Anda di halaman 1dari 47

Lathifa nur afuw

hemoroid
Definisi
Hemoroid adalah pelebaran varises satu segmen
atau lebih vena vena hemoroidalis

Bahasa yunani : haemmorrhoidhes
Haem : darah
Rhoos : mengalir
(buku ajar gastroenterologi)
Epidemiologi

Insidensi kasus hemoroid yang menimbulkan
gejala diperkirakan 4.4% dari dari populasi di
dunia.
Angka kejadian pria = wanita, terutama di usia
45-65 tahun.
lebih sering terjadi pada orang kulit putih
dibandingkan kulit hitam


Etiologi
Penyebab hemoroid tidak diketahui pasti,
konstipasi kronis dan mengejan saat defekasi
penting dalam patofisiologi hemoroid.
Mengejan terus menerus pembuluh darah
hemoroidalis berdilatasi secara progresif +
jaringan sub mukosa kehilangan perlekatan
normalnya dengan sfingter internal dibawahnya
prolaps hemoroid + berdarah.

Faktor Resiko Hemoroid
Primer

Keturunan
Anatomik dan fisiologik
Kelemahan tonus
sfingter anus
Sekunder
Pekerjaan
Umur
Endokrin
Mekanis
Pola makan
Pola defekasi
Kehamilan
obstruksi vena
Peningkatan tekanan
intra abdominal

Gejala Klinis Hemoroid
Perdarahan saat defekasi, merah segar tidak
bercampur feses
Anemis
Prolaps hemoroid
Iritasi perianal hiperemi dan gatal
Gatal pada anus
Nyeri atau sakit pada anus, terutama saat duduk
Darah merah segar pada tisu toilet,feses,atau toilet
Sakit saat defekasi
Satu atau lebih benjolan padat lunak dekat anus


Klasifikasi hemoroid
Hemoroid
Interna
Hemoroid interna adalah pelebaran pleksus v.
hemorrhoidalis superior, di atas mucocutaneus junction,
dan diliputi mukosa.
Posisi tersering yaitu kiri lateral (arah jam 3), kanan
posterior (arah jam 7), dan kanan anterior (arah jam 11).
Hemoroid
Eksterna
Hemoroid eksterna adalah pelebaran pleksus v.
hemorrhoidalis inferior, di bawah mucocutaneus junction,
dan diliputi epitel anal canal
Derajat hemoroid interna
Derajat 1
Perdarahan merah segar tanpa nyeri pada waktu defekasi.
tidak terdapat prolaps keluar canal anal
pada anoskopi terlihat hemoroid yang membesar dan menonjol ke dalam
lumen
Derajat 2
menonjol melalui kanalis analis pada saat mengedan ringan tapi
dapat masuk kembali secara spontan
Derajat 3
hemoroid menonjol saat mengedan dan harus didorong kembali
masuk secara manual ke dalam anus sesudah defekasi
Derajat 4
merupakan hemoroid yang menonjol keluar dan tidak dapat
didorong masuk
Derajat I :
Tanpa disertai rasa nyeri
Terdapat perdarahan merah segar pada rectum pasca defekasi
Tidak terdapat prolaps
Pada pemeriksaan anoskopi terlihat permulaan dari benjolan hemoroid
yang menonjol ke dalam lumen
Derajat II :
Terdapat perdarahan/tanpa perdarahan sesudah defekasi
Terjadi prolaps hemoroid yang dapat masuk sendiri (reposisi spontan)
Derajat III :
Terdapat perdarahan/tanpa perdarahan sesudah defekasi
Terjadi prolaps hemoroid yang tidak dapat masuk sendiri jadi harus
didorong dengan jari (reposisi manual)
Derajat IV :
Terdapat perdarahan sesudah defekasi
Terjadi prolaps hemoroid yang tidak dapat didorong masuk (meskipun
sudah direposisi akan keluar lagi)
Hemoroid interna dibagi menjadi 4 derajat
yaitu :
Klasifikasi Hemoroid Interna
Hemoroid Interna
Derajat Berdarah Prolaps Reposisi
I + - -
II + + Spontan
III + + Manual
IV + Tetap Irreponibel
Hemoroid Interna
External Hemorrhoid
Gejala Umum : Gatal dan rasa terbakar.
Bercak darah dapat terlihat pada tisu toilet
saat berdefekasi.
External hemorrhoids terlihat diluar anus.
Pada dasarnya merupakan vena2 yang
tertutupi kulit yang berdilatasi dan berwarna
kebiruan.Biasanya muncul tanpa gejala.
Namun ketika mengalami inflamasi akan
menjadi merah dan nyeri.
Hemoroid eksterna
Akut
Bentuk akut berupa
pembengkakan bulat kebiruan
pada pinggir anus dan
sebenarnya adalah hematom,
walaupun disebut sebagai
trombus eksterna akut.
Tanda dan gejala yang sering
timbul adalah:
- Sering rasa sakit dan nyeri
- Rasa gatal pada daerah
hemorid
Kronis
Biasanya sekuele dari
hematom akut
Hemoroid eksterna kronik
atau Skin Tag terdiri atas
satu lipatan atau lebih dari
kulit anus yang berupa
jaringan penyambung dan
sedikit pembuluh darah.


Hemoroid Eksterna
1. Akut
2. Kronis

Hemoroid Gabungan
(Interna dan Eksterna)
Gejala hemoroid campuran

Gatal pada anus
Nyeri atau sakit pada anus, terutama saat duduk
Darah merah segar pada tisu toilet,feses,atau toilet
Sakit saat defekasi
Satu atau lebih benjolan padat lunak dekat anus
Patogenesis
Perdarahan dapat terjadi karena trauma feses
saat defekasi
Hemoroid yang besar dapat trombosis jika
terjadi prolaps dan venous return terobstruksi
oleh tonus sphincter menjadi padat dan sukar
dimasukkan ke dalam anal canal
Nyeri lokal dan iritasi meningkatkan tonus dan
spasme sphincter ani meningkatkan gangguan
defekasi dan prolaps


Inflamasi kronis fibrosis perianal
hambatan dilatasi anus saat defekasi
Hemoroid yang lama trombosis dan fibrosis
atrofi skin tags pada anal margin
Diagnosis
Keluhan klinis berdasarkan klasifikasi hemoroid
(derajat 1-4)
Anamnesis
inspeksi perianal untuk melihat ada atau tidaknya fisura,
fistula, polip, atau tumor. Selain itu ukuran, perdarahan,
dan tingkat keparahan inflamasi juga harus dinilai
pembengkakan vena yang mengindikasikan hemoroid
eksternal atau hemoroid interna yang mengalami prolaps.
Rectal Toucher (RT): untuk menyingkirkan keganasan dan
pemeriksaan tonus ani. Saat RT, hemoroid mungkin tidak
teraba karena terjadi pengosongan akibat tekanan jari
pemeriksa

Pemeriksaan
Fisik
Anoskopi untuk menilai mukosa rektal
dan mengevaluasi tingkat pembesaran
hemoroid
Sigmoidoskopi penilaian anus dan
rektum, penting untuk menyingkirkan
keganasan sebagai penyebab lain
Enteroskopi untuk memastikan kelainan
di usus halus
Rontgen barium enema/kolonoskopi total
memastikan kelainan di kolon
Pemeriksaan penunjang
Anoskopi
Untuk melihat hemoroid interna yang tidak menonjol ke
luar. Anoskop dimasukan dan diputar untuk menilai
keempat kuadran. Pada hemoroid interna akan terlihat
penonjolan struktur vaskular ke dalam lumen dan
penonjolan akan semakin terlihat nyata saat pasien
mengedan
2.


Pemeriksaan Penunjang
Hemoroid

Sigmoidoskopi
Untuk mengetahui ada atau tidak kelainan pada
bagian proksimal rektum



Proktoskopi
Diindikasikan apabila dicurigai adanya prolaps rektum




pemeriksaan feses
untuk memastikan ada atau tidak darah samar

Diagnosis Banding
Diagnosis Banding
Prolaps rektum Prolaps hemoroid
Lipatan mukosa tampak
konsentrik
Lipatan mukosa tampak
radier
Teraba dua dinding pada
palpasi
Tidak teraba
Anus dalam posisi normal
teraba sulcus (antara anus
dan bagian yang prolaps)
Sulcus tidak terlihat

RT: jari dapat masuk dan
kemudian berhenti

Penonjolan jarang > 5cm

Penatalaksanaan
Penatalaksanaan
Medis
Nonfarmakologis Farmakologis
Terapi Bedah
Penatalaksanaan medis non farmakologis
Perbaikan pola
hidup
Perbaikan pola
makan dan minum
Perbaiki pola/cara
defekasi
Penatalaksanaan Medis
farmakologis


1. Suplemen serat (fiber supplement)
- contoh: psyllium atau isphagula Husk
bulk laxative: menyerap air membesarkan
volume tinja meningkatkan peristaltik

2. Obat laksan/pencahar
- contoh: natrium dioktil sulfosuksinat
sebagai anionic surfactant merangsang
sekresi mukosa usus halus meningkatkan
penetrasi cairan ke dalam tinja
Obat untuk memperbaiki defekasi


Bertujuan menghilangkan atau mengurangi keluhan
rasa gatal, nyeri, atau kerusakan kulit di daerah
anus
Anestetik topikal untuk mengurangi rasa nyeri,
contoh: Lidocaine ointment 5%
Analgesik: acetaminophen
Mild astringent untuk mengurangi rasa gatal
pada perianal, contoh: Hamamelis water (Witch
hazel)
Obat Simtomatik


Menggunakan obat dengan campuran diosmin
(90%) dan hesperidin (10%) dalam bentuk
micronized
Contoh:hidrosmin dosis 3 kali kapsul sehari
diosmin hisperidin 2x1 selama 8 minggu
Obat Menghentikan Perdarahan
Mekanisme :
- Mengurangihiperpermeabilitas kapiler serta
miningatkan resistensi kapiler
- Mengurangi mediator inflamasi PGE2 PGF2a dan
radikal bebas
- Mengurangi adhesi netrofil pada vena vena post
kapiler
- Mencegah dan memperbaiki kebocoran mikrovaskula
serta melindungi mikrosirkulasi terhadap mediator
inflamasi
Terapi Bedah

Derajat 1:

Farmakologis
Skleroterapi
Foto koagulasi

Derajat 2 :
Farmakologis
Rubber band ligation
Koagulasi bipolar
skleroterapi
derajat 3 :
Rubber band ligation
Terapi bedah
Farmakologis

Derajat 4 :
terapi bedah
farmakologis
Indikasi operasi
hemmorhoid adalah :
Gejala kronik derajat
2 atau 4
Perdarahan kronik
dan anemia yang
tidak berhasil dengan
terapi sederhana
Hemmorhoid derajat
4 dengan nyeri akut
dan thrombosis serta
gangrene.
Jenis terapi bedah
Schlerotheraphy
Untuk grade I dan II yang tidak sembuh
dengan perubahan diet dan pencegahan
mengejan
Inj. Phenolin oil 5% 3-5 ml (scleroting
agent) submukosa pada pangkalnya, interval
4-6 minggu peradangan steril reaksi
fibrosis obliterasi hemoroid atropi
hemoroid






Rubber Band Ligation
Pada hemoroid yang besar atau yang mengalami prolaps
Dengan Barrons band mukosa di atas hemoroid yang
menonjol dijepit dan ditarik atau dihisap ke dalam tabung
ligator khusus Gelang karet didorong dari ligator
ditempatkan secara rapat di sekeliling mukosa pleksus
hemoroidalis obliterasi pembuluh darah hemoroid (nekrosis
iskemik)
Hemoroidektomi
Indikasi
Hemoroid derajat III dan IV
Derajat IV dengan trombosis
Perdarahan berulang dan anemia
Terapi biasa gagal
Prinsip
Eksisi sehemat mungkin pada anoderm dan kulit
yang normal dengan tidak mengganggu sfingter anus
Eksisi hemoroid dan mukosa di dasarnya dan sedikit
kulit defek kulit dan mukosa penutupan luka
sekunder
Ferguson closed hemorrhoidectomy
Whitehead Hemorrhoidectomy
Komplikasi umum
prognosis
Dengan terapi yang sesuai, pasien yang
simptomatik akan menjadi asimtomatik
Terapi operatif dengan hemoroidektomi hasilnya
sangat baik, namun bisa rekuren dengan angka
kejadian rekuren sekitar 2-5%