Anda di halaman 1dari 12

Oleh:

1. Unique Astari Alamanda


2. Valentina Nuzul Wicaksani
3. Wardani
4. Winda Septiana
DEFINISI
Histoplasmosis adalah infeksi oportunistik (IO)
yang umum pada orang HIV-positif.
Infeksi ini disebabkan oleh jamur Histoplasma
capsulatum.
Jamur ini berkembang dalam tanah yang
tercemar dengan kotoran burung, kelelawar dan
unggas.
Menyebar melalui spora (debu kering) jamur
yang dihirup saat napas, dan tidak dapat
menular dari orang yang terinfeksi.
PATOLOGIS
flu
demam
sesak
napas
batuk
kering
sakit
kepala
Hilang
nafsu
makan
sakit
sendi
otot
panas
dingin
Hati dan
getah
bening
membengk
ak
PATOLOGIS
mempengaruhi
sumsum tulang
anemia
leukopenia trombositopenia
Spora banyak terdapat di dalam tanah, terutama di
daerah Timur dan Barat-tengah Amerika Serikat.
Manusia yang terkontaminasi oleh spora, kemungkinan
besar akan menghirup spora tersebut.
Spora terhidup menyebabkan penderta terinfeksi HIV,
terutama dalam bentuk histoplasmosis yang menyebar
ke seluruh tubuh.
GEJALA
Histoplasmosis dibagi dalam 3 (tiga) bentuk:

Waktu 3- 21 hari setelah menghisap spora jamur.
Sakit disertai demam dan batuk hilang dalam 2 minggu
Tanpa pengobatan dan kadang bisa menetap sampai
selama 6 minggu, jarang bersifat fatal
Histoplasmosis
akut.
Pada anak dan penderita AIDS.
Hati, limpa dan kelenjar getah bening membesar, ulkus di
mulut dan saluran pencernaan, kelenjar adrenal
terganggu.
Tanpa pengobatan berakibat fatal. Penderita AIDS bisa
terjadi kematian
Histoplasmosis
diseminata
progresif
Infeksi paru-paru timbul bertahap dalam beberapa
minggu,
Batuk, sulit bernafas, penurunan berat badan, malaise,
demam ringan.
Pulih tanpa pengobatan dalam waktu 2- 6 bulan, batuk
darah, kerusakan paru-paru, menyebabkan kematian
Histoplasmosis
kavitasi kronis
DIAGNOSA
dahak
kelenjar
getah
bening
sumsum
tulang
hati
ulkus di
mulut
air kemih
darah air seni
sumsum
tulang
(jamur)
PENCEGAHAN
Itrakonazol atau flukonazol
untuk mencegah munculnya
infeksi jamur termasuk
histoplasmosis
Terapi
antretroviral
(ART).
Odha dengan jumlah CD4 di
bawah 150
dengan pekerjaan berisiko
tinggi (mis. pertanian,
berkebun, buruh bangunan)
Profilaksis
terhadap
histoplasmosis
PENGOBATAN
infeksinya ringan
atau sedang,
terapi induksi
dilakukan
dengan
itrakonazol
penyakit berat,
amfoterisin B dapat
dipakai pada awal.
Amfoterisin B
adalah obat yang
sangat manjur
induksi
(terapi
awal
untuk
infeksi
akut),
itrakonazol
Penggunaan
dihentikan setelah
lebih dari 12 bulan,
jumlah CD4 di atas
150, ART dipakai
selama lebih dari
enam bulan, DAN
tes pada air seni
mendukung.
profilaksis
sekunder
(terapi terus-
menerus untuk
mencegah
kambuhnya).
KESIMPULAN
Penyakit jamur
yang umum pada
Odha di Indonesia.
Jamur tersebut
tidak dapat
diberantas.
Penyakit ini
muncul saat
sistem kekebalan
tubuh sangat
rusak, yaitu
dengan jumlah
CD4 di bawah 150.
Biasanya harus
diobati pada awal
dengan obat yang
cukup manjur,
amfoterisin B, yang
juga menimbulkan
efek samping yang
berat.
Tterapi harus
diteruskan dengan
itrakonazol seumur
hidup, atau sehingga
sistem kekebalan
tubuh menjadi pulih
akibat penggunaan
ART.