Anda di halaman 1dari 22

HAK DAN KEWAJIBAN DOKTER

DAN PASIEN
Jalila Zamzam,Sp.A
KARAKTERISTIK HUBUNGAN
PROFESIONAL DOKTER-PASIEN
BERKEWAJIBAN MEMBINA BANTUAN KEPADA PASIEN UNTUK
MAMPU MENOLONG DIRINYA SENDIRI DAN MENJADI MANDIRI
BERKEWAJIBAN MEMBINA HUBUNGAN PROFESIONAL
BERDASARKAN RASA PERCAYA
BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP PENYELESAIAN MASALAH
PASIEN
BERORIENTASI PADA KEBUTUHAN PASIEN
DIARAHKAN PADA PENCAPAIAN TUJUAN
MEMAHAMI KONDISI PASIEN DENGAN BERBAGAI
KETERBATASANNYA
MEMBERI PENILAIAN BERDASARKAN NORMA YANG
DISEPAKATI DOKTER-PASIEN
BEKERJA SESUAI KAIDAH ETIK UNTUK MENJAGA
KERAHASIAAN DAN HANYA MENGGUNAKAN INFORMASI
UNTUK KEPENTINGAN DAN PERSETUJUAN PASIEN.

2
DASAR
ETIKA UMUM
SUMPAH DOKTER
KODEKI
HUKUM
3
BEBERAPA PRINSIP ETIK
AUTONOMY: HAK UNTUK MENENTUKAN ATAU
MEMILIH SESUATU YANG TERBAIK BAGI DIRINYA
BENEFICIENCE: PRINSIP MEMBERI BANTUAN ATAU
BERBUAT SESUATU YANG BERMANFAAT BAGI ORANG
LAIN
NONMALEEFICENCE: TIDAK MENIMBULKAN BAHAYA
ATAU SAKIT FISIK MAUPUN EMOSIONAL
JUSTICE: PERLAKUAN YANG ADIL
VERACITY: JUJUR ATAU TIDAK BERBOHONG
FIDELITY: KOMITMENT TERHADAP PELAYANAN
SEHINGGA MENIMBULKAN RASA PERCAYA.

4
5
6 SIFAT DASAR YANG HARUS
DITUNJUKKAN SETIAP DOKTER
1. SIFAT KETUHANAN
2. KEMURNIAN NIAT
3. KELUHURAN BUDI
4. KERENDAHAN HATI
5. KESUNGGUHAN KERJA
6. INTEGRITAS ILMIAH DAN SOSIAL
6
SYARAT UTAMA DAN PERTAMA
HUBUNGAN DOKTER-PASIEN
MEMBANGUN RASA SALING PERCAYA

MEMAHAMI HAK DAN KEWAJIBAN MASING-
MASING

Hak dan kewajiban dokter , berkaitan
erat dengan transaksi terapeutik

Transaksi terapeutik : terjadinya
kontrak antara dokter dengan pasien



KODE ETIK KEDOKTERAN INDONESIA

Kewajiban Umum ( Pasal 1 9)

Kewajiban Dokter terhadap pasien
( pasal 10 13 )

Kewajiban Dokter terhadap teman sejawat
( Pasal14 15 )

Kewajiban Dokter terhadap diri sendiri
( Pasal 16 17 )
9
HAK DAN KEWAJIBAN DOKTER -
PASIEN
DIATUR DALAM PASAL-PASAL
50, 51, 52 DAN 53

UU TENTANG PRAKTIK
KEDOKTERAN NO.29 TAHUN 2004

10
HAK DOKTER (pasal 50 )
MEMPEROLEH PERLINDUNGAN HUKUM
SEPANJANG MELAKSANAKAN TUGAS SESUAI
STANDAR PROFESI DAN STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
MEMBERIKAN PELAYANAN MENURUT
STANDAR PROFESI DAN STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
MEMPEROLEH INFORMASI YANG LENGKAP
DAN JUJUR DARI PASIEN ATAU KELUARGANYA
MENERIMA IMBALAN JASA

11
STANDAR PROFESI MEDIS
STANDAR MEDIS (SOP)

TELITI DAN HATI-HATI

KEMAMPUAN RATA-RATA DALAM BIDANG
KEAHLIAN YANG SAMA

12
KEWAJIBAN DOKTER (pasal 51)
MEMBERIKAN PELAYANAN MEDIS SESUAI STANDAR PROFESI DAN
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL SERTA KEBUTUHAN MEDIS
PASIEN
MERUJUK PASIEN KE DOKTER ATAU DOKTER GIGI LAIN YANG
MEMPUNYAI KEAHLIAN ATAU KEMAMPUAN YANG LEBIH BAIK,
APABILA TIDAK MAMPU MELAKSANAKAN SUATU PEMERIKSAAN
ATAU PENGOBATAN
MERAHASIAKAN SEGALA SESUATU YANG DIKETAHUINYA TENTANG
PASIEN BAHKAN JUGA SETELAH PASIEN ITU MENINGGAL DUNIA
MELAKUKAN PERTOLONGAN DARURAT ATAS DASAR
PERIKEMANUSIAAN, KECUALI BILA IA YAKIN ADA ORANG LAIN YANG
BERTUGAS DAN MAMPU MELAKUKANNYA
MENAMBAH ILMU PENGETAHUAN DAN MENGIKUTI
PERKEMBANGAN ILMU KEDOKTERAN.

13
KEWAJIBAN PASIEN (pasal 53)
MEMBERIKAN INFORMASI YANG LENGKAP
DAN JUJUR TENTANG MASALAH
KESEHATANNYA
MEMATUHI NASIHAT DAN PETUNJUK DOKTER
MEMATUHI KETENTUAN YANG BERLAKU DI
SARANA PELAYANAN KESEHATAN
MEMBERIKAN IMBALAN JASA ATAS
PELAYANAN YANG DITERIMA.

14
UU TENTANG PRAKTEK KEDOKTERAN NO.29
TAHUN 2004
PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN ATAU
KEDOKTERAN GIGI
PASAL 45:
1. SETIAP TINDAKAN KEDOKTERAN ATAU KEDOKTERAN
GIGI YANG AKAN DILAKUKAN OLEH DOKTER ATAU
DOKTER GIGI TERHADAP PASIEN HARUS MENDAPAT
PERSETUJUAN
2. PERSETUJUAN SEBAGAIMANA DIMAKSUD PADA AYAT
(1) DIBERIKAN SETELAH PASIEN MENDAPAT
PENJELASAN SECARA LENGKAP

15
3. PENJELASAN SEBAGAIMANA DIMAKSUD PADA
AYAT (2) SEKURANG-KURANGNYA
MENYANGKUT: DIAGNOSIS DAN TATACARA
TINDAKAN MEDIS; TUJUAN TINDAKAN MEDIS
YANG DILAKUKAN; ALTERNATIF TINDAKAN
LAIN DAN RESIKONYA; RESIKO DAN
KOMPLIKASI YANG MUNGKIN TERJADI; DAN
PROGNOSIS TERHADAP TINDAKANN YANG
DILAKUKAN.
4. PERSETUJUAN SEBAGAIMANA DIMAKSUD PADA
AYAT (2) DAPAT DIBERIKAN BAIK SECARA
TERTULIS MAUPUN LISAN

16
5. SETIAP TINDAKAN KEDOKTERAN ATAU
KEDOKTERAN GIGI YANG MEGANDUNG RESIKO
TINGGI HARUS DIBERIKAN DENGAN
PERSETUJUAN TERTULIS YANG
DITANDTANGANI OLEH YANG BERHAK
MEMBERIKAN PERSETUJUAN
6. KETENTUAN MENGENAI TATA CARA
PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN ATAU
KEDOKTERAN GIGI SEBAGAIMANA TERCANRUM
DALAM AYAT 1,2,3,4 DAN 5 DIATUR DENGAN
PERMEN

17
PASAL 45: INFORMED CONSENT
1. DENGAN PERNYATAAN (EXPRESS)
-SECARA LISAN (ORAL)
-SECARA TERTULIS (WRITTEN)

2. TERSIRAT, DIANGGAP DIBERIKAN
(IMPLIED OR TACIT CONSENT)
-DALAM KEADAAN BIASA (NORMAL)
-DALAM KEADAAN GAWAT-DARURAT
(EMERGENCY)

18
REKAM MEDIS
PASAL 46
1. SETIAP DOKTER ATAU DOKTER GIGI DALAM
MENJALANKAN PRAKTEK KEDOKTERAN
WAJIB MEMBUAT REKAM MEDIS
2. REKAM MEDIS SEBAGAIMANA DIMAKSUD
PADA AYAT (1) HARUS SEGERA DILENGKAPI
SETELAH PASIEN SELESAI MENERIMA
PELAYANAN KESEHATAN
3. SETIAP CATATAN REKAM MEDIS HARUS
DIBUBUHI NAMA, WAKTU DAN TANDA
TANGAN PETUGAS YANG MEMBERIKAN
PELAYANAN ATAU TINDAKAN

19
REKAM MEDIS
PASAL 47
1. DOKUMEN REKAM MEDIS SEBAGAIMANA DIMAKSUD
DALAM PASAL 46 MERUPAKAN MILIK DOKTER,
DOKTER GIGI ATAU SARANA PELAYANAN
KESEHATAN, SEDANGKAN ISI REKAM MEDIS
MERUPAKAN MILIK PASIEN
2. REKAM MEDIS SEBAGAIMANA DIMAKSUD PADA AYAT
(1) HARUS DISIMPAN DAN DIJAGA
KERAHASIAANNYA OLEH DOKTER ATAU DOKTER
GIGI DAN PIMPINAN SARANA PELAYANAN
KESEHATAN.
3. KETENTUAN MENGENAI REKAM MEDIS SEBAGAIMANA
DIMAKSUD PADA AYAT (1) DAN AYAT (2) DIATUR
DENGAN PERMEN

20
MANFAAT REKAM MEDIK
1.DASAR PEMERIKSAAN DAN PENGOBATAN
PASIEN
2.BAHAN PEMBUKTIAN DALAM PERKARA
HUKUM
3.BAHAN KEPERLUAN PENELITIAN DAN
PENDIDIKAN
4.DASAR PEMBAYARAN BIAYA YANKES
5.BAHAN STATISTIK KESEHATAN.

21
RAHASIA KEDOKTERAN
1.BERDASARKAN SIFAT PROFESI: LARANGAN MENGUNGKAP RAHASIA KEDOKTERAN
2.HUKUM PERDATA (HUKUM PERJANJIAN):
-PERJANJIAN TERAPUTIK DOKTER-HUKUM
-PASAL 1909 TENTANG HAK MENYIMPAN RAHASIA
-PASAL 1365 TENTANG PERBUATAN MELANGGAR HUKUM
3. HUKUM PIDANA:
-PASAL 322 TENTANG WAJIB MENYIMPAN RAHASIA
-PASAL 224 TENTANG PANGGILAN MENGHADAP SEBAGAI SAKSI AHLI
4.HUKUM ACARA PIDANA (KUHP)
-PASAL 170 TENTANG WAJIB MENYIMPAN RAHASIA
-PASAL 179 TENTANG WAJIB MEMBERIKAN KETERANGAN SEBAGAI SAKSI AHLIM
KEDOKTERAN KEHAKIMAN ATAU SEBAGAI DOKTER
5.HUKUM ACARA PERDATA
6.HUKUM ADMINISTRASI
7.KONVENSI INTERNASIONAL
8. UNDANG-UNDANG TENTANG PRAKTIK KEDOKTERAN NO.29/2004
22