Anda di halaman 1dari 38

Si Penakut ke

Dokter Gigi
Skenario
Pria 36 tahun.
Keluhan gusi bengkak dan gigi goyang sejak 6 bulan
lalu.
Pasien tidak pernah memeriksakan giginya ke dokter
gigi.
Pasien menyikat gigi 1x sehari pada saat mandi pagi.
Belakangan pasien tidak pernah sikat gigi karena ada
sariawan di gusinya yg sudah 4 hari tidak sembuh dan
berulang.
Pasien mengeluh bau mulut.
2 hari pasien kurang tidur karena pekerjaan.
Pemeriksaan ekstra oral : -
Skenario
Pemeriksaan intra oral :
Gusi bengkak, merah, oedematus, mudah berdarah.
Ulser multipel tidak menyatu di mukosa labial setentang
gigi 17,15,26,35
Gigi masih lengkap.
Gigi 17,15,26,35,34 mobiliti derajat 2. (Gigi bergerak
dlm arah vestibular maupun oral > 1mm.)
Kedalaman saku gigi 17,15,26,35,34 : 6mm, resesi gigi
17,15 : 2mm, gigi 26,34 : 4mm, gigi 26,35 : 10 mm dan
gigi 34: 8mm.
Tension test : gingiva bebas bergerak menjauhi gigi.
Plak dan kalkulus hampir semua permukaan gigi.
Indeks debris : 1,7 ; Indeks kalkulus : 2
Halitosis (+)
Pemeriksaan radiografi : kehilangan tulang horizontal pada
gigi 17,15,26,35,34
Cara Menegakkan Diagnosa Pada
Kasus
Sesi I :
Penilaian pasien secara umum
Riwayat medis
Riwayat dental
Pemeriksaan radiografis
Sesi II :
Pemeriksaan oral
Pemeriksaan gigi geligi
Pemeriksaan periodonsium
Pemeriksaan Sesi I
Penilaian pasien secara umum
Status mental dan emosionil
Temperamen
Sikap
Usia fisiologis
Perubahan warna kulit pasien yg bisa mgambarkan adanya penyakit,
mis. kekuning-kuningan, pucat, sianosis dsb
Cara bernafas pasien (normal, sesak)
Obesitas atau kegemukan
Anggota gerak pasien mis. Kontrol gerakan atau adanya oedema.

Pasien di kasus adalah penakut, jadi dokter gigi yang menangani
harus dapat membangun komunikasi dan memotivasi pasien
dengan pedekatan yang nyaman dengan pasien penakut.
Riwayat Medis
Apakah pasien sedang dalam terapi obat-
obatan untuk mengetahui kondisi sistemik
pasien atau pengaruh obat yg dikonsumsi
terhadap rongga mulut pasien.
Riwayat pekerjaan (okupasi)
Kecenderungan perdarahan abnormal
Riwayat alergi



Riwayat Dental
I. Riwayat Sakit atau keluhan
Menanyakan kepada pasien adakah :
1. Perdarahan gusi, spontan maupun krn menyikat
gigi.
2. Gigi terasa goyang
3. Gigi (biasa anterior) yg menjadi jarang
4. Ada rasa tidak enak/ busuk di mulut
5. Ada rasa gatal pd gusi, baru terasa lega bila
gusi ditusuk dgn tusuk gigi.



Riwayat Dental
II. Riwayat Dental pada masa lalu
Menanyakan pada pasien tentang :
Riwayat kunjungan ke dokter gigi sebelumnya
mencakup : frekuensi, kunjungan terakhir,
frekuensi dan saat terakhir menjalani profilaksis
oral/ penskeleran
Penyikatan gigi
mencakup : frekuensi per hari, metoda, jenis
sikat & pasta gigi & penggunaan cara
pembersih lainnya mis. obat kumur.

Pemeriksaan Radiografi
Pada gigi 17,15,26,35,34 adanya kehilangan
tulang secara horizontal



Contoh gambaran kehilangan tulang alveolar secara horizontal

Pemeriksaan Sesi II
Pemeriksaan Oral
Oral Higinea
Dinilai berdasarkan banyak atau
sedikitnya penumpukan plak,
debris,materi alba dan stein pd gigi.

Diperiksa dgn bantuan bahan
pewarna plak

Lokasi penumpukan plak & iritan lokal dpt menjadi
petunjuk adanya fakor pendorong lokal. Seperti
penumpukan plak lebih banyak pada satu sisi berkaitan
dgn kebiasaan mengunyah pd sebelah sisi
Pemeriksaan Oral
Mengamati keadaan rongga mulut
Melihat adanya lesi atau hal patologis lainnya
dalam rongga mulut pasien.

Periksa dengan teliti : bibir, dasar mulut, lidah,
palatum, orofarings, saliva
Pemeriksaan Gigi Geligi
Hubungan Kontak Proksimal


Mobiliti Gigi
Kontak proksimal yg sedikit terbuka mengarah pd
impaksi makanan
Pada gigi anterior diperiksa sec. Visual, pd gigi posterior
dgn benang gigi.
Diperiksa dgn menggunakan tangkai 2
instrumen aatau 1 tangkai instrumen dgn 1 jari

Dgn salah satu tangkai instrumen menekan
gigi yg diperiksa ke arah vestibular, sedangkan
tangkai instrumen yg lain menekan gigi dari
arah oral, gigi didorong ke segala arah
Pemeriksaan Gigi Geligi
Sensitivitas terhadap perkusi


Gigi Geligi dalam Keadaan Tertutup
Merupakan tanda adanya inflamasi akut
pd ligamen periodontal
Cara pemeriksaan :gigi diperkusi hati-hati
dlm segala arah
Bertujuan utk mengungkapkan gigi yg letaknya tidak teratur,
gigi yg ekstrusi, kontak proksimal yg tidak baik, daerah impaksi
makanan yg semuanya mempermudah penumpukan plak
Overbite berlebihan menyebabkan gigi menekan gingiva rahang
antagonisnya sehingga ada impaksi makanan, saku, dan
pembesaran ggv.
Openbite menyebabkan pembersihan makanan (-)
Crossbite menyebabkan trauma karena oklusi, dll
Pemeriksaan Periodonsium
Plak Dan Kalkulus
Plak dan kalkulus supragingiva (visual ) dan
subgingiva (prob).
Gingiva
Warna, tekstur permukaan, besar dan kontur gingiva.
Saku Periodontal
Keberadaan distribusi saku dengan alat prob.
Kedalaman saku dengan alat prob.
Level perlekatan yang menggambarkan kerusakan periodontal yang terjadi
Tipe saku (saku gingiva atau saku periodontal : supraboni atau infraboni)
Pemeriksaan Periodonsium
Perdarahan Pada Probing
Masukan prob secara perlahan tunggu 30-60 detik amati.
Gingiva Cekat
Lebar gingiva cekat :


lebar gingiva berkeratin kedalaman saku
Fungsi gingiva cekat : mendukung margin gingiva dari tarikan menkanis
akibat pengunyahan bicara dan penyikatan gigi tension test .

Pemeriksaan Periodonsium
Lesi Furkasi
Derajat lesi furkasi
Lesi Pernanahan
Pernanahan dari saku
Abses gingiva dan periodontal
Aktivias Penyakit
Lesi Aktif : mudah berdarah, cairan sulkus banyak, flora
subgingiva didominasi spirokheta dan bakteri motil.
Lesi Inaktif : perdarahan tidak ada atau minimal, cairan sulkus
sedikit, plak subgingiva didominasi bakteri kokus.

Periodontitis Kronis Lokalisata
Parah
Diagnosis Kasus
Periodontitis Kronis Lokalisata Parah
Periodontitis
Gambaran klinis :
perubahan warna dan konsistensi gingiva,
adanya resesi gingiva
adanya mobility
Adanya kehilangan tulang
halitosis
disertai lagi dengan OH pasien yang buruk.


Kronis
Proses menjadi kronis terjadi lambat yaitu 6 bulan dimana dibutuhkan
waktu untuk terjadi penumpukan plak yang berlanjut ke gingivitis dan
menjadi periodontitis.
Lokalisata
Hanya terjadi pada gigi 17,15,26,35,34
Parah
Terjadi kehilangan perlekatan 7mm (5-7mm : parah) dan mobiliti
derajat 2.
Perubahan Warna Dan
Konsistensi Gingiva
Warna : Coral Pink Merah
Vaskularisasi bertambah
Keratinisasi epitel berkurang atau hilang akibat
tertekannya epitel oleh jaringan yang terinflamasi

Konsistensi Gingiva :
kaku lenting oedematus dan lunak
Gingiva yang sebelumnya mengandung banyak serat
kolagen di lamina propria tetapi menjadi hilang karena :
Gingiva diinfiltrasi oleh cairan dan sel eksudat inflamasi
Terjadi degenerasi jaringan ikat dan epitel berkaitan
dengan substensi perusak yang menicu inflamasi dan
eksudat inflamasi
Perdarahan pada Gingiva
Mudahnya terjadi perdarahan pada gingiva disebabkan:

Kapiler yang membesar, penuh berisi darah, rapuh dan
terdesak oleh cairan dan sel radang ke arah permukaan.

Epitel sulkular yang menipis dan degenerasi atau ulserasi
sehingga berkurang fungsi protektifnya, akibatnya dengan
sentuhan ringan kapiler darah sudah pecah dan
menimbulkan perdarahan.

Mekanisme Penyakit Periodontal
Plak dan Kalkulus Bakteri Inflamasi Penyakit Periodontal

Poket yang terbentuk :
Poket Periodontal Supraboni
Poket Periodontal
Karena kehilangan perlekatan
kearah apikal dan telah melewati
batas semento-enamel dan atau
dapat ditambah bergeraknya
margin gingiva ke arah koronal
akibat adanya pertambahan
besar.

Poket Supraboni
Karena dasar
sakunya berada
koronal dari tulang
alveolar dan
kehilangan tulang
horizontal.
Mekanisme Terjadinya Mobiliti
Poket
Periodontal
Resorpsi
Tulang
Pelebaran
Ligamen
Periodontal
MOBILITI
Proses pembentukan poket
periodontal:
1. Hancurnya serabut kolagen yang berada persis
apikal dari epitel penyatu, disebabkan:
pengaruh kolagenase dan ensim lisosomal lain
yang dilepas LPN dan makrofag
difagositosa fibroblas dengan cara:
menjulurkan processus sitoplasmiknya ke
perbatasan antara ligamen periodontal dengan
sementum
meresorpsi fibril kolagen yang tertanam dalam
sementum dan fibril matriks sementum
2. Berproliferasinya bagian epitel penyatu ke arah
apikal
Proses resorpsi tulang :
Berlangsung karena aktivitas :
Mediator inflamasi seperti PGE
2


Ensim (kolagenase, hialuronidase)
Sel yang terlibat pada resorpsi tulang :
Osteoklas, yang menyingkirkan bahan mineral
tulang
Sel mononukleus (monosit), yang berperan dalam
degradasi matriks organik tulang
Resorpsi tulang bisa juga disebabkan aksi yang
berlebihan dari reaksi imunitas, dalam hal ini reaksi
imun kompleks dan reaksi yang diperantarai sel
Pelebaran ligamen Periodontal
Dapat terjadi karena :
Adanya trauma oklusi
Tulang yang mengalami resorpsi dan tidak
mendukung lagi
Oleh karena itu ligament periodontal menjadi
melebar dan tidak dapat menahan gigi.
Kehilangan Perlekatan dan Lebar
Gingiva Cekat
Gigi 1.7 1.5 2.6 3.5 3.4
Resesi Gingiva (mm) 2 2 4 6 4
Kedalaman Saku (mm) 6 6 6 6 6
Lebar Gingiva Berkeratin (mm) 14 14 10 10 8
Kehilangan Perlekatan (mm)
*Resesi Gingiva Kedalaman Saku

8

8

10

12

10
Lebar Gingiva Cekat (mm)
*Lebar Gingiva Berkeratin
Kedalaman Saku

8

8

4

4

2
Tension Test
Dilakukan untuk melihat ke adekuatan fungsi gingiva
cekat dalam mendukung margin gingiva dari tarikan
menkanis akibat pengunyahan bicara dan penyikatan gigi.

Cara : bibir, pipi ditarik kekiri dan kekanan atas bawah
samil memperhatikan gingiva bebas.

Hasil test :
Positif Apabila pada waktu peregangan gingiva bebas
bergerak menjauhi gigi.
Gingiva cekat inadekuat
Negatif Apabila pada waktu peregangan gingiva jika
tidak bergerak menjauhi gigi.
Gingiva cekat adekuat.

Skor Oral Higiene
Oral
Higiene
Indeks
debris
+
Indeks
kalkukus
Skor OH
1,7 + 2
=
3,7
Level OH
Oral
Higiene
JELEK
Rencana Perawatan
Edukasi pasien tentang penyakitnya
Instruksi pasien untuk memperbaiki OH
Perawatan:
Fase 1: Fase etiotropik menghilangkan faktor penyebab.
Kontrol Plak Penskaleran
Hilangkan poket periodontal Penyerutan Akar
Terapi anti mikrobial
Evaluasi fase 1 :
Kedalaman saku dan inflamasi gingiva
Plak dan kalkulus
Fase 4: Pemeliharaan
Kontrol plak secara berkala untuk melihat plak dan kalkulus
Pemeriksaan radiografi secara berkala untuk melihat
pertumbuhan tulang
Diagnosa Ulser :
Stomatitis Apthos Recurent Minor
Stomatitis Apthos Recurent
Gambaran Klinis : bulat / oval, berbatas jelas, dangkal,
ditutupi pseudomembran, multiple, tidak
menyatu, sering berulang.
SAR Minor
Perbedaan dengan SAR Mayor adalah letaknya.
SAR Mayor dapat terjadi di mukosa yang berkeratin
sedangkan SAR Minor tidak dapat terjadi di mukosa yang
tidak berkeratin.
Psikis
(Stress)
Cohen-Cole dkk mengatakan: stress
dapat menjurus ke pengaktifan
kelenjar hipotalamus, pituitar, dan
adrenal. Hal ini berakibat peningkatan
level kortisol dalam serum dan urin
sehingga fungsi linfosit dan leukosit
polimorfonuklear tertekan
Berkaitan dengan kerja saraf simpatis yang
dapat menurunkan volume kenekjar saliva
yang dihasilkan
Psikis
(Stress)
Imuno
defisiensi
S Ig A
menurun
Bakteri flora
normal
menyerang
bebas
ULSER
Pemicu Terjadinya Ulser
Perawatan Ulser
Edukasi penyebab ulser.
Instruksi :
Konsumsi makanan yang mengandung asam
folat, iron, vitamin B12.
Pasien relaksasi untuk menghilangkan stress.
Terapi obat:
Anastetik topikal :
Imunostimulan : levamisol, stimuno, dll.

Menghilangkan Halitosis
Edukasi dan penjelasan tentang halitosis berdasarkan
data pemeriksaan
Pasien diminta menjaga kebersihan mulut dengan
menyikat gigi mencakup bgn interdental secara teratur,
membersihkan dorsum lidah, pembersihan plak dan
kumur dengan antiseptik oral untuk menyingkirkan
bakteri gram negatif penyebab halitosis.
Melakukan pembersihan oral oleh profesional dan
pengobatan penyakit oral terutama penyakit
periodontal
Bisa juga menggunakan bahan chlorine dioxide yang
mengubah VSC yang berbau menjadi tidak berbau.