Anda di halaman 1dari 19

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

USWATUN CHASANAH, SST


USG
USG adalah suatu alat yang menggunakan gel. suara
frekuensi tinggi yang dipancarkan oleh suatu
penjejak (yang disebut transduser) pada suatu
organ yang diperiksa.

Macam pemeriksaan USG :
1. USG Transabdominal
2. USG Transvaginal
3. USG Transperineal
4. USG Transrektal
5. USG Invasif

Tujuan pemeriksaan usg abdomen
1. Mendeteksi adanya massa diabdomen
2. Membedakan antara kista yg berisi air/massa padat.
3. Mengevaluasi dan memetakan organ di abdomen
sebelum dilakukan biopsi.
4. Mengevaluasi adanya kelainan di rongga abdomen
Beberapa Manfaat Pemeriksaan USG bagi kehamilan:
1. Deteksi adanya kehamilan.
2. Deteksi letak kehamilan.
3. Deteksi keadaan kehamilan.
4. Mengukur tubuh janin.
5. Menentukan usia kehamilan.
6. Membantu diagnosis terjadinya IUGR.
7. Deteksi tempat plasenta.
8. Mengetahui jumlah janin.
9. Mendeteksi kelebihan/kekurangan cairan ketuban.
10. Mendiagnosis kelainan lainnya pada janin


Persiapan sebelum USG, yaitu :
1. Penderita obstipasi sebaiknya diberikan
laksatif di malam sebelumnya.
2. Untuk pemeriksaan organ-organ di rongga
perut bagian atas, sebaiknya dilakukan
dalam keadaan puasa dan pada pagi hari
dilarang makan dan minum
3. Untuk pemeriksaan kandung empedu
dianjurkan puasa sekurang-kurangnya 6
jam sebelum pemeriksaan.
4. Untuk pemeriksaan kebidanan dan daerah
pelvis, buli-buli harus dalam keadaan
penuh.


Pencegahan infeksi
Persiapan pemeriksa
Persiapan pasien
Persiapan alat & ruangan
Persiapan sebelum pemeriksaan
USG TRANSVAGINAL
USG INVASIF
RONTGEN
Rontgen dikenal dengan sinar X merupakan pemeriksaan yang
memanfaatkan sinar X dalam mendeteksi kelainan berbagai
organ.

Indikasi
1. Kelainan toraks (rongga dada)
2. Sumbatan saluran cerna
3. Deteksi masalah pada tulang, paru-paru,
usus, dan organ dalam lainnya

Persiapan sebelum pemeriksaan
1. Radiografi konvensional tanpa persiapan
2. Radiografi konvensional dengan persiapan
3. Pemeriksaan dengan kontras
CARDIOTOCOGRAPHY (CTG)

CARDIOTOCOGRAPHY adalah suatu alat
yang digunakan untuk mengukur DJJ
pada saat kontraksi maupun tidak

SYARAT PEMERIKSAAN CTG
1. Usia kehamilan mulai 28 minggu
2. Ada persetujuan tindak medik dari
pasien (secara lisan)
3. Punktum maksimun denyut
jantung janin (DJJ) diketahui
4. Prsedur pemasangan alat sesuai
dengan petunjuk penggunaan


Indikasi pemeriksaan CTG
IBU
pre eklamsia-eklamsia
ketuban pecah dini
Diabetes melitus
kehamilan > 40 minggu
vitium cordis
astma bronkhiale
Inkompatibilitas Rhesus atau
ABO
Infeksi TORCH
Bekas SC

Janin
Pertumbuhan janin
terhambat (PJT)
Gerakan janin berkurang
Suspek lilitan tali pusat
Aritmia, bradikardi, atau
takikardi janin
Hidrops fetalis

PERSIAPAN PEMERIKSAAN CTG
1. Sebaiknya dilakukan 2 jam setelah makan.
2. Waktu pemeriksaan selama 20-30 menit,
3. Selama pemeriksaan posisi ibu berbaring nyaman
dan tak menyakitkan ibu maupun bayi.


LAPAROSKOPI
Suatu instrumen untuk melihat rongga
peritoneum
Teknik bedah invasive minimal menggunakan
gas untuk insulfasi melalui peritoneum dan
alat-alat lain melalui insisi minimal dengan
acuan kamera video
o Indikasi laparoskopi
1. Memeriksa hati dan melakukan biopsi terpimpin pada penyakit yang
diduga setempat atau difus
2. Memeriksa kandung empedu untuk kemungkinan penyakit atau
pembesaran yang disebabkan oleh penyumbatan
3. Menetapkan etiologi tumor abdomen yang terletak pada daerah yang
mungkin dapat dilihat dengan laparoskopi
4. Menilai kemungkinan operasi dan menetapkan staging pada pasien
dengan tumor ganas, serta dalam batas tertentu menetapkan metastasis
dalam abdomen
5. Menetapkan asites, terutama yang resisten terhadap pengobatan

o Kontra indikasi
1. Kelainan pembekuan darah
2. Pasien yang tidak koperatif
3. Penyakit kardio-pulmoner yang berat
4. Asites yang amat besar
5. Hernia diafragma atau dinding abdomen
6. Obstruksi usus
7. Keadaan obesitas yang berat

KESIMPULAN
1. Pemeriksaan laboratorium meliputi pemeriksaan
darah, urine, feaces, cairan pervaginam, secret
2. Pemeriksaan diagnostik meliputi USG, Rontgen,
CTG, dan Laparoskopi
3. Bahan pemeriksaan disesuaikan dengan
pemeriksaan yang akan dilakukan
4. Pemeriksaan laboratorium dan diagnostik
digunakan untuk menegakkan suatu diagnosa
SEMOGA BERMANFAAT