Anda di halaman 1dari 19

PEMBIMBING

dr. YULIA PUSPITASARI, Sp.M


OLEH:
RIZKI RAHMA SARI
0907101010134
Konjungtiva sering terlibat dalam reaksi inflamasi dan alergi
Dapat menjangkiti manusia dari segala usia, ras, strata sosial,
dan jenis kelamin
Gangguan yang sering dikaitkan dengan manifestasi atopi
seperti rhinitis dan asma
Bisa membatasi kualitas hidup pasien dengan mempengaruhi
kegiatan kehidupan sehari-hari
Konjungtivitis alergi didefinisikan sebagai suatu inflamasi pada
konjungtiva yang berhubungan dengan reaksi alergi tipe 1, tanpa
disertai perubahan proliferatif
Musim semi : allergen berupa serbuk sari
Musim panas : rumput
Musim dingin : menurunnya transmisi allergen airbone shg
tidak menimbulkan gejala
Gejala muncul sepanjang tahun
Alergen berupa debu rumah, asap rokok, dan bulu hewan
Mata merah
Mata gatal
Mata berair
Mata bengkak

Alergen masuk ke dalam tubuh melalui beberapa cara seperti
inhalasi, kontak langsung, saluran cerna, atau suntikan.
Konjungtivitis alergi seasonal dan perennial dapat dipicu oleh
terpajannya mukosa konjungtiva terhadap serbuk sari yang
terdapat di udara bebas, bulu binatang, debu, dan bahan
kosmetik.
Efek:
Kontraksi otot polos
Vasodilatasi vascular
Permeabilitas vask. Meningkat
Kerusakan jaringan
Anamnesis : mata merah, mata gatal, mata berair,
riwayat terpapar allergen.
Klinis : konjungtiva hiperemis, khemosis,
Pemeriksaan penunjang : apusan konjungtiva (menilai kadar
eosinophil),
serum IgE.


Non Medikamentosa : menghindari allergen, airmata buatan,
Medikamentosa : antihistamin, stabilisator sel mast,
kortikosteroid, NSAID

Konjungtivitis alergi merupakan salah satu penyakit alergi pada mata yang dibagi
menjadi 2, yaitu seasonal allergy conjunctivitis dan perennial allergy conjunctivitis.
Pada dasarnya, SAC dan PAC sama dalam hal gejala. Hanya gejala pada PAC
muncul sepanjang tahun dengan allergen yang menetap sepanjang tahun.
Prinsip tatalaksana pada konjungtivitis alergi adalah mencegah kontak dengan
allergen. Bila tidak bisa dihindari, maka penggunaan antihistamin, stabilisator sel
mast, kortikosteriod, dan NSAID baik topikal dan sistemik bisa dipertimbangkan untuk
diberikan pada penderita konjungtivitis alergi.