Anda di halaman 1dari 18

Identifikasi dan Evaluasi

Jalur Pemajanan
1. Latar Belakang
Salah satu langkah dalam ADKL adalah identifikasi
dan evaluasi jalur pemajanan.
Identifikasi dan evaluasi jalur pemajanan merupakan
suatu proses dimana seseorang mungkin terpajan
oleh bahan pencemar.
Jalur pemajanan mencakup semua elemen yang
menghubungkan sumber pencemar ke penduduk
terpajan
Jalur pemajanan ini terdiri dari 5 elemen yaitu :
Sumber pencemar
Media lingkungan dan mekanisme penyebaran
Titik pemajanan
Cara pemajanan
Penduduk beresiko

2. Identifikasi Elemen 1 : Sumber Pencemar
Sumber pencemar adalah suatu nama yang
ditetapkan sebagai asal pencemaran lingkungan.
Sumber pencemar bisa berupa suatu kegiatan,
misalnya :
Tanah terbuka penampung buangan b3
Kolam penampung limbah
Landfill
Timbunan tangki/drum
Cerobong pabrik
Sumur injeksi
Timbunan sampah
Incinerator

Sumber pencemar tidak selalu jelas, maka perlu
memperhatikan berbagai faktor sebelum
memutuskan apakah pencemaran telah terjadi,
sedang terjadi, atau akan terjadi.

Titik lokasi atau pelepasan
Riwayat penyimpanan, pembuangan, atau pelepasan
Pencemar dan konsentrat pada sumbernya
Kecepatan emisi
Frekuensi emisi
Frekuensi pelepasan
Periode pengoperasian
Kondisi yang sedang berlangsung

3. Identifikasi Elemen 2 : Media Lingkungan
mencakup identifikasi semua media lingkungan yang
bertindak sebagai pembawa pencemar
Media lingkungan yang tercemar dapat berupa :
bahan buangan,
rembesan,
gas tanah,
lumpur,
permukaan tanah,
air tanah,
udara, dan
biota.

4. Identifikasi elemen 3 : Titik Pemajanan

Titik pemajanan adalah suatu titik dimana seseorang
kontak denan media yang tercemar.
Titik ini dapat dikenali dengan mempelajari
penggunaan lahan dan sumberdaya alam di masa
lalu, saat ini, dan kemungkinan penggunaan di masa
datang.

Kemungkinan titik pemajanan untuk tiap media
lingkungan mencakup ;
Titik pemajanan air tanah meliputi : penggunaan sumur untuk
kebutuhan perkotaan, domestic, industry dan pertanian. Air
tanah mungkin juga digunakan untuk air kolam renang atau
kegiatan rekreasi air.
Titik pemajanan air permukaan meliputi : irigasi dan
penyediaan air untuk masyarakat umum, industry dan ternak.

Tanah bertindak sebagai titik pemajanan bagi pekerja yang
terlibat dalam pekerjaan pengeboran dan penggalian.
Permukaan tanah yang tercemar juga bisa menjadi titik
pemajanan bagi penduduk di wilayah itu.
Titik pemajanan udara melibatkan pencemar yang mudah
menguap atau teradsorbsi oleh partikel airborne dan bisa
terjadi secara indoor atau outdoor.

Titik pemajanan rantai makanan terjadi bila seseorang
mengkonsumsi tenaman, hewan, atau produk makanan lain
yang telah kontak dengan media tercemar seperti tanah,
endapan, bahan buangan, air tanah, air permukaan, udara
danbiota.
Media lain juga bisa bertindak sebagai titik pemajanan
tambahan. Sedimen dapat bertindak sebagai reservoir
pencemar bagi organism akuatik atau bisa dipindahkan ke
daerah lain dan digunakan sebagai top soil.

5. Identifikasi Elemen 4 : Cara Pemajanan
Cara pemajanan merupakan alat atau cara dengan
mana pencemar masuk ke dalam tubuh manusia.
Adapun jalur masuknya adalah :
Tertelannya pencemar
Inhalasi pencemar dalam air tanah atau air permukaan
Kontak kulit.
Absorbsi kulit

Media Cara Pemajanan
Air Tertelan langsung
Kontak dan reaksi dermal
Kontak dan reaksiculer
Tanah Tertelan langsung
Kontak dan reaksi dermal
Kontak dan reaksi ocular
Inhalasi dari bahan kimia yang menguap dari tanah
Inhalasi yang masuk dalam debu
Udara

Inhalasi
Kontak dan reaksi dermal
Kontak dan reaksi ocular
Biota/Rantai
Makanan

Menkonsumsi tumbuhan, hewan atau produk tercemar
Kontak dermal dan reaksi dengan tumbuhan, hewan atau produk
tercemar

Media Lainnya
Tertelan langsung
Kontak dan reaksi dermal
Inhalasi secara sekunder dari penguapan
Terpajan limbah dan bahan bangunan
6. Identifikasi elemen 5 : Populasi Reseptor
Elemen terkahir dari jalur pemajanan adalah populasi
yang terpajan atau berpotensi terpajan melalui cara
pemajanan yang telah diidentifikasi dengan pencemar
pada titik pemajanan.
Bila lebih dari satu jalur pemajanan melibatkan satu
elemen reseptor maka reseptor perlu memperhatikan
hal-hal berikut :
Lokasi penduduk
Populasi terpajan melalui kontak dengan air
Populasi terpajan melalui kontak inhalasi
Populasi terpajan melalui kontak dengan cara menelan tanah secara
tidak sengaja.
Populasi terpajan melalui kontak dengan menelan air minum.
Populasi terpajan melalui makanan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pemajanan adalah :
Umur populasi
Kondisi iklim
Aksesibilitas lokasi
Penggunaan lahan dan sumber daya


7. Kategorisiasi Jalur Pemajanan Riel dan Potensial
1. Jalur pemajanan riel
Jalur ini terjadi bila terdapat lima elemen jalur
pemajanan yang menghubungkan sumber pencemar
ke populasi reseptor.
Contoh :
Membangun sumur dan mengonsumsi air tanah yang
tercemar
Menggunakan lahan yang tercemar untuk tujuan-tujuan yang
akan memapari seseorang
Mengonsumsi sayur dan buah yang tumbuh di tanah yang
tercemar
Mengonsumsi ikan dari sungai atau badan air yang tercemar
Membuang dan atau menggunakan bahan atau media yang
tercemar
Menempati bangunan di atas wilayah yang tercemar gas tanah.
Tinggal dan bekerja di daerah dengan udara yang tercemar
outdoor atau indoor
2. Jalur pemajanan potensial
Suatu jalur dapat dikatakan jalur pemajanan
potensial satu atau lebih dari lima elemen itu tidak
ada..

8. Eliminasi dan Jalur Pemajanan
Jalur pemajanan dapat diabaikan bila pemajanan
masa lalu, kini atau masa yang akan dating sangat
tidak logis.
Apabila dalam lokasi menunjukkan bahwa seberapa
media tidak tercemar maka jalur pemajanan yang
diduga berhubungan dengan media itu dapat
diabaikan.
Namun juga perlu berhati-hati dalam mengeliminasi
jalur pemajanan


TERIMA KASIH