Anda di halaman 1dari 64

STROKE

ISKEMIK
1
Amanda Rizka
Farid Murfuadz Sitepu
Asyifa Zulinanda Eka Putri Lubis
Muhammad Ivanny Adnani
Mufti Muhammad
Pembimbing: dr. Suskalara Ginting
Pendahuluan
2
Latar belakang
Stroke menduduki urutan ketiga sebagai penyebab
utama kematian setelah penyakit jantung koroner dan
kanker di negara-negara berkembang.


Menurut WHO :
Negara berkembang juga menyumbang 85,5% dari total
kematian akibat stroke di seluruh dunia.
Dua pertiga penderita stroke terjadi di negara-negara yang
sedang berkembang.
Terdapat sekitar 13 juta korban stroke baru setiap tahun, di
mana sekitar 4,4 juta di antaranya meninggal dalam 12 bulan

3
PERDOSSI, 2011 :
Di Indonesia menunjukkan kecendrungan
peningkatan kasus stroke baik dalam hal kematian,
kejadian, maupun kecacatan.

Angka kematian berdasarkan umur adalah:
15.9 % (umur 45-55 tahun)
26.8% (umur 55-64 tahun)
23.5% (umur> 65 tahun).

4
Tujuan

Tujuan penyusunan laporan kasus ini
adalah memahami aspek teori stroke
iskemik serta mengintegrasikannya
dengan aplikasi kasus stroke iskemik di
lapangan, sekaligus untuk memenuhi
persyaratan kegiatan Program
Pendidikan Profesi Dokter (P3D) di
Departemen Neurologi Fakultas
Kedokteran Universitas Sumatera
Utara.
5
Manfaat
Laporan kasus ini diharapkan dapat
mengembangkan kemampuan penulis
maupun pembaca khususnya dari
peserta P3D untuk mengintegarasikan
teori yang ada dengan aplikasi kasus
yang ditemui di lapangan.

6
Laporan Kasus
7
Anamnesa
Identitas Pasien

No. Rekam Medis : 00.60.12.31
Nama : Wagirin
Jenis Kelamin : Laki-laki
Usia : 44 tahun
Suku bangsa : Jawa
Agama : Islam
Alamat : Dusun XI Jadi Makmur
Status : Menikah
Pekerjaan : Petani
Tanggal Masuk : 21 Mei 2014

8
Keluhan Utama : Lemah lengan dan tungkai kanan

Telaah :
Hal ini dialami sejak 1 tahun secara tiba-tiba. Riwayat nyeri
kepala (+) selama 7 bulan, muntah menyembur (-), kejang (-
). BAK (+) normal, BAB (+) dengan frekuensi 4 kali selama 3
minggu. Riwayat hipertensi, DM, penyakit jantung, dan stroke
sebelumnya disangkal. Riwayat merokok dan kolesterol diakui
oleh keluarga. Riwayat trauma juga disangkal oleh keluarga.

Riwayat penyakit terdahulu : -
Riwayat Penggunaan obat : -

9
Anamnesis traktus
Traktus sirkulatorius : akral hangat, CRT < 3
Traktus respiratorius : sesak nafas (-), batuk (-)
Traktus digestivus : BAB (+) frekuensi 4x selama 3
minggu
Traktus urogenitalis : BAK (+) N
Penyakit terdahulu dan kecelakaan : Pernah terjatuh dan pingsan
Intoksikasi dan obat-obatan : -

Anamnesis keluarga
Faktor herediter : -
Faktor familier : -
Lain-lain : -

Anamnesis Sosial
Kelahiran dan pertumbuhan : tidak jelas
Imunisasi : tidak jelas
Pekerjaan : Petani
Pendidikan : Tamat SMP
Perkawinan dan anak : Menikah / 2 Anak

10
Pemeriksaan Jasmani
Pemeriksaan Umum
Tekanan darah : 120/70mmHg
Nadi : 80x/i
Frekuensi nafas : 20x/I
Temperature : 36,0 C
Kulit dan selaput lender : dbn
Kelenjar dan getah bening : dbn
Persendian : dbn

Kepala dan leher
Bentuk dan posisi : bulat, medial
Pergerakan : (+)
Kelainan panca indera : dbn
Rongga mulut dan gigi : uvula terdorong kekanan
Kelenjar parotis : dbn
Desah : (-)
Lain-lain : (-)

11
Rongga dada dan abdomen
Rongga dada Rongga abdomen
Inspeksi : simetris fusiformis simetris
Palpasi : SF Ka = Ki soepel
Perkusi : sonor timpani
Auskultasi : vesikuler peristaltik(+)N

Genitalia
Toucher : tdp

12
Pemeriksaan Neurologis
Sensorium : Compos mentis

Kranium
Bentuk : bulat
Fontanella : tertutup
Palpasi : A.temporalis (+), A. carotis (+)
Perkusi : tdp
Auskultasi : tdp
Transiluminasi : tdp

Perangsangan meningeal
Kaku kuduk : -
Kerniq : -
Tanda brudzinski I : -
Tanda brudzinski II : -

13
Peningkatan Tekanan Intrakranial
Muntah : -
Sakit kepala : +
Kejang : -

Saraf otak/saraf kranialis
Nervus I Meatus nasi dextra Meatus nasi
sinistra
Normosmia : + +
Anosmia : - -
Parosmia : - -
Hiposmia : - -

14
Nervus II oculi dextra oculi sinistra
Visus : tdp tdp
Lapangan pandang
Normal : + +
Menyempit : - -
Hemianopsia : - -
Scotoma : - -
Reflex ancaman : + +
Fundus okuli :
Warna : tdp
Batas : tdp
Ekskavasio : tdp
Arteri : tdp
Vena : tdp

15
Nervus III IV VI Oculi dextra Oculi sinistra
Gerakan bola mata : dbn dbn
Nistagmus : - -
Pupil
Lebar : isokor, 3 mm isokor, 3mm
Bentuk : bulat bulat
Reflex cahaya langsung : (+) (+)
Reflex cahaya tidak langsung : (+) (+)
Rima palpebra : 7 mm 7 mm
Deviasi conjugate : tdp tdp
Fenomena dolls eye : tdp tdp
Strabismus : (-) (-)
Ptosis : (-) (-)

16
Nervus V kanan kiri
Motorik
Membuka dan menutup mulut : + +
Palpasi otot masseter & temporalis : + +
Kekuatan gigitan : + +
Sensorik
Kulit : dbn
Selaput lender : dbn
Reflex kornea : + +
Reflex masseter : -
Reflex bersin : +

17
Nervus VII
Motorik Kanan Kiri
Mimik : sudut mulut simetris
Kerut kening : simetris
Menutup mata : dbn
Meniup sekuatnya : dbn
Memperlihatkan gigi : simetris
Tertawa : simetris
Sensorik
Pengecapan 2/3 depan lidah : dbn dbn
Produksi kelenjar ludah : dbn dbn
Hiperakusis : - -
Rekfleks stapedial : + +

18

Nervus VIII Kanan Kiri
Auditorius
Pendengaran : dbn dbn
Tes rinne : tdp tdp
Tes weber : tdp tdp
Tes schwabach : tdp tdp
Vestibularis
Nistagmus : tdp tdp
Reaksi kalori : tdp tdp
Vertigo : tdp tdp
Tinnitus : - -

19
Nervus IX, X
Pallatum molle : normal
Uvula : terdorong kekanan
Disfagia : -
Disartria : +
Disfonia : -
Reflex muntah : +
Pengecapan 1/3 belakang lidah : sdn

Nervus XI kanan kiri
Mengangkat bahu : + +
Fungsi otot sternocleidomastoideus : + +


20
Nervus XII
Lidah
Tremor : -
Atrofi : -
Fasikulasi : -
Ujung lidah sewaktu istirahat : medial
Ujung lidah sewaktu dijulurkan : medial

21
Sistem motorik
Trofi : normotrofi
Tonus otot : normotonus
Kekuatan otot : ESD/ EID : 44444/44444
ESS/EIS : 55555/55555
Sikap(duduk-berdiri-berbaring) : berbaring
Gerakan spontan abnormal
Tremor : -
Khorea : -
Ballismus : -
Mioklonus : -
Atetosis : -
Distonia : -
Spasme : -
Tic : -
Dan lain-lain : -

22
Tes sensibilitas
Eksteroseptif : sdn
Proprioseptif : sdn
Fungsi kortikal untuk sensibilitas
Stereognosis : -
Pengenalan dua titik : +
Grafestesia : -

23
Refleks kanan kiri
Reflex fisiologi
Biceps : ++ ++
Triceps : ++ ++
Radioperiost : ++ ++
APR : ++ ++
KPR : ++ ++
Strumple : ++ ++
Refleks Patologis
Babinski : - -
Oppenheim : - -
Chaddock : - -
Gordon : - -
Schaefer : - -
Hoffman-trommer : - -
Klonus lutut : - -
Klonus kaki : - -
Reflex primitive : - -


24
Koordinasi
Lenggang : tdp
Bicara : +
Menulis : -
Percobaan Apraksia : -
Mimik : sudut mulut simetris
Tes telunjuk-telunjuk : (+) N
Tes telunjuk-hidung : (+) N
Diadokhinesia : (+) N
Tes tumit-lutut : tdp
Tes Romberg : tdp


25
Vegetatif
Vasomotorik : +
Sudomotorik : +
Pilo-erektor : tdp
Miksi dan defekasi : (+)
Potens dan libido : tdp

Vertebra
Bentuk
Normal : +
Scoliosis : -
Hiperlordosis : -
Pergerakan
Leher : +
Pinggang : sdn

26
Tanda perangsangan radikuler
Laseque : (-)
Cross laseque : (-)
Tes lhermitte : (-)
Tes naffziger : (-)

Gejala-gejala serebellar
Ataksia : -
Disartria : +
Tremor : -
Nistagmus : -
Fenomena rebound : -
Vertigo : -
Dan lain-lain : -


27
Gejala-gejala ekstrapiramidal
Tremor : -
Rigiditas : -
Bradikinesia : -
Dan lain-lain : -

Fungsi luhur
Kesadaran kualitatif : compos mentis
Ingatan baru : +
Ingatan lama : +
Orientasi
Diri : +
Tempat : +
Waktu : +
Situasi : +
Intelegensia : +


28
Daya pertimbangan : +
Reaksi emosi : +
Afasia
Ekspresif : -
Represif : -
Apraksia : -
Agnosia
Agnosia visual : -
Agnosia jari-jari : -
Akalkulia : -
Disorientasi kanan-kiri : -

29
Refleks Fisiologis Ka Ki
B/T ++/++ ++/++
APR/KPR ++/++ ++/++

Refleks Patologis Ka Ki
H/T -/- -/-
Babinski - -

Kekuatan motorik : ESD/ EID : 44444/44444
ESS/EIS : 55555/55555

Gejala serebellar : Disartria (+)

30
Diagnosa
DIAGNOSA FUNGSIONAL :
Hemiparese Dextra + PN IX, X +Disartria

DIAGNOSA ANATOMIK : Sub korteks

DIAGNOSA BANDING : Stroke Hemoragik

DIAGNOSA KERJA :
Hemiparese Dextra + PN IX, X +Disartria e.c Stroke Iskemik

31
Penatalaksanaan & Rencana
Penatalaksanaan
Bed rest, head up 30
IVFD R. Sol 20gtt/i
PCT 3x500 mg

Rencana Prosedur Diagnostik
Darah lengkap
Gula darah ad random
Renal function test
Elektrolit
EKG

32
Kesimpulan Pemeriksaan
Telah dirawat seorang pasien laki-laki berusia 44 tahun dengan
keluhan utama lemah lengan dan tungkai kanan. Hal ini dialami sejak
1 tahun secara tiba-tiba. Riwayat nyeri kepala (+) selama 7
bulan, muntah menyembur (-), kejang (-). BAK (+) normal, BAB (+)
dengan frekuensi 4 kali selama 3 minggu. Riwayat hipertensi, DM,
penyakit jantung, dan stroke sebelumnya disangkal. Riwayat merokok
dan kolesterol diakui oleh keluarga. Riwayat trauma juga disangkal
oleh keluarga.
Riwayat penyakit terdahulu : -
Riwayat Penggunaan obat : -
Status presens
Sensorium : Somnolen
TD : 120/70mmHg RR : 20x/i
HR : 80x/i Temp : 36,0 C
Peningkatan TIK : nyeri kepala (+)
Rangsangan Meningeal : (-)

33
Nervus Kranialis
N I : normosmia
N II : Lapangan pandang normal, refleks ancaman +/+
N III, IV, VI : geraka bola mata (+), RC +/+, pupil bulat isokor 3mm,
N V : Membuka dan menutup mulut (+), Refleks kornea (+/+),
Refleks masseter (-), Refleks bersin (+)
N VII : sudut mulut simetris
N VIII : Pendengaran (+) normal
N IX, X : Uvula terdorong kekanan
N XI : mengangkat bahu dan fungsi sternocleidomastoideus (+)
N XII : lidah istirahat dan dijulurkan medial


34
35
On the February 20
th
2014, the result of laboratory findings are :

HEMATOLOGY
COMPLETE BLOOD COUNT
Hemoglobin (HB)
12.9 g %
Eritrosit (RBC)
4.470.000/mm
3

Leukosit (WBC) 12.730 /mm
3

Hematokrit 36.30 %
Trombosit (PLT) 344.000 /mm
3

MCV 81.20 fl
MCH 28.90 pg
MCHC 35.50 g%
RDW 11.50 %
MPV 9.80 fl
PCT 0.34 %
PDW 11.6 fl
DIFTEL COUNT
Neutrofil 58.10 %
Limfosit 29.10 %
Monosit 5.70 %
Eosinofil 6.90 %
Basofil 0.200 %
Neutrofil Absolut 738.000 /pL
Limfosit Absolut 371.000 /pL
Monosit Absolut 730 /pL
Eosinofil Absolut 880 /pL
Basofil Absolut 30/ pL
36

37
CHEMICAL CLINIC
METABOLISM CARBONHIDRAT
KGD 106.4 mg/dL
KIDNEY
Ureum 22.90 mg/dL
Kreatinin 0.39 mg/dL
ELECTROLYTE
Natrium (Na) 138 mEq/L
Kalsium (K) 3.4 mEq/L
Klorida (Cl) 106 mEq/L
38
April 10
th
2014
S : seizure (+), spasm (+), fever (+)
A: Children Tetanus + vulvus
punctum a/rpedis sinistra
+ deafness
O : Sensorium compos mentis,
T: 37,5C
Head: Eye: light reflexes (+/+), isochoric pupil,
pale conjunctiva palpebra inferior (-/-)
Ears and nose were normal.
Mouth: trismus (+) 2cm
P : Patient isolation
O
2
l/i nasal canule
IVFD D5% NaCl 0,45% 10 gtt/I
Inj. Diazepam 7mg/ 3hours/ IV
(maintenance)
Inj Diazepam 10 mg IV
(eradicate seizure)
Inj. Metronidazole 100 mg /
6hours / IV
Milk diet 150cc / 3 hours / NGT
Neck: Lymph node enlargement (-),
Stiff neck (+)
Chest: Symmetrical fusiformis, retraction (-)
HR: 120 bpm, regular, thrill (-)
RR: 26 x/minute, regular, ronchi (-/-).


Abdomen: Muscular rigidity (+)
R: Nutrition consul
Otolaryngology consul

Extremitas: Pulse 120 bpm, regular, adequate
vascular pressure and volume,
warm acral, CRT < 3, vulvus
punctum a/r pedis sinistra

39
April 11
th
2014
S : seizure (-), spastic (+), fever (-)
A: Children Tetanus + vulvus
punctum a/rpedis sinistra
+ deafness
O : Sensorium compos mentis,
T: 37,1C BW: 14kg
Head: Eye: light reflexes (+/+), isochoric pupil,
pale conjunctiva palpebra inferior (-/-)
Ears and nose were normal.
Mouth: trismus (+) 2cm
P : Patient isolation
O
2
1 l/i nasal canule
IVFD D5% NaCl 0,45% 10 gtt/I
Inj. Diazepam 7mg/ 3hours/ IV
(maintenance)
Inj Diazepam 10 mg IV
(eradicate seizure)
Inj. Metronidazole 100 mg /
6hours / IV
Inj. Ranitidine 14mg/ 12hours /IV
Milk diet 150cc / 3 hours / NGT
Neck: Lymph node enlargement (-),
Stiff neck (-)
Chest: Symmetrical fusiformis, retraction (-)
HR: 102 bpm, regular, thrill (-)
RR: 24 x/minute, regular, ronchi (-/-).


Abdomen: Soepel, Peristaltic (+) Normal
Extremitas: Pulse 102 bpm, regular, adequate
vascular pressure and volume,
warm acral, CRT < 3, vulvus
punctum a/r pedis sinistra

40
April 12
th
2014
S : seizure (+), stomatche (+), fever (-)
A: Children Tetanus + vulvus
punctum a/rpedis sinistra
+ deafness
O : Sensorium compos mentis,
T: 37,1C BW: 14kg
Head: Eye: light reflexes (+/+), isochoric pupil,
pale conjunctiva palpebra inferior (-/-)
Ears and nose were normal.
Mouth: trismus (+) 2cm
P : Patient isolation
O
2
1 l/i nasal canule
IVFD D5% NaCl 0,45% 10 gtt/I
Inj. Diazepam 8,75mg/ 3hours/ IV
(maintenance)
Inj Diazepam 10 mg IV
(eradicate seizure)
Inj. Metronidazole 100 mg /
6hours / IV
Inj. Ranitidine 14mg/ 12hours /IV
Milk diet 150cc / 3 hours / NGT
Neck: Lymph node enlargement (-),
Stiff neck (-)
Chest: Symmetrical fusiformis, retraction (-)
HR: 120 bpm, regular, thrill (-)
RR: 24 x/minute, regular, ronchi (-/-).


Abdomen: Soepel, Peristaltic (+) Normal,
Muscular rigidity (+)


Extremitas: Pulse 120 bpm, regular, adequate
vascular pressure and volume,
warm acral, CRT < 3, vulvus
punctum a/r pedis sinistra

41
April 13
th
2014
S : seizure (+) intermitten, spasm (+)
stomatchec (+), fever (-)
A: Children Tetanus +deafness
O : Sensorium compos mentis,
T: 36,2C
Head: Eye: light reflexes (+/+), isochoric pupil,
pale conjunctiva palpebra inferior (-/-)
Ears and nose were normal.
Mouth: trismus (+) 3cm
P : Patient isolation
O
2
1 l/i nasal canule
IVFD D5% NaCl 0,45% 10 gtt/I
Inj. Diazepam 7mg/ 3hours/ IV
(maintenance)
Inj Diazepam 10 mg IV
(eradicate seizure)
Inj. Metronidazole 100 mg /
6hours / IV
Inj. Ranitidine 14mg/ 12hours /IV
Milk diet 150cc / 3 hours / NGT
Neck: Lymph node enlargement (-),
Stiff neck (-)
Chest: Symmetrical fusiformis, retraction (-)
HR: 125 bpm, regular, thrill (-)
RR: 30 x/minute, regular, ronchi (-/-).


Abdomen: Peristaltic (+) Normal,
Muscular rigidity (+)


Extremitas: Pulse 125 bpm, regular, adequate
vascular pressure and volume,
warm acral, CRT < 3,
42
April 14
th
- April 15
th
2014
S : spontaneus seizure (-), spasm (+)
stomatchec (-), fever (-)
A: Children Tetanus +deafness
O : Sensorium compos mentis,
T: 37,1C
Head: Eye: light reflexes (+/+), isochoric pupil,
pale conjunctiva palpebra inferior (-/-)
Ears and nose were normal.
Mouth: trismus (+) 3cm
P : Patient isolation
O
2
1 l/i nasal canule
IVFD D5% NaCl 0,45% 10 gtt/I
Inj. Diazepam 6mg/ 3hours/ IV
(maintenance)
Inj Diazepam 7 mg IV
(eradicate seizure)
Inj. Metronidazole 100 mg /
6hours / IV
Inj. Ranitidine 14mg/ 12hours /IV
Milk diet 150cc / 3 hours / NGT
Neck: Lymph node enlargement (-),
Stiff neck (-)
Chest: Symmetrical fusiformis, retraction (-)
HR: 120 bpm, regular, thrill (-)
RR: 29 x/minute, regular, ronchi (-/-).


Abdomen: Peristaltic (+) Normal,
Muscular rigidity (+)


Extremitas: Pulse 120 bpm, regular, adequate
vascular pressure and volume,
warm acral, CRT < 3,
43
April 16
th
2014
S : spontaneus seizure (+), excitatory seizure (+)

A: Children Tetanus +deafness
O : Sensorium compos mentis,
T: 36,8C
Head: Eye: light reflexes (+/+), isochoric pupil,
pale conjunctiva palpebra inferior (-/-)
Ears and nose were normal.
Mouth: trismus (+) 3cm
P : Patient isolation
O
2
1 l/i nasal canule
IVFD D5% NaCl 0,45% 10 gtt/I
Inj. Diazepam 7mg/ 3hours/ IV
(maintenance)
Inj Diazepam 10 mg IV
(eradicate seizure)
Inj. Metronidazole 100 mg /
6hours / IV
Inj. Ranitidine 14mg/ 12hours /IV
Milk diet 150cc / 3 hours / NGT
Neck: Lymph node enlargement (-),
Stiff neck (-)
Chest: Symmetrical fusiformis, retraction (-)
HR: 114 bpm, regular, thrill (-)
RR: 23 x/minute, regular, ronchi (-/-).


Abdomen: Peristaltic (+) Normal,
Muscular rigidity (+)


Extremitas: Pulse 114 bpm, regular, adequate
vascular pressure and volume,
warm acral, CRT < 3, spastic (+)
44
April 17
th
- April 19
th
2014
S : seizure (-), fever (-)
A: Children Tetanus +deafness
O : Sensorium compos mentis,
T: 36,8C
Head: Eye: light reflexes (+/+), isochoric pupil,
pale conjunctiva palpebra inferior (-/-)
Ears and nose were normal.
Mouth: trismus (+) 4cm
P : Patient isolation
O
2
1 l/i nasal canule
IVFD D5% NaCl 0,45% 10 gtt/I
Inj. Diazepam 7mg/ 3hours/ IV
(maintenance)
Inj Diazepam 10 mg IV
(eradicate seizure)
Inj. Metronidazole 100 mg /
6hours / IV
Inj. Ranitidine 14mg/ 12hours /IV
Milk diet 180cc / 3 hours / NGT
Neck: Lymph node enlargement (-),
Stiff neck (-)
Chest: Symmetrical fusiformis, retraction (-)
HR: 110 bpm, regular, thrill (-)
RR: 28 x/minute, regular, ronchi (-/-).


Abdomen: Peristaltic (+) Normal,
Defense muscular (-)



Extremitas: Pulse 110 bpm, regular, adequate
vascular pressure and volume,
warm acral, CRT < 3,
45
April 20
th
April 23
th
2014
S : seizure (-),fever (-)
A: Children Tetanus +deafness
O : Sensorium compos mentis,
T: 36,2C
Head: Eye: light reflexes (+/+), isochoric pupil,
pale conjunctiva palpebra inferior (-/-)
Ears and nose were normal.
Mouth: trismus (+) 4cm
P : Patient isolation
O
2
1 l/i nasal canule
IVFD D5% NaCl 0,45% 10 gtt/I
Inj. Diazepam 7mg/ 3hours/ IV
(maintenance)
Inj Diazepam 10 mg IV
(eradicate seizure)
Inj. Metronidazole 100 mg /
6hours / IV
Inj. Ranitidine 14mg/ 12hours /IV
Milk diet 180cc / 3 hours / NGT
Neck: Lymph node enlargement (-),
Stiff neck (-)
Chest: Symmetrical fusiformis, retraction (-)
HR: 90 bpm, regular, thrill (-)
RR: 36 x/minute, regular, ronchi (-/-).


Abdomen: Peristaltic (+) Normal,
Muscular rigidity (+)


Extremitas: Pulse 90 bpm, regular, adequate
vascular pressure and volume,
warm acral, CRT < 3,
Tinjauan Pustaka
46
Defenisi
Stroke iskemik adalah tanda klinis
disfungsi atau kerusakan jaringan otak
yang disebabkan kurangnya aliran
darah ke otak sehingga menganggu
kebutuhan darah dan oksigen di
jaringan otak
47
Faktor Resiko
Non mordifiable
Umur
Jenis kelamin
Keturunan/genetik

Mordifiable
Prilaku
Merokok
Diet
Alkoholik
Obat-obatan

Faktor Resiko Fisiologis
Hipertensi & peny. Jantung
DM
Infeksi
Obesitas
Gangguan ginjal
dll

48
Klasifikasi
Transient Ischemic Attack (TIA)
Trombosis Serebri
Emboli Serebri

49
Patofisiologi
50
Tersumbatnya
p.darah intrakranial
akut
Berkurangnya aliran
darah ke otak
(Normal: 50ml/
100gr otak/ i)
+ peningkatan
tekanan darah
kronis
Meningkatkan
autoregulasi
Sel membran dan
fungsi sel terganggu
Iskemik otak mengakibatkan perubahan dari sel neuron
otak secara bertahap, antara lain :
Tahap 1 :
a. Penurunan aliran darah
b. Pengurangan O2
c. Kegagalan energi
d. Terminal depolarisasi dan kegagalan homeostasis ion
Tahap 2 :
a. Eksitoksisitas dan kegagalan homeostasis ion
b. Spreading depression
Tahap 3 : Inflamasi
Tahap 4 : Apoptosis

51
Diagnosa
Anamnesis, terutama mengenai gejala awal, waktu
awitan, aktivitas penderita saat serangan, gejala lain
seperti nyeri kepala, mual, muntah, rasa berputar,
kejang, cegukan, gangguan visual, penurunan
kesadaran, serta faktor resiko stroke (hipertensi,
diabetes, dan lain-lain).

Pemeriksaan fisik, meliputi penilaian respirasi,
sirkulasi, oksimetri, dan suhu tubuh. Pemeriksaan
kepala dan leher, torak (jantung dan paru),
abdomen, kulit dan ektremitas.

52
Pemeriksaan neurologis dan skala stroke.
Pemeriksaan neurologis terutama pemeriksaan saraf
kranialais, rangsang selaput otak, sistem motorik,
sikap dan cara jalan, refleks, koordinasi, sensorik
dan fungsi kognitif. Skala stroke yang dianjurkan
saat ini adalah NIHSS (National Institutes of Health
Stroke Scale).

Pemeriksaan Penunjang. Semua pasien dengan
suspek stroke akut harus dilakukan beberapa
pemeriksaan seperti pemeriksaan laboratorium
darah, foto thorak, elektrokardiogram (EKG),
pencitraan otak (CT scan atau MRI), dan lain-lain.

53
Penatalaksanaan
Terapi Umum
Stabilisasi jalan napas dan pernapasan
Stabilisasi Hemodinamik
Pengendalian Peninggian Tekanan Intrakranial
Pengendalian Kejang
Terapi Khusus
Pengobatan terhadap hipertensi pada stroke iskemik akut
Pemberian terapi trombolisis
Pemberian obat-obatan neuroprotektan
Rehabilitasi
mencegah terjadinya komplikasi stroke dan memaksimalkan
fungsional seperti perawatan di unit stroke dan lain-lain




54
Pencegahan
Mengatur pola makan yang sehat
Konsumsi makanan tinggi lemak dan kolesterol
dapat meningkatkan resiko terkena serangan stroke.
Penanganan stres dan beristirahat yang cukup
Istirahat cukup dan tidur teratur antara 6-8 jam
sehari, serta mengendalikan stres dengan cara
berpikir positif.
Pemeriksaan kesehatan secara teratur dan taat
anjurandokter dalam hal diet dan obat.
Pengendalian faktor resiko

55
Diskusi
56
57
Stroke pada penderita
laki-laki lebih banyak
daripada perempuan,
dan profil usia
dibawah 45 tahun
(11.8%), usia 45-64
tahun (54.2%) dan
usia di atas 65 tahun
sebesar 33.5%
Teori
Pasien adalah seorang
laki-laki Indonesia,
berusia 44 tahun yang
didiagnosis dengan
Stroke Iskemik.
Kasus
58
Stroke bisa terjadi
secara tiba-tiba atau
perlahan yang saat
renjatan ditandai
dengan penurunan
kesadaran dan
peningkatan tekanan
intrakranial dengan
gejala muntah, sakit
kepala atau kejang
Teori
Pasien dirawat di rumah
sakit dengan keluhan
utama lemah lengan dan
tungkai kanan, selain itu
pasien juga
mengeluhkan sakit
kepala
Kasus
59
Dengan CT-scan
diagnosa stroke dapat
lebih ditegakkan untuk
mengkonfirmasi yang
sebelumnya ditegakkan
secara klinis. CT-scan
otak merupakan standar
baku emas untuk
penegakan diagnosa
stroke
Teori
Pada pasien didapatkan
keluhan neurologis yaitu
hemiparese dextra, P.N IX
X, dan gejala serebelar
disartria. Telah dilakukan
pemeriksaaan radiologi di
rumah sakit dengan hasil
CT-scan terkesan normal.
Kasus
60
Terapi Umum:
- Stabilisasi jalan napas
dan pernapasan
- Stabilisasi hemodinamik
- Pemeriksaan awal fisik
umum
- Pengendalian tekanan
intrakranial
Teori
Terapi pada pasien ini
adalah:
- IVFD Ringer Solution sol
20 gtt/I
- Simvastatin 1x20mg
- Aptor 1x100mg
- Neurodex 1x1 tab
- PCT 3x500mg
Kasus
Kesimpulan dan
Saran
61
Kesimpulan
Pasien ini mengalami stroke iskemik dengan
defisit neurologis hemiparesa sinistra.
Setelah diberikan penatalaksanaan, kondisi
pasien mengalami perbaikan tingkat
kesadaran dan tanda-tanda vital.
62
Saran
Pasien yang mengalami stroke iskemik
harus dilakukan anamnesa dan diagnosa
yang sesuai guide line agar pasien
mendapatkan pelayanan terbaik sehingga
dapat meningkatkan kualitas hidup pasien

63
64