Anda di halaman 1dari 48

HYSYS Cases Basic

Gas Processing
By Mohammad Darwis
Saturday & Sunday, May 17 & 18, 2014
Teknik Kimia
Universitas Diponegoro
Semarang
Case 1 : Refrigerated Gas Plant
Case 2 : Propane Refrigeration Loop
Case 3 : Refrigeration Loop & Economizer
Case 4 : Gas Compression
Case 5 : Two Stages Compression
Case 6 : Turbo Expander Plant
Case 7 : Gas Power Plant
Case 8 : NGL Fractionation Plant
Case 9 : Expander Plant



Daftar Isi
Case 1 :
Refrigerated Gas Plant
Plant ini digunakan sebagai dew point control yaitu
untuk mendapatkan dew point hydrocarbon gas
yang diinginkan. Hydrocarbon gas dengan dew point
tinggi akan lebih mudah condense (mencair).
Mengapa?
Salah satu cara distribusi hydrocarbon gas ke
pembeli adalah dengan menggunakan pipeline.
Diharapkan selama pengiriman, tidak ada gas yang
condense di pipeline. Ini dapat dilakukan dengan
membuat temperature hydrocarbon gas tsb selalu
diatas dewpoint-nya.
Hydrocarbon gas dengan komposisi pada halaman
berikut dengan operating conditionnya 60 deg F &
900 psia & flow rate 3175 lbmole/hr diumpankan ke
inlet separator untuk diremove liquidnya sebelum
diumpankan ke heat exchanger untuk didinginkan.


Kemudian gas didinginkan lagi di chiller dengan
menggunakan refrigerant (referigerant system
tidak kita simulate disini, kita hanya perlihatkan
berapa banyak kalor yang diambil) untuk
mendapatkan low temperature sehingga gas
mempunyai dew point 5 deg F pada pressure 870
psia.
Sesudah didinginkan kemudian diumpankan ke
LTS Low Temperature Separator untuk
diremove liquidnya. Kemudian dipanaskan di Heat
Exchanger. Diinginkan delta temperature
(perbedaan) antara hot stream dan cold stream
adalah 9 deg F. Ini sebagai specification buat
Heat Exchanger.
Tentukan low temperature pada LTS.


Case 1 :
Refrigerated Gas Plant
Case 1 :
Refrigerated Gas Plant
Case 1 :
Refrigerated Gas Plant
Gas composition (dalam
% mole fraction) :
N2 0.66
H2S 0.03
CO2 0.03
C1 75.75
C2 17.09
C3 4.13
i-C4 0.68
n-C4 1.01
i-C5 0.28
n-C5 0.27
n-C6 0.06
n-C7 0.01
Pressure drop di
Tube & Shell of
HE adalah 5 psi &
1 psi.
Untuk Chiller,
pressure dropnya
adalah 5 psi.
Refrigeration system umum ditemukan di
Natural Gas Processing Industry, serta di
Petroleum Refining, Petrochemical &
Chemical Industries.
Refrigeration digunakan untuk
mendinginkan hydrocarbon gas agar
memenuhi dew point yang diinginkan atau
menghasilkan marketable liquid.
Dalam soal ini kita menggunakan propane
sebagai refrigerant.
Mengapa digunakan Propane? Mengapa
tidak menggunakan water?
Case 2 :
Propane Refrigeration Loop
Case 2 :
Propane Refrigeration Loop
Pada case 1, Chiller hanya dimodelkan dengan
Cooler dimana kita tidak peduli dengan fluida
pendinginnya serta process flow untuk pendingin
tsb.
Pada case 2 ini Anda diminta untuk mengganti
Cooler tsb dengan Heat Exchanger dimana fluida
pendinginnya adalah Propane.
Anda juga diminta untuk membuat simulasi
untuk propane-nya, seperti yang diperlihatkan
pada process flow diagram pada halaman
sebelumnya.
Process flow overallnya (case 1 + propane
sebagai pendingin) terlihat pada halaman
berikut.
Case 2 :
Propane Refrigeration Loop
Case 2 :
Propane Refrigeration Loop
Case 2 :
Propane Refrigeration Loop
Propone (C3H8) akan menyerap kalor di Chiller
(DP = 7 kPa) (energy yang harus diambil propane
untuk mendinginkan hydrocarbon gas tsb).
Setelah menyerap kalor tsb, semua propane
berwujud gas dengan temperature -20 deg C.
Kemudian propane gas dicompress dengan
Compressor dan kemudian didinginkan dengan
Condenser (DP = 35 kPa) ke temperature 50 deg
C sehingga semua propane berubah menjadi cair.
Tentukan flow rate propane yang diperlukan.
Tentukan power yang diperlukan compressor jika
adiabatic efficiencynya 75%.
Pada halaman berikut terdapat flow diagram
Refrigeration Loop dengan Economizer.
Pada loop tsb, outlet condenser adalah semuanya
liquid & temperature 120 deg F. Hal yang sama
pada outlet Chiller, dimana semuanya adalah uap
(gas) & temperature 20 deg F.
Pressure pada suction Compressor K-101 adalah 90
psia.
Anda diminta untuk menentukan flow rate propane
yang diperlukan jika kalor yang harus diambil
propane tsb di Chiller sebesar 5 MMBTU/hr.
Data lainnya pada halaman berikut.
Case 3 :
Refrigeration Loop & Economizer
Case 3 :
Refrigeration Loop & Economizer
Case 3 :
Refrigeration Loop & Economizer
Pressure Drop (DP) :
Chiller : 0
Condenser : 5
Economizer : 0
Case 4 : Gas Compression
Inlet Gas bersama recycle stream diumpankan ke
Separator pertama (DP = 0) untuk memisahkan gas dari
liquidnya.
Sebelum didinginkan dengan Cooler (DP = 10 psi), gas
terlebih dahulu dinaikkan pressurenya menjadi 1000 psia
dengan menggunakan Compressor.
Gas yang telah didinginkan akan dipisahkan dari
liquidnya di Separator kedua (DP = 0). Liquidnya akan
dikembalikan ke incoming Plant dan digabung dengan
Inlet Gas.
Diharapkan gas hasil mengandung 80% Methane (mole
fraction) dengan cara mengatur temperature gas yang
keluar dari Cooler.
Berapa flow rate (lb/hr) pada stream Gas Hasil?
Gunakan Peng-Robinson untuk fluid packagenya.

Case 4 : Gas Compression
Inlet Gas :
Temperature : 20 deg F
Pressure : 700 psia
Flowrate : 1000 lbmole/hr
Component (% mole Fraction) :
oC1 : 35
oC2 : 25
oC3 : 10
oi-C4 : 10
on-C4 : 10
oi-C5 : 5
on-C5 : 3
oC6 : 2
Case 4 : Gas Compression
Case 5 :
Two Stage Compression
Compression Station umum ditemukan di
upstream processing facility. Tujuannya untuk
increase pressure hydrocarbon gas sehingga bisa
dideliver ke tempat yang diinginkan.
Feed gas dengan komposisi di halaman berikutnya
diumpankan ke Compression Station dengan dua
stage untuk dideliver dengan pressure 1000 psia.
Tiap stage terdiri scrubber (separator vertical 2
phase), compressor dan air cooler.
Kedua stage tsb diakhiri dengan discharge
scrubber.
Liquid dari kedua scrubber terakhir akan direcycle
ke stage sebelumnya setelah pressurenya
direduce (dengan control valve).
Case 5 :
Two Stage Compression
Case 5 :
Two Stage Compression
DP = 0 untuk semua scrubber & Air Cooler. Semua Air Cooler
akan cooling ke temperature 125 deg F.
Kondisi umpan adalah 95 deg F & 250 psia & 15000 lbmole/hr
dengan Feed Gas composition (% mole) :
N2 0.75
CO2 1.47
C1 50.69
C2 14.51
C3 7.25
i-C4 6.52
n-C4 5.78
i-C5 5.15
n-C5 4.31
n-C6 3.57
Anda diminta menentukan power yang diperlukan compressor.
Case 6 :
Turbo Expander Plant
Turbo Expander Plant biasa ditemukan di upstream Oil &
Gas, khususnya Gas Processing. Process yang terdapat di
Turbo Expander adalah :
Cooling
Expanding
Separating
Distillation
Re-Compression untuk gas yang dihasilkan
Turbo Expander Plant digunakan untuk mendapatkan
Sales Gas (gas alam yang akan dijual) dengan kandungan
methane-nya yang sangat tinggi. Sisanya (ethane,
propane, butane dan komponent berat lainnya) akan
diumpankan ke LPG Plant untuk mndapatkan LPG Product.
Case 6 :
Turbo Expander Plant
Case 6 :
Turbo Expander Plant
Feed Gas didinginkan dengan menggunakan LNG
Exchanger dan Cooler ke temperature -62 deg C.
Kemudian gas tsb dipisahkan dari liquidnya dengan
menggunakan 1
st
Separator.
Gas dari separator tsb akan diexpand ke pressure
2800 kPa dengan menggunakan Expander,
sedangkan liquidnya juga diturunkan pressurenya
ke 2800 kPa dengan menggunakan control valve.
Gas yang sudah diexpand diumpankan ke 2
nd
-
Separator untuk memisahkan gas dari liquidnya
yang kemudian liquid tsb diumpankan ke Menara
Distillasi (data halaman berikutnya).
Case 6 :
Turbo Expander Plant
Menara Distilasi (LPG Recovery Column)
diwujudkan dengan Refluxed Distillation Tower
berisi 5 stage serta condenser full reflux dan
reboiler.
Liquid dari 1
st
Separator diumpankan pada stage 1
(top of Column) dan liquid dari 2
nd
Separator
diumpankan ke Condenser. Pressure di condenser
adalah 5 psi lebih rendah dibanding outlet presure
di Expander, sedangkan pressure di reboiler sama
dengan outlet pressure di Expander.
Diinginkan Reid Vapour Pressure di Bottom
Productr adalah 200 psia serta Energy persatuan
waktu yang harus diambil di Condenser adalah
0.001 Kjoule/hr.
Case 6 :
Turbo Expander Plant
Liquid dari 1
st
separator yang sudah diturunkan
pressure diumpankan ke Menara Distillasi
untuk memisahkan Methane dari komponen
berat lainnya.
Hasil atas menara Distillasi dan hasil atas 2
nd

Separator diumpankan ke LNG Exchanger
untuk dinaikkan temperaturenya dengan :
Nilai temperature keluar dari LNG Exchanger
adalah sama.
Delta (selisih) temperature pada sisi hot adalah
10 deg C.
Case 6 :
Turbo Expander Plant
Setelah itu kedua hasil atas tsb dicampur dan
dinaikkan pressurenya dengan Compressor dengan
memanfaatkan Power yang dihasilkan Expander.
Hasilnya didinginkan ke temperature 30 deg C.
dengan 2
nd
Cooler.
Setelah didinginkan, diumpankan ke 3
rd
Separator
untuk memisahkan gas dari liquidnya (jika ada
liquidnya) sebelum diumpankan ke 2
nd
Compressor
untuk dinaikkan pressurenya ke 7000 kPa.
Hasilnya yang disebut Export Gas akan dideliver ke
User / buyer.
Pertanyaan :
Content Methane di Export Gas = ?
Case 6 :
Turbo Expander Plant
Feed Gas :
Temperature : 30 deg C
Pressure : 5000 kPa
Flowrate : 2988 kgmole/hr
Component (mole Fraction) :
o N2 : 0.0149
o CO2 : 0.0020
o C1 : 0.9122
o C2 : 0.0496
o C3 : 0.0148
o i-C4 : 0.0026
o n-C4 : 0.0020
o i-C5 : 0.0010
o n-C5 : 0.0006
o C6 : 0.0003
Gas Power Plant menghasilkan power (energi listrik) dengan
bahan bakar fuel gas. Fuel gas direaksikan dengan udara
bertekanan tinggi 2300 kPa (reaksi pembakaran) yang akan
menghasilkan energy (bagaimana?), indikasinya temperature
akan naik (mengapa?). Flow rate udara diatur agar temperature
reactor 1514 deg C.
Gas hasil pembakaran akan diekspansi ke pressure 170.3 kPa
dengan Gas Turbine (volume diperbesar yang mengakibatkan
pressure menurun) sehingga menghasilkan power (atau energy
per waktu, power ini akan menghasilkan energy listrik) dan
temperature gas tsb juga akan turun. Kemudian gas-gas tsb
(temperaturenya masih tinggi) dibuang ke lingkungan. Ini
digambarkan pada flow sederhana di halaman berikut.
Pada case ini kita menggunakan Combined Cycle, dimana energy
gas-gas buang tsb dimanfaatkan untuk cycle lainnya, dalam case
ini digunakan Steam (water).


Case 7 : Gas Power Plant
Case 7 : Gas Power Plant
Water dipumping ke HRSG (Heat Recovery Steam
Generator) dengan pressure 16010 kPa & temperature
122.5 deg C untuk mengambil kalor/energy gas-gas
buang tsb. Kalor yang diambil tsb akan mengubah
seluruh water tsb menjadi steam (uap/gas).
Kemudian steam ini diekspansi (pressurenya diturunkan)
ke pressure 201.325 kPa. Ini akan menghasilkan power
dan menurunkan temperature steam stb. Kemudian
seluruh steam tsb akan diubah wujudnya menjadi fase
liquid dengan Condenser.
Hasilnya ditampung di Tank untuk membuang steam
yang masih berwujud gas/uap. Steam yang sudah
berwujud liquid akan dipumping kembali ke HRSG.
Flow diagramnya terlihat di halaman berikut.
Case 7 : Gas Power Plant
Case 7 : Gas Power Plant
Dengan menganggap tidak ada energy
yang hilang ke lingkungan pada Ruang
Pembakaran, serta semua power untuk
Compressor & Pump disupply oleh Gas
Plant ini sendiri, Anda diminta untuk
menentukan jumlah power
(energy/waktu) yang dihasilkan Gas
Power Plant ini.
Case 7 : Gas Power Plant
Feed Gas:
Temperature : 30 deg C
Pressure : 2300 kPa
Flowrate : 525500 kg/hr
Component (% mole fraction) :
o Methane : 96
o Ethane : 2
o Nitrogen gas : 2
Udara :
Temperature : 30 deg C
Pressure : atm (0 psig = 14.7 psia)
Component (% mole fraction) :
o Nitrogen gas : 79
o Oxygen gas : 21

Case 7 : Gas Power Plant
Water inlet HRSG :
Temperature : 122.5 deg C
Pressure : 1610 kPa
Flow rate : 268200 kg/hr
Component (% mass fraction) :
o Water : 1.0
Pressure Drop (DP) :
HRSG (heat exchanger) : 10 kPa (Shell side)
dan 0 kPa (Tube side)
Condenser : 0 kPa
Reactor : 0 kPa
Tank : 0 kPa
Case 7 : Gas Power Plant
Case 7 : Gas Power Plant
Recovery liquid gas alam (NGL) dari Gas Alam banyak
ditemukan di Processing Gas Alam. Recovery dilakukan
Memproduksi gas yang mudah mengalir (bebas dari
heavier hydrocarbon yang mungkin condense di pipeline)
Memenuhi sales gas specification
Memaksimumkan liquid recovery (ketika liquid product
bernilai tinggi dibanding gas-nya)
NGL Plant disimulasi menggunakan 3 Column yaitu :
DE-METHANIZER (dioperasikan sebagai Reboiled
Absorber)
DE-ETHANIZER (dioperasikan sebagai Distillation
Column)
DE-PROPANIZER (dioperasikan sebagai Distillation
Column)
Case 8 :
NGL Fractionation Plant
Case 8 :
NGL Fractionation Plant
De-Methanizer Column dioperasikan dengan
pressure di top tray 2275 kPa dan pressure di
bottom 2310 kPa.
Column ini mempunyai dua umpan dan a side
heater untuk kontrol vapour traffic di Column.
FEED_1 pada top stage inlet, FEED_2 pada stage 2
dan a side heater dimodelkan menggunakan energy
stream (2.1e+06 kJ/hr) sebagai umpan pada
Column pada stage 4.
Column berisi 10 stage dan diinginkan komposisi
component methane di Overhead Product adalah
0.96 mole fraction.
Liquid bottom akan diumpankan ke De-Ethanizer
Column dengan Pump dimana discharge
pressurenya 2790 kPa.

Case 8 :
NGL Fractionation Plant
Case 8 :
NGL Fractionation Plant
De-Ethanizer Column diwujudkan dengan
Refluxed Distillation Tower berisi 14 stage
serta condenser full reflux dan reboiler.
Umpan masuk pada stage 6 dan pressure di
condenser 2725 kPa dengan pressure drop 35
kPa, sedangkan di reboiler 2792 kPa.
Diinginkan Reflux sebesar 2.5 molar.
Selain itu juga diharapkan ratio antara Ethane
dan Propane di Bottom Product sebesar 0.01.
Liquid bottom dari column ini akan direduce
pressurenya menjadi 1690 kPa menggunakan
valve sebelum diumpankan ke De-Propanizer
Column .
Case 8 :
NGL Fractionation Plant
De-Propanizer Column diwujudkan dengan
Refluxed Distillation Tower berisi 24 stage
serta condenser total dan reboiler.
Umpan masuk pada stage 11 dan pressure di
condenser 1585 kPa dengan pressure drop 35
kPa, sedangkan di reboiler 1655 kPa.
Diinginkan jumlah mole fraction i-C4 dan n-C4
adalah 0.015 di Overhead Liquid Product, dan
mole fraction propane di Bottom Product
maksimum 0.02.
Tentukan flow rate (lbmole/hr) pada overhead
di De-Propanizer Column . Gunakan Peng-
Robinson untuk Fluid Packagenya.
Case 8 :
NGL Fractionation Plant
Feed1 :
Temperature : -95 deg C
Pressure : 2275 kPa
Flowrate : 1620 kgmole/hr
Component (% mole Fraction) :
o N2 : 0.25
o CO2 : 0.48
o C1 : 70.41
o C2 : 19.21
o C3 : 7.06
o i-C4 : 1.12
o n-C4 : 0.85
o i-C5 : 0.36
o n-C5 : 0.20
o C6 : 0.03
o C7 : 0.02
o C8 : 0.01
Case 8 :
NGL Fractionation Plant
Feed2 :
Temperature : -85 deg C
Pressure : 2290 kPa
Flowrate : 215 kgmole/hr
Component (% mole Fraction) :
o N2 : 0.57
o CO2 : 0.29
o C1 : 72.27
o C2 : 11.76
o C3 : 7.50
o i-C4 : 2.04
o n-C4 : 1.97
o i-C5 : 1.47
o n-C5 : 1.02
o C6 : 0.37
o C7 : 0.47
o C8 : 0.27
Case 9 : Expander Plant
Expander Plant sering digunakan untuk
recover/mengambil methane dari gas alam,
sehingga didapat gas dengan kandungan
methane yang tinggi. Sedangkan sisanya akan
diumpankan ke LPG Plant untuk mendapatkan
ethane (dengan De-Ethanizer), propane (dengan
De-Propanizer) dan butane (dengan De-
Buthanizer).
Anda diminta membuat process simulation
berdasarkan data-data berikut, dan tentukan
berapa MMSCFD gas yand dihasilkan dari De-
Methanizer serta pressurenya.
Gunakan Peng-Robinson untuk property
Packagenya.
Case 9 : Expander Plant
Umpan didinginkan (menggunakan HE & Chiller)
secara extrem ke temperature -84 deg F. Pada
HE, pressure Drop di tube sebesar 10 psi, dan di
shell sebesar 5 psi. Pressure drop di Chiller
sebesar 5 psi.
Hasilnya diumpankan ke separator 2-Phase
untuk separate gas dari liquidnya.
Gas dari separator 2-Phase akan diumpankan ke
Expander untuk reduce temperaturenya (dengan
reduce pressurenya ke 125 psig), yang
kemudian dideliver ke Top of De-Methanizer.
Liquid dari separator 2-phase akan diflashingkan
dengan JT valve ke pressure 125 psig. Hasilnya
dideliver ke stage 3 of De-Methanizer.
Case 9 : Expander Plant
Untuk increase pressure, overhead De-Methanizer
yang merupakan gas dengan kandungan methane
tinggi akan dicompress dengan memanfaatkan
power yang dihasilkan Expander setelah sebelumnya
dipanaskan di HE ke 110 deg C.
Bottom De-Methanizer berupa liquid dengan
kandungan ethane, propane dan butane yang tinggi.
De-Methanizer diwujudkan dengan Reboiled
Absorber Tower berisi 9 stage (exclude reboiler)
serta reboiler.
Umpan gas masuk pada stage 1, umpan liquid
masuk pada stage 3. Pressure di De-Methanizer
adalah sama sebesar 125 psig.
Reflux ratio diambil 5 dan diinginkan ratio Methane
dan Ethane adalah 0.015 di overhead



Case 9 : Expander Plant
Data Feed :
Temperature :
120 deg F
Pressure : 588
psig
Flow rate : 100
MMSCFD
Feed composition (% mole
fraction) :
N
2
: 7.91
CH
4
: 73.05
C
2
H
6
: 7.68
C
3
H
8
: 5.69
i-C
4
H
10
: 0.99
n-C
4
H
10
: 2.44
i-C
5
H
12
: 0.69
n-C
5
H
12
: 0.82
C
6
H
14
: 0.42
C
7
H
16
: 0.31

Case 9 : Expander Plant

Terima kasih
atas kerjasamanya
&
Mohon maaf
jika ada kekurangan