Anda di halaman 1dari 17

TERAPI CAIRAN

NATRIUM
Penting dalam menentukan osmolalitas
darah
Berperan pada regulasi volume
ekstraseluler
Kadar normal: 135-145 mg/L

NATRIUM - HIPONATREMIA
<120 mg/L : disorientasi, gangguan
mental, letargi, irritabily, lemah,
respiratory arrest
<110 mg/L : kejang, koma
Penyebab:
Euvolemia: SIADH, polidipsi psikogenik
Hipovolemia: disfungsi tubuli ginjal, diare,
muntah, third spaces losses, diuretika
Hipervolemia: cirrhosis, nephrosis
Terapi:
Natrium 125 mg/L : restriksi cairan
Natrium 120 mg/L : NaCl 3%
Pediatrik: 1,5 2,5 mg/kg
NATRIUM - HIPERNATREMIA
Natrium > 160 mg/L
Gejala: perubahan mental, letargi, kejang,
koma, lemah
Penyebab:
Kehilangan cairan
Asupan air kurang: tidak ada rasa haus, salah
akses
Asupan berlebihan: salt tabet, saline hipertonik,
bik-nat
Terapi:
Kelebihan Na: (X-140) x BB x 0,6
Defisit cairan: {(X-140) x BB x 0,6} : 140

KALSIUM
Berfungsi untuk konraksi otot, transmisi
impuls syaraf, sekresi hormon,
pembekuan darahm pembelahan dan
pergerakan sel, penyembuhan luka
Kadar normal: 1 1,25 mmol/L
KALSIUM - HIPOKALSEMIA
Ca2+ < 1 mmol/L
Gejala:
Hipotensi
Bradikardia
Arrythmia
Heart failure
Cardiac arrest
Digoxin insensitivity
ECG abnormal
Spasm otot
Hiperefleksia
Tetani
Parestesia
Kejang

KALSIUM - HIPOKALSEMIA
Penyebab:
Hipoparatiroid, sepsis, luka bakar,
pankreatitis, malabsorpsi, liver disease, renal
disease, hipomagnesemia, rhabdomyolysis,
transfusi masif

Terapi:
CaCl2 10% : 3-4 ml
CaGuconas 10%: 10 ml
KALSIUM - HIPERKALSEMIA
Ca2+ > 1,3 mmol/L
Gejala:
Hipertensi, cardiac ischemia, arrythmia,
bradikardia, gangguan konduksi, digitalis
toxicity, dehidrasi, lemah, depresi mental,
mual-muntah, konstipasi, koma, kejang,
pankreatitis, ulcer disease, sudden death
KALSIUM - HIPERKALSEMIA
Penyebab:
Hiperparatiroidea, keganasan, imobilisasi,
kelebihan Vit A atau D1 thyrotoxicosis

Terapi:
NaCl 0,9% + loop diuretic (furosemide)

FOSFAT
Peran: metabolisme energi sel
Penyebab:
Pergeseran transeluler: alkalosis akut, obat,
pemberian KH
Kehilangan lewat ginjal: hiperparatiroidea,
diuretika, hipokalemia, steroid,
hipomagnesemia
Kehilangan lewat GI: diare, malabsorpsi,
antasida
Asupan kurang: malnutrisi, nutrisi parenteral
FOSFAT
Manifestasi klinik:
Otot lemah, respiratory failure, letargi,
parestesi, disorientasi, koma, kejang,
gangguan sintesa protein, gangguan respons
pressor, gangguan fungsi platelet, disfungsi
imunitas, disfungsi hepar, disfungsi tubuli
ginjal, hemolisis

Terapi:
> 1 mg/dL enteral
<1 mg/dL potassium phosphate: 0,6 0,9
mg/kg/jam iv kemudian 1000mg/hari =
kehilangan (excess loss)

MAGNESIUM
Peran: transver energi dan stabilitas
elektrik

Penyebab:
Lewat ginjal: diuretik. Disfungsi tubuli ginjal,
hipokalemia, obat
Lewat GI: diare, malabsorpsi, nasogastric
suction
Pergeseran transseluler: pulih dari hipotermia,
refeeding
Asupan kurang: malnutrisi, alkoholisme, nutrisi
parenteral
MAGNESIUM
Manifestasi klinik:
Overlap anatara hiperkalemia dan
hipomagnesemia
Gangguan kardiovaskular, koma,
hipokalemia, hipokalsemia

Terapi:
Emergency (arrythmia): MgSO4 10% - 0.2
ml/kg/dose iv pelan pelan
PASIEN KRITIS DI ICU
Patofisiologi:
Muntah
Diare
Perdarahan saluran cerna
Perdarahan akibat trauma atau operasi
Luka bakar
Sepsis
Keseimbangan volume air dan elektrolit
antara ketiga kompartemen mengikut
hukum Starling yaitu tekanan hidrostatik
dan tekanan onkotik
PASIEN KRITIS DI ICU
Apabila terjadi pendarahan, maka
kompartemen cairan intravaskuler
mengalami defisit/ hipovolemia yang akan
mengakibatkan perubahan dalam tubuh:
Pergeseran kompartemen cairan
Kompensasi kardiovaskuler
Syok

PASIEN KRITIS DI ICU
Manajemen:
Perbaiki cardiac output yang turun
Membuat sirkulasi berjalan normal atau
hiperdinamik