Anda di halaman 1dari 17

ASKEP DENGAN PASIEN

UROLITIASIS (BATU GINJAL)


By :
Kelompok 6
DEFINISI
Batu saluran kemih (urolitiasis) adalah adanya batu pada saluran
kemih yang bersifat idiopatik, dapat menimbulkan statis dan
infeksi. (Doenges E. Marilynn, 1999).

Urolithiasis adalah suatu keadaan terjadinya penumpukan oksalat,
calculi (batu ginjal) pada ureter atau pada daerah ginjal. (brunner
and suddatrh, 2002: 1460).
ETIOLOGI
Hiperkalemia
Sumbatan kronis
Infeksi kronis
Dehidrasi kronis
Etiologi
Etiologi ( dehidrasi kronis, infeksi kronis, sumbatan kronis, diet yang salah )


Inti / nukleus Protein Sitrat

Akumulasi substansi Akumulasi substansi Akumulasi Kristal

Konsentrasi substansi meningkat

Hiperkalsemia

Sitrat urin menurun

Mengkristal


PATHWAY
Urolitiasis






Kerusakan ginjal


Infeksi
Gangguan rasa
nyaman nyeri
Gangguan eliminasi
BAK
Kecemasan
NEXTTTT,,
MANIFESTASI KLINIS
1) Adanya batu pada traktus urinarius
2) Nyeri yang hilang timbul.
3) Adanya darah dalam air seni.
4) Rasa tidak enak saat berkemih.
5) Jika terjadi infeksi, maka penderita
mengalami demam dan menggigil.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1. Urinalisa
2. Urine
3. Foto rontgen
4. Sistoureterokopi
5. CT Scan
6. Ultrasound ginjal
KOMPLIKASI
1)Obstruksi Ginjal
2) Perdarahan
3) Infeksi
4) Hidronefrosis

PENATALAKSANAAN MEDIK
Farmako terapi
1. Natrium Bikarbonat.
2. Asam Aksorbal.
3. Diuretik Thiasid.
4. Alloporinol.
Pengangkatan batu melalui
Pembedahan
1. Pielolitotomi.
2. Uretolitotomi.
3. Sistolitotomi.
4. Lithotripsi ultrasonic
perkutan / PUL.

PENGKAJIAN
1. Identitas pasien
2. Riwayat kesehatan
a) Riwayat pykt skrng
b) Riwayat pnyk dahulu
c) Riwayat pyk klurga
3. Pemeriksaan fisik
4. Kebutuhan sehari hari
5. Data psikologis
6. Data sosial ekonomi
7. Data spiritual
DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan peningkatan frekuensi
/ dorongan kontraksi ureteral dan trauma jaringan, pembentukan edema,
ischemia seluler.
2. Gangguan eliminasi urine berhubungan dengan stimulasi kandung kemih
oleh batu, iritasi ginjal atau uretera.
3. Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan dengan proses
penyakit.
4. Infeksi berhubungan dengan pembentukan batu pada traktus urinarius.



INTERVENSI



1. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan peningkatan
frekuensi / dorongan kontraksi ureteral dan trauma jaringan,
pembentukan edema, ischemia seluler.
a) Kaji skala nyeri dan lokasi
b) Beri tindakan nyaman seperti pijatan pinggang (relaksasi dan
distraksi).
c) Bantu ambulasi sering dan tingkatkan pemasukan cairan.
d) Beri kompres hangat pada punggung.
e) Kolaborasi pemberian obat narkotik, reflek spasme dan edema
jaringan.







2. Gangguan eliminasi urine berhubungan dengan
stimulasi kandung kemih oleh batu, iritasi ginjal
atau uretera.
a) Observasi intake dan output cairan serta karakteristik
urine.
b) Dorong meningkatkan pemasukan cairan.
c) Periksa urine dan catat adanya keluaran batu.
d) Pertahankan patensi kateter tak menetap.
e) Kolaborasi pemberian obat Asetozolamide, Amonium
Klorida, Asam ashorbat.



3. Cemas berhubungan dengan kurangnya
pengetahuan tentang kondisi, prognosis dan
kebutuhan pengobatan.
a) Beri kesempatan pada pasien untuk mengekspresikan
perasaan dan harapannya.
b) Beri informasi tentang sifat penyakit, tujuan tindakan dan
pemeriksaan diagnostik.
c) Berikan lingkungan yang tenang dan nyaman.
d) Pertahankan kontak dengan klien, bicara dan sentuhlah
dengan wajar.



4.Infeksi berhubungan dengan pembentukan
batu pada traktus urinarius.
a) Observasi tanda-tanda infeksi.
b)Catat karakteristik urine.
c) Gunakan teknik aseptic bila merawat.
d)Tingkatkan cuci tangan pada pasien dan staf
yagn terlibat.