mengakibatkan terbukanya mulut rahim
sehingga timbul suatu persalinan.


Stres juga dapat menimbulkan persalinan
preterm melalui perangsangan pada
Hipotalamus yang berakibat meningkatnya
produksi Hormon Cortisol

Uterus Hamil Aterm
Penurunan Progesteron dan
Penurunan Aliran darah
plasenta
HIPOTHALAMUS
Kelenjar
Adrenal
CORTISOL
Asam Arakhidonat
PG E2 dan PG F2