Anda di halaman 1dari 25

Mewujudkan Kawasan

Perdesaan
Berkelanjutan
Permasalahan Perdesaan
Konsep dan Atribut
Perdesaan
Berkelanjutan
Tipologi Kawasan
Perdesaan
P2KPB
PERDESAAN
LESTARI
RPJP
RPJM
RTRW Kabupaten
RPI2-JM
Kabupaten
UU No. 26 Tahun 2007
UU No. 41 Tahun 2009
UU No. 01 Tahun 2014
UU No. 06 Tahun 2014
1
3
2
4
5
Menurunnya aspek KEBERLANJUTAN pada kawasan perdesaan
Tingginya tingkat
KEMISKINAN
Kurang
berkembangnya
EKONOMI LOKAL
perdesaan
Rendahnya
PRODUKTIVITAS
sumberdaya primer
BERKURANGNYA
petani dan nelayan
MIGRASI penduduk
ke perkotaan
Kurangnya APRESIASI
masyarakat thd
aspek sosial budaya
Banyaknya alih
fungsi lahan
pertanian
Defisit Pangan
Rentan terhadap
BENCANA
Rendahnya DAYA
SAING ekonomi dan
PRODUKTIVITAS
kawasan perdesaan
Aspek EKONOMI
ISUE STRATEGIS
Menurunnya
IDENTITAS BUDAYA
lokal
Aspek SOSIAL-BUDAYA
ISUE STRATEGIS
Rusaknya LINGKUNGAN
dan hilangnya SUMBER
DAYA ALAM
Aspek LINGKUNGAN
ISUE STRATEGIS
1

Mewujudkan ruang kawasan perdesaan berkelanjutan melalui
perbaikan ekonomi, peningkatan kualitas pelestarian
lingkungan hidup, pengembangan modal sosial dengan
mendorong inisiatif pemerintah kabupaten bersama masyarakat
dan swasta yang didukung oleh Pemerintah pusat dan provinsi
berbasis RTRW Kabupaten.


1. Terwujudnya peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan di
perdesaan
2. Terwujudnya perlindungan dan pengelolaan kawasan lindung
3. Terwujudnya konservasi warisan budaya lokal
4. Terwujudnya ketersediaan lahan penunjang ketahanan pangan
termasuk lahan pertanian pangan berkelanjutan ( LP2B )
5. Terwujudnya keseimbangan pembangunan perdesaan
perkotaan
6. Terwujudnya peningkatan ekonomi perdesaan
7. Terwujudnya peningkatan sarana prasarana perdesaan

2

Kawasan perdesaan adalah wilayah yang mempunyai
kegiatan utama pertanian, termasuk pengelolaan sumber
daya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai
tempat permukiman perdesaan, pelayanan jasa
pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.
~Pasal 1 Ketentuan Umum UUPR 26/2007.

Kegiatan yang menjadi ciri kawasan perdesaan meliputi
tempat permukiman perdesaan, kegiatan pertanian,
kegiatan terkait pengelolaan tumbuhan alami, kegiatan
pengelolaan sumber daya alam, kegiatan pemerintahan,
kegiatan pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.
~Penjelasan Ps. 5 ayat (4) UUPR 26/2007.



Pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan
masa kini tanpa mempengaruhi/mengurangi
kemampuan generasi masa yang akan datang untuk
memenuhi kebutuhannya.
Prinsip dasar: Efisiensi Sumberdaya, Pencadangan
Sumberdaya, Perlindungan Lingkungan,
Optimalisasi Produktivitas Lahan
~Bruntland Report: Our Common Future, (WCED, 1987).


3

Beberapa tipologi kawasan perdesaan, antara
lain:
1. Kawasan Agropolitan;
2. Kawasan Minapolitan;
3. Kawasan Pariwisata;
4. Kawasan Perdesaan Adat/Budaya;
5. Kawasan Perdesaan Penyangga Perkotaan;
dan
6. Kawasan Lingkungan Hidup.

Adalah Program yang diarahkan untuk
mewujudkan ruang kawasan perdesaan yang
dapat menjaga ketahanan pangan, memelihara
dan melestarikan lingkungan hidup,
mengembangkan modal sosial dengan
memberdayakan masyarakat, serta menjaga
keseimbangan perkembangan perkotaan-
perdesaan berbasis RTRW Kabupaten
Merupakan reward terhadap kabupaten yang sudah menetapkan Perda
RTRW, dan mengarus utamakan ketahanan pangan

4

ROADMAP P2KPB
Pemantauan
fungsi dan
manfaat P2KPB
Promosi
program
kepada
stakeholder
terkait

Pemberdayaan komunitas
perdesaan dengan
mempertahankan kearifan
lokal (sosial budaya)
Pengembangan
kelembagaan dan pranata
Pilot project prasarana dan
sarana yang mendorong
peningkatan ekonomi
berdaya saing serta
berwawasan lingkungan
Promosi program kepada
stakeholder terkait

Sosialisasi
Program
Kesepakatan
dan Komitmen
Fasilitasi
Penyusunan
Rencana Aksi,
Konsep
Rencana Rinci
Tata Ruang
Kawasan ,
RPI2JM,
Rencana Teknis/
DED

Penyiapan
Program
Implementasi Pemantauan
5
PEMBINAAN
Perenca-
naan Tata
Ruang
Peman-
faatan
Ruang
Pengendalian
Pemanfaatan
Ruang
PELAKSANAAN
PENGATURAN
PEMBINAAN
PENGAWASAN
Pemanfatan
Ruang
Pengendalian
Pemanfaatan
Ruang

Perencanaan
Tata Ruang
Implementasi Pusat
dimaksudkan
Sebagai Pilot Project
Fisik Pembangunan
Kawasan Perdesaan
Tahapan yang tidak berhenti
pada tataran perencanaan,
namun pada tataran
implementasi rencana

Merupakan sebuah insentif
program untuk mendorong
pemerintah daerah dalam
mewujudkan aksi dan langkah
nyata mewujudkan kawasan
perdesaan yang aman, nyaman,
produktif, dan berkelanjutan
14
14
20
20
20
20
14 14 20 20 20 20 108
- 14 14 20 20 - 68
- - 14 14 20 20 68
2013 2014 2015 2016 2017 2018 Kab
Persiapan Implementasi Pemantauan
14
Kawasan Non Perdesaan
Kawasan Prioritas I KPB Kabupaten Lombok
Tengah
Pusat Kegiatan Lokal (PKL)
Pusat Kegiatan Lokal Promosi (PKLp)
Pusat Pelayanan kawasan (PPK)
Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL)
15
16
325
312,5
Lokasi Tapak
312,5
312
311,5
313
Develoble Area
b
a
n
g
u
n
a
n

e
k
s
i
s
t
i
n
g
Bangunan Eksisting I
Bangunan Eksisting II
17
18

Perspektif Desain.
RPH
pasar hewan
kandang
pasar hasil
perkebunan
aula
serbaguna
mushalla
pengolahan hasil
perkebunan
kantor
pengelola
eksisting
gudang
pintu masuk/keluar
P
P
P
L
L
L
P
parkir
L
loading
ke Desa
Sumber Rejeki
ke Desa Tanggetada,
Desa Wowoli, Kec.
Watubangga
saung tani
puskeswan
gudang produk jadi
rumah
dinas
LAB IB&ET
toilet
GAMBAR PERSPEKTIF VIEW LAUT
Terima Kasih