Anda di halaman 1dari 22

Dr. Ir. Usman, M.

Eng
upasarai@lemigas.esdm.go.id
HP: 0811104257
1. Nama Matakuliah : Pengenalan Enhanced Oil Recovery
Semester : Ganjil/Genap SKS 2 SKS Kode Mata Kuliah : MPR 203
Matakuliah prasyarat : D MPR.302
Kopmpetensi yang
diharapkan dicapai oleh
Peserta
: 1. Dapat menentukan sisa cadangan yang akan dikuras setelah
tahap primary recovery.
2. Dapat menentukan metode EOR yang digunakan
3. Memahami konsep peningkatan perolehan minyak secara umum.
4. dapat menentukan masalah yang dihadapi pada proses EOR
Materi Pokok Pembahasan : Mempelajari dan memperkirakan sisa cadangan minyak untuk
diproduksi lebih lanjut. Berbagai metoda teknik produksi minyak lanjut
(tahap kedua dan ketiga) akan dipelajari yaitu: injeksi tak tercampur
(air dan gas), injeksi thermal, injeksi kimia dan injeksi tercampur.
Kriteria pemilihan reservoir untuk EOR. Analisa peramalan
performance reservoir dilengkapi dengan contoh lapangan yang telah
dilakukan EOR, kontrol mobilitas proses pendesakkan dan penerapan
manajemen EOR untuk mengoptimasi lapangan.
Daftar Pustaka : Van Poolen H.K.,; Fundamentals of Enhanced Oil Recovery,
Pen Well 1984.
Green D.W. and Willhite, G.P.,; Enhanced Oil Recovery,
Richardson, Texas. 1998.
Satter, A. and Thakur G.,; Integrated Petroleum Reservoir
Management. Penn Well Books, Tulsa. 1994.

SAP Pengenalan EOR
Aturan Main Kuliah Pengenalan EOR
Tidak boleh terlambat, maksimum 15 menit dan
setelah itu tidak diperkenan masuk.
Harus mampu kerja mandiri dan PR wajib
dikumpulkan.
Dapat bekerja team work dalam menyelesaikan
persoalan kelompok.
Absensi Kehadiran minimal 70% kehadiran
Semua kategori penilaian diperhatikan (Absensi
10%; Tugas 20%, UTS 30%, UAS 40%).

Umpan Balik
Apa yang saya inginkan sebenarnya setelah belajar EOR?
Adakah manfaatnya nyata secara pribadi?
Adakah dapat memahami dengan baik?
Adakah bahan/materi mengikut isu trend masa kini?
Atau hanya mendapatkan kelelahan fisik?
Atau hanya mendapatkan kerugian waktu?
Atau hanya mendapatkan kerugian material?
Atau hanya mencari nilai IPK saja?
Bahan Kajian Pengenalan EOR
1. Sekilas drive mechanism, OOIP, RR dan RF
2. Evaluasi data reservoir
3. Seleksi pemilihan reservoir untuk EOR
4. Injeksi air/gas (secondary recovery)
5. Mid Test Take Home Test (bobot 30%)
6. Injeksi Thermal
7. Injeksi Kimia
8. Injeksi Gas Terbaur
9. Injeksi Mikrobial
10. Manajemen EOR
11. Studi Kasus EOR
12. Presentasi Kelompok
13. UAS
Kebiasaan yang dilakukan oleh mahasiswa yang ingin
menjadi sarjana Magna Cum Laude (sukses dalam
belajar) yaitu:
Mengisi KRS sesuai jadwal yang telah ditentukan
Membaca Juknis ( petunjuk teknis) acara perkuliahan
Mengikuti Kuliah Perdana (rule of game)70%
Mengulang pelajaran di rumah (Membuat PR, Membaca buku
referensi,membuat catatan pinggir dan lihat VCD perminyakan)
Ke perpustakaan untuk mencari informasi ( Referensi dan internet)---
- infotek
Diskusi dengan teman dan dosen
Bertanya bila kurang jelas
Ikut ujian UTS dan UAS.
Hadir dalam seminar Guest Lecture tiap 3 bulan.
Membina relasi di seminar IATMI, IPA dan SPE.

Mahasiswa yang sering gagal
Tidak ikut kuliah (rule of game) < 70% dan tidak
serius.
Malas mengulang pelajaran di rumah (lupa dengan
PR, buku referensi )
Tidak pernah berdiskusi dengan teman
Tidak ikut ujian UTS dan EAS
Tidak dapat bersosialisasi dengan baik di waktu kuliah
dan seminar.
Kuliah dan ujian sering terlambat
Ciri-ciri mahasiswa yang sukses, jika uang dan
waktu tidak menjadi masalah utama diantaranya
Punya cita-cita yang kuat
Jujur dan berakhlak
Bertanggung jawab
Inisiatif dan kreatif
Terampil dan tanggap menghadapi masalah
Dapat berkomunikasi dengan baik
Dapat beradaptasi dengan baik

1. Perbedaan primary recovery, secondary
dan tertiary recovery.
2. Pentingnya EOR bagi Industri
Perminyakan?
3. Kapan sebaiknya EOR dilakukan?
4. Manfaat kegiatan EOR?
5. Lapangan lapangan minyak yang telah
dilakukan EOR di Indonesia?
6. Adakah hambatan dan tantangan
pelaksanaan EOR di Indonesia?

Tahapan pengurasan minyak dari suatu
reservoar umumnya dapat dibagi dalam
tiga tahap: primer, sekunder, dan tertier.

Pengurasan minyak tahap primer
mengandalkan energi alami reservoar
sebagai sumber energi utama pendorong
minyak ke sumur-sumur produksi.

x
p A kk
q
o
ro
o

Darcy`s law:
Energi alami ini atau driving mechanism dapat berasal
dari:

Driving Mechanism Oil Recovery Range, %
Rock and Liquid Expansion 3 - 7
Solution Gas 5 - 30
Gas Cap 20 - 40
Water Drive 35 - 75
Gravity Drainage < 80
Combination Drive 30 - 60
Pengurasan minyak tahap sekunder hasil
kombinasi energi alami resrevoar dan
energi dari luar yang disuplai lewat injeksi
air atau gas.
Gas injeksi adalah gas yang tidak larut
dengan minyak reservoar. Air atau gas
injeksi akan membantu mendorong minyak
ke sumur produksi dan mempertahankan
tekanan reservoar.
x
p A kk
q
o
ro
o

Darcy`s law:
Tahap tertier dilakukan setelah implementasi
tahap kedua. Proses tertier secara garis besar
terdiri atas injeksi gas yang dapat larut dengan
minyak reservoar, injeksi kemikal, injeksi energi
panas, dan atau menggunakan bantuan mikroba.
Proses ini akan mendorong minyak yang masih
tersisa setelah proses sekunder mencapai batas
ekonomis ke sumur-sumur produksi. Dalam
literature teknik perminyakan, tahap tertier ini
lebih populer dengan istilah proses EOR.

x
p A kk
q
o
ro
o

Darcy`s law:
EOR
Chemical
Flooding
Thermal
Gas
Injection
Microbial
In-situ
Combustion
Steam
Flooding
Hot Water-
flooding
Polymer
Surfactant/
Polymer
Alkaline
Hydro
carbon
Nitrogen &
Flue gas
Carbon
Dioxide
Target potensial untuk EOR masih sangat besar.
Minyak yang dapat diperoleh dari produksi primer diikuti
sekunder untuk tipikal reservoar minyak Indonesia
umumnya berkisar 35% sampai 40% dari isi awal
minyak ditempat atau Original Oil in Place (OOIP).
Data produksi minyak Indonesia tahun 2008
menunjukkan bahwa baru 32% dari OOIP yang telah
diproduksi. Sekitar 5% dari minyak yang tersisa dapat
diproduksi secara ekonomis dengan teknologi yang ada.
Jadi tersisa 63% dari cadangan atau ekivalen dengan
43.8 miliar barel belum dapat diproduksi secara
ekonomis pada saat ini. Angka ini merupakan target
potensial untuk EOR.
PROVEN RESERVE
640 MMSTB
OOIP
69.177
URR
25.409
CP
22.034
RRR
3.375
UNDEVELOPED
16 MMSTB %
OOIP
100 0,14
URR
13 0,05
CP
0 0,00
RRR
13 0,39
INACTIVE / IDLE
107 MMSTB %
OOIP
3.904 5,64
URR
905 3,56
CP
829 3,76
RRR
76 2,25
ACTIVE / PRODUCING
517 MMSTB %
OOIP
65.173 94,21
URR
24.491 96,39
CP
21.205 96,24
RRR
3.286 97,36
UNDEPLETED
155 MMSTB %
OOIP
4.770 6,89
URR
1.218 4,79
CP
203 0,92
RRR
1.015 30,08
DEPLETED
362 MMSTB %
OOIP
60.404 87,32
URR
23.273 91,59
CP
21.002 95,32
RRR
2.271 67,28
DEVELOPED
624 MMSTB %
OOIP
69.078 99,86
URR
25.396 99,95
CP
22.034 100,0
RRR
3.362 99,61
OOIP : ORIGINAL OIL INPLACE
URR : ULTIMATE RECOVERABLE RESERVE
CP : CUMMULATIVE PRODUCTION
RRR : REMAINING RECOVERABLE RESERVE
: JUMLAH LAPANGAN
12
16
Pentingnya EOR
Target for EOR
43.8 Billion bbl (63 %)
Produced
22.0 Billion bbl (32%)
Reserves
3.4 Billion bbl (5 %)
Indonesia, Status 2008
US, Status 2006
Produced
161 Billion bbl (30%)
Reserves
22 Billion bbl (4 %)
Target for EOR
351 Billion bbl (66 %)
Tahapan Sebelum Implementasi EOR
Screening

10 0 20 30 40 50 60
Gravity minyak,
o
API
5 15 25 35 45 55
In-situ combustion
CO
2
- Miscible
Hydrocarbon
N
2
& Flue gas
Alkaline; Surfactant dan polymer
Immiscible gas
Polymer flooding
Gel treatments
Steam
Mining
Tahapan Sebelum Implementasi EOR
Screening
Lab Scale
Detail Simulation
Pilot Test
Full Field Implementation

SPE Paper:
EOR Screening Criteria Revisited Part 2:
Applications and Impact of Oil Price
Implementasi EOR di Indonesia
Duri Steam Flood
Oilfield Review:
Heavy Oil Reservoir
Tantangan
Biaya yang mahal
Belum ada kemikal lokal
Kompleksitas pemodelan proses EOR
Tahapan dari screening sampai dengan
implementasi cukup lama
Penentuan base line
SEKIAN