Anda di halaman 1dari 22

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN

KALIMANTAN TIMUR
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
TINGKAT IIA
Nama Kelompok:
Antani Vina Lucky Permata Adi
Godang Roberto Frans Sirait
Mifta Ananda Prabandari
Nurramlah
Rifka Anisa
Risa Yuniar
Wahyudi Alifan
Pengertian
Biosafety adalah usaha yang dilakukan agar orang yang
bekerja dengan bahan biologi berbahaya terlindungi dari bahan
bahaya bahan biologi yang ditanganinya.
Biosafety merupakan suatu konsep yang mengamankan
orang yang bekerja dengan suatu bahan biologis. Misalnya orang
yang bekerja dengan suatu virus yang dapat menimubulkan
penyakit berbahaya maka orang tersebut harus mengunakan
sarung tangan

Biosafety level ialah kombinasi penerapan antara
praktek dan prosedur oleh pekerja pada fasilitas
laboratorium dan peralatan keamanan ketika bekerja
dengan menggunakan agen patogen menular yang
berbahaya. Istilah biosafety level ini juga digunakan untuk
menjelaskan metode yang aman dalam menangani dan
mengelola bahan-bahan yang bisa menginfeksi di
laboratorium.

Tujuan
1. Keamanan personal yang bekerja di dalam laboratorium;
2. Lingkungan sekitar laboratorium;
3. Kualitas produk.
Tujuan utamanya ialah melindungi personal yang bekerja di dalam laboratorium,
baik dengan cara penerapan penanganan mikrobia yang baik maupun pemakaian
peralatan pengamanan secara tepat. Pemberian vaksin pada personal yang bekerja atau
berdekatan dengan laboratorium juga bisa meningkatkan level perlindungan terhadap
infeksi.
Tujuan yang kedua adalah melindungi lingkungan di luar laboratorium dari
kontaminasi bahan-bahan infeksius dengan mengkombinasikan antara desain fasilitas
dan pengalaman operasional.

LEVEL BIOSAFETY
BSL-1
BSL-2
BSL-3
BSL-4
BSL-1 yaitu laboratorium yang digunakan untuk menguji
agen penyebab penyakit yang kurang membahayakan manusia
dan mampu meminimalisir segala potensi bahaya terhadap
personil laboratorium serta lingkungannya. Contoh agen atau
mikroorganisme tersebut diantaranya Escherichia coli, Bacillus
subtilis, virus gumboro dan virus Infectiouscanine hepatitis.


Persyaratan BSL-1
Pintu masuk dan keluar;
Bak cuci tangan stainless steel;
Rak pakaian kerja/jas laboratorium;
Ruang kerja mudah dibersihkan;
Ruangan kedap air;
Perabotan yang kokoh; dan
Jendela dilengkapi dengan saringan serangga dan debu.


Desain ruang berdasarkan persyaratan
BSL-1
BSL-2 yaitu laboratorium yang digunakan untuk menguji
agen penyakit yang cukup potensial membahayakan petugas
laboratorium dan lingkungannya. Sebagai contoh
mikroorganisme yang ditangani biosafety level ini diantaranya
virus campak (Measles virus), Salmonella, Toxoplasma sp., virus
Hepatitis


Pintu dapat menutup sendiri;
Rak cuci tangan stainless steel;
Rak pakaian pelindung;
Ruang kerja mudah dibersihkan;
Ruang kedap air;
Perabotan yang kokoh;
Jendela dilengkapi dengan saringan
serangga dan debu;
Dilengkapi
biological safety cabinet (BSC);
Harus cukup penerangan atau
cahaya dalam laboratorium;
Lokasi laboratorium harus terpisah
dari tempat maupun rumah
penduduk;
Sistem pengawasan ventilasi
dimana aliran udara hanya
masuk ke dalam laboratorium tanpa
ada sirkulasi udara
untuk keluar dari laboratorium;
Dilengkapi alat pelindung mata dan oba
t cuci mata untuk petugas;
Membatasi lalu lintas orang dan alat
ketika personel dan alat
laboratorium sedang bekerja;
Dilengkapi pakaian pelindung untuk pe
kerja pada waktu bekerja;
Dilengkapi tanda biohazard.
Desain ruang berdasarkan
persyaratan BSL-2
Biosafety level ini digunakan jika kita bekerja dengan menggunakan
mikroorganisme yang berpotensi menginfeksi saluran pernapasan yang dapat
menyebabkan kerusakan yang parah. Selain berbahaya bagi personel yang
bekerja di dalam laboratorium, mikroorganisme ini juga berpotensi
mengkontaminasi lingkungan sekitar laboratorium. Virus Avian Influenza (AI)
menjadi salah satu agen yang harus ditangani dengan biosafety level 3 ini.
Selain itu Mycobacterium tuberculosis, St. Louis encephalitis virus, Anthrax, dan
Coxiella burnetii
Fasilitas pengatur aliran udara (HEPA-filtered air exhaust) antar ruang
laboratorium;
Ruang masuk kedalam tersegel atau double door entry guna mencegah
kontaminasi dan memiliki ruang antara (ante room) yang dilengkapi tempat
mandi (air shower) sebelum masuk ke pusat laboratorium;
Biological safety cabinet/BSC class II atau BSC class III guna menangani
bahan agen penyakit menular berbahaya;
Fasilitas autoclave di luar dan di dalam laboratorium; peralatan listrik
tersentralisir dan dilengkapi circuit breaker panel; dan tempat bekerja yang
dirancang ergonomically untuk kenyamanan bekerja dan efisiensi.

Desain ruang berdasarkan
persyaratan BSL-3
BSL-4 yaitu laboratorium yang digunakan untuk
menguji dengan agen peyakit menular berbahaya dan
penyakit exotic yang mempunyai risiki setiap individu
tertular melalui hirupan udara dalam laboratorium yang
telah tercemari agen penyakit berbahaya dan dapat
mengancam keselamatan hidup. Sebagai contoh
bekerja dengan Ebola zaire, Sin nombre virus, Rift valley fever,
HIV
Ruang antara (ante room) yang dilengkapi tempat
mandi (air shower) sebelum masuk ke dalam pusat
laboratorium dan memiliki tempat mandi (shower)
sebelum keluar;
Fasilitas BSC Class III; dan
Fasilitas autoclave di luar dan dalam laboratorium
dengan tutup pintu ganda.

Perbedaan Biosafety dengan Biosecurity
Biosecurity Biosafety
Mencegah dan mengamankan material patogen
dan toksin termasuk catatan informasi terhadap
kemungkinan pencurian, penyalahgunaan

Ukuran tindakan pencegahan terhadap
penurunan resiko biologik

Merupakan institusi dengan kebiasaan selalu
mengkedepankan tanggungjawab sesuai tingkat
pengamanan mengenai akses terbatas agen
patogen, toksin berbahaya yang dapat dihaki
oleh individual

Menurunkan atau mengeliminasi paparan
pekerja lab atau orang lain dan lingkungan
luar yang berpotensi terpapar agen berbahaya
dalam suatu kerja biosains atau riset
biomedik.
Menetapkan akuntabilitas berlebihan terhadap
material didasarkan penilaian resiko
keamanannya
Terkait kehandalan dan tanggungjawab
pekerja dalam menangani, menggunakan dan
mentransfer material patogen berbahaya dan
toksin sesuai tingkat kemampuan
penahanan laboratorium

Mendorong kinerja program biosafety
Pemilihan keamanan metode dalam mengatur
material infeksi pada suatu laboratorium yang
telah dirancang didasarkan penilaian resiko
keamanan