Anda di halaman 1dari 21

AMELOBLASTOMA

DRG. CITA DARMASTUTI



DEFINISI
tumor jinak yang tumbuh lambat pada rahang dan
pasien biasanya datang terlambat setelah tumor
mencapai ukuran yang besar yang menyebabkan
kerusakana wajah
Unisentris, nonfungsional
Pertumbuhan intermitten, lambat, secara lokal
invasif
Bersifat persisten
Gambaran Klinis
Konsistensinya keras atau
lunak tergantung dari tipenya
yaitu tipe solid atau tipe kistik
Warnanya sama dengan
jaringan sekitarnya
Nyeri
Deformitas wajah
ETIOLOGI DAN PATOGENESIS
Sisa-sisa dari enamel organ atau dental
lamina
Sisa-sisa dari epitel malassez
Epitelium dari kista odontogenik
Basal sel dari epitelium permukaan tulang
rahang
TIPE AMELOBASTOMA
Tipe solid/
multikistik
Tipe unikistik
Tipe
periferal/
ekstraosseus
1. TIPE SOLID ATAU MULTIKISTIK
Pada semua umur
Jarang pada usia <10 tahun, relatif jarang pada
usia 10-19 tahun,
Menunjukkan angka prevalensi yang sama pada
usia dekade ke-3 s/d ke-7
Tidak ada predileksi jenis kelamin yang signifikan
85% terjadi pada mandibula(daerah molar sekitar
ramus asendens)
15% terjadi pada maksila (posterior)
Gambaran klinis :
Intra osseous,
tidak ada gejala
pada tahap awal
Peningkatan
deformitas wajah
Gigi geligi pada
lesi mengalami
kegoyangan dan
migrasi
Pada tumor yang
besar, terdapat
krepitasi
Kadang2 sakit
tekanan pada
nervus perifer
atau infeksi
sekunder
Variasi gambaran histologis :
1. Folikular
2. Pleksiform
3. Granular
* Tidak mempengaruhi perawatan maupun prognosis
Sifat :
1. Tumbuh invasif
secara lokal
2. Kejadian
rekurensi yang
tinggi bila tidak
diangkat secara
tepat
3.
Kecenderungan
yang rendah
untuk
bermetastasis
4. Dirawat secara
radikal
5. Pemeriksaan
rutin jangka
panjang
2. TIPE UNIKISTIK
Sering terjadi pada pasien muda
50% ditemukan pada dekade ke-2
90% ditemukan pada mandibula regio posterior
Secara klinis maupun radiologis membentuk kista
dentigerous
Umumnya menyerang bagian posterior mandibula,
regio sifisis dan anterior maksila
Kurang agresif enukleasi



3. TIPE PERIFERAL/ EKSTRAOSSEUS
Ameloblastoma jaringan lunak
Biasanya terjadi pada gingiva atau mukosa alveolar
Menginfiltrasi jaringan ikat gingiva
Umumnya tidak sakit, sessile, kaku, pertumbuhan
eksofitik yang biasanya halus atau granular
2-10% dari seluruh kasus ameloblastoma

Terjadi kebanyakan pada pria daripada wanita (1,9 :
1)
70% terjadi pada mandibula (bagian ramus dari
anterior mandibula sampai foramen mandibula)
Bersifat jinak, tidak mengalami rekurensi setelah
eksisi simpel komplit
Biasanya kecil, bersifat lokal pada jaringan lunak
superfisial
Dirawat dengan eksisi lokal
GAMBARAN HISTOPATOLOGIS
Klasifikasi
WHO :
1. Folikular
2. Pleksiform
3.
Acanthomatous
4. Sel
ganular
5. Tipe sel
basal
GAMBARAN RADIOLOGIS
Radiolusensi
Multilokular
unilokular
Multikistik
Unycystic Periferal
1. MULTILOKULAR
Menunjukkan gambaran bagian-bagian yang
terpisah oleh septa tulang yang memperluas
membentuk masa tumor
Ditandai dengan lesi yang besar dengan gambaran
seperti soap bubble
Ukuran lesi tidak dapat ditentukan karena lesi tidak
menunjukkan garis batasan yang jelas dengan
tulang normal
Resorpsi akar jarang terjadi, tapi kadang dijumpai
pada beberapa lesi yang tumbuh dengan cepat
A. Ameloblastoma tahap awal pada laki-laki 19
tahun, tampak gambaran honeycomb-like pada
regio gigi 36 dan 37. Radiolusensi multilokuler
menunjukkan adanya resorpsi akar gigi, septa
tidak bersudut
B. OPG menunjukkan ameloblastoma multilokuler
dengan perpindahan gigi 38. Penipisan tulang basal
dengan pergeseran kanalis mandibula (tanda panah
dan pengelembungan ramus mandibula.

2. UNILOKULAR
Tidak tampak adanya karakteristik atau gambaran
patologis
Bagian perifer lesi biasanya licin
Pada lesi lanjut mengakibatkan pembesaran
rahang dan penebalan tuang kortikal dapat dilihat
dari gambaran rontgen
Supp JP, Eversole LR, Wysocki GP. Contemporary Oral
and Maxillofacial pathology. 2nd ed. St. Louis Missourri.
Mosby. 2004
PENANGANAN AMELOBLASTOMA
1. Konservatif
a. Enukleasi
b. Kuretase

2. Radikal
a. Reseksi marginal (end block)
b. Reseksi segmental
c. Hemimandibulektomi/maksilektomi
d. Reseksi total

Terima kasih