Anda di halaman 1dari 50

2014714 1

Pengukuran ROM
2014714 2
Konsep Dasar
Goniometer
Joint Motion
Range of Motion
Faktor-faktor yg mempengaruhi ROM
End Feel
Capsular Pattern
Non Capsular pattern

2014714 3
Goniometer
Terminologi (Yunani)
gonia sudut
metron ukuran
Mengukur sudut (jarak gerak) single motion
Parameter :
1. Gejala yg ada
2. Kemampuan fungsional
3. Aktifitas pekerjaan & rekreasi
2014714 4
Hasil data utk :
1. Menentukan ada/tdk disfungsi
2. Menentukan/menegakkan diagnosa
3. Menentukan/mengembangkan tujuan terapi
4. Evaluasi progresifitas/tindakan terapi
5. Modifikasi tindakan terapi
6. Motivasi pasien/klien
7. Penelitian efektifitas teknik terapi tertentu
8. Referensi penyiapan/pengadaan alat bantu
2014714 5
Joint Motion
Arthrokinematik (permukaan sendi)
1. Slide/glide geser
2. Spin angular
3. Roll putar
Osteokinematik (pada tulang)
1. Bidang sagital aksis medial-lateral
2. Bidang frontal aksis anterior-posterior
3. Bidang transversal aksis vertikal
2014714 6
Range of Motion
Serangkaian gerakan
yg terjadi pd
persendian dr awal
sampai akhir gerakan
Pengukuran pd posisi
anatomi
Sistem notasi
0 - 180 Silver (1923) banyak digunakan
Cave & Roberts, Moore, American
Academy of Orthopaedic Surgeons
& American Medical Association
180 - 0 Diawali pd posisi 180 ke 0 dlm
posisi anatomi
360 Diawali pd posisi 180 dlm posisi
anatomi
Notasi 180 - 0 & 360 sulit diinterpretasikan
jarang digunakan


2014714 7
2014714 8
Faktor2 yg mempengaruhi ROM
Usia
Fleksi-ekstensi wrist, rotasi hip & shoulder
menurun dgn bertambahnya usia (Allender dkk)
Gerakan aktif hip & knee menurun 3-5 pd klp
umur 25-39 thn & 60-74 thn. Ekstensi hip
menurun sampai 15% (Roach & Miles)
Peningkatan ROM thoracolumbal (fleksi, ekstensi
& lateral fleksi terjadi pd klp umur 15-24 thn &
mulai umur 25-34 thn terjadi penurunan scr
progresif (Moll & Wright)

2014714 9
Faktor2 yg mempengaruhi ROM
Jenis kelamin
Usia 21-69 thn penurunan ROM ekstensi hip
wanita > pria. Usia 1-29 penurunan ROM
adduksi & lateral rotasi hip wanita > pria
(Boone dkk)
Usia antara 0-80 thn wanita lebih mobile drpd
pria (Beighton, studi di Afrika

2014714 10
Faktor2 yg mempengaruhi ROM
Aktif ROM
Memberikan informasi ttg keberadaan
gerakan pasien termasuk memantau
koordinasi gerak, kekuatan otot & ROM
sendi
Nyeri aktif ROM
pemendekan/penguluran jaringan kontraktil
(otot/tendon)
Penyebab lain penguluran/penjepitan
jaringan non kontraktil (ligamen, kapsul
sendi & bursa

2014714 11
Faktor2 yg mempengaruhi ROM

Pasif ROM
Sedikit lebih besar drpd aktif ROM.
Kontrol gerak volunter lebih kecil pd pasif ROM
Memberikan informasi ttg integritas permukaan
sendi & ekstensibilitas kapsul sendi, ligamen &
otot tanpa dipengaruhi oleh kekuatan otot &
koordinasi gerak pasien/klien
2014714 12
End feel (normal)
End feel Structure Example
Soft Soft tissue
approximation
Knee flexion (contact between soft
tissue of posterior leg & posterior thigh
Firm Muscular stretch

Capsular stretch

Ligamentous stretch
Hip flexion with knee straight (passive
elastic tension of hamstring muscles)
Extension of MCP joint (tension in the
anterior capsule
Forearm supination (tension in the
palmar radioulnar ligament of the
inferior radioulnar joint, interosseus
membrane, oblique cord)
Hard Bone contacting bone Elbow extension (contact between the
olecranon fossa of the humerus)
2014714 13
Abnormal (pathological end feel)
End feel Examples

Soft (occurs sooner or later in
the ROM than usual or in a
joint that normally has a firm or
hard end feel
Soft tissue edema
Synovitis

Firm (occurs sooner or later in
the ROM than usual or in a
joint that normally has a soft
hard end feel

Increased muscular
tone
Capsuar, muscular &
ligamentous
shortening
2014714 14
Abnormal (pathological end feel)
End feel Examples
Hard (occurs sooner or later
in the ROM than usual or in a
joint that normally has a soft
or firm end feel
Chondomalacia, OA
Loose bodies in joint
Myositis ossificans
Fracture
Empty (no real end feel
because pain prevents
reaching end of ROM.
No resistance is felt except
for patients protective
muscle splinting or muscle
spasm
Acute joint inflammation
Bursitis
Abscess
Fracture
Psychogenic disorder
2014714 15
Prosedur Pengukuran ROM
Mengetahui :
Rekomendasi posisi pengukuran
Posisi alternatif
Stabilisasi yg dibutuhkan
Struktur & fungsi sendi
End feel normal
Anatomi tulang
Kesesuaian instrumen
2014714 16
Prosedur Pengukuran ROM
Terampil :
Posisi & stabilisasi yg tepat
Menggerakkan bagian tubuh dgn tepat
Menentukan akhir ROM (end feel)
Palpasi pd bagian tulang scr tepat
Menyesuaikan instrumen pengukuran dgn
tepat
Membaca instrumen pengukuran
Mencatat hasil pengukuran dgn tepat

Prinsip metoda pengukuran :
Metoda pengukuran & pencatatan yg
dituliskan di sini berdasarkan pd prinsip
Neutral Zero Method seperti dikemukakan
oleh Cave dan Roberts tahun 1936.
Dalam metoda ini semua gerakan sendi
diukur dari Zero Starting Position,
(seterusnya disingkat Z.S.P). Derajat gerakan
sendi diukur dari posisi tadi dalam arah
gerakannya.

2014714 17
Sikap lurus anggota pada posisi anatomis
diterima sebagai 0
O
dan bukan 180
O
.
Metoda ini diharapkan akan mengatasi
kesimpangsiuran di masa lalu dimana
pengukuran dimulai dari berbagai posisi
awal.
Gerakan dari anggota yg diukur hendaknya
dibandingkan dgn anggota yg berlawanan.
Perbedaan akan terlihat dlm derajat gerakan,
atau prosentase kehilangan gerakan bila
dibanding dgn anggota yang berlawanan
yang sehat.

2014714 18
Bila anggota yg berlawanan tdk ada, pergerakan
bisa dibandingkan dgn perkiraan gerak orang lain
yg sepadan dlm umur & pertumbuhan fisik. Sdg
gerak tulang belakang mungkin dibandingkan dgn
orang lain yg sepadan dlm umur & fisik.
Pergerakan perlu dgn penjelasan bahwa pasif atau
aktif.
Keterangan mengenai istilah extensi &
hiperextensi, extensi digunakan pada gerakan
lawan dari flexi, dimulai dari Z.S.P. adlh gerakan
natural/normal. Gerakan ini terdapat misal pd wrist
& shoulder. Tetapi ada gerakan lawan dari flexi yg
dimulai dari Z.S.P. ini, dikatakan sbgi gerakan tak
normal, seperti pd elbow & knee. Ini disebut
hiperextensi.

2014714 19
Perbatasan gerak sendi tersebut & akan dijelaskan pd
halaman berikutnya.
Bila gerak sendi menimbulkan nyeri maka usaha
pengukuran dikerjakan dgn perlahan & lembut. Pengukuran
akan lebih akurat bila anggota yg diperiksa diatur dlm posisi
seenak mungkin bg penderita.
Adanya ankilosis dianggap kehilangan gerakan secara
komplit.
Penggunaan goniometer boleh memilih sesuai dgn
kebijaksanaan pemakaiannya.
Pencatatan tentang gerak sendi hendaknya tepat & ditulis
dlm tabel secara jelas.
Tabel perkiraan gerakan sendi normal perlu dibuat sebagai
bahan pertimbangan, & tdk mengambil salah satu saja
sebagai standar.

2014714 20
Penggunaan goniometer :
Goniometer hendaknya terbukti cocok utk pengukuran
gerakan sendi.
Goniometer yg dibuat terstandar diposisikan lurus/posisi
anggota extensi, dgn garis 0
O
terhimpit dgn 180
O
, serta
dilengkapi dgn sepasang garis lurus sbgi 2 lengan petunjuk.
Bila tanda penunjuk utk pengukuran pd anggota bisa
dipastikan, maka penggunaan goniometer bisa dianggap
akurat.
Bila petunjuk penonjolan tulang tak bisa ditentukan sebab
terbungkus jaringan lunak yg berlebihan atau sebab lain,
maka penggunaan goniometer bisa tdk akurat lagi.
Penggunaan goniometer hendaknya disesuaikan dengan
keadaan anggota yg diukur.


2014714 21
Perkiraan derajat gerakan sendi :
Perkiraan derajat gerak sendi tdk bisa
ditentukan secara pasti, sebab luasnya variasi
individu yg berbeda pertumbuhan fisik &
usianya. Perkiraan berikut adlh sekadar sbgi
petunjuk & bukan sebagai standar.
Anggota penderita yg berlawanan/normal
barangkali bisa dianggap sbgi standar normal
yg terbaik. Dlm keadaan anggota yg
berlawanan cedera atau bahkan tdk ada,
petunjuk ini diharapkan berguna. Empat sumber
diambil sbgi bahan pertimbangan, perkiraan
rata-rata yg dituliskan.

2014714 22
2014714 23
Posisi (positioning)
Diperlukan utk menempatkan posisi awal sendi
Membantu stabilisasi segmen proksimal sendi
Berpengaruh terhadap ketegangan jaringan
lunak sekitar sendi (kapsul, ligamen & otot)

2014714 24
Stabilisasi (stabilization)
Utk mengisolasi bagian tubuh & segmen
proksimal
Mencegah terjadinya gerakan sinergis pd
sendi lain yg berhubungan

2014714 25
Instrumen pengukuran
Universal goniometer dgn dua tangkai
(stationary arm & moving arm) dgn full/half
circles)
Gravity dependent goniometer (inclinometer)
Electro goniometer (Karpovich, 1959)
Visual estimation (subjektif, komparasi)
2014714 26
Kesesuaian (alignment)
Mengarah kpd kesesuaian antara lengan
goniometer (stationary arm & moving arm)
dgn bagian distal & proksimal sendi yg akan
diukur.
Mempengaruhi akurasi hasil pengukuran
Fulcrum goniometer ditempatkan pd aksis
gerakan sendi yg akan diukur
2014714 27
Pencatatan (recording)
Dilakukan pd tabel numerical recording form
Data & evaluasi kondisi klien/pasien
Meliputi :
Nama, umur & sex klien/pasien
Nama pemeriksa
Tanggal & waktu pengukuran
Jenis & tipe goniometer yg digunakan
Sisi tubuh, sendi & gerakan yg akan diukur
ROM (awal & akhir gerakan)
Tipe gerakan (aktif/pasif)
Data subjektif lainnya (nyeri, discomfort dll)
Data2 objektif lain (spasme otot, capsular/non capsular)
Faktor2 deviasi selama pengukuran
2014714 28
Metode pencatatan hasil
pengukuran (1)
Tabel numerical
Pictorial charts
Sagital-Frontal-Transverse-Rotation method
(Gerhardt & Russe)
Pencatatan awal sampai akhir gerak pd suatu
bidang utk 2 gerak yg berlawanan
2014714 29
Contoh :
Ekstensi-fleksi shoulder (50-170) pd bidang
sagital :
Shoulder S : 50 - 0 -170)
Hip abd (45) dan add (15) pd bidang frontal
Hip F : 45 - 0 - 15
Horizontal abd 30 dan horizontal add 135
pd bidang transversal
Shoulder T : 30 - 0 - 135






2014714 30
Metode pencatatan hasil
pengukuran (2)
American Medical Association Guide
Hampir sama dgn metode pictorial charts,
hanya menggunakan tanda (+) pd posisi
hiper & tanda (-) pd keterbatasan sendi
tertentu
Contoh :
hasil pengukuran MCP joint dr hiperekstensi
(15) sampai fleksi (45) : +15 to 45
2014714 31
Prosedur pengukuran
Menentukan sendi & gerakan yg diukur
Mengatur sekuensis pengukuran, mulai dr
posisi tubuh, alat ukur & recording
Menyiapkan alat ukur & menjelaskan
penggunaannya kpd klien/pasien
2014714 32
Langkah2 penjelasan prosedur
pengukuran
Uraikan kegunaan & tujuan pengukuran
Peragakan pengukuran
Jelaskan tentang posisi pengukuran
Jelaskan tipe gerakan yg dilakukan dlm
pengukuran
Konfirmasikan pemahaman pasien/klien ttg
pengukuran tsb.
2014714 33
Validitas & Reliabilitas
Validitas ketepatan pengukuran
Sejauh mana ketepatan atau kecermatan suatu
alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya
Instrumen alat ukur valid alat tersebut
mengukur apa yg seharusnya diukur.
Reliabilitas kestabilan/kekonsistensian
pengukuran sejauh mana hasil pengukuran
dapat dipercaya
2014714 34
Kriteria valid & reliabel
Alat ukur jelas tujuannya
Alat ukur harus sensitif terhadap perubahan
dari subjek (mudah adaptasi)
Hasil pengukuran cermat & dpt diulang-ulang
dgn hasil yg sama
Alat ukur mudah penggunaanya
Alat ukur digunakan secara proporsional
2014714 35
Evaluasi reliabilitas pengukuran
Biological variation membandingkan hasil ukur
antara satu individu dgn individu lain.
Dipengaruhi umur, sex, genetik & riwayat
penyakit
Temporal variation variasi ukur pd suatu
individu yg dibedakan dlm waktu pengukuran.
Dipengaruhi kondisi fisik/medik, tingkat aktifitas &
emosional.
Measurement error variasi ukur pd satu
individu pd kondisi yg sama namun dlm waktu yg
berlainan. Dipengaruhi faktor pemeriksa (tester),
alat ukur & prosedur/metode pengukuran



Neck
Flexion: 70-90 degrees
Touch sternum with chin.
Extension: 55 degrees
Try to point up with chin.
Lateral bending: 35 degrees
Bring ear close to shoulder.
Rotation: 70 degrees left & right
Turn head to the left, then right.

2014714 36
Lumbar Spine
Flexion: 75 degrees
Bend forward at the waist.
Extension: 30 degrees
Bend backward.
Lateral bending: 35 degrees
Bend to the side.

2014714 37
Shoulder
Abduction: 180 degrees
Bring arm up sideways.
Adduction: 45 degrees
Bring arm toward the midline of the body.
Horizontal extension: 45 degrees
Swing arm horizontally backward.
Horizontal flexion: 130 degrees
Swing arm horizontally forward.
Vertical extension: 60 degrees
Raise arm straight backward.
Vertical flexion: 180 degrees
Raise arm straight forward.

38
Elbow
Flexion: 150 degrees
Bring lower arm to the biceps
Extension: 180 degrees
Straighten out lower arm.
Supination: 90 degrees
Turn lower arm so palm of hand faces up.
Pronation: 90 degrees
Turn lower arm so palm faces down.

2014714 39
Wrist
Flexion: 80-90 degrees
Bend wrist so palm nears lower arm.
Extension: 70 degrees
Bend wrist in opposite direction.
Radial deviation: 20 degrees
Bend wrist so thumb nears radius.
Ulnar deviation: 30-50 degrees
Bend wrist so pinky finger nears ulna.

2014714 40
Hip
Flexion: 110-130 degrees
Flex knee and bring thigh close to abdomen.
Extension: 30 degrees
Move thigh backward without moving the pelvis.
Abduction: 45-50 degrees
Swing thigh away from midline.
Adduction: 20-30 degrees
Bring thigh toward and across midline.
Internal rotation: 40 degrees
Flex knee and swing lower leg away from midline.
External rotation: 45 degrees
Flex knee and swing lower leg toward midline.

41
Knee
Flexion: 130 degrees
Touch calf to hamstring.
Extension: 15 degrees
Straighten out knee as much as possible.
Internal rotation: 10 degrees
Twist lower leg toward midline.

2014714 42
Ankle
Flexion: 45 degrees
Bend ankle so toes point up.
Extension: 20 degrees
Bend ankle so toes point down.
Pronation: 30 degrees
Turn foot so the sole faces out.
Supination: 20 degrees
Turn foot so the sole faces in.

2014714 43
2014714 44
Capsuler pattern of ROM
limitation
Patologi pd kapsul sendi (Cyriax)
Dua kategori penyebab (Hertling & Kessler)
- Joint effusion & synovial inflammation
(traumatic arthritis, infectious arthritis,
acute RA & gout)
- Capsular fibrosis (chronic low grade
capsular inflammation, immobilization &
acute capsular inflammation
Limitasi pd semua gerakan
2014714 45
Non capsuler pattern of ROM
limitation
Gangguan di dalam struktur sendi (internal
joint derangement), adhesi sebagian kapsul
sendi, pemendekan ligamen, strain &
kontraktur otot.
Limitasi gerak satu atau dua arah
Kesimpulan hasil pemeriksaan
fungsi gerak
PGA & P terbatas dan nyeri sementara PGI
negatif, bahwa jar non kontraktil memendek
atau membatasi gerak atau jar kontraktil nyeri
memendek atau gabungan keduanya
Capsular Pattern :
Suatu kaku sendi dgn atau tanpa nyeri dlm pola
kekuatan tertentu tergantung pada sendi yg
dimaksud, disini kapsul sendi dlm posisi
mengkerut.
Non capsular pattern :
Terbatasnya gerak sendi dgn atau tanpa rasa
nyeri tetapi tdk dlm pola spti capsular pattern,
disini lesi dpt terjd pd :
1. Intra articular, contoh osteofit
2. Capsular, sbgn kapsul sendi/perlengketan
lig
3. Extra capsular; bursitis, pemendekan
musculotendinogen
Bila PGA & P tdk terbatas tetapi nyeri, dgn
PGI negatif, maka kelainan terletak pd jar
non kontraktil
Bila PGA & P tdk terbatas & tdk menimbulkan
perubahan dari nyeri yg telah ada, sementara
PGI negatif, kesimpulannya adalah
kemungkinan adanya referred pain dari lesi
yg tdk akut pd daerah lain.
Bila PGA & P ROM lebih besar dari normal
tanpa atau dgn nyeri, sementara PGI
negatif,kesimpulannya adalah hipermobility
capsular/ligamentair, kelainan bentuk sendi,
fraktur
Bila PGA terbatas tetatpi P normal tanpa atau
dgn terjdnya nyeri sementara PGI positif,
kesimpulannya adalah myogen(myopathy),
musculotendinogen(itis atau ruptur),
neurogen.
Bila PGA nyeri dan terbatas ROM dlm satu
arah, P nyeri pd arah gerak yg berlawanan,
sementara PGI positif pd arah gerak aktif yg
nyeri, kesimpulannya adalah lesi
musculotendinogen
Bila PGA & P pd ROM tertentu normal dgn
nyeri, tetapi PGI positif, kesimpulannya
adalah lesi musculotendinogen stadium awal