Anda di halaman 1dari 17

Demam Reumatik dan

Penyakit Jantung Reumatik


Rebecca Yolanda
10-2011-017
E1
Skenario 7
Seorang anak perempuan berusia 16 tahun datang ke UGD dengan
keluhan sesak nafas sejak 2 hari SMRS. Keluhan sesak didahului
batuk, mudah lelah dan sering berdebar-debar sejak 1 bulan yang
lalu. Sesak nafas meningkat setelah aktifitas fisik dan membaik
setelah pasien beristirahat atau tidur dengan 2-3 bantal. Keluhan
demam tidak ada. Pasien lahir spontan, ditolong bidan, langsung
menangis dan tidak biru saat lahir. Keluhan sering batuk pilek sejak
kecil, BB sulit naik, menetek sebentar-sebentar tidak ada. Keluhan
sering sakit tenggorokan waktu kecil diakui.
Anamnesis

Indentitas
Keluhan utama -- > Sesak nafas sejak 2hari SMRS
RPS --> Sesak didahului batuk, mudah lelah, sering berdebar-debar sejak 1bulan yl,
beraktifitas sesak nafas meningkat dan membaik stlah beristirahat/tidur dengan 2-3bantal.
RPD --> Sering batuk, pilek, sakit tenggorokan waktu kecil. BB sulit naik.
Riwayat penyakit keluarga
Riwayat kehamilan-kelahiran --> lahir spontan ditolong bidan, langsung menangis,
tidak biru.
Pemeriksaan Fisik

TTV -- > HR:140x/mnt, N 40x/mnt, S 36,3 0C
Pemeriksaan jantung --> ictus cordis tampak 2jari lateral linea mid
clav, ics 6. Bunyi sistolik murmur grade 3/6 apex jantung. Diastolik
mumur ics 2 linea sternalis kanan.
Pemeriksaan paru --> vesikuler dengan ronki basah halus pada kedua
basal paru.



Pemeriksaan Penunjang

1. Biakan tenggorok
2. Uji antibodi sterptococcus grup A --> ASTO, antii-Dnase B, uji AH.
3. Elektrokardiogram --> gelombang P bifid, hipertrofi ventrikel kiri
4. Rontgen --> penonjolan atrium dan ventrikel kiri
5. Ekokardiogram --> pembesaran atrium dan ventrikel kiri

Working Diagnosis

Penyakit Jantung Rematik Insufisiensi Mitral
DR dan PJR PJB asianotik (VSD) PJB asianotik (insuf
mitral kongenital)
Endokardittis infektif Miokarditis
PJR komplikasi dari demam
rematik yang ditandai
dengan adanya cacat pada
katup jantung. DR adalah
penyakit dengan suatu
reaksi imunologi terhadap
infeksi bakteri
kelainan dimana terdapat
lubang di septum yang
membatasi ventrikel
Kelainan dimana
mengecilnya katup
mitral
perwujudan sebagai
endokarditis bakterial
akut dan subakut.
Merujuk pada radang,
nekrosis, atau
miositolitis yang dapat
disebabkan oleh
banyak proses infeksi
Strptoccocus -hemolyticus
grup A
Bawaan dari lahir Bawaan dari lahir Streptococcus viridans,
Staphylococcus aureus
Virus, bakteri, parasit
dan jamur.
Lelah, lemah, dispnea saat
kerja, bisiong holosistolik di
apek, getaran (thrill)
bising holosistolik
parastrenalis kiri keras dan
kasar, getaran (thrill),
dispnea, kesukaran makan.
sering infeksi
pernapasan, kelelahan
saat kerja, edema paru
dan gagal jantung
kongestif.
demam intermitten,
kelelahan, mialgia,
atralgia, nyeri kepala,
kedinginan, nausea dan
muntah
demam, gagal jantung
berat, distres respirasi,
sianosis, nadi lemah,
takikardia
anak usia antara 5 15
tahun
Dapat mengenai siapa saja
Dapat mengenai siapa
saja
Sangat jarang pada bayi Pada anak yang mulai
berjalan dan anak
muda, remaja
Diagnosis Differential
Patogenesis

Produk ekstrasel dari Streptococcus rangsang antibodi kepekaan
berlebihan reaksi silang antibodi terhadap Streptococcus dengan
otot jantung pembentukan kompleks antibodi-antigen rx
autoimun peradangan dan pembentukan jaringan parut katup
jantung (mitral&aorta) eksudasi poliferasi jar jantung
perlengketan & stenosis katup jantung kebocoran jantung
Manifestasi Klinis

Kelelahan, lemah
Dispnea pada saat kerja.
Bising holosistolik di apeks, menjalar ke aksila.
Impuls prekordial ventrikel kiri apeks kuat angkat.
Ada getaran (thrill) sistolik di apeks.
Etiologi

Streptoccocus -hemolyticus grup A
Faktor predeposisi --> Faktor genetik, jenis kelamin, gol etnik
dan ras, umur, & status gizi
Faktor lingkungan --> Keadaan eko-sos yang buruk, iklim
dan geografi, cuaca
Epidemiologi

Mengenai anak usia antara 5 15 tahun
WHO 29 October1 November 2001 diterbitkan tahun 2004
angka mortalitas untuk PJR 0,5 per 100.000 penduduk di negara
maju hingga 8,2 per 100.000 penduduk dinegara berkembang dan
didaerah Asia Tenggara diperkirakan 7,6 per 100.000.
Penatalaksanaan

Tindakan umum dan tirah baring
Pemusnahan streptococcus
Pengobatan antinyeri dan anti radang
Jenis Cara
Pemberian
Dosis Frekuensi
Penisilin benzatin G
Penisilin V
Eritromisin
IM
Oral
Oral
1,2 juta S
200.000 S
250 mg
1x
3x sehari selama 10 hari
4x sehari selama 10 hari
Penatalaksanaan

Eradikasi Kuman






Anti inflamasi --> salisilat & steroid
Prednison 2 mg/kgBB/hari dibagi 4 dosis
Aspirin 100 mg/kgBB/hari, dibagi 4 6 dosis




Pencegahan

Pencegahan primer (=Eradikasi)
Pencegahan Sekunder (Cegah reaktivasi)
Penisilin benzatin-G --> 1,2 juta satuan 1x/bln im
Penisilin oral --> 2 x 1 tablet, 200.000 satuan/hari
Sulfadiazin --> 2 x 1 tablet, 500mg/hari
Eritromisin --> 2 x 250 mg/hari

Komplikasi

PJR insufisiensi mitral berat dapat mengakibatkan gagal jantung
yang dipercepat oleh penjelekan proses reumatik, mulainya
fibrilasi atrium dengan respons ventrikel cepat, atau endokarditis
infektif.
Prognosis

Prognosis lebih buruk pada anak-anak yang berumur di bawah 6
tahun daripada anak-anak yang lebih besar. Juga prognosis akan
diperburuk bila pemberian profilaksis sekunder tidak dijalankan
sebagaimana mestinya dengan konsekuensi akan terjadinya
reaktivasi penyakit.
Kesimpulan

Seorang anak perempuan berusia 16 tahun menderita penyakit jantung
reumatik yang merupakan komplikasi dari riwayat penyakit sebelumnya
yaitu demam rematik. DR dan PJR merupakan penyakit yang masih
menjadi masalah kesehatan dalam masyarakat di Indonesia. Diagnosis
dini, pengobatan secara tepat, dan pencegahan sekunder merupakan aspek
yang sangat penting dalam dalam penanganan DR dan PJR.