Anda di halaman 1dari 30

Anemia

Sonar Sidjabat



Laboratorium Patologi Klinik FK-UKI

Daftar Pustaka
1. Gandasoebrata R : Penuntun Lab. Klinik, Dian Rakyat,
Jakarta : 1995
2. Riadi W : Klasifikasi dan Strategi Diagnosis Anemia, dalam :
Pendidikan Berkesinambungan Pat. Klinik 2002, Bag PK
FKUI, JKT 2002 :1-22
3. Waterbury L : Hematologi, ed 3 EGC : 1995.
4. Siti Boedina Kresno : Pengantar Hematologi dan
Imunohematologi. FKUI : 1988
5. Hoffbrand AV : Haematology, Blackwell Publ. London, 1984.
6. Wintrobe : Textbook of Haematology, 8
th
ed. WB Saunders,
Tokyo, 1981.
ANEMI A
Keadaan Hb < nilai normal
dipengaruhi oleh :
* sex, umur, tinggi tempat
* metode pemeriksaan (WHO HiCN)
NILAI NORMAL (SK Menkes RI : 736/XI/1989)
wanita hamil : 11 g/dl
wanita dewasa tidak hamil : 12 g/dl
pria dewasa : 13 16 g/dl
usia pra sekolah : 11 g/dl
usia sekolah : 12 g/dl
STRUKTUR Hb
Hb : - protein (globin) terkonjugasi
- ion Fero + protoporfirin HEME
Ion Fe terletak di tengah 4 cincin pirol
porfirin
Globin terdiri dari 4 rantai poli peptida (2
rantai dan 2 rantai )
1 mol Hb : 4 polipeptida yang berikatan
dengan heme
Struktur Heme
CH
3
CH
CH
2
CH

CH
3
A

B

CH CH
2
N

N

N

N

Fe

CH CH
CH
3
CH
3
CH
2
CH
2
COOH

CH
2
CH
2
COOH

CH

D

C

GLOBIN
SINTESIS Hb
- dlm eri sedang berkembang
- dlm mitokondria
Asam
amino
RIBOSOM
ERITROSIT
Rantai dan
Globin 2 2
Fe
heme
Hb
Glisin + B6
+
suksinil Ko-A
ALA
porfobilinogen
1
2
uroporfobilinogen
5
protoporfirin
3
koproporfirinogen
4
Feritin
Fe
Transferin
mitokhondria
n kondensasi
ALA : delta
amino
laevolinic acid
- sintetase
Diagnosis Anemia
1. Evaluasi riwayat anamnesis dan pemeriksaan fisik
2. Evaluasi pemeriksaan hematologi :
- Hb, lekosit, RBC, trombosit retikulosit, LED, Ht
- NER : VER / HER / KHER
- Sediaan apus darah tepi
- Sumsum tulang (BMP)
3. Evaluasi pemeriksaan khusus :
- SI / TIBC / Ferritin
- Ham & Sugar Water Test
- G-6-PD test
- Elektroforesis - Hb
Hb
ERI, Ht
NER :
VER
HER
KHER
Perkiraan
keadaan
Eritrosit
Konfirmasi :
MORFOLOGI APUS TEPI
A.M.H A.N.N A.M
Klasifikasi Anemia
MORFOLOGIK :
- anemia mikrositik hipokrom
- anemia normositik normokrom
- anemia makrositik
ETIOLOGIK (PENYEBAB) :
1. Kehilangan darah : akut, kronis
2. Aktifitas eritropoesis menurun :
- Anemi gizi : protein, Fe
as. Folat, Vit B12
- Kegagalan SST memproduksi eritrosit : anemia aplastik
keganasan
3. Destruksi eritrosit meningkat :
- herediter : kel. Membran eri
Hb-pati
- didapat : imunologik, infeksi

Tahapan mencari E/ anemia :
1. Keterangan klinis / gejala :
- lemah, sakit kepala
- sesak napas setelah exercise
- mukosa pucat, nadi cepat
- bising sistolik, cor >>
- koilonikia an. Def Fe
- ikterus an. Hemolitik
- ulkus cruris an. Sel sabit Thalasemia
- neuropati an. Def vit B12
2. Pem. Lab :
- Hb. Eri, Ht, retik, NER
- Morfologi hapus darah tepi
- S1 / TIBC
- SST
- Pem. Khusus utk E/
Kelainan anemia menurut morfologi dan etiologi :

ANEMIA MIKROSITIK HIPOKROM

Penyebab :
1. Gangguan sisntesis Heme :
ggn metab Fe :
* kekurangan Fe
* anemi peny. Kronis
ggn sintesis protoporfirin :
* ggn sintesis ALA
* ggn enzim sintetase heme
2. Gangguan sintesis globin :
* Hb-abnormal
* Thalassemia
Alur Diagnosis Anemia Mikrositik Hipokrom
Tes Lab
Sediaan D.T.


Cad besi SS Tulang




Elektroforesis-Hb
Penilaian
Anemia m-H
berkurang meningkat
normal
an. def. Fe
abN
Ring
sideroblast
normal
Hb-pati
Anemia
sideroblast
Anemia Defisiensi Fe
Gejala Lab. / :
cadangan besi tubuh
saturasi transferin
kadar feritin serum
hemosiderin sumsum tulang
Penyebab anemi def Fe :
1. Kebutuhan : - bayi, wanita hamil, lactasi
2. Intake Fe :
- diet rendah besi
- absorpsi terganggu achlorhidria, pasca gastrectomia
3. Kehilangan Fe :
- pendarahan g I tract : hemorhoid, ulcus gaster, cacing tambang
- haid >>>
- ggn hemostasis
- Hb. Uria/hemosiderin uria

Pemeriksaan Lab. Anemia Defisiensi Fe :
Hb Eri Ht NER
Sediaan DT : eri mikrositik hipokrom
Hal ini bisa akibat (E/) :
1. Hb-pati / thalasemia
sel target, eri berinti, basophilic stipling
2. Anemi def Fe :
sel pensil, anisopoikilositosis
3. Anemi sideroblastik :
eri normositik & mikrositik hipokrom, SFEROSIT

SUMSUM TULANG (SST)
- Hiperseluler
- eritropoesis hiperaktif
- anemia def Fe : metarubrisit, ggn pematangan
Pemeriksaan Lab. Lain utk Anemi def Fe :

1. Serum iron (SI) dan total iron binding capacity
(TIBC) = daya ikat besi total
Saturasi transferin (%) = (SI/TIBC) x 100%
Anemi def Fe saturasi (< 5 %)
2. Feritin serum :
Normal :
: 40 340 g/L
: 14 - 148 g/L
Jika Feritin serum < 10 g/L anemi def Fe.
Tahap defisiensi Fe :





3. Pem. Khusus untuk etiologi :
- analisa makanan
- darah samar (tinja)
- parasit (tinja)
- Hb-uria / hemosiderin uria
- Petanda tumor
4. ELEKTROFORESIS Hb :
- anemi def Fe : Hb F / HbA
2
normal
- thalasemia : HbA
2
/ HbF meningkat

TERAPI : preparat Fe, transfusi PRC
Feritin Sat. Transferin Kadar Hb
I Turun Normal Normal
II Turun Turun Normal
III Turun Turun Turun
Anemia Sideroblastik
Ggn pembentukan protoporfirin
Terjadi penimbunan besi dalam mitokondria eritrosit berinti
(Ringed sideroblast : dengan pulasan prussian blue)
HEMOKROMATOSIS
Anemia Sideroblastik :
Kongenital sex linked recessive
Didapat : defisiensi enzim -amino levulanic acid sintetase = ALA)
suatu keganasan
Lab : /
Saturasi transferin > 55%
Feritin serum meningkat
Eritrosit : dimorfik
Dapat akibat : zat kimia / obat anti TBC, timah
ANEMIA NORMOSITIK NORMOKROM
Hb NER : normal
utk mencari penyebab anemia ini
HITUNG RETIKULOSIT

Jika Retik meningkat :
kehilangan darah akut
hemolisis

Jika Retik menurun :
anemia aplastik
anemia mieloplastik
Al ur di agnosi s anemi a normosi t i k
normokrom ( N- N)
Tes Lab Penilaian
Anemia normositik normokrom


1. Retik meningkat Menurun
2. Darah
samar (tinja)
(+) (-)
3. Tes Coomb
(+) (-) (-)
4. SST Hiperseluler
eritrosit
hiperplasia
Hiperseluler
hiperplasia
hiposeluler
Replacement of
normal marrow
5. Diagnosis Anemi pasca
perdarahan
AIHA Anemi hemol
lain
-peny. Ren
- infeksi
- malnutrisi
- an. apl
-Tumor
- leu
Anemia Pasca Perdarahan
Terjadi :
- akut : perdarahan > 500 ml
- kronis an def Fe
Patogenesis anemi perdarahan akut
Perdarahan
Fase I :
(hari 1 3 post hipovolemia)
Vol. darah total kurang
(anemi N-N)
Tromb
Hipofibrinogen
Vol. plasma
Vol. erit
Trombositosis
Leukositosis neutrofilia

Fase II
(hari 3 5 post regenerasi)
hemodilusi
Hiperplasi sst :
retikulositosis
polikromasi
makrositosis
leukositosis (N. seg )
Tromb
ANEMIA HEMOLITIK
Keadaan ditandai dengan :
Destruksi eritrosit berlebihan
Umur eritrosit memendek dan tidak dapat diimbangi produksi
SST
Anemi hemolitik dpt terjadi :
- pada eritrosit (intrinsik) bawaan
- diluar eritrosit : ekstrinsik (didapat)
Penyebab

INTRINSIK EKSTRINSIK
1. Hb pati
2. Thalasemia
3. Def G-6-PD
4. Sferositosis
5. Ovalositosis
6. Hb-unstable
1. An hemol autoimun
2. Obat-obatan : penisilin
3. Racun ular
4. Parasit malaria
5. Hipersplenism
6. dsb
Pemeri ksaan Lab Anemi Hemol i ti k
Pembuktian destruksi ertrosit & proses hemolisis intravaskuler
atau ekstravaskuler
1. Tanda destruksi eritrosit :
- Bilirubin indirek serum
- Urobilinogen (urin/tinja)
- anemi normo-normokrom/MH Hb uria
Anemi makrositik retik
2. Tanda produksi erit meningkat :
- retikulositosis
- SST hiperseluler, eritropoesis hiperaktif rubrisit >>>
- anemi hemol intra vaskular cadangan besi
3. Tanda hemolisis intravaskuler :
- Hb , Hb-uria hemosideriuoria
- Haptoglobulin serum
4. Pem. Khusus utk penyebab anemia hemolitik :
- Morf DT : ovalositosis (herediter)
sferositosis (herediter) 90 %
Sferositosis AHA
Plasmodium malaria
- Tes Coomb AIHA : autoglutinasi
- Aktivitas G-6 PD dlm eritrosit anemia hemol def G-6 PD
- Hb-unstable / keracunan
badan-badan inklusi : Heinz bodies (NMB) / BCB
- Pem. Khusus :
* tes Hams & sugar water test
* elektroforesis Hb.

Anemia Normositik Dengan Retikulositopenia
Penyebab :
1. SST hiposeluler / aseluler
- anemia aplastik
- penyakit ginjal, malnutrisi
- infeksi, radiasi, endokrin
2. Kelainan penggantian SST dgn jar. Lain (MYELOPHTISIC) :
- metastasis tumor
- mielofibrosis, leukemia

Pem. Lab :
Anemi N-N, anisositosis, poikilositosis, blast (+) pd DT.
Leukosit , vakuolisasi, butir toksik, shift to the left
SST : aktivitas hemopoesis
ANEMI A MAKROSI TI K
Penyebab :
a. Ggn Sintesis DNA :
- def. vit. B12
- asam folat
- bawaan, obat-obatan
- leukemia
b. Eritropoesis cepat :
- perdarahan
- anemi hemolitik
c. Peningkatan membrane surface area (thin macrocyte) :
- penyakit hati
- pasca spleenetomi

ALUR DIAGNOSIS ANEMIA MAKROSITIK
Tes Lab Penilaian
sediaan Anemia makrositik
SST megaloblastik Non megaloblastik
retikulosit rendah tinggi rendah
Respon
terapi
Vitamin B12 Asam folat Anemia
hemolitik
Penyakit hati
berhasil
Def. vit. B12 Def. As. folat
Kadar Asam Folat dan Vitamin B12 pada Anemia
Megaloblastik
Normal Def. folat Def. B12 B12 & folat
Kadar folat
serum
3-15 g/L N /


Kadar eritrosit 160-640 g/L


N /



Kadar vitamin
B12 (serum)
160-925 g/L N




LDH serum
20-240 U/L

10.000 U/L
Pemeri ksaan Laborat ori um Anemi a
Megal obl ast i k
1. Eritrosit makrositik, aniso-poikilo
sel megalo blast, howel-Jolly bodies
Leuko menurun, trombo menurun, hiper segmentasi
giant stab cells (+)
2. SST :
Hiperseluler, hemopoeisis (inefektif)
giant stab cell
giant meta mielosit
hipersegmentasi
3. Kimia darah :
- LDH , bilirubin indirek
- Kadar as. Folat / vit B12
4. Etiologi : analisa makanan, tinja, LFT
5. Follow up Th/ = therapeutic trial
HI PERSL ENI SME
Sekwestrasi 1 sistem sel darah di limpa SITOPENIA D.T
Klasifikasi :
- Primer / idiopatis
- Sekunder :
* hiper portal, limfoma Mal
* kala azar, malaria
* thalasemia, LLK
* mielofibrosis
Patogenesis :
- Destruksi sel darah di lien meningkat
- Lien >> disertai sekwestrasi
- Splenomegali vol. plasma meningkat
Diagnosis :
Hipersplenisme : Hb , Leu , Tromb , SST hiperseluler / normal,
lien >>, splenektomi sembuh
TERIMA KASIH