Anda di halaman 1dari 48
METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN

Referensi: Business Risearch Methods, 2001, Donal R. Cooper & Pamela S. Schindler, McGraw Hill, Inc. 7

Referensi:

  • Business Risearch Methods, 2001, Donal R. Cooper & Pamela S. Schindler, McGraw Hill, Inc. 7 th edition, USA.

  • Uma Sekaran, 1992, Research Methods

for Business: A Skill Building Approach,

2th Edition, John Wiley & Son, i9nc. New York, USA.

  • FN. Kerlinger, 1998, Azas-Azas Penelitian Behavioral, 3th edition,

Gadjah Mada University Press,

Yogyakarta.

  • Modul Metodologi Penelitian, 2002,.

Determining When to Conduct Business Research Availability of Data Time Constraints Nature of the Decision Benefits

Determining When to Conduct

Business Research

Determining When to Conduct Business Research Availability of Data Time Constraints Nature of the Decision Benefits

Availability of Data

Time Constraints

Nature of the Decision

Benefits

vs. Costs

Is sufficient time available before a managerial

decision

must be made?

Yes

Determining When to Conduct Business Research Availability of Data Time Constraints Nature of the Decision Benefits
Is the infor- mation already on hand inadequate for making the decision?
Is the infor-
mation already
on hand
inadequate
for making
the decision?
Determining When to Conduct Business Research Availability of Data Time Constraints Nature of the Decision Benefits
Is the decision Yes of considerable strategic or tactical importance?
Is the decision
Yes
of considerable
strategic
or tactical
importance?

Yes

Determining When to Conduct Business Research Availability of Data Time Constraints Nature of the Decision Benefits

Does the value of the research information exceed the cost of conducting research?

Determining When to Conduct Business Research Availability of Data Time Constraints Nature of the Decision Benefits

Conducting

Yes

Business Research
Business
Research

No

No

No

No

Do Not Conduct Business Research

Stages of the Research Process Problem Discovery and Definition Discovery and Definition and so on Research

Stages of the Research Process

Problem Discovery

and Definition

Stages of the Research Process Problem Discovery and Definition Discovery and Definition and so on Research

Discovery and

Definition

Stages of the Research Process Problem Discovery and Definition Discovery and Definition and so on Research
Stages of the Research Process Problem Discovery and Definition Discovery and Definition and so on Research

and so on

Research Design
Research
Design

Conclusions and

Report

Stages of the Research Process Problem Discovery and Definition Discovery and Definition and so on Research
Sampling
Sampling
Stages of the Research Process Problem Discovery and Definition Discovery and Definition and so on Research

Data Processing

and Analysis

Stages of the Research Process Problem Discovery and Definition Discovery and Definition and so on Research

Data

Gathering

Masalah Penelitian Tahap paling krusial, sebab tujuan akan menjawab permasalahan. Kalau permasalahan tidak jelas , penelitian

Masalah Penelitian

  • Tahap paling krusial, sebab tujuan akan menjawab permasalahan. Kalau permasalahan tidak jelas , penelitian tidak bisa dilakukan dengan baik.

  • Penemuan masalah harus dibarengi dengan pemecahan masalah.

  • Proses penemuan masalah: Identifikasi bidang, pemilihan pokok masalah, dan perumusan masalah.

Masalah/Pertanyaan Penelitian
Masalah/Pertanyaan Penelitian
Masalah/Pertanyaan Penelitian Telaah Teori PENGUJIAN FAKTA –Pemilihan Data - Pengumpulan Data - Analisis Data Hipotesis Hasil
Telaah Teori
Telaah
Teori
PENGUJIAN FAKTA –Pemilihan Data - Pengumpulan Data - Analisis Data
PENGUJIAN FAKTA
–Pemilihan Data
- Pengumpulan Data
- Analisis Data
Hipotesis
Hipotesis
Hasil
Hasil
Masalah/Pertanyaan Penelitian Telaah Teori PENGUJIAN FAKTA –Pemilihan Data - Pengumpulan Data - Analisis Data Hipotesis Hasil
Masalah/Pertanyaan Penelitian Telaah Teori PENGUJIAN FAKTA –Pemilihan Data - Pengumpulan Data - Analisis Data Hipotesis Hasil
Masalah/Pertanyaan Penelitian Telaah Teori PENGUJIAN FAKTA –Pemilihan Data - Pengumpulan Data - Analisis Data Hipotesis Hasil

KESIMPULAN

Tipe Masalah Penelitian Masalah dalam lingkungan organisasi Masalah dalam area tertentu suatu organisasi. Persoalan teoritis untuk

Tipe Masalah Penelitian

  • Masalah dalam lingkungan

organisasi

  • Masalah dalam area tertentu

suatu organisasi.

  • Persoalan teoritis untuk menjelaskan fakta.

  • Permasalahan yang perlu

jawaban empiris.

Kriteria Masalah Merupakan Bidang masalah dan topik yang menarik. Signifikansi secara teoritis dan praktis. Dapat diuji

Kriteria Masalah

  • Merupakan Bidang masalah dan

topik yang menarik.

  • Signifikansi secara teoritis dan praktis.

  • Dapat diuji melalui pengumpulan data dan analisis data.

  • Sesuai dengan waktu dan biaya.

Sumber Penemuan Masalah Kajian teoritis Kajian Empiris

Sumber Penemuan Masalah

  • Kajian teoritis

  • Kajian Empiris

Perumusan Masalah Rumusan harus jelas dan tegas. Tidak ambiguitas Mengekspresikan hubungan antara dua variabel atau lebih.

Perumusan Masalah

  • Rumusan harus jelas dan tegas.

  • Tidak ambiguitas

  • Mengekspresikan hubungan antara

dua variabel atau lebih.

Topik bahasan lainnya………………
Topik bahasan lainnya………………

Topik bahasan lainnya………………

Kajian Teori Dan Riset Terdahulu Teori itu penting sebagai orientasi yang membatasi jumlah fakta yang harus

Kajian Teori Dan Riset Terdahulu

  • Teori itu penting sebagai orientasi yang

membatasi jumlah fakta yang harus dipelajari.

  • Teori memberikan pedoman yang dapat memberikan hasil terbaik.

  • Teori memberikan sistem mana yang harus dipakai dalam mengartikan data yang tepat.

  • Tori dapat digunakan untuk memprediksi fakta-fakta.

Pengertian Teori Kumpulan konstruk atau konsep, definisi, dan proposisi yang menggambarkan fenomena secara sistematis melalui penentuan

Pengertian Teori

Kumpulan konstruk atau konsep, definisi, dan proposisi yang menggambarkan fenomena secara sistematis melalui penentuan hubungan antar

Kumpulan konstruk atau konsep,

definisi, dan proposisi yang menggambarkan fenomena secara

sistematis melalui penentuan

hubungan antar variabel dengan tujuan untuk menjelaskan

fenomena.

Tiga Hal pokok Dalam teori Elemen teori terdiri dari konstruk, konsep dan proposisi. Memberikan gambaran sistematis

Tiga Hal pokok Dalam teori

  • Elemen teori terdiri dari konstruk, konsep dan proposisi.

  • Memberikan gambaran sistematis mengenai fenomena melalui hubungan antar variabel.

  • Tujuan teori adalah menjelaskan dan memprediksi fenomena alam.

Konsep - Construct Konsep merupakan ekspresi suatu abstraksi yang terbentuk melalui generalisasi dari pengamatan terhadap fenomena-fenomena.

Konsep - Construct

  • Konsep merupakan ekspresi suatu abstraksi

yang terbentuk melalui generalisasi dari pengamatan terhadap fenomena-fenomena.

  • Contoh:

  • Prestasi akademik merupakan abstraksi dari kemampuan belajar mahasiswa.

  • Bobot adalah konsep dari suatu benda yang mempunyai karakteristik berat/ringan.

Tingkatan Abstraksi Konsep Tingkat abstraksi konsep tergantung dari mudah atau tidaknya fenomena yang diabstraksikan dapat diidentifikasikan.

Tingkatan Abstraksi Konsep

  • Tingkat abstraksi konsep tergantung dari mudah atau tidaknya fenomena yang diabstraksikan dapat diidentifikasikan.

  • Contoh:

  • Tanah adalah konsep aktiva tetap yang berujud dan secara fisik mudah dikenali

  • Aktiva Tetap adalah lebih general

  • Sehingga aktiva merupakan konsep yang lebih akbstrak daripada tanah.

  • Konsep-konsep yang sangat abstrak/lebih abstrak sering disebut construct.

suatu realitas Konsep merupakan abstraksi dari Tingkat Abstract CONCEPTS Tingkat Empirical OBSERVATION OF OBJECTS AND EVENTS

suatu realitas

Konsep merupakan abstraksi dari

Tingkat

Abstract

CONCEPTS
CONCEPTS

Tingkat

Empirical

OBSERVATION OF OBJECTS

AND EVENTS (REALITY)

Meningkat ke lebih abstract

Meningkat ke lebih abstract Proses Membangun Teori dr ilmu Teori Proposisi Konsep Observasi dari objek dan

Proses Membangun Teori dr ilmu

Meningkat ke lebih abstract Proses Membangun Teori dr ilmu Teori Proposisi Konsep Observasi dari objek dan
Teori
Teori
Meningkat ke lebih abstract Proses Membangun Teori dr ilmu Teori Proposisi Konsep Observasi dari objek dan
Meningkat ke lebih abstract Proses Membangun Teori dr ilmu Teori Proposisi Konsep Observasi dari objek dan

Proposisi

Meningkat ke lebih abstract Proses Membangun Teori dr ilmu Teori Proposisi Konsep Observasi dari objek dan
Konsep
Konsep
Observasi dari objek dan event (realitas )
Observasi dari objek
dan event (realitas )
Contoh Vegetation Fruit Banana Reality

Contoh

Contoh Vegetation Fruit Banana Reality
Vegetation
Vegetation
Fruit
Fruit
Contoh Vegetation Fruit Banana Reality
Contoh Vegetation Fruit Banana Reality
Banana
Banana

Reality

Contoh Vegetation Fruit Banana Reality
Bagaimana construct dalam riset? Construct dalam riset tidak hanya diartikan lebih abstrak, namun juga menyangkut apa

Bagaimana construct dalam riset?

  • Construct dalam riset tidak hanya diartikan lebih abstrak, namun juga menyangkut apa yang dipersepsikan orang.

  • Contruct dalam riset mempunyai makna yang berbeda dengan konsep sebab construct merupakan abstraksi dari fenomena yang dapat diamati dari berbagai dimensi.

Contoh Construct Kepuasan Kerja Kepuasan kerja merupakan abstraksi dari fenomena psikologis seorang terhadap pekerjaan yang diamati

Contoh Construct Kepuasan Kerja

  • Kepuasan kerja merupakan abstraksi dari

fenomena psikologis seorang terhadap pekerjaan yang diamati berdasarkan persepsi

yang bersangkutan terhadap berbagai dimensi

lingkungan pekerjaan yaitu:

  • Dimensi Tugas yang dikerjakan, rekan-rekan sekerja, atasannya, kompensasi, promosi karir dll.

Dimensi-dimensi construct yang tersusun menjadi construct yang lebih abstraks yaitu construct kepuasan kerja. Misal dimensi
  • Dimensi-dimensi construct yang tersusun menjadi construct yang lebih abstraks yaitu construct kepuasan kerja.

  • Misal dimensi contruct kepuasan terhadap tugas

dapat diobservasi berdasarkan tanggapan seseorang mengenai sifat, jenis, kondisi atau hal

lain yang ditugaskan misalnya rutinitas tugas, kompelksitas tugas dan sebagainya.

Consruct Kepuasan Kerja Dimensi Kepuasan Konsep rutinitas, kompleksitas, Pada Tugas kegunaan, tantangan
Consruct
Kepuasan
Kerja
Dimensi Kepuasan
Konsep rutinitas,
kompleksitas,
Pada Tugas
kegunaan, tantangan

Dimensi Kepuasan

 

Pada Atasan

 

intelegensi,prestasi

Konsep pengaruh,

, perhatian, dsb.

sikap,tgg jawab dll

Konsep stimulasi,

ambisi., loyalitas,

kewajaran,kesesua

ian, nilai dll

Konsep

Konsep

Kesmpatan,kebiajk

an, keterbukaan dll

Dimensi Kepuasan

 

Pada Rekan

 

Dimensi kepuasan

 

Pada Kompensasi

 

Dimensi kepuasan

 

pada Promosi

 
Dengan demikian construct terdiri dari konsep- konsep yang dapat diamati yang selanjutnya untuk keperluan penelitian
  • Dengan demikian construct terdiri dari konsep- konsep yang dapat diamati yang selanjutnya untuk keperluan penelitian diukur dengan menggunakan skala pengukuran.

  • Construct yang diukur dengan skala tertentu selanjutnya menjadi variabel.

Penggunaan Construct Dengan mengoperasionalkan construct ke dalam konsep-konsep yang dapat diamati dan diukur menjadi variabel penelitian.

Penggunaan Construct

  • Dengan mengoperasionalkan construct ke

dalam konsep-konsep yang dapat diamati dan

diukur menjadi variabel penelitian.

  • Menghubungkan construct yang lain menjadi konstruksi teori. Misal: Inovatif dan Kreatif merupakan bagian dari fungsi kepuasan kerja

dan prestasi kerja.

Variabel dan Construct Variabel merupakan segala sesuatu yang dapat diberi berbagai macam nilai Variabel merupakan penghubung

Variabel dan Construct

  • Variabel merupakan segala sesuatu yang dapat diberi

berbagai macam nilai

  • Variabel merupakan penghubung antara contruct yang abstract dengan fenomena yang nyata.

  • Variabel merupakan proxy atau representasi dari construct yang dapat diukur dengan berbagai macam nilai.

  • Nilai variabel tergantung pada construct yang diwakilinya.

  • Nilai variabel dapat berupa angka atau atribut yang menggunakan ukuran atau skala dalam suatu kisaran nilai.

Kebutuhan Abstrak Teori Construct Ilmiah Proksi Pengukurann
Kebutuhan
Abstrak
Teori
Construct
Ilmiah
Proksi
Pengukurann

Realitas

Variabel- Variabel
Variabel-
Variabel
   

Gambaran

Sistematik

   
Subyek/Obyek Penelitian
Subyek/Obyek
Penelitian
Fenomena Alam
Fenomena
Alam
Kebutuhan Abstrak Teori Construct Ilmiah Proksi Pengukurann Realitas Variabel- Variabel Gambaran Sistematik Subyek/Obyek Penelitian Fenomena Alam
Tipe Variabel Penelitian Dilihat Dari: 1. Fungsi variabel 2. Skala Nilai variabel 3. Perlakukan Terhadap variabel

Tipe Variabel Penelitian

Dilihat Dari:

Dilihat Dari:

1. Fungsi variabel

1. Fungsi variabel

2. Skala Nilai variabel
  • 2. Skala Nilai variabel

3. Perlakukan Terhadap variabel
  • 3. Perlakukan Terhadap variabel

Variabel dilihat dari fungsinya: Variabel independen Variabel dependen. Variabel Moderating Variabel Intervening.

Variabel dilihat dari fungsinya:

  • Variabel independen

  • Variabel dependen.

  • Variabel Moderating

  • Variabel Intervening.

Variabel dilihat dari Skala Nilainya Variabel kontinu yaitu variabel yang memiliki kumpulan nilai yang teratur dalam

Variabel dilihat dari Skala Nilainya

  • Variabel kontinu yaitu variabel yang memiliki kumpulan nilai yang teratur dalam kisaran tertentu. Misal Tinggi-sedang, satu sampai dengan 7

  • Variabel Kategoris yaitu variabel yang memiliki nilai berdasarkan kaegori tertentu (skala nominal) Contoh: Sikap:Baik-buruk,

Dilihat Dari Perlakuannya Vaariabel aktif yaitu variabel-variabel yang dimanipulasi untuk keperluan penelitian eksperimen. Variabel atribut yaitu

Dilihat Dari Perlakuannya

  • Vaariabel aktif yaitu variabel-variabel yang dimanipulasi untuk keperluan penelitian eksperimen.

  • Variabel atribut yaitu variabel yang tidak dapat dimanipulasi untuk keperluan riset, contoh:

Intelegensi, sikap,jenis kelamin dsb.

Definisi Operasional Definisi Operasional adalah penentuan construct sehingga menjadi variabel yang dapat diukur. Menjelaskan cara tertentu

Definisi Operasional

  • Definisi Operasional adalah penentuan construct

sehingga menjadi variabel yang dapat diukur.

  • Menjelaskan cara tertentu yang digunakan untuk mengopersionalkan construct sehingga memungkinkan bagi peneliti lain untuk melakukan replikasi pengukuran dengan cara yang sama atau mengembangkan cara pengukuran cosntruct yang lebih baik.

Teori Dan Penelitian Pnelitian pada dasarnya merupakan operasionalisasi dari metode ilmiah, yaitu metode yang digunakan untuk

Teori Dan Penelitian

  • Pnelitian pada dasarnya merupakan operasionalisasi

dari metode ilmiah, yaitu metode yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan ilmiah.

  • Teori merupakan bagian dari ilmu yang memberikan penjelasan mengenai fenomena alam. Karena teori bagian dari ilmu maka memiliki jalinan erat dengan penelitian.

  • Penelitian merupakan proses yang sistematis untuk mengembangkan teori.

Posisi dan Peran teori Untuk penelitian kuantitatif, teori melandasi perumusan amsalah, pengembangan hipotesis, pengujian data dan

Posisi dan Peran teori

  • Untuk penelitian kuantitatif, teori melandasi perumusan

amsalah, pengembangan hipotesis, pengujian data dan pembuatan kesimpulan, sehingga hasilnya bisa dukungan atau penolakan terhadap teori.,

  • Dalam penelitian kualitatif, teori merupakan kulminasi dari penelitian kualitatif yang disusun melalui proses pengumpulan data, kategorisasi data dan pengembangan pola atau susunan teori.

PENELITI MENGUJI KONSTRUKSI TEORI
PENELITI MENGUJI KONSTRUKSI TEORI
PENELITI MENGUJI KONSTRUKSI TEORI PENELITI MENGUJI HIPOTESIS/PERTANYAAN PENELITIAN YANG DIPEROLEH DARI TEORI PENELITI MENGOPERASIONALKAN KONSEP (CONSTRUCT)

PENELITI MENGUJI HIPOTESIS/PERTANYAAN

PENELITIAN YANG DIPEROLEH DARI TEORI

   
PENELITI MENGUJI KONSTRUKSI TEORI PENELITI MENGUJI HIPOTESIS/PERTANYAAN PENELITIAN YANG DIPEROLEH DARI TEORI PENELITI MENGOPERASIONALKAN KONSEP (CONSTRUCT)

PENELITI MENGOPERASIONALKAN KONSEP

(CONSTRUCT) ATAU VARIABEL-VARIABEL YANG

DIPEROLEH DARI TEORI.

   
PENELITI MENGUJI KONSTRUKSI TEORI PENELITI MENGUJI HIPOTESIS/PERTANYAAN PENELITIAN YANG DIPEROLEH DARI TEORI PENELITI MENGOPERASIONALKAN KONSEP (CONSTRUCT)

PENELITI MENGGUNAKAN INSTRUMEN UNTUK

MENGUKUR VARIABEL-VARIABEL DALAM TEORI

Gambar. Penelitian Deduktif dalam Paradigma Kuantitatif

PENELITI MENYUSUN KONSTRUKSI TEORI ATAU MEMBANDINGKAN TEORI DENGAN TEORI LAIN
PENELITI MENYUSUN KONSTRUKSI TEORI ATAU
MEMBANDINGKAN TEORI DENGAN TEORI LAIN
PENELITI MENYUSUN KONSTRUKSI TEORI ATAU MEMBANDINGKAN TEORI DENGAN TEORI LAIN PENELITI MENCARI TEORI-TEORI PENELITI MEMBENTUK KATEGORI-KATEGORI.
   

PENELITI MENCARI TEORI-TEORI

PENELITI MENYUSUN KONSTRUKSI TEORI ATAU MEMBANDINGKAN TEORI DENGAN TEORI LAIN PENELITI MENCARI TEORI-TEORI PENELITI MEMBENTUK KATEGORI-KATEGORI.
   

PENELITI MEMBENTUK KATEGORI-KATEGORI.

PENELITI MENYUSUN KONSTRUKSI TEORI ATAU MEMBANDINGKAN TEORI DENGAN TEORI LAIN PENELITI MENCARI TEORI-TEORI PENELITI MEMBENTUK KATEGORI-KATEGORI.
   

PENELITI MENJAWAB PERTANYAAN-

PERTANYAAN

PENELITI MENYUSUN KONSTRUKSI TEORI ATAU MEMBANDINGKAN TEORI DENGAN TEORI LAIN PENELITI MENCARI TEORI-TEORI PENELITI MEMBENTUK KATEGORI-KATEGORI.
   

PENELITI MENGUMPULKAN INFORMASI

GAMBAR. PENELITIAN INDUKTIF DALAM PARADIGMA KUALITATIF

PROPOSISI DAN HIPOTESIS Proposisi merupakan ungkapan atau pernyataan yang dapat dipercaya, disangkal atau diuji kebenarannya, megenai

PROPOSISI DAN HIPOTESIS

  • Proposisi merupakan ungkapan atau pernyataan

yang dapat dipercaya, disangkal atau diuji

kebenarannya, megenai konsep atau construct

yang menjelaskan atau memprediksi fenomena-

fenomena.

  • Proposisi yang dirumuskan dengan maksud untuk diuji secara empiris disebut hipotesis.

HIPOTESIS MENYATAKAN HUBUNGAN YANG DIDUGA ANTARA DUA ATAU LEBIH VARIABEL DALAM RUMUSAN PROPOSISI YANG DAPAT
  • HIPOTESIS MENYATAKAN HUBUNGAN YANG DIDUGA ANTARA DUA ATAU LEBIH

VARIABEL DALAM RUMUSAN PROPOSISI

YANG DAPAT DIUJI SECARA EMPIRIS.

  • HIPOTESIS DAPAT DITURUNKAN DARI TELAAH TEORI MAUPUN RISET TERDAHULU/EMPIRIS.

FUNGSI HIPOTESIS Menjelaskan masalah penelitian dan pemecahannya. Menyatakan variabel-variabel yang perlu diuji secara empiris Digunakan sebagai

FUNGSI HIPOTESIS

  • Menjelaskan masalah penelitian dan pemecahannya.

  • Menyatakan variabel-variabel yang perlu diuji

secara empiris

  • Digunakan sebagai pedoman untuk memilih metode metode pengujian data.

  • Menjadi dasar untuk membuat kesimpulan penelitian

Telaah Literatur Dan Pengembangan Hipotesis Literatur dimaksud bisa dari jurnal, buku, text database, tesis orang lain,

Telaah Literatur Dan Pengembangan

Hipotesis

Telaah Literatur Dan Pengembangan Hipotesis Literatur dimaksud bisa dari jurnal, buku, text database, tesis orang lain,
  • Literatur dimaksud bisa dari jurnal, buku, text database,

tesis orang lain, disertasi doktor, paper, skripsi, makalah seminar dll)

  • Untuk mengarahkan peneliti dalam memperoleh perspektif ilmiah yang menajdi alndasan pengembangan hipotesis.

  • Untuk menghindari kemungkinan duplikasi dalam metode pengumpulan dan pengolahan data.

Telaah Literatur (lanjutan) Mengarahkan argumentasi penggunaan metode pengumpulan dan pengolahan data penelitian sekarang kaitannya dengan penelitian

Telaah Literatur (lanjutan)

  • Mengarahkan argumentasi penggunaan metode pengumpulan dan pengolahan data penelitian sekarang kaitannya dengan penelitian sebelumnya.

  • Untuk melakukan konfirmasi terhadap teori-teori atau temuan-temuan sebelumnya.

  • Untuk menemukan keterbatasan penelitian terdahulu dan kemudian memperbaiki pada penelitian saat ini.

Faktor-Faktor Yang dipertimbangkan Dalam telaah Literatur/riset terdahulu: Harus membahas identifikasi variabel-variabel yang relevan dengan masalah penelitian

Faktor-Faktor Yang dipertimbangkan

Dalam telaah Literatur/riset terdahulu:

Faktor-Faktor Yang dipertimbangkan Dalam telaah Literatur/riset terdahulu: Harus membahas identifikasi variabel-variabel yang relevan dengan masalah penelitian
  • Harus membahas identifikasi variabel-variabel yang relevan dengan masalah penelitian

  • Harus menyatakan sifat dan arah hubungan atau perbedaan antara dua atu lebih variabel yang diteliti.

  • Menjelaskan hubungan atau perbedaan antara variabel yang divisualisasikan dalam diagram.

  • Menjelaskan perspektif yang menajdi landasan dalam pengembangan hipotesis berdasarkan temuan-temuan riset sebelumnya.

Rumusan Hipotesis Kriteria Hipotesis yang baik adalah: 1. Berupa pernyataan yang mengarah pada tujuan penelitian. 2.

Rumusan Hipotesis

Kriteria Hipotesis yang baik adalah:

  • 1. Berupa pernyataan yang mengarah pada tujuan penelitian.

  • 2. Berupa pernyataan yang dirumuskan dengan maksud untuk diuji secara empiris.

  • 3. Berupa pernyataan yang dikembangkan berdasarkan teori-teori yang lebih kuat

dibandingkan dengan hipotesis rivalnya.

FORMAT HIPOTESIS 1. PERNYATAAN “JIKA – MAKA “ 2. HIPOTESIS NOL DAN ALTERNATIF 3. HIPOTESIS DIRECTIONAL

FORMAT HIPOTESIS

  • 1. PERNYATAAN “JIKA – MAKA “

  • 2. HIPOTESIS NOL DAN ALTERNATIF

  • 3. HIPOTESIS DIRECTIONAL DAN NON DIRECTIONAL

PERNYATAAN “JIKA - MAKA’ CONTOH: JIKA PEGAWAI MENGALAMI TEKANAN DALAM BEKERJA YANG LEBIH RENDAH, MAKA MEREKA

PERNYATAAN “JIKA- MAKA’

CONTOH:

JIKA PEGAWAI MENGALAMI TEKANAN DALAM BEKERJA YANG LEBIH RENDAH, MAKA MEREKA AKAN MEMPEROLEH KEPUASAN KERJA YANG LEBIH TINGGI.

HIPOTESIS NOL DAN ALTERNATIF CONTOH: Ho= TIDAK ADA PENGARUH SIGNIFIKAN KENAIKAN GAJI TERHADAP KINERJA PEGAWAI Ha

HIPOTESIS NOL DAN ALTERNATIF

CONTOH:

Ho= TIDAK ADA PENGARUH SIGNIFIKAN KENAIKAN GAJI TERHADAP KINERJA PEGAWAI

Ha = ADA PENGARUH SIGNIFIKAN KENAIKAN GAJI TERHADAP KINERJA PEGAWAI

HIPOTESIS DIRECTIONAL DAN NONDIRECTIONAL Hipotesis directional adalah hipotesis yang menyatakan sifat dan arah hubungan secara tegas
HIPOTESIS DIRECTIONAL DAN NONDIRECTIONAL Hipotesis directional adalah hipotesis yang menyatakan sifat dan arah hubungan secara tegas

HIPOTESIS DIRECTIONAL DAN

NONDIRECTIONAL

  • Hipotesis directional adalah hipotesis yang menyatakan

sifat dan arah hubungan secara tegas antara dua atau lebih variabel. Contoh: Kualitas pelayanan Jasa perpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan

pasien rumah sakit.

  • Hipotesis nondirectional adalah hipotesis yang tidak menyatakan arah hubungan antara variabel. Hipotesis ini digunakan bila 1). Belum ada teori yang menajdi landasan untuk menentukan arah hubungan antar

variabel 2). Menurut riset terdahulu ditemukan belum

ada kejelasan hubungan antar variabel yang diteliti.

Contoh Hipotesis Non Directional Ada hubungan langsung variabel gaya kepemimpinan dengan ketidakpastian lingkungan bisnis.

Contoh Hipotesis Non Directional

Ada hubungan langsung variabel gaya kepemimpinan dengan ketidakpastian lingkungan bisnis.

Ada hubungan langsung variabel gaya

kepemimpinan dengan ketidakpastian lingkungan bisnis.