Anda di halaman 1dari 42

MOLUSKUM KONTAGIOSUM

Oleh:
Sylvester Auryn
Supervisor:
dr. Ni Made Sastiningsih, Sp.KK
DEFINISI
Penyakit infeksi superfisial yang disebabkan oleh
virus
Bersifat jinak dan dapat sembuh sendiri
EPIDEMIOLOGI
Anak > Dewasa
Jarang pada anak dibawah 1 tahun
Orang dewasa digolongkan PMS
ETIOPATOGENESIS
Molluscum Contagiosum Virus
Masa inkubasi minggu bulan
Penularan melalui kontak dan autoinokulasi
MANIFESTASI KLINIS
Kelainan kulit berupa lesi kutan dengan tampilan
papul miliar/ lenticular, berbentuk kubah yang
kemudian di tengahnya terdapat umbilikasi
Massa yang berwarna putih seperti nasi
Koebner positif
DIAGNOSIS
Diagnosis klinis
Pemeriksaan histopatologi biopsi jaringan
Sel epidermis hipertrofi dan hiperplasi
Di atas lapisan sel basal hingga ke stratum korneum
dapat ditemukan sel yang membesar dengan inklusi
intrasitoplasmik (Henderson-Paterson bodies)
DIFERENSIAL DIAGNOSIS
Karsinoma Basal Sel
Tumor di epidermis dengan warna yang
menyerupai kulit normal sehingga seperti kutil
Faktor predisposisi:
Lingkungan
genetic
Berwarna coklat atau hitam, tidak berkilat. Sering
ditemukan dalam bentuk papular, meninggi, anular,
di bagian tengahnya cekung yang nantinya dapat
berkembang menjadi ulkus, terkadang ada
talangiektasis

DIFERENSIAL DIAGNOSIS
Cryptococcosis
Penyakit infeksi yang disebabkan oleh ragi genus
Cryptococcus, terutama C neoformans dan C gatii
Inhalasi spora
Ragi yang tak terkapsulasi akan difagosit dan yang
terkapsulasi akan bertahan dan menginfeksi
Nodul, papul, ulkus, dan vasculitis
PENATALAKSANAAN
Resiko dan keuntungan
Ekstraksi badan moluskum menggunakan jarum
suntik, ekstraktor komedo, kuret
Cantharidin 0,7% atau 0,9 %
PROGNOSIS
Baik
Self-limiting
Hampir tidak residif
IDENTITAS PASIEN
Nama : Ni G. A. Mira Pitaloka
Espani
Umur : 15 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Suku : Bali
Alamat : Br. Soka Kelod,
Selemadeg
Agama : Hindu
Status perkawinan : Belum menikah
Pekerjaan : Pelajar
Pendidikan : SMP
Tanggal Pemeriksaan : 25 Maret 2014

PEMBAHASAN
Penyakit ini terutama menyerang anak dan
terkadang orang dewasa dan lebih banyak ditemui
di daerah tropis
KELUHAN UTAMA
Pasien mengeluh muncul benjolan-benjolan kecil
pada kedua lengan atas, dan ekstremitas bawah.
Benjolan terkadang gatal dan sedikit sakit terutama
setelah mandi dan setelah berolahraga
PERJALANAN PENYAKIT
Benjolan ini timbul hanya 1 buah pada bulan Juni
2013 tepat setelah pasien menjalani kemah
pramuka
Benjolan tersebut terasa gatal tetapi pasien
mengabaikannya dan menganggap gatal biasa
Tanpa memperhatikan perkembangannya, tiba tiba
benjolan-benjolan kecil ini sudah menyebar ke
daerah lengan atas dan ekstremitas bawahnya.
Pasien menyadari hal ini pada bulan Oktober 2013
dan bertambah banyak seiring berjalannya waktu
PEMBAHASAN
Benjolan ini bertambah seiring berjalannya waktu
selama beberapa bulan sesuai dengan
perkembangan gejala klinis penyakit MC
RIWAYAT PENGOBATAN
Keadaan pasien ini sempat ditanyakan kepada
pamannya yang kemudian memberi salep, namun
keadaan pasien tidak membaik
Pada bulan Januari 2014 pasien sempat ke rumah
sakit dengan keluhan usus buntu dan kemudian
dilakukan operasi dan benjolan terus bertambah.
Baru pada bulan Maret 2014 pasien berkonsultasi
tentang masalahnya ini ke dokter kulit
PEMBAHASAN
Kemungkinan setelah dilakukan operasi
berhubungan dengan menurunnya imunitas dan
menyebabkan infeksi virus semakin parah
RIWAYAT ALERGI
Alergi obat dan makanan disangkal oleh pasien
RIWAYAT PENYAKIT TERDAHULU
Pasien pernah menderita penyakit usus buntu dan
telah dioperasi, sedangkan riwayat penyakit lainnya
tidak ada
RIWAYAT PENYAKIT DALAM KELUARGA
Tidak ada keluarga yang mengalami keluhan yang
sama. Riwayat alergi dalam keluarga disangkal
oleh pasien
PEMBAHASAN
Kemungkinan penyakit ini didapatkan dari
lingkungan ataupun temannya saat kemah
pramuka
RIWAYAT SOSIAL
Pasien belum menikah dan berstatus pelajar SMP.
Tidak ada teman maupun tetangga pasien yang
menderita penyakit yang sama. Riwayat merokok
dan konsumsi alkohol disangkal
PEMERIKSAAN FISIK
Status present:
Keadaan Umum : Baik
Status general:
Mata : Dalam batas normal
THT : Kesan tenang
Thoraks : Tidak dievaluasi
Abdomen : Tidak dievaluasi
Ekstremitas : Akral hangat +/+, Edema -/-


STATUS DERMATOLOGIS
Lokasi: Kedua lengan atas dan ekstremitas bawah
Effloresensi: Papula berbentuk kubah dengan
umbilikasi di tengahnya atau terdapat badan
moluskum, tanpa disertai perubahan warna, jumlah
multipel, ukuran milier, persebaran discrete bilateral
PEMBAHASAN
Gambaran klinis ini sesuai dengan literatur pada
tinjauan pustaka
Pada pasien ini tidak diusulkan pemeriksaan
penunjang karena diagnosis penyakit ini dapat
ditegakkan dengan melihat gejala klinisnya saja
yang sudah cukup jelas
Daerah lesi pada lengan atas dan ekstremitas
bawah pasien sesuai dengan predileksi penyakit
pada anak yang banyak pada muka, badan, dan
ekstremitasnya
DIAGNOSIS
Diagnosis banding:
Karsinoma sel basal
Cryptococcosis
Diagnosis kerja:
Moluskum Kontagiosum
Usulan Pemeriksaan :
Biopsi jaringan lesi
PEMBAHASAN
Dibedakan dengan infiltrat di bagian sentralnya
pada MC
Pemeriksaan penunjang histologis
Faktor predisposisi dari BCC
PENATALAKSANAAN
Mengeluarkan massa yang mengandung badan
moluskum. Alat yang dapat digunakan seperti
ekstraktor komedo, jarum suntik, atau kuret
KIE
KIE
Memberi penjelasan kepada pasien dan keluarga
tentang penyakitnya, dari jenis penyakit, penyebab
sampai prognosisnya.
Mengingatkan bahwa penyakitnya menular selama
masih ada lesi.
Memberitahu bahwa penyakitnya dapat sembuh
secara spontan.
Menjaga kondisi tubuh agar tidak menurun.
Kunjungi dokter kembali apabila semakin parah.
Hindari trauma dan garukan karena penyakit
bersifat autoinokulasi.
Kontrol kembali untuk evaluasi pengobatan
PEMBAHASAN
Dalam penatalaksanaan pasien ini menggunakan
cara ekstraksi karena pasien menginginkan hasil
yang cepat agar bisa segera bersekolah dan malu
bila bersekolah dengan kondisi demikian
KIE kepada pasien dan keluarga
PROGNOSIS
Baik
Self-limiting
Hampir tidak residif
KESIMPULAN
Moluskum Kontagiosum adalah penyakit infeksi
superfisial yang disebabkan oleh Molluscum
Contagiosum Virus, family Poxviridae
Penyakit ini terutama menyerang anak dan
terkadang orang dewasa, akan tetapi penyakit ini
jarang menyerang anak pada usia dibawah 1 tahun
Transmisi penyakit ini dapat melalui kontak kulit
langsung, autoinokulasi, dan koebnerisasi

Pada MC tidak mempengaruhi kondisi umum dari
penderita, hanya manifestasi klinis pada kulit
penderita yang biasanya dikeluhkan
Diagnosis biasanya dilakukan langsung dengan
pemeriksaan fisik tanpa pemeriksaan penunjang
karena penampilannya yang khas
Terapinya dapat menggunakan obat topikal dan
ekstraksi massa yang mengandung badan
moluskum dengan alat khusus
Tanpa penanganan penyembuhan spontan
biasanya terjadi dalam hitungan bulan hingga
tahun, dan dengan menghilangkan semua lesi yang
ada, penyakit ini tidak, atau jarang residif


TERIMAKASIH