Anda di halaman 1dari 29

DISUSUN OLEH:

LATIFATUN NIKMAH
1102010149
PENDAHULUAN
Tinitus berasal dari bahasa latin
yang artinya nada.

Tinitus adalah persepsi suara
yang bukan merupakan
rangsangan dari luar.

Suara yang terdengar begitu
nyata dan serasa berasal dari
dalam telinga atau kepala.
PENDAHULUAN
Tinitus dapat bersifat subjektif dan objektif. Tetapi hampir sebagian
besar kasus, tinnitus bersifat subjektif.

Tinitus bukanlah suatu diagnosis penyakit tetapi merupakan gejala
dari suatu penyakit.Tinitus mungkin dapat timbul dari penurunan
fungsi pendengaran yang dikaitkan dengan usia dan proses degenerasi,
trauma telinga ataupun akibat dari penyakit vaskular.

Dari hasi penelitian, didapatkan satu dari lima orang di antara usia 55
dan 65 tahun dilaporkan mengalami tinitus. Hal ini menandakan
bahwa tinitus adalah keluhan yang sangat umum yang diterima di
kalangan usia lanjut.
ANATOMI TELINGA
Telinga terdiri dari tiga bagian, yaitu telinga luar,
telinga tengah, dan telinga dalam
a. Telinga luar
Telinga luar meliputi daun telinga atau pinna, Liang telinga atau
meatus auditorius eksternus, dan gendang telinga atau membrana
timpani.

Liang telinga berbentuk huruf S, dengan rangka tulang rawan pada
sepertiga luar dan tulang di dua pertiga dalam. Liang telinga memiliki
panjang kira-kira 2,5 - 3 cm.
b. Telinga tengah
Telinga tengah adalah ruangan yang berbentuk kubus. Isinya meliputi
gendang telinga, 3 tulang pendengaran (malleus, incus, dan stapes).
muara tuba Eustachii juga berada di telinga tengah.

Getaran suara yang diterima oleh gendang telinga akan disampaikan ke
tulang pendengaran. Masing-masing tulang pendengaran akan
menyampaikan getaran ke tulang berikutnya. Tulang stapes yang
merupakan tulang terkecil di tubuh meneruskan getaran kekoklea.
c. Telinga Dalam
Telinga dalam terdiri dari labirin osea, yaitu sebuah rangkaian rongga
pada tulang pelipis yang dilapisi periosteumyang berisi cairan
perilimfe& labirin membranasea, yang terletak lebih dalam dan
memiliki cairanendolimfe.

Selain bagian pendengaran, bagian telinga dalam terdapat indera
keseimbangan. Bagianini secara struktural terletak di belakang labirin
yang membentuk struktur utrikulus dan sakulus serta tiga saluran
setengah lingkaran atau kanalis semisirkularis.
FISIOLOGI PENDENGARAN
TINITUS
Definisi
salah satu bentuk gangguan pendengaran berupa sensasi suara tanpa
adanya rangsangan dari luar, dapat berupa sinyal mekanoakustik
maupun listrik.

Keluhan suara yang di dengar sangat bervariasi, dapat berupa bunyi
mendenging, menderu, mendesis,mengaum, atau berbagai macam
bunyi lainnya.

Serangan tinitus dapat bersifat periodik ataupun menetap. Disebut
periodik jika serangan yang datang hilang timbul. Episode periodik
lebih berbahaya dan mengganggu dibandingkan dengan yang berifat
menetap. Hal ini disebabkan karena otak tidak terbiasa atau tidak
dapat mensupresi bising ini.
Klasifikasi
Tinitus terjadi akibat adanya kerusakan ataupun perubahan pada telinga
luar, tengah, telinga dalam ataupun dari luar telinga.

Berdasarkan letak dari sumber masalah, tinitus dapat dibagi menjadi
tinitus otik dan tinitus somatik.



Berdasarkan objek yang mendengar, tinitus dapat dibagi menjadi
tinitus objektif dantinitus subjektif.


Etiologi
Tinitus paling banyak disebabkan karena adanya kerusakan dari
telinga dalam. Terutama kerusakan dari koklea.

Secara garis besar, penyebab tinitus dapat berupa kelainan yang
bersifat somatik, kerusakan N. Vestibulokoklearis, kelainan vascular,
tinitus karena obat-obatan, dan tinitus yang disebabkan oleh hal
lainnya.
kelainan somatik daerah
leher dan rahang
akibat kerusakan N.
Vestibulokoklearis
karena kelainan vaskular
karena kelainan
metabolik
akibat kelainan
neurologis
akibat kelainan
psikogenik
akibat obat-obatan
akibat gangguan
mekanik
akibat gangguan
konduksi
akibat sebab lainnya
Patofisiologi
Diagnosis
Penatalaksanaan
Perlu diketahui penyebab tinitus agar dapat diobati sesuai dengan
penyebabnya.
Misalnya serumen impaksi cukup hanya dengan ekstraksiserumen.
Tetapi masalah yang sering di hadapi pemeriksa adalah penyebab
tinitus yang terkadang sukar diketahui.
Pada umumnya pengobatan gejala tinitus dapat dibagi dalam 4 cara
yaitu:

Komplikasi
Tinnitus secara signifikan dapat mempengaruhi kualitas hidup
seseorang, dimana dampak dari tinnitus untuk setiap orang berbeda-
beda tetapi berkaitan erat dengan hal-hal dibawah ini :

Pencegahan
Lindungi pendengaran di tempat kerja. Gunakan sumbat-sumbat
telinga atau alat-alat penutup telinga.

Ketika berada di sekitar segala bunyi yang mengganggu telinga-telinga
(concert, acara olahraga, berburu) pakailah pelindung pendengaran
atau mengurangi tingkat-tingkat bunyi.

Bahkan bunyi-bunyi setiap hari, seperti blow untuk mengeringkan
rambut atau menggunakan pemotong rumput, dapat memerlukan
perlindungan. Siapkan sumbat-sumbat telinga atau penutup-penutup
telinga untuk aktivitas-aktivitas ini.

Kesimpulan
Tinitus adalah persepsi suara yang bukan merupakan rangsangan dari
luar. Suara yang terdengar begitunyata dan serasa berasal dari dalam
telinga atau kepala. Pada sebagian besar kasus, gangguan ini tidak
begitu menjadi masalah, namun bila terjadinya makin sering dan berat
maka akan menganggu juga.
Tinitus dapat bersifat otik dan somatik. Otik berarti penyebab tinitus
berasal dari telinga dan somatik berarti penyebab tinitus berasal dari
luar telinga. Tinitus juga ada yang bersifat subjektif dan objektif.
Subjektif berarti tinitus hanya dapat didengar oleh pasien dan objektif
berarti tinitus dapat didengar juga oleh pemeriksa. Berdasarkan
kualitas suara yang didengar,tinitus ada yang bersifat pulsatil yang
berarti berdenyut dan nonpulsatil yang berarti tidak berdenyut.