Anda di halaman 1dari 59

TUTORIAL SIMULASI ANTENA

DIPOLE DENGAN
MENGGUNAKAN ANSOFT HFSS13
Oleh :
Diah Ayu Ningsih
Isa Mahfudi
Outline
1. Pengenalan Aplikasi ANSOFT HFSS 13
2. Perencanaan desain antena dan
parameternya
3. Teknik Simulasi Antena Dipole
4. Parameter antena
1. Pengenalan Aplikasi ANSOFT HFSS 13
Ansoft HFSS adalah suatu simulator medan elektromagnetika untuk
pemodelan 3 dimensi perangkat pasif berstruktur frekuensi tinggi yang
memiliki kelebihan sangat mudah dan interaktif digunakan pada sistem
operasi microsoft windows grafical user interface.
Dalam simulatornya terintegrasi visualisasi, pemodelan volumetrik dan
kemudahan dalam interaktif dimana solusi permasalahan pemodelan 3
dimensi bisa cepat dan akurat didapatkan. Ansoft HFSS dapat digunakan
untuk mengkalkulasi beberapa parameter diantaranya parameter S,
frekuensi resonan dan medan elektromagnetika.
Tipikal penggunaan Ansoft
Package modeling BGA, QFP, Flip-chip
Pemodelan papan PCB power/groundplane, mesh grid grounds,
backplanes
Silikon/GaAs spiral Induktor, Transformers.
EMC/EMI shield Enclosures, Coupling, Near or Far Field Radiation.
Antena mikrostrip, dipole, horn, conformal cell phone antenna,
Quadrafilar Helix,
Specific Absorption Rate (SAR), Infinite Arrays, Radar Cross Section
(RCS),
Frequency Selective Surfaces (FSS).
Konektor koax, backplane, SFP/XFP, Transtion
Waveguide Filter, resonator, transtion, Coupler.
Filter Cavity Filter, Mikrostrip, Dielektrik
Tampilan Awal

Menu Bar

Menu File
New
Open Open Examples
Close
Save
Save As
Page Setup
Print Preview
Print
Exit
Menu Edit
Undo
Redo
Cut
Copy
Paste
Delete... dll
Menu View
Status Bar
Message Manager
Project Manager
Properties Window
Progress Window..dll
Menu Project
Insert HFSS Design
Insert HFSS-IE Design
Insert Documention File
Analyze All
Project Variables
Datasets
Remove Unused Definitions
Menu Draw
Line
Spline
Arc
Equation based curve... dll
Menu Modeler
Import
Export
Import from clipboard
Group object by material
Dll...
Menu HFSS
Solution Type
List
Validation Check
Dll..
Menu Tools
Edit configured
Configure libraries
Run script
Dll..
Window dan Help
New window
Cascade
Dll..

Contents
Search
Index
Dll..
Menu Tambahan
Klik pada tempat yang
kosong untuk memunculkan
menu tambahan.
ToolBar

Project Manager
Project : berisi nama project yang
didesain.
Design Setup
Model
Boundaries
Excitations
Mesh Operations
Analysis
Optimetric : Untuk mendesain secara otomatis
Design Result
Result
Port Field Display
Field overlays
Radiation
Definition : berisi library material yang digunakan


Message Manager
Menunjukkan
hasil simulasi
ketika
dirunning.
Property Window
Menunjukkan
properties dari bentuk
desain yang digunakan.

Progress Window
Digunakan untuk melihat progress simulasi saat di
running dalam menampilkan gain,vswr dan sebagainya.
3D Modeler Window
Digunakan
sebagai tempat
untuk mendesain
bentuk antena
yang digunakan.
2. PERENCANAAN DISAIN ANTENA DAN PARAMETERNYA
Dalam merancang sebuah antena perlu kita mempersiapkan
parameter parameter sebagai berikut :
(1) Berapa frekuensi kerja antena ?
(2) Berapa panjang gelombang () dari antena dapat
menerima ?
Setelah parameter tersebut sudah diketahui, selanjutnya
kita akan menentukan variabel lain, yakni :
(1) Panjang lengan antena (l)
(2) Diameter lengan antena (a)
(3) Celah antena sebagai titik pusat / feeder (gap)
Dengan rumus :


Dimana :
() = Panjang gelombang (m)
C = Kecepatan Cahaya (3x10
8
)
f = Frekuensi kerja antena (MHz)
Langkah 1. Menentukan frekuensi kerja dan panjang
Gelombang dari antena (1)
Pada perencanaan simulasi antena dipole ini, kami
menentukan frekuensi kerjanya pada 300 MHz . Sehingga
panjang gelombang antena dipole ini adalah
Langkah 1. Menentukan frekuensi kerja dan panjang
Gelombang dari antena (2)
Untuk mencari panjang
tiap lengan dari antena
dipole dapat
dilakukan dengan cara :
Selanjutnya menentukan diameter lengan antena (radius),
gap dan impedansi dari antena :
Radius (a) = 0.5 mm
Celah (gap) = 2 mm

Langkah 1. Menentukan frekuensi kerja dan panjang
Gelombang dari antena (3)
3. Teknik Simulasi Antena Dipole
1. Menjalankan program Ansoft HFSS 13
2. Pilih tombol insert disaign, guna mempersiapkan
simulasi antena
3. Teknik Simulasi Antena Dipole
3. Pada Menu Bar pilih HFSS, lalu design properties.
Untuk menginputkan parameter antena

3. Teknik Simulasi Antena Dipole
3. Teknik Simulasi Antena Dipole
4. Pada Menu Bar pilih HFSS, lalu design properties.
Untuk menginputkan parameter antena

Lalu pilih Add
3. Teknik Simulasi Antena Dipole
5. menuliskan nilai variabel sebagai berikut :
Name : a
Unit Type : length
Units : mm
Value : 0.5

Lalu Klick OK
3. Teknik Simulasi Antena Dipole
6. Menekan tombol add kembali, untuk membuat
parameter baru selanjutnya menuliskan nilai sebagai
berikut:
Name : l
Unit Type : length
Units : cm
Value : 25
Lalu Klick OK
3. Teknik Simulasi Antena Dipole
6. Menekan tombol add kembali, untuk membuat
parameter baru selanjutnya menuliskan nilai sebagai
berikut:
Name : gap
Unit Type : length
Units : mm
Value : 2
Lalu Klick OK

Gambar . Hasil pembuatan variabel
Lalu Klick OK
3. Teknik Simulasi Antena Dipole
7. Selanjutkan mengaktifkan tool Draw Cylinder.
Lalu kita membuat bentuk tabungnya.
3. Teknik Simulasi Antena Dipole
8. Klick kanan pada vacuum dan pilih properties.
Lalu mengetikan variabel
pec pada pencarian.
(proses pemilihan material)
Lalu Klick OK
3. Teknik Simulasi Antena Dipole
9. Klick kanan pada create cylinder lalu pilih properties .
Merubah nilai variabel dari
radius, height dan center
position menjadi
Radius : a
Height : l
Center Position : 0,0,gap
Lalu Klick OK
3. Teknik Simulasi Antena Dipole
10. Selanjutnya klick kanan cylinder pilih Edit lalu pilih
Duplicate kemudian Pilih Around Axis.
Mengisikan variabel duplicate
around axis sebagai berikut :
Axis : x
Angle : 180
0

3. Teknik Simulasi Antena Dipole
11. Mengaktikan tool Draw Rectangular , selanjutnya
memulai membentuk sebuah bangun persegi .
Merubah nilai variabelnya
sebagai berikut :
Position : 0,-0.5,-2
Axis : X
Ysize : 1
Zsize : 4
Lalu Klick OK
3. Teknik Simulasi Antena Dipole
12. Klick kanan Rectanguler1 lalu Pilih Assign Excitation
lalu Pilih Lumped Port.
Klick Next .
Selanjutnya klick none
pilih new line
Lalu Klick next

Lalu Klick Next
Lalu Klick Finish
3. Teknik Simulasi Antena Dipole
13. Mengaktifkan tool Draw Box.
Lalu membuat bentuk
balok.
3. Teknik Simulasi Antena Dipole
14. mengatur nilai variabelnya sebagai berikut :
Position : -100,-75,-75
Xsize : 200
Ysize : 150
Zsize : 150
Unit : cm
Lalu Klick OK
3. Teknik Simulasi Antena Dipole
15. Klick kanan Box lalu PilihAssign Boundary lalu pilih
Radiation

3. Teknik Simulasi Antena Dipole
Lalu Klick OK
3. Teknik Simulasi Antena Dipole
16. Klick kanan Analysis lalu pilih Add Solution Setup.

Selanjutnya mengisikan
variabel nya sebagai berikut :
Solution frekuensi :
300 MHZ
Maximum nuber of passes :
10
Lalu Klick OK
3. Teknik Simulasi Antena Dipole
17. Klick Analysis lalu klick kanan setup1 pilih add Frequency
Sweep

Mengatur variabelnya sebagai
berikut :
Sweep Type : Fast
Type : LinearCount
start : 100 MHz
stop : 500 MHz
Count : 100
Lalu Klick OK
3. Teknik Simulasi Antena Dipole
18. Lalu pilih Validate

Lalu Klick Close
3. Teknik Simulasi Antena Dipole
19. Lalu klick Analysis All

Tunggu proses rendering
selesai
HASIL ANTENA-Nya
4. PARAMETER ANTENA DIPOLE
Langkah langkah memunculkan parameter antena
1. Klick kanan result lalu pilih Create Modal Solution
Data Report lalu pilih Rectangular Plot.
4. PARAMETER ANTENA DIPOLE
2. Lalu pilih S Parameter dan selanjutnya klick New
Report.

Lalu pilih close.
Hasil dari Return Loss
4. PARAMETER ANTENA DIPOLE
3. Selanjutnya Klick kanan Radiation pilih Insert Far
Field Setup lalu pilih Infinite Sphere.
4. PARAMETER ANTENA DIPOLE
4. Pada bagian theta diatur start menjadi -180
0

Kemudian pilih OK.
4. PARAMETER ANTENA DIPOLE
5. Selanjutnya klick kanan result lalu pilih Create Far
Field Report pilih Rectangular Plot.
4. PARAMETER ANTENA DIPOLE
6. Selanjutnya atur category menjadi rE
Kemudian pilih New Report.
Lalu klick Close.
4. PARAMETER ANTENA DIPOLE
7. Klick kanan Result lalu pilih create far field report
lalu pilih Radiation Pattern
category pada rE
tekan New Report dan pilih close
4. PARAMETER ANTENA DIPOLE
8. Klick kanan Result lalu pilih Create Far field Report
lalu pilih 3D polar Plot.
pastikan category pada rE
tekan New Report dan pilih close
SEKIAN DAN TERIMAKASIH
PERHATIANNYA