Anda di halaman 1dari 22

CARSINOMA GASTER

ASEP DANI/07310033

PEMBIMBING : DR HANS M. SP.B FICS
WHAT IS THAT?
Karsinoma gaster merupakan bentuk
neoplasma gastrointestinal yang paling
sering terjadi dan menyebabkan sekitar 2,4
% kematian akibat kanker. (Price &Wilson,
1995)
Karsinoma gaster merupakan mutasi sel
gaster yang kebanyakan menyerang antrum
gaster dan merupakan kanker
adenokarsinoma.(Baughmen & JoAnn, 2000)

Epidemiologi
terbanyak kedua di dunia pada tahun
1990, diperkirakan sebanyak 800.000
kasus baru dengan angka kematian
650.000 ditemukan tiap tahunnya
(R. Clark, 2006)
mortalitas bervariasi dari 5 per 100,000
populasi di Amerika Serikat sampai 35 per
100,000 populasi di Rusia. (Zinner MJ,
Ashley SW, 2007)

Tumor gaster banyak ditemukan pada orang
tua (50-70 tahun),
Perbandingan laki-laki : wanita = 2:1. Pasien
dengan umur muda (< 30 tahun) tumornya
lebih agresif dengan prognosis lebih buruk.
Diagnosa kanker lambung dini sangat jarang
(80% tidak ada keluhan/asimptomatik).
Pada umumnya, penderita didiagnosis sudah
dalam stadium lanjut dan sulit disembuhkan

PATOLOGI DAN
PATOFISIOLOGI
Pada tahun 1965 Laurn mengajukan
system klasifikasi yang sederhana dan
dapat diterima secara luas, yang
mengklasifikasikan kanker gaster menjadi
bentuk
intestinal (53%),
diffuse (33%), dan
unclassified (14%).
TIPE INTESTINAL







Kanker gaster tipe intestinal memperlihatkan progresi klasik
karsinogenesis yang mirip dengan kanker kolon. Paparan dari
lingkungan (contohnya diet tinggi garam, diet rendah vitamin
C/E, infeksi H. Pylori) mengakibatkan terjadinya gastritis
superfisial kronik, yang kemudian akan berprogresi
dari atrophic gastritis ke intestinal metaplasia, dysplasia, dan
akhirnya kanker
TIPE DIFUSE
Penurunan fungsi dan ekspresi dari E-
cadherin (CDH1), sebuah transmembran
protein yang terlibat adhesi sel,serta
infeksi h.pilory dan akhirnya kangker
Klasifikasi TNM Carcinoma Gaster
Tumor Primer
TX : Tumor primer tidak dapat ditemukan
T0 : Tidak ada bukti tumor primer
Tis : Carcinoma insitu
T1 : Invasi ke lamina propria, mukosa muskularis atau submukosa
T1a : Invasi ke lamina propria atau mukosa muskularis
T1b : Invasi ke submukosa
T2 : Invasi ke muskularis propria
T3 : Penetrasi ke jaringan lunak subserosa tanpa invasi dari
petioneum visceral atau struktur lainnya.
T4 : Invasi ke serosa (peritoneum visceral) atau struktur terdekat
T4a : Invasi ke serosa (peritoneum visceral)
T4b : Invasi ke struktur terdekat seperti lien, colon transversal, hepar,
diafragma, pankreas, ginjal, usus halus dan retroperitoneum
Lanjutan,.
Metastasis Kelenjar Limfe Regional
Nx : metastasis k KGB tidak dapat ditemukan
N0 : None
N1 : Metastasis ke kelenjar limpa 1-2 cm dari tumor primer
N2 : Metastasis ke kelenjar limfe perigastrik 3-6 cm dari
pinggir tumor primer (sepanjang lambung kiri, common
hepatic, limpa atau arteri celiac)
N3 : Metastasis ke kelenjar limfe perigastrik 3-6 cm dari
pinggir tumor primer atau lebih

Metastasis Jauh
M0 : None
M1 : Metastasis jauh

Karsinoma lambung dini (Early
Gastric Cancer: EGC)
Istilah EGC ini meliputi semua karsinoma
yang tidak invasif kedalam lapisan
muskularis dan masih terbatas pada
mukosa dan submukosa
EGC dapat berupa penonjolan dari fokus
kecil dan kadang secara diam-diam
meluas, sehingga mengesankan
kemungkinan dari gabungan beberapa
fokus (multicentris)
Klasifikasi karsinoma lambung menurut Japan
Gastroenterological Endoscopy Society (1962):
Tipe I (polipoid/protruded type) :
tumor ganas yang menginvasi hanya terbatas
pada mukosa dan submukosa yang berbentuk
polipoid. Bentuknya ireguler, permukaan tidak
rata, perdarahan dengan atau tanpa ulserasi.
Tipe II (superficial type)
dapat dibagi atas 3 subtipe:
Elevated type :
Tampak sedikit elevasi mukosa lambung, hampir
seperti tipe I, terdapat sedikit elevasi serta dan
lebih meluas dan melebar.
Flat type:
Tidak terlihat elevasi atau depresi pada mukosa
dan hanya terlihat perubahan pada warna
mukosa.
Depressed type:
Didapatkan permukaan yang ireguler dan pinggir
yang tidak rata (ireguler) hiperemis/ pendarahan
Tipe III (excavated type) : menyerupai
Bormann II (tumor ganas lanjut) dan sering
disertai kombinasi seperti IIc + III atau III +
IIc dan IIa + IIc.
Karsinoma lambung lanjut
(Advanced Gastric Cancer=
AGCr)
Pada tipe lanjut, sel-sel kanker sudah
terjadi perluasan pada lapisan mukosa,
submukosa, muskularis, kadang-kadang
sampai lapisan propria dan serosa.
Bahkan sering terjadi infiltrasi atau
metastase ke kelenjar limfe atau organ
lainnya.

Menurut klasifikasi Bormann dapat dibagi atas:
Bormann I:
Bentuknya berupa polipoid karsinoma yang sering
juga disebut sebagai fungating dan mukosa di
sekitar tumor atrofi dan ireguler
Bormann II
Merupakan non infiltrating carcinomatous ulcer
dengan tepi ulkus serta mukosa sekitarnya
menonjol dan disertai nodular. Dasar ulkus terlihat
nekrosis dengan warna kecoklatan, keabuan dan
merah kehitaman. Mukosa sekitar ulkus tampak
sangat hiperemis
Bormann III:
berupa infiltrating carcinomatous ulcer, ulkusnya
mempunyai dinding dan terlihat adanya infiltrasi
progresif dan difus
Bormann IV:
berupa bentuk diffuse infiltrating type, tidak terlihat
batas tegas pada dinding dan infiltrasi difus pada
seluruh mukosa
GEJALA KLINIS
Keluhan utama tumor ganas gaster adalah
berat badan menurun (82%),
nyeri epigastrium (63%),
muntah (41%),
keluhan pencernaan (40%),
anoreksia (28%),
keluhan umum (25%),
disfagia (18%),
nausea (18%),
kelemahan (17%),
sendawa (10%),
hematemesis (7%),
regurgitasi (7%) dan
lekas kenyang (5%).
Kanker gaster biasanya tidak menjadi simptomatik sampai penyakitnya
menyebar dengan luas dikarenakan gejalanya tidak spesifik sehingga
kebanyakan pasien dengan kanker gaster terdiagnosa pada stadium lanjut
DIAGNOSIS

Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Radiologi
Pemeriksaan CT-Scan
Pemeriksaan MRI (Magneting Resonance
Imaging)
Pemeriksaan Ultrasonography
Gastroskopi dan Biopsi
Endoskopi Ultrasound
Pemeriksaan Darah & Tinja
Sitologi


Tata Laksana
Endoskopik Mucosal Resection
Laparoscopic Resection
Pembedahan
Gastrectomy
Total gastrectomy
Subtotal gastrectomy
Kombinasi terapi
Radiasi

PROGNOSIS
Dengan dikenalnya kanker gaster dini dengan
pemeriksaan gastroskopi, prognosisnya lebih
baik dari keadaan lanjut
Faktor hubungan dengan prognosis
Usia
Lokasi tumor
Keterlibatan limph regional
Inflamatory
Tipe gambaran mikroskopis